Uji Pakai AHA dalam Angka…

  • Dilakukan di sembilan lokasi dalam dua hari
  • Menghabiskan aneka makanan dan minuman dengan total tagihan Rp 229.914
  • Lalu, ditambah dengan biaya pembelian peranti seharga Rp 499.000
  • Ditambah lagi dengan biaya colok listrik di dua lokasi sebesar Rp 8.000
  • Plus, biaya hiburan nonton film di Sutos XXI yang bertarif Rp 35.000
  • Belum termasuk ongkos parkir, bensin, pengikisan ban, berkurangnya pelumas mesin, dan penyusutan nilai ekonomis kendaraan bermotor. Lebay nih!
  • Memanfaatkan layanan EvDO AHA selama 15 jam 13 menit 34 detik
  • Mengonsumsi data sebanyak 3,672 GB yang merupakan hasil penjumlahan volume data yang diunduh dan diunggah
  • Tidak diketahui berapa kilometer yang telah ditempuh dalam dua hari tersebut
  • Penambahan berat badan akibat banyak makan minum selama proses pengujian juga tidak diukur

Bila dirangkum, daftar kecepatan AHA kala digunakan untuk mengakses YouTube, mengunduh file dari server lokal, dan mengunggah file ke Ovi.com bisa dilihat pada tabel di bawah ini. Seluruh angka yang tercantum menggunakan satuan megabit per second (Mbps).

Sementara itu, hasil pengukuran kecepatan unduh dan unggah via tiga situs berbeda terpapar pada tabel berikut. Plasa Marina sengaja tidak dicantumkan karena hasil pengukuran kecepatan AHA di sana via Bandwidthplace.com tanpa sengaja ditimpa oleh hasil pengukuran lewat Speedtest.net. Satuan yang digunakan adalah Mbps.

Mengacu pada hasil uji pakai pada Sabtu, 26 Juni 2010 dan Minggu, 27 Juni 2010 itu, kinerja layanan AHA pada hari-hari awal kehadirannya di Surabaya cukup bagus. AHA memang masih sangat jarang menyentuh kecepatan maksimal yang dijanjikan. Yaitu, kecepatan unduh hingga 3,1 Mbps dan kecepatan unggah sampai 1,8 Mbps. AHA juga kalah prima bila dibandingkan dengan layanan EvDO Smart ketika diluncurkan di Kota Pahlawan. Namun, ia masih layak diapresiasi positif.

Kita lihat saja bagaimana kinerjanya pada akhir Juli 2010. Mampukah AHA mempertahankan, bahkan meningkatkan kinerjanya? Sekadar pembanding, kecepatan rata-rata Smart ketika baru diluncurkan di Surabaya mencapai 2,4 Mbps. Sebulan kemudian, di lokasi yang sama, kecepatan akses data Smart telah merosot signifikan menjadi 200 kbps alias 0,2 Mbps.

Saat diluncurkan, harga modem EvDO Smart dibanderol Rp 999.000. Kini modem EvDO AHA dijual Rp 499.000. Berarti, potensi laris terjual terbuka lebih lebar. Berarti pula, probabilitas terjadinya lonjakan pelanggan yang biasanya berkorelasi terbalik dengan kecepatan akses lebih besar.

Kalau AHA berhasil mempertahankan kinerjanya, bolehlah ia disebut sebagai affordable hyper-speed access atau always happy always.

Sebaliknya, bila performa AHA ternyata merosot, berarti ia lebih pantas disindir sebagai affordable hyper-slow access. Atau, mau sekalian always headache always? Selalu bikin sakit kepala karena kecepatannya yang lambreta.

Ayo kita lihat realitanya pada beberapa waktu mendatang!