Ponsel Android dual on GSM-CDMA muncul susul-menyusul. Setelah HTC Desire VC, Smartfren Andromax-i, dan ZTE Fantasy, kini beredar Alcatel one touch D662. Selain menyandang merek global, D662 memiliki dua poin menarik. Yaitu, berstatus unlocked dan harga jualnya Rp 1 jutaan saja.

Dua nomor, satu CDMA dan satu GSM, bisa siaga bersamaan di D662. Pengguna bebas menyelipkan kartu CDMA dan GSM operator apa pun ke ponsel itu. Jangan bingung saat mengetahui nama kartu yang terpasang masih berkarakter Mandarin. Alcatel tampaknya lupa menerjemahkannya. Pengguna bisa mengubah nama kartu itu sesuka hati kok. Misalnya, menjadi Semar dan XXXL.

D662-1

Nomor CDMA yang terpasang dapat menikmati layanan internet berbasis EvDO rev A dengan kecepatan unduh sampai 3,1 Mbps. Sedangkan nomor GSM-nya hanya bisa masuk ke jaringan 2G. Sehingga, pengguna maksimal berinternet via layanan GPRS/EDGE saja.

D662 memiliki sepasang kamera. Keduanya tanpa fokus otomatis dan lampu kilat. Kamera belakang mampu menghasilkan foto beresolusi maksimal 3,2 megapiksel dan klip video WVGA alias 480 x 800 piksel. Sementara itu, kamera di sisi muka ponsel dapat memproduksi foto dan klip video VGA.

Layar sentuh empat inci 480 x 800 piksel, prosesor Qualcomm Snapdragon S1 MSM7627A 1 GHz, selot microSD, RAM 512 MB, dan ROM 512 MB adalah sebagian spesifikasi lain D662. Ketika ponsel masih segar, sisa memori internal ponsel itu hanya seratus MB.

Ada pula radio FM, Wi-Fi, bluetooth, GPS, dan Wi-Fi tethering. Nada dering telepon dua nomor yang terpasang di ponsel tersebut bisa dibedakan. Namun, nada SMS keduanya tak dapat dibedakan. Ponsel bersistem operasi Android 2.3 Gingerbread itu dibekali baterai lithium ion 1.500 mAh.

Pesan penulis, saat akan mendengarkan radio atau musik via D662, ubahlah tingkat volume ke posisi satu. Sebab, pada tingkat volume terendah pun suara yang terdengar sudah relatif keras. Amat mungkin telah dianggap sesuai oleh mayoritas pengguna.

D662-3

Ponsel berdimensi fisik 123,86 x 63,6 x 11,4 mm dan berat 140 gram itu dijual dengan harga resmi Rp 1,199 juta. Toko-toko di pusat penjualan ponsel biasanya menawarkannya Rp 1,25 juta. Kalau Anda ingin meminang D662 sesuai harga ritel yang disarankan, cobalah mencarinya di gerai Sentra Ponsel. Sentra Ponsel merupakan toko penjualan eceran milik Parastar, distributor resmi D662 di Indonesia.

Sisi minus utama D662, memori internal ponsel itu tergolong minim. Saat ponsel masih segar atau usai diformat pun, kapasitas tersisa cuma seratus MB. Pengguna yang aktif memanfaatkan fitur email dan social media praktis hanya boleh menginstalasikan 1-2 aplikasi tambahan. Bila nekat menambahkan banyak aplikasi, memori internal dijamin ludes dalam sekejap. Terkait penyimpanan file multimedia seperti foto dan video, pengguna D662 tak perlu merisaukannya. Kumpulan file tersebut bisa ditempatkan di kartu microSD.

Menurut penulis, D662 boleh dilirik oleh pemburu ponsel Android dual on GSM-CDMA yang tak mau diikat oleh operator tertentu. Memang sih sistem operasi Android Gingerbread yang dipakai sudah uzur, tetapi ia relatif nyaman kok.

Akankah kelak muncul update ke Android versi terbaru? Berkaca pada pengalaman, lebih baik calon pembeli menganggapnya tidak ada. Sebab, selama ini tak satu pun ponsel Android Alcatel yang beredar resmi di Indonesia mendapatkan update firmware.