By

Review Delcell P150: “Es Potong” Penambah Daya

Delcell P150 bukanlah power bank termahal atau power bank berkapasitas terbesar yang diusung Delcell. Kendati demikian, ia menarik karena mempunyai hal unik yang tak dijumpai di ratusan tipe power bank lain yang dijual di Indonesia. Di sisi depan P150 terdapat indikator digital yang siap menunjukkan sisa daya power bank dengan presisi.

Dibandingkan HK Power Prince, power bank yang juga dibekali layar digital, P150 memiliki aneka kelebihan. Di antaranya, indikator digital lebih mudah dibaca, sentuhan akhir bodi lebih prima, dan kapasitas baterai lebih besar. Bila mengacu pada klaim produsen, baterai yang dibenamkan ke Prince berkapasitas 6.000 mAh. Sementara itu, P150 hadir dengan kapasitas 14.400 mAh.

P150-1

P150 memiliki dua konektor output, 1 A dan 2,1 A. Pengguna leluasa memanfaatkannya untuk mengisi ulang baterai ponsel maupun tablet. Di tengah-tengah keduanya terdapat lampu senter dan konektor micro USB.

Sayang, konektor micro USB yang berfungsi untuk men-charge P150 itu hanya sanggup menerima input atau masukan arus 1 A. Dengan demikian, pengguna P150 harus menghabiskan waktu belasan jam untuk mengisi ulang power bank tersebut sampai penuh. Andaikan konektor input P150 mampu menerima arus sampai 2 A, lalu pengguna kebetulan mempunyai charger ber-output besar, proses pengisian bakal tuntas lebih cepat.

Dibanderol Rp 499 ribu, paket penjualan P150 hanya menyertakan kabel charging micro USB. Konsumen takkan menjumpai charger di dalam kemasan. Delcell mungkin sengaja melakukan hal itu untuk menekan harga jual. Toh pengguna mestinya telah mendapatkan charger saat membeli ponsel atau tablet.

P150-2

Soal ukuran, P150 berdimensi fisik 48 x 170 x 263 mm dan berat 418 gram. Kalau kesulitan membayangkan ukurannya, ingatlah es krim potong seharga satu dolar yang rutin dijual di tepi Orchard Road, Singapura. Es potong serupa, dengan harga dua kali lipat lebih mahal, kini sering dijual di berbagai pusat perbelanjaan di Indonesia.

Gara-gara teringat es potong yang harga jualnya di Orchard Road belum berubah sejak 2004 itu, sambil mengendarai Yamaha Alfa II R, penulis menemukan judul tulisan ini: “Es Potong” Penambah Daya.

4 Responses to Review Delcell P150: “Es Potong” Penambah Daya

  1. Sony Djuana says:

    Ha.ha… kalau dikasih casing berupa bungkus es potong trus dijual sebagai souvenir pasti laku ya pak? 🙂
    baru tahu kalo di indo jual es potong harga dua kali lipat singapore.

  2. Herry SW says:

    Pak Sony Djuana,

    Ha.. ha.. atau casing P150 sekalian saja dibuat aneka warna kayak tampilan es potong ya. 🙂

    Iya, saya sempat kaget waktu beli. Harganya Rp 17.500. Kalau di Surabaya, penjualnya ada di Mal Galaxy dan Ciputra World.

  3. Sunjaya says:

    Pak Herry,

    apakah ada foto ketika indikator sisa daya menyala?

    dan untuk bagian ini:

    “Sayang, konektor micro USB yang berfungsi untuk men-charge P150 itu hanya sanggup menerima input atau masukan arus 1 A. Dengan demikian, pengguna P150 harus menghabiskan waktu belasan jam untuk mengisi ulang power bank tersebut sampai penuh. Andaikan konektor input P150 mampu menerima arus sampai 2 A, lalu pengguna kebetulan mempunyai charger ber-output besar, proses pengisian bakal tuntas lebih cepat.”

    Apakah benar dari spesifikasi teknis / dokumentasi menyatakan begitu ya? berarti kalau di-charge pakai 2A pun percuma ya…

    thanks.

  4. Herry SW says:

    Pak Sunjaya,

    Silakan melihat angka 100 di foto pertama. Itu kan indikator sisa dayanya sedang menyala. Angka 100 akan berkurang seiring menurunnya sisa daya.

    Ya, soal input, saya merujuk ke spesifikasi yang disebutkan Delcell.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *