Review Alcatel one Touch D662: GSM-CDMA Tak Dikunci

Ponsel Android dual on GSM-CDMA muncul susul-menyusul. Setelah HTC Desire VC, Smartfren Andromax-i, dan ZTE Fantasy, kini beredar Alcatel one touch D662. Selain menyandang merek global, D662 memiliki dua poin menarik. Yaitu, berstatus unlocked dan harga jualnya Rp 1 jutaan saja.

Dua nomor, satu CDMA dan satu GSM, bisa siaga bersamaan di D662. Pengguna bebas menyelipkan kartu CDMA dan GSM operator apa pun ke ponsel itu. Jangan bingung saat mengetahui nama kartu yang terpasang masih berkarakter Mandarin. Alcatel tampaknya lupa menerjemahkannya. Pengguna bisa mengubah nama kartu itu sesuka hati kok. Misalnya, menjadi Semar dan XXXL.

D662-1

Nomor CDMA yang terpasang dapat menikmati layanan internet berbasis EvDO rev A dengan kecepatan unduh sampai 3,1 Mbps. Sedangkan nomor GSM-nya hanya bisa masuk ke jaringan 2G. Sehingga, pengguna maksimal berinternet via layanan GPRS/EDGE saja.

D662 memiliki sepasang kamera. Keduanya tanpa fokus otomatis dan lampu kilat. Kamera belakang mampu menghasilkan foto beresolusi maksimal 3,2 megapiksel dan klip video WVGA alias 480 x 800 piksel. Sementara itu, kamera di sisi muka ponsel dapat memproduksi foto dan klip video VGA.

Layar sentuh empat inci 480 x 800 piksel, prosesor Qualcomm Snapdragon S1 MSM7627A 1 GHz, selot microSD, RAM 512 MB, dan ROM 512 MB adalah sebagian spesifikasi lain D662. Ketika ponsel masih segar, sisa memori internal ponsel itu hanya seratus MB.

Ada pula radio FM, Wi-Fi, bluetooth, GPS, dan Wi-Fi tethering. Nada dering telepon dua nomor yang terpasang di ponsel tersebut bisa dibedakan. Namun, nada SMS keduanya tak dapat dibedakan. Ponsel bersistem operasi Android 2.3 Gingerbread itu dibekali baterai lithium ion 1.500 mAh.

Pesan penulis, saat akan mendengarkan radio atau musik via D662, ubahlah tingkat volume ke posisi satu. Sebab, pada tingkat volume terendah pun suara yang terdengar sudah relatif keras. Amat mungkin telah dianggap sesuai oleh mayoritas pengguna.

D662-3

Ponsel berdimensi fisik 123,86 x 63,6 x 11,4 mm dan berat 140 gram itu dijual dengan harga resmi Rp 1,199 juta. Toko-toko di pusat penjualan ponsel biasanya menawarkannya Rp 1,25 juta. Kalau Anda ingin meminang D662 sesuai harga ritel yang disarankan, cobalah mencarinya di gerai Sentra Ponsel. Sentra Ponsel merupakan toko penjualan eceran milik Parastar, distributor resmi D662 di Indonesia.

Sisi minus utama D662, memori internal ponsel itu tergolong minim. Saat ponsel masih segar atau usai diformat pun, kapasitas tersisa cuma seratus MB. Pengguna yang aktif memanfaatkan fitur email dan social media praktis hanya boleh menginstalasikan 1-2 aplikasi tambahan. Bila nekat menambahkan banyak aplikasi, memori internal dijamin ludes dalam sekejap. Terkait penyimpanan file multimedia seperti foto dan video, pengguna D662 tak perlu merisaukannya. Kumpulan file tersebut bisa ditempatkan di kartu microSD.

Menurut penulis, D662 boleh dilirik oleh pemburu ponsel Android dual on GSM-CDMA yang tak mau diikat oleh operator tertentu. Memang sih sistem operasi Android Gingerbread yang dipakai sudah uzur, tetapi ia relatif nyaman kok.

Akankah kelak muncul update ke Android versi terbaru? Berkaca pada pengalaman, lebih baik calon pembeli menganggapnya tidak ada. Sebab, selama ini tak satu pun ponsel Android Alcatel yang beredar resmi di Indonesia mendapatkan update firmware.

87 thoughts on “Review Alcatel one Touch D662: GSM-CDMA Tak Dikunci

  1. Pak Ridho,

    Alcatel merek global. Asalkan tak keberatan dengan memori internal yang kecil, D662 boleh dilirik.

    Wah, saya kurang tahu apakah ada iklan Alcatel di radio.

  2. Terima kasih Pak Herry untuk review-nya…

    Kalau tampilan layarnya bagaimana ya Pak? Misalkan jika dibandingkan dengan Samsung Galaxy Y.

  3. Om Herry, bagaimana ketahanan baterainya? apakah bisa bertahan lebih dari 12 jam dengan penggunaan ala om Herry? thx

  4. Pak Setiawan,

    Kalau kebetulan pakai Smartfren, mending Andromax-i daripada Alcatel one touch D662. Dari berbagai hal lebih unggul deh. Masalahnya, Andromax-i kan dikunci.

  5. Bro Herry, wkt sy pake di jakarta nama operator cdma udh bener FLEXI BROADBAND, nah waktu keluar kota nama berubah jadi China Telecom. Cara ubahnya bs via handset aja atau harus pake cdma tools spt cdma ws, qpst atau dfs ? trims

  6. Pak Reza,

    Terima kasih atas sharing-nya. Berarti pengenalannya masih kurang update ya. Waktu saya pasangkan kartu Axis, sempat berubah jadi 510 08 juga.

    Sepertinya tak bisa diubah dari ponsel. Tidak ada menunya.

    Wah, saya nggak pernah mainan CDMA tools yang Bapak sebutkan.

  7. penasaran doang pa, kalau camera depannya gimana pa kalau dibandingkan dengan andromax-i pengalaman saya pake andromax-i nyoba skypean di tempat low vision, kata gelap tidak jelas yang terlontar oleh lawan bicara, biasanya sih skypean pake ipod touch 4g.

    oot dikit kalau andromax-u kata bpk di twitter bisa pake data gprs/edgenya pak?

  8. akhirnya keluar jg reviewnya…lebih cepat dari jadwal seharusnya tgl 13 feb…sippp
    kayaknya memang masih lbh oke andromax-i
    hobby pak herry ini memang bermanfaat buat banyak orang 😀

  9. Pak Ukub,

    Kamera depannya nggak istimewa sih. Kalau di tempat gelap ya pasti kurang jelas.

    Benar, Andromax U mengizinkan pengguna berinternet via nomor GSM. Namun, hanya mendukung layanan GPRS/EDGE ya. Tak bisa 3G.

  10. update pak Herry,
    Setelah CDMA-GSM, waktunya review GSM-GSM lagi dong..
    android ics dan jelly bean mulai banyak bermunculan, dengan layar lebar dan harga dibawah 2 jutaan. Yang terbaru misalnya, imo s89, s99. mito ga mau kalah dg t510, a322, dan a800 yg mau muncul. venera dengan prime 812.. semua menarik, semua berlomba..
    Ditambah lagi Lenovo yang akan mengeluarkan a800 di kelas under 2 juta, dan s890 di level 5 inci.. wuih asyiiknya…

    Padahal andromax u masih proses dites ya?

    pak Herry ngga bisa review semuanya, tapi mungkin bisa coba yg menarik sebagai sampel perkembangan telpon lokal kelas smartphone terbaru. Kelas ini lumayan banyak peminatnya lho pak

  11. Pak Dh,

    Terima kasih atas masukan dan usulannya. Untuk merek lokal buatan Tiongkok, sedapat mungkin saya mencari pinjaman atau membeli barang bekas.

    Jujur saja, selain merupakan bagian dari hobi, bagi saya mencoba ponsel baru sekaligus menjadi sumber asap dapur. Setiap kali harus membeli ponsel untuk di-review, saya mesti memperhitungkan nilai penyusutannya dan perkiraan honor review yang akan saya dapat dari pemuatan di media massa.

    Idealnya, total pemasukan lebih besar daripada total pengeluaran. Sesekali, dengan pertimbangan tertentu, saya rela total pengeluaran lebih besar alias saya sebenarnya merugi.

    Nah, untuk ponsel merek lokal buatan Tiongkok, pengalaman selama ini penyusutan nilainya sangat besar. Rata-rata 40 persen, bahkan sesekali lebih dari setengah.

    Dengan sering menulis tentang merek global, saya sekaligus ingin menunjukkan bahwa harga ponsel merek global pun sudah semakin terjangkau. Jadi, kalau anggaran memang tersedia, mending ambil merek global sekalian deh.

  12. Pak Yudi SW,

    Alcatel one touch D662 sudah tersedia di Surabaya. Namun, saya kurang update dengan harga pasaran terkini. Sebab, seminggu terakhir saya nggak sempat keliling ke pusat penjualan ponsel di Surabaya. Terakhir sih masih Rp 1,25 juta.

  13. Pak Herry. Kalau hp cina merk global seperti lenovo, huawei, alcatel (hp ini sekarang milik persh cina kan?) Apakah suara speaker saat digunakan telepon masih tidak enak ditelinga ya? Dulu saya pernah pakai nexian n zte suaranya cempreng dan ngga enak ditelinga..ngga bisa nelpon lama lama. Kalau hp lokal suara di telinga msh nggak enak?

  14. Saya membeli Hp alcatel d662. Saya mencoba download dari playstore, gagal terus dengan keterangan memori handphone tidak cukup, padahal sudah saya setting agar di simpan di memori SDRAM. Sudah diperbaiki tetapi umurnya hanya 1 hari kembali tidak bisa download dari playstore. Ada yang berhasil download dari playstore (program yang file nya sangat kecil) tetapi umurnya hanya 1–2 hari setelah itu program tersebut tidak bisa digunakan. Apa ini memang kelemahan handphone tersebut ?

  15. Pak Vinc,

    Benar, Alcatel divisi ponsel sudah diambil alih TCT dari China. Suara speaker enak kok.

    Dalam pantauan saya, selain merek lokal buatan Tiongkok, yang suara earpiece-nya kadang kurang enak itu ponsel merek China dan merek global yang dibundel dan harga jualnya Rp 200 ribuan hingga Rp 300 ribuan.

    Untuk ponsel merek lokal, masih lumayan banyak yang suaranya kurang enak. Apalagi, yang harga jualnya di bawah Rp 300 ribu.

  16. Pak Gunawan Hudianto,

    Aplikasi idealnya diinstalasikan di internal storage. Masalahnya, kapasitas internal storage D662 sangat terbatas. Jadi, pengguna nggak bisa menginstalasikan banyak aplikasi.

    Di pertanyaan Bapak menyebutkan telah mengatur supaya aplikasi disimpan di SDRAM. Kok bisa ada pilihan itu ya, Pak? Di unit yang pernah saya coba, hanya ada pilihan internal storage dan SD card. Aplikasi yang diunduh otomatis masuk ke internal storage.

  17. Pak Sandi,

    Belum ada, Pak. Kalau dikaitkan dengan kebutuhan pribadi, bukan review, kebetulan saya nggak perlu ponsel dual on GSM-CDMA. Sebab, nggak ada nomor CDMA yang saya pelihara atau rutin dipakai.

  18. Pak 4M3T,

    Yang di luar kota saya kurang tahu. Kalau yang di Surabaya, pusat perbaikan Alcatel one touch D662 diserahkan kepada pihak ketiga yang juga melayani perbaikan ponsel merek lain. Ia termasuk pemain lama. Tetapi, penampakan bangunan pusat perbaikannya memang kurang meyakinkan sih.

  19. untuk daerah malang, di mana saya dapat membelinya, trus untuk game apakah bisa di simpan di sd card, aplikasi apa aja yg cukup untuk di instal, tq.

  20. Pak John,

    Kalau di Malang ada gerai Sentra Ponsel, coba cari di sana. Alternatif lain, cari di pusat penjualan ponsel.

    Aplikasi, termasuk game, diinstalasikan di memori internal yang cuma 100 MB itu. Aplikasi apa saja yang bisa diinstalasikan? Ya tergantung ukuran file-nya. Saran saya, setidaknya usai instalasi aplikasi, sisakan minimal sekitar 30 MB.

  21. Bang Hery,
    Saya instal alquran di alcatel D662 berhasil, tapi ga’ bisa dibuka, tapi kalo quran android berhasil diinstall tapi huruf arabnya tidak terbaca (hurufnya keriting he..he..), mohon pencerahannya. tks

  22. Pak/Bu Dien,

    Mungkinkah aplikasinya tidak kompatibel? Di pilihan bahasa D662 ada bahasa Arab nggak ya? Seingat saya sih tidak ada.

  23. Pak Hery ,tolong bantu saya mau beli hp tapi bingung,kebutuhan saya untuk internetan,layar cukup lega tapi mudah di bawa2 dan yg penting baterai tahan lama dan tentu saja harga terjangkau,setelah baca review2 lenovo jadi tertarik menurut pak Hery tipe yg mana yg cocok di range harga 1 sampe 2 jt-an

  24. Pak Anto,

    Kalau membaca kriteria Anda, Lenovo P700i tampaknya menjadi pilihan terbaik. Harga ritel yang disarankan Rp 1,999 juta, sedangkan harga pasaran sekitar Rp 1,9 juta.

  25. Pak Hendra,

    Saya tidak pernah mencobanya untuk Skype maupun Tango. Rekan lain yang memantau thread ini mungkin bisa memberikan pencerahan.

  26. Thanks utk reviewnya.
    Kalo andrmax i lebih oke drpd d662, bgm cara mengatasi blokir dari operator ya? Setahu sy, kita harus isi 10ribu Rp kalo tdk mau gsm nya ikut terblokir.
    Mnrt sy, itu problem paling mengganggu.
    Terima kasih.

  27. Pak Marin,

    Mengisi Rp 10 ribu itu untuk apa ya? Dulu tanpa mengisi pulsa pun, nomor GSM yang diselipkan ke Andromax-i tetap bisa saya gunakan.

    Andromax-i memang produk bundel Smartren dan CDMA-nya di-locked. Jadi, pembeli harus mengikuti pembatasan yang dilakukan Smartfren.

    Di luaran ada pihak tertentu yang bisa menyuntikkan nomor Flexi atau Esia ke Andromax-i. Namun, garansi otomatis hangus.

  28. Wah, mungkin saya salah tapi saya pernah membeli smartfren jambu dan mengalami hal itu. Apakah memang sistemnya berbeda dgn andromax i?
    Setidaknya, lebih wajar bila tidak dikaitkan dgn GSM nya ya Pak. Ttp bgm bila slot cdma nya tidak diisi RUIM?
    Terima kasih atas responnya yang cepat.

  29. Pak Marin,

    Saya sendiri belum pernah mencoba Jambu. Namun, benar, saya pernah mendapatkan info kalau nomor Smartfren yang ada di Jambu harus diisi pulsa dulu.

    Di Andromax U dan Andromax-i, selot CDMA-nya harus diisi kartu. Kalau kosong, GSM-nya nggak berfungsi. Saya pernah iseng memasukkan kartu CDMA Smartfren yang berada dalam masa tenggang. GSM-nya tetap berfungsi.

    Entahlah kalau kartu CDMA Smartfren yang diselipkan adalah nomor hangus.

  30. Terima kasih pak Herry.
    Maaf kalo agak menyimpang.
    Kalo mungkin Bapak ada gambaran, mengapa cdma kurang diminati vendor branded di Indonesia ya? Shg tipe yg muncul yg level rendah. Nokia pun meninggalkan cdma. Sedangkan di luar sebetulnya masih banyak cdma yg bagus2.

    Bila ingin berbincang dgn anda ttg jenis hp lain, apakah harus di forum berbeda ya?

    Terima kasih.

  31. Pak Marin,

    Produsen ponsel merek global tidak lagi antusias mengeluarkan ponsel CDMA di Indonesia karena potensi pasarnya dianggap kecil. Mereka kan harus memperhitungkan biaya riset dan pengembangan, produksi, dll. Mereka juga seringkali mempertimbangkan potensi permintaan secara global.

    Hal serupa berlaku untuk vendor ponsel merek lokal buatan Tiongkok. Karena sebenarnya mereka tinggal memesan dari China, asalkan skala kulakannya cocok, mereka akan menawarkan ponsel CDMA baru.

    Bila ingin berbincang tentang ponsel lain, mau lewat blog Ponselmu.com ini boleh kok. Namun, bila memang ada, sebaiknya di subjek yang agak nyambung. Misalnya, Bapak ingin tanya tentang Nokia 112. Maka, ajukan pertanyaan itu di posting tentang Nokia 112. Kalau tak ada, ya ketikkan di posting mengenai ponsel Nokia.

    Selain lewat blog, saya juga melayani tanya jawab via akun Twitter @herrysw.

    Biasanya pertanyaan akan saya jawab pada malam hari. Kalau kebetulan agak senggang, siang atau sore mungkin sudah saya jawab. Sebaliknya, kalau sedang sibuk banget atau tugas ke luar kota, jawaban baru saya berikan lebih dari 1 x 24 jam.

    Terima kasih.

  32. Pak Martin,

    Kelupaan. Alcatel sebenarnya juga termasuk merek global. Cuma kebetulan mereka pas ada produk dual on GSM-CDMA yang kemudian dilahap oleh importer Indonesia.

    Umpama suatu saat ada importer yang berani kulakan 5 juta unit ponsel CDMA dengan tipe sama, mungkin Nokia bakal melayaninya. 🙂

  33. Pak Herry yang baik,

    Jawaban Bapak kurang lebih seperti yang sy duga. Tapi yg saya ingin tahu adalah; apakah pasar cdma sedemikian jeleknya shg pemegang merk global tidak tertarik. Misalnya, LG kan bisa memasukkan tipe2 bagus spt yg sy lihat di internet. (kan berarti tanpa riset, produksi khusus). Samsung pun setahu saya ada tipe cdma yg menarik di luar negri kita, toh mrk cm menjual galaxy Y sbg top level cdma nya.

    Harap maklum Pak, sy sedang ingin ganti hp cdma tetapi ‘nelangsa’ melihat pilihan di pasaran hp kita.

    Tapi Pak Herry juga bukan pemakai cdma ya? (berdasarkan pernyataan Bapak di atas). Kalo boleh tahu apa ada alasan khusus Pak? Karena setahu saya utk telpon ke nomer lokal kan GSM lebih mahal.

    Saya juga menuliskan pertanyaan di halaman posting blackberry. Bila berkenan, mungkin bisa direspon juga.

    Terima kasih Pak Herry.

  34. Pak Marin,

    Ponsel CDMA seringkali perlu kustomisasi yang lebih dalam dibandingkan dengan ponsel GSM. Ada berbagai parameter teknis yang perlu disesuaikan. Hal lain, ponsel CDMA yang beredar di luar negeri (China diabaikan ya) seringkali masih memakai sistem inject yang kurang disukai di sini.

    Nah, akumulasi dari berbagai hal itu yang membuat pilihan ponsel CDMA di sini terbatas.

    Saya sesekali pakai CDMA, namun hanya untuk berinternet. Untuk telepon saya tetap memakai GSM karena lebih praktis dan cakupan areanya lebih luas.

  35. pak Herry SW

    Saya mau tanya perbandingan d662 dengan esia fantasy ?
    di d662, kegunaan external memory jadinya untuk apa pak?

  36. Bu Maria,

    Harga D662 jauh di bawah harga HTC Desire VC. Dengan mempertimbangkan harga jual, bila tak keberatan dengan memori internal yang kecil, saya lebih memilih D662.

    Bila pemakaian sebatas untuk telepon, SMS, email, dan browsing, memori internal D662 masih memadai. Lain halnya bila pengguna suka menginstalasikan aneka aplikasi tambahan.

    Sementara itu, kalau kebetulan Ibu menggunakan nomor Smartfren, tak ada salahnya melirik Andromax-i. Kinerja dan spesifikasinya lebih menarik daripada D662. Sedangkan harga jualnya boleh dibilang sama.

  37. Pak Riza,

    Saya belum pernah mencoba ZTE Fantasy. Kata penjual di 2-3 gerai yang berbeda, selot CDMA ponsel itu dikunci hanya untuk Esia.

    Memori eksternal di D662 dipakai untuk menyimpan file multimedia seperti foto, video, dan lagu.

  38. Pak Rendra,

    Saya belum pernah menguji pakai A690. Kalau sekadar towel-towel beberapa menit sih pernah. A690 terasa lebih responsif dibandingkan D662.

  39. Pak Herry, mau nanya dong. Hp android yang bisa GSM+CDMA unlock selain Alcatel d662 apa saja ya? harga tetap 1jutaan lah.hehe

  40. Bu Mei,

    Jawabannya: tidak ada. Dua alternatif lain, Andromax-i dan Andromax U, sama-sama berstatus locked.

  41. pak herry

    kan saya menggunakan alcatel one touch D662 tapi kalau saya pakai kartu sd lama kartu sdnya gk mw nerima masukan satupun itu gimana ya?????

  42. maaf pak

    jadi kartu sd nya mw pakai yang baru atau yang lama tetep begitu caranya gimana ya pak, tolong berikan masukan ya pak

  43. Bu Azmi,

    Pertanyaan Anda saya perjelas dulu ya.

    Kasusnya:
    Kartu microSD yang dipasangkan ke D662, baik kartu microSD baru atau bekas, tak dapat diisi dengan file baru. Mau file-nya banyak atau sedikit, besar atau kecil, tetap nggak mau.

    Benar begitu?

    Kalau iya, keberadaan kartu microSD itu dikenali oleh ponsel atau tidak?

    Bila dikenali, namun gagal diisi file baru, cobalah memformat microSD itu dulu.

    Bila tak dikenali, periksalah pemasangannya. Mungkin kurang tepat. Kemungkinan terburuk, selot microSD D662 yang Anda gunakan kebetulan bermasalah. Bawalah ke pusat perbaikan resmi.

  44. P.Herry:

    Apakah alcatel d662 ini sudah tersedia di bali dan di manakah sy bisa membelinya…krn sy sdh mncoba mendatangi toko ponsel di bali tdk ada yg menjualnya…

  45. Pak Ari,

    Seharusnya sudah tersedia di Bali. Cobalah mencari ponsel itu di pusat penjualan ponsel di sana.

    Di Bali apakah ada gerai Sentra Ponsel? Parastar yang satu grup dengan Sentra Ponsel merupakan distributor resmi Alcatel one touch D662.

    Bila masih kesulitan menemukannya, lakukan pembelian secara online saja di http://www.sentraponsel.com. Awas, alamat situsnya jangan salah ya. Sebab, kini ada banyak situs jadi-jadian yang namanya mirip dengan situs terkemuka.

  46. pagi pak..
    setiap kali mau ambil gambar/buka kamera atau mau lihat galeri, koq selalu gag bisa dan selalu ada peringatan masukkan sd card atau sd card sudah di lepas, padahal untuk memutar lagu bisa dan gag ada masalah, bagaimana solusinya pak, tq.

  47. Pak John,

    Padahal jelas-jelas ada kartu microSD terpasang ya? Coba lepaskan kartu microSD-nya sebentar, lalu pasangkan lagi.

    Bila masih bermasalah, kartu microSD itu mungkin perlu diformat lagi satu kali.

    Tetap bermasalah? Coba pinjam kartu microSD teman untuk mengetes. Kalau sukses, berarti microSD Bapak yang mungkin bermasalah. Kalau tetap gagal, berarti ponselnya yang “mabuk” dan perlu diajak ke pusat perbaikan resmi.

  48. thanks banyak masukkannya pak, ponsel saya minta di ajak jalan@ ke servis center resmi ini, di Malang di mana alamat servis center resmi Alcatel ya, kalau mungkin bapak mengerti alamatnya, tq banyak pak…

  49. Pak John,

    Sepertinya sih di Malang tak ada service center Alcatel. Namun, untuk pastinya, saya coba carikan informasi ke sana-sini dulu ya.

  50. Pak John,

    Di Malang, Alcatel-nya bisa coba dibawa ke:
    Martha Cell
    Jl Mayjen Sungkono 50
    Telp 0341-7769335

    Mereka collection point-nya pusat perbaikan resmi Alcatel. Jadi, barang mesti dikirimkan ke Jakarta dulu.

  51. Maaf pak, mo nanya tentang lenovo a690,di pertanyaan sblmnya ktnya ud pernah towal towel dikit,emang udah rilis ya? Harganya berapa?
    Spesifikasinya kira2 bagusan mana sama alcatael d662?
    Thanks.

  52. Pak Akbar,

    Lenovo A690 sudah beredar di paar pada awal tahun ini. Munculnya nyaris bersamaan dengan A800. Harga sekitar Rp 1,1 juta.

    Spesifikasi A690 boleh dibilang nyaris kembar dengan Alcatel one touch D662. Bedanya, A690 itu ponsel dual standby GSM-GSM, sedangkan D662 dual standby GSM-CDMA.

  53. Selamat malam Pak Herry,

    Pak bisa tolong bantu saya, alcatel saya kalau posisi stand by sedang saya letakkan (tidak digunakan) kadang-kadang suka restart sendiri, apakah ada modul power manajemen yang menyebakan ini?

    1. Pak Zulfi,

      Saya tak berani memastikan penyebabnya. Kalau mau mencoba, ponsel itu silakan di-factory data reset dulu. Dalam kondisi belum ada aplikasi tambahan, perhatikan apakah ponsel masih suka restart sendiri. Bila tetap restart sendiri, berarti Anda terpaksa harus meluangkan waktu berkunjung ke pusat perbaikan resmi Alcatel.

  54. Pak katanya ada keluaran terbaru d668 dan d920. Sempat kemarin jalan jalan ke wtc digshop lantai 1 ada d668 dan d920 keduanya sudah berspesikasi gahar dual core cam 5mp dan layar 5 in.. Bantu rewiew dong pak tentang produk itu

    1. Pak Glen,

      Benar. Alcatel memang mengeluarkan ponsel dual on GSM-CDMA baru, yaitu one touch D668 dan D920. Keduanya Android dan berstatus unlocked. D668 itu penerus D662. Saya belum bisa me-review dua ponsel itu karena belum pernah mencobanya.

  55. pak, knp klo setting gprs pake GSM di alcatel d668 susah bgt, reply dari operator selalu handset tidak terdaftar di system, bs ksh solusiga pak? mksh sblmnya…..

  56. Pak Hanif,

    Saat kartu SIM dipasangkan, mestinya ponsel langsung akan melakukan pengaturan secara otomatis. Kalau tak bisa, pengguna harus mengatur secara manual. Tak bisa via SMS.

  57. Pak Herry sy lg cari android gsm cdma yg harga di bawah 1 jutaan,kira2 sekitar 500rban-750rban yg bs internetnya lumayan cpt,kamera & putar video+musiknya jg lunayan bagus,yg diatas ginggerbread dikit jg blh

    Kira2 saran bapak Herry apa ya?

    Info ke email saya

    Terima kasih

    1. Pak Ival,

      Maaf, saya tidak melayani permintaan jawaban via email pribadi.

      Dengan kriteria seperti itu, jawabannya tidak ada ponsel Android yang memenuhi syarat. Yang secara spesifikasi memenuhi syarat. harganya jauh di atas harga yang Anda sebutkan.

  58. makasih pak Hery reviewnya, padahal saya mau beli alcatel d662, baca review jadie nggak jadi beli, masih tetep aja dulu dg andromax i yg sdh saya unlock hingga flexynya bisa 3g dan gsm dah bisa internetan dan bisa fungsi meski ruim gak dipasang. trimakasih sekali lagi, ternyata kemampuan maxi saya msh jauh diatas alcatel d662.

  59. wah ternyata ada juga ya yang unlocked, abis taunya cuman andromax doang yang cdma nya harus pake kartu smartfrne kan -.-

  60. Ane beli alcatel one touch dari online Kenapa gak bisa detecsi/ Baca sim card Kenapa ya APA setingan tertentu ya dari hapenya

    1. Bu Tata,

      Seharusnya tidak ada pengaturan tambahan dari ponsel.

      Apakah Anda sudah coba memasangkan kartu SIM lain? Bila tetap tak dikenali, silakan segera mengajukan komplain kepada penjual. Kemungkinan ada cacat hardware.

    1. Pak Andri,

      Maaf, saya tak tahu. Sudah coba mampir ke Gerai Esia? Sebab, beberapa bulan lalu ponsel-ponsel tertentu yang awalnya lock Esia bisa dibukakan lock-nya secara gratis. Saya kurang tahu apakah D668 termasuk dalam daftar.

  61. terima kasih pak atas jawaban dan sarannya,
    moga bapak tak bosan menjawab pertanyaan kami semua
    salam sukses selalu untuk bapak

    1. Pak Andri,

      Mohon maaf karena saya baru bisa menjawab pertanyaan Anda pada pagi ini. Sesuai pengumuman di blog, pada 8-11 September 2015 saya libur merespons pertanyaan. Sebab, saya sedang berada di Jakarta dan Belitung. Selama di sana, jadwal aktivitas saya tergolong padat.

      Sukses selalu juga untuk Anda.

  62. Pa sya punya hp alcatel one touch kok sim gsm nya g ada sinyal2.apa karna cdma nya dh g aktif jdi ikut g ada sinyal gtu?

    1. Pak Hery,

      Boleh tahu dulu ponsel Alcatel Anda tipe apa? Kalau D662, seharusnya GSM-nya tetap bisa berfungsi walaupun CDMA tidak aktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *