Meskipun sejak tahun lalu telah beredar resmi di Indonesia, keberadaan ponsel Lenovo relatif kurang dikenal. Beberapa tipe ponsel candybar, qwerty, dan ponsel cerdas berbasis Android hanya sayup-sayup terdengar.

Pada awal Agustus 2012, Lenovo seolah membuka lembaran baru. Mereka menunjuk PT Trikomsel Oke Tbk sebagai distributor eksklusif ponsel Lenovo di Indonesia. Amat mungkin mereka terkesima dengan rekam jejak Trikomsel. Selain berpengalaman menjadi distributor aneka ponsel merek global, Trikomsel memiliki jaringan ritel Oke Shop dan Global Teleshop dengan sekitar 1.200 gerai di seluruh Indonesia.

Lenovo S880 menjadi ponsel perdana Lenovo di Indonesia sejak ditangani oleh Trikomsel. Sepintas ia sama dengan beberapa tipe Galaxy Note jadi-jadian yang lebih dulu beredar. Namun, setelah penulis menguji pakainya, S880 sukses membuktikan diri bahwa ia berbeda. S880 memang produk bermerek dan berkualitas global yang mestinya tidak disamakan dengan ponsel merek lokal buatan Tiongkok.

Finishing bodi S880 terlihat elegan dan berkelas, bukan ala kadarnya. Penampakan sisi samping ponsel itu mengingatkan penulis dengan Sony Ericsson Xperia arc. Tipis sekaligus cantik.

Ponsel bersistem operasi Android 4.0 ICS tersebut sebenarnya berlayar sentuh lima inci dengan resolusi 480 x 800 piksel. Namun, karena sebagian layar digunakan untuk empat tombol virtual, resolusi nyata layar menjadi 480 x 728 piksel.

S880 yang memanfaatkan prosesor MTK6575 berkecepatan 1 GHz adalah ponsel dual on GSM-GSM. Nomor yang terpasang di slot kartu SIM1 dapat mengakses jaringan 3G. Sementara itu, nomor di slot kartu SIM2 maksimal hanya bisa menikmati layanan GPRS/EDGE. Pengguna leluasa menentukan nomor mana yang akan dipakai untuk bertelepon, ber-SMS, dan berinternet.

Karena mempunyai fitur tethering & portable hotspot, pengguna dapat membagikan koneksi internet di S880 kepada peranti lain secara nirkabel. Hal yang menarik, aktivitas berbagi akses data itu dapat dilakukan lewat Wi-Fi maupun bluetooth.

Sepasang kamera tersedia di S880. Kamera di sisi belakang mempunyai fitur autofocus, tetapi tanpa lampu kilat. Performa kamera beresolusi lima megapiksel itu pantas mendapatkan acungan jempol. Tulisan ekstramungil yang tercetak di bodi modem USB, misalnya, berhasil diabadikannya dengan jelas.

Sementara itu, kamera kedua yang berada di sisi depan ponsel hanya beresolusi VGA. Kamera tersebut tanpa autofocus maupun lampu kilat. Kalau mau, pengguna juga bisa memfungsikan dua kamera di S880 sebagai perekam video.

Siaran radio FM di S880 dapat dinikmati tanpa perlu menancapkan handsfree berkabel. Hanya dengan satu sentuhan, pengguna peranti berdimensi fisik 142 x 78 x 9,9 mm dan berat 197 gram itu bisa merekam siaran radio yang sedang didengarkan.

Spesifikasi lain S880, di antaranya, GPS, RAM 512 MB, ROM 4 GB, baterai lithium 2.250 mAh, dan FM transmitter. Total memori yang tersedia untuk menginstalasikan aplikasi tambahan 755 MB. Kapasitas itu mestinya cukup memadai. Apalagi, beberapa aplikasi dapat dipindahkan sebagian ke USB storage yang berdaya tampung 1,81 GB. Pengguna masih bisa pula menambahkan kartu microSD untuk menyimpan koleksi file multimedia.

Layar yang peka terhadap sentuhan, speaker yang mampu menghasilkan suara jernih, dan kamera yang berkinerja prima merupakan rangkuman catatan positif S880. Sedangkan sisi minusnya, antara lain, tak ada lampu kilat yang mendampingi kamera. Layar ponsel itu juga tidak sangat cemerlang dalam menyajikan huruf dan gambar.

Bila performa keseluruhan S880 lalu dikomparasikan dengan harga jualnya yang Rp 1,999 juta, ponsel itu tetap terlihat bak gadis cantik. Menggiurkan dan pantas dibawa pulang. Calon pembeli tinggal memilih, hendak meminang varian warna hitam atau putih. S880 hitam lebih kasat saat digenggam. Sedangkan S880 putih lebih licin, namun tampak lebih mewah dan memikat mata.