Tak ada yang dapat menyangkal kalau tahun lalu Smartfren merupakan operator CDMA paling agresif di negeri ini. Mereka gencar menawarkan aneka promo layanan sekaligus rutin menghadirkan aneka acang alias gadget CDMA terbaru.

Akankah tahun ini Smartfren kembali tampil menjadi operator CDMA teragresif? Belum bisa dipastikan. Sebab, rentang waktu menuju 31 Desember 2013 masih sangat panjang. Yang telah terbukti, di awal tahun ini Smartfren tidak tiarap. Operator CDMA yang identik dengan warna merah itu baru saja memperkenalkan Smartfren Andromax U.

Andromax U-1

Andromax U merupakan ponsel Android dual on GSM-CDMA. Tampilan fisiknya terlihat elegan dan bukan murahan. Bezel krom di sekeliling bodi mencuatkan kesan mewah.

Tanpa melihat logo Smartfren atau diberi bocoran lebih dulu, seseorang yang disodori Andromax U mungkin bakal menyangka ia adalah ponsel Sony seri Xperia. Sebagian orang lagi mungkin akan menebaknya LG Optimus seri L. “Ini LG tipe apa?” tanya seorang mantan pengguna LG Optimus 2X yang kini beralih ke Samsung Galaxy Note.

Layar sentuh kapasitif Andromax U berukuran 4,5 inci dengan resolusi 540 x 960 piksel. Layar IPS itu telah mengadopsi teknologi One Glass Solution (OGS) sehingga layar tetap enak dipandang mata ketika dilihat dari berbagai sudut. Tampilan layar ponsel saat menyajikan gambar dan tulisan berlatar belakang gelap jauh lebih prima daripada ketika menampilkan gambar dan tulisan berlatar belakang terang.

Menurut penulis, huruf yang tersaji di layar Andromax U terlalu tipis. Hal itu sangat terasa kala penulis yang mengenakan kacamata minus tujuh membaca email maupun SMS. Sayang, di menu ponsel tak ada pilihan untuk mengatur tampilan huruf supaya lebih tebal atau bold.

Andromax U-3

Di bawah layar terlihat ada garis putih memanjang. Itu merupakan lampu notifikasi yang bisa memendarkan cahaya beragam warna. Misalnya, ia menyala biru saat ada panggilan telepon tak terjawab, SMS baru, dan email baru. Ketika baterai ponsel sedang diisi ulang, lampu notifikasi akan berwarna putih kekuningan. Warna lampu otomatis berubah menjadi hijau bila proses charging telah selesai. Lain waktu, bila daya baterai yang tersisa kurang dari 15 persen, lampu notifikasi akan menyala merah.

Permukaan penutup baterai Andromax U tergolong mengilap. Sidik jari pengguna dengan sangat mudah akan menempel dan meninggalkan jejak di sana. Sehingga, penutup yang glossy itu sehari-hari bakal tampak kurang bersih.

Bila penutup baterai dibuka, di bagian atas ponsel spontan terlihat tiga selot. Ada selot microSD, micro RUIM, dan mini SIM. Selot microSD ponsel itu siap dipadukan dengan kartu memori berdaya tampung sampai 32 GB. Sedangkan selot micro RUIM-nya hanya bisa mengenali kartu Smartfren. Pengguna Andromax U yang ingin menggunakan nomor lama bisa memotong kartu RUIM yang dimilikinya atau melakukan penggantian di Galeri Smartfren terdekat.

Sementara itu, selot paling kanan dapat diisi dengan kartu mini SIM operator GSM apa pun di Indonesia. Tak perlu bingung dengan istilah mini SIM. Kartu mini SIM adalah kartu SIM berukuran standar yang selama ini rutin digunakan di beraneka merek dan tipe ponsel.

Nomor CDMA yang diselipkan ke Andromax U dapat dipakai untuk bertelepon, ber-SMS, dan menikmati layanan akses data berbasis EvDO rev A dengan kecepatan unduh sampai 3,1 Mbps. Bagaimana dengan nomor GSM-nya? Tak seperti Andromax-i yang melarang pengguna berinternet via nomor GSM, Andromax U memperbolehkannya. Namun, pengguna hanya bisa menikmati layanan akses data GPRS/EDGE. Pengguna tentu juga bisa bertelepon dan ber-SMS memakai nomor GSM.

Ponsel bersistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich yang dijanjikan kelak bisa di-update ke Android 4.1 Jelly Bean itu dibekali sepasang kamera. Kamera belakang dilengkapi fokus otomatis dan lampu kilat. Ia mampu menghasilkan foto beresolusi delapan megapiksel dan klip video HD 720p. Sedangkan kamera depan yang tanpa fokus otomatis maupun lampu kilat sanggup memproduksi foto dua megapiksel dan klip video VGA.

Prosesor dual core Qualcomm Snapdragon MSM8625 1,2 GHz, RAM 768 MB, baterai lithium ion 1.800 mAh, Wi-Fi, bluetooth, dan GPS merupakan sebagian spesifikasi lain Andromax U. Dibandingkan seluruh acang Android yang pernah ditawarkan Smartfren, GPS Andromax U pantas diberi predikat paling andal. Sejak diaktifkan, GPS-nya hanya memerlukan waktu sekitar sepuluh detik untuk mendapatkan sinyal satelit dan mengunci lokasi.

Spesifikasi lain Andromax U, di antaranya, radio FM, Wi-Fi tethering, dan bluetooth tethering. Sama dengan aneka peranti Android lain, konektor charger dan kabel data ponsel itu berwujud micro USB. Ketika ponsel masih segar alias belum dipakai untuk apa pun, sisa memori internal yang leluasa dioptimalkan pengguna mencapai 2,76 GB.

Bagi penulis, Andromax U secara umum cukup memuaskan. Selama berhari-hari memakainya, ponsel itu selalu responsif sesuai tagline Smartfren “I Hate Slow”. Tampilan fisik yang tidak murahan dan kinerja kamera yang lumayan menjadi sisi plus lain Andromax U. Baterai ponsel itu juga tak mengecewakan karena rata-rata mampu menemani penulis sejak pagi hingga maghrib.

Andromax U-2

Betapa pun, Andromax U tak luput dari sisi minus. Selain tampilan huruf yang tipis dan penutup baterai yang mudah “merekam” sidik jari, penulis mencatat dua poin pengurang daya tarik. Smartfren Store, aplikasi bawaan ponsel itu, dalam sehari bisa belasan kali memunculkan notifikasi promo ini-itu.

Satu lagi. Layar sentuh ponsel tersebut penulis anggap kurang cerdas mengidentifikasi sentuhan jari. Pada 24 jam pertama memakai Andromax U, penulis sangat sering melakukan kesalahan pengetikan, baik saat memegang ponsel dalam posisi vertikal maupun horizontal/lansekap.

Hal tersebut tergolong aneh karena, pertama, bentang layar ponsel itu tergolong lebar. Kedua, ketika memanfaatkan papan ketik qwerty virtual di ponsel berlayar sentuh lain dengan berbagai ukuran layar, tingkat akurasi pengetikan penulis jauh lebih baik.

Andromax U dipasarkan dengan harga jual Rp 1,599 juta. Paket penjualan termasuk kepala charger 1 Ampere, handsfree stereo berkabel, kabel data, pelindung layar yang telah terpasang, dan kartu perdana Smartfren. Kartu perdana itu menawarkan bonus layanan internet 12 GB yang bersyarat. Setiap kali mengisi ulang pulsa minimal Rp 50.000, pengguna otomatis mendapatkan gratis akses data satu GB dengan masa aktif 15 hari. Hal tersebut berlaku sebanyak 12 kali selama maksimal 12 bulan.

Kalau kelak Anda membeli Andromax U, usai mengeluarkannya dari kardus, lepaskan plastik pelapis layar dengan hati-hati. Saat itu di layar mestinya ada dua lapisan plastik. Cukup lepaskan satu. Satu lapisan plastik lainnya merupakan pelindung layar alias screen protector yang sebaiknya dibiarkan tetap menempel.

***

Bagaimana hasil nyata kamera Andromax U? Memenuhi permintaan beberapa orang yang disampaikan via Twitter dan Facebook, saya mengunggah beberapa contoh foto. Olah digital yang saya lakukan sebelum mengunggahnya hanya berupa resize ke VGA, kompresi kualitas 70 persen supaya ukuran file tak terlalu besar, dan penambahan watermark Ponselmu.com.

Memotret kamar tidur. Lampu kilat aktif.

Hasil Foto Andromax U-1

Memotret kamar tidur yang sama. Kali ini tanpa lampu kilat.

Hasil Foto Andromax U-2

Mengabadikan bungkus alias kardus diri sendiri. Di luar ruangan, tanpa lampu kilat.

Hasil Foto Andromax U-3

Melakukan pemotretan jarak dekat. Tanpa lampu kilat.

Hasil Foto Andromax U-4

Memotret sebuah kamar hotel di Jakarta. Tanpa lampu kilat. Lampu kamar dinyalakan.

Hasil Foto Andromax U-5

Memotret kamar yang sama. Tanpa lampu kilat. Namun, kali ini lampu kamar dipadamkan. Hanya mengandalkan cahaya yang menerobos dari sela-sela jendela dengan tirai.

Hasil Foto Andromax U-6

Foto-foto lain bisa dilihat di sini. Seluruh foto di posting itu dihasilkan oleh kamera Andromax U.