SpeedUp awalnya dikenal sebagai salah satu merek modem GSM dan CDMA. Ia lantas menghadirkan Studio 9, sistem operasi ala SpeedUp yang menjadikan modem tak sekadar berfungsi sebagai alat bantu untuk terkoneksi ke dunia maya. Dengan Studio 9, pemilik modem SpeedUp bisa menikmati aneka konten dan layanan nilai tambah. Misalnya, musik, permainan, dan majalah digital.

Seiring populernya Android di tanah air, ia menawarkan tablet dan tv box. Kini SpeedUp meluncurkan peranti mungil multiguna yang diberi nama PowerBar. Sepintas PowerBar adalah modem USB berukuran tambun. Padahal, ia sebenarnya bukan modem USB, melainkan “belahan jiwa” modem USB.

Sebuah modem USB bakal lebih sakti kalau ditancapkan ke PowerBar. Akses internet dari modem USB itu bisa dinikmati lewat Wi-Fi oleh beberapa pengguna secara bersamaan. Bahasa kerennya, PowerBar berfungsi sebagai mini wireless router atau mobile hotspot.

Di lembar spesifikasi tertulis akses internet yang dipancarkan PowerBar dapat diakses oleh 20 pengguna. Penulis tak pernah mencoba sampai sebanyak itu. Maksimal hanya tiga gadget yang secara bersamaan penulis hubungkan. Lancar jaya.

PowerBar disebutkan kompatibel dengan aneka tipe modem USB merek SpeedUp. Praktiknya, peranti yang dibanderol Rp 299 ribu itu bukan mustahil tetap berfungsi normal kala dipadukan dengan modem merek lain.

Penulis sempat memasangkan modem GSM ZTE MF190 ke PowerBar. Hasilnya, akses internet dari MF190 sukses dipancarkan dan dipakai beramai-ramai. Penulis sama sekali tidak perlu melakukan pengaturan tambahan.

Sedangkan saat disambungkan dengan modem CDMA Huawei EC1261-2, penulis perlu mengetikkan pengaturan secara manual. Sesaat setelah pengaturan manual itu disimpan, akses internet berbasis EvDO siap penulis nikmati.

Selain modem USB, sumber akses data PowerBar dapat berasal dari modem ADSL maupun jaringan LAN. Misalnya, suatu saat pengguna menginap bersama keluarga di hotel berbintang yang menyediakan internet gratis nan cepat via kabel LAN. Akses data itu bisa dinikmati bersama-sama.

Caranya, tancapkan kabel LAN ke PowerBar. Seluruh anggota keluarga tinggal menghubungkan gadget-nya ke PowerBar via Wi-Fi. Selanjutnya, semua orang siap berinternet dengan gratis, cepat, dan sepuasnya deh. Untuk mencegah akses dari orang tak diinginkan, pengguna dapat mengaktifkan password koneksi.

Tenaga PowerBar bersumber dari baterai berkapasitas 1.800 mAh yang dibenamkan ke bodi peranti tersebut. Bila baterai terisi penuh, PowerBar sanggup terus menerus membagikan akses internet selama sekitar empat jam, bergantung kondisi jaringan dan perilaku pemakaian.

Kala baterai telah lemah, idealnya pengguna segera melakukan pengisian ulang. Tancapkan kabel data bawaan ke konektor micro USB di bodi peranti berdimensi fisik 95 x 35 x 14 mm dan berat 124 gram itu. Kemudian, hubungkan ujung lain kabel ke port USB di komputer. Alternatif lain, manfaatkan charger BlackBerry, Android, atau aneka ponsel keluaran terkini yang berkonektor sama.

Satu kemampuan lain PowerBar, ia bisa difungsikan sebagai charger portabel. Hubungkan ponsel atau tablet yang dimiliki dengan PowerBar melalui kabel data bawaan gadget. Kapasitas baterai internal PowerBar yang medium mungkin tak sanggup mengisi ulang baterai gadget pengguna sampai penuh. Namun, setidaknya ia mampu menjadi “penyambung nyawa” sampai si pengguna tiba di rumah atau kantor.