Hingga pertengahan Desember 2012, bagi penulis, HTC Desire VC merupakan ponsel Android dual on GSM-CDMA terbaik sepanjang tahun. Selain unlocked dan bermerek global, kinerja ponsel itu tergolong cukup bagus. Namun, performanya belum layak disebut istimewa karena ia sesekali terasa lamban saat dihujani ratusan email per hari.

Dua minggu berikutnya, pendapat penulis berubah. Desire VC tergusur dari tahta. Dengan memperhatikan kesetaraan antara harga, spesifikasi, dan kinerja, Smartfren Andromax-i alias Hisense AD683G lebih tepat menyandang predikat ponsel Android dual on GSM-CDMA terbaik 2012. Tentu saja, predikat itu sebatas versi penulis. Penulis hanya mencermati ponsel Android dual on GSM-CDMA yang beredar resmi di sini. Plus, acang alias gadget itu wajib sudah penulis uji pakai.

Andromax-i 1

Mengapa Andromax-i? Kita lihat dulu spesifikasinya. Kalau Desire VC memanfaatkan prosesor single core 1 GHz, Andromax-i telah mengadopsi prosesor dual core 1 GHz.

Ketika ponsel tuntas diformat, kapasitas memori Desire VC yang dapat dioptimalkan pengguna terdiri atas 0,91 GB penyimpanan internal (internal storage) dan 93,21 MB penyimpanan telepon (phone storage). Sedangkan di Andromax-i, pada kondisi sama, penyimpanan internal 1,93 GB dan penyimpanan telepon 1 GB. Perhatikan kapasitas penyimpanan teleponnya.

Soal harga, keduanya berbeda sangat tajam. Andromax-i dibanderol Rp 1,199 juta. Segelintir toko mengatrolnya sampai Rp 1,25 juta, sedangkan 1-2 toko nekat banting harga sampai Rp 1,075 juta. Pada saat bersamaan, harga Desire VC termurah yang penulis temukan adalah Rp 2,65 juta.

Dalam hal kinerja, bila Desire VC sempat lemot saat penulis gunakan, hal serupa tak terjadi pada Andromax-i. Ponsel tetap merespons dengan cepat ketika penulis mengajaknya menelusuri ratusan email per hari.

Memang sih… Andromax-i tak luput dari poin minus. Misalnya, Hisense yang merupakan merek asli ponsel itu kalah populer dibandingkan HTC. GPS di Andromax-i juga sangat sulit mengunci sinyal satelit. Kondisi serupa tak terjadi di Desire VC.

Hal lain, selot CDMA Andromax-i hanya dapat dipadukan dengan nomor Smartfren. Untuk berinternet pengguna wajib memakai layanan akses data CDMA. Sementara itu, Desire VC berstatus unlocked dan pengguna dapat berinternet via layanan akses data CDMA maupun GSM. Namun, kalau pun aneka sisi minus Andromax-i dikumpulkan, skor akhirnya tak mengubah keadaan. Andromax-i tetap lebih sepadan dan layak beli.

Andromax-i 2

Andromax-i yang bersistem operasi Android 4.0 ICS tersedia dalam dua pilihan warna bodi, hitam dan putih. Spesifikasi lain ponsel itu, di antaranya, Wi-Fi, bluetooth, RAM 512 MB, ROM 4 GB, layar sentuh kapasitif IPS 480 x 800 piksel, dan baterai 1.630 mAh. Ada pula radio FM yang siarannya bisa direkam.

Ponsel dengan kemampuan Wi-Fi tethering dan bluetooth tethering itu dibekali sepasang kamera. Kamera di bagian belakang memiliki fitur autofocus, tetapi tanpa lampu kilat. Ia mampu menghasilkan foto beresolusi lima megapiksel dan klip video VGA. Spesifikasi kamera di sisi depan lebih rendah. Kamera tanpa autofocus maupun lampu kilat itu sanggup memproduksi foto 1,3 megapiksel dan klip video VGA.

Sedikit bocoran, biarpun sebenarnya dikunci, ada pihak tertentu yang telah sukses menginjeksikan nomor Flexi ke Andromax-i. Ada pula yang berhasil mengubah pengaturan sehingga nomor GSM di ponsel itu bisa dipakai berinternet. Risiko modifikasi tersebut, garansi hangus dan bisa dituding melakukan tindakan ilegal.