Karena berbagai alasan, terutama dana terbatas dan hanya untuk mainan anak, sebagian orang ikhlas membeli tablet Android merek lokal buatan Tiongkok. Bila Anda termasuk dalam kelompok itu, silakan membaca tulisan ini dulu. Penulis tak menjamin Anda bakal memperoleh tablet Android yang memuaskan. Namun, setidaknya, peluang membawa pulang tablet Android yang memantik emosi bisa diminimalkan.

Hampir semua merek sama. Ada belasan, bahkan mungkin puluhan, tablet merek lokal buatan Tiongkok yang saat ini beredar di pasar. Bagi penulis, hampir semuanya sama saja. Hanya sebagian pebisnis tablet merek lokal yang berkomitmen jangka panjang terhadap eksistensi merek.

Umpama harus membeli tablet merek lokal, karena berbagai alasan, awalnya penulis akan mencari pilihan pada dua merek lokal saja. Merek pertama diawali dengan huruf A dan diakhiri dengan huruf O. Ia sebelumnya populer lewat aneka produk laptop. Sedangkan merek kedua diawali dengan huruf S. Merek yang mengandung makna “kecepatan” ini dikenal melalui berbagai tipe modem yang mayoritas dibundel dengan operator seluler terbesar di Indonesia.

Datang, lihat, dan coba. Nah, karena kebanyakan tablet merek lokal sebenarnya patut disebut sama, langkah terbaik sebelum membeli adalah datang ke pusat penjualan acang alias gadget. Pastikan di sana dipajang produk demo dari berbagai merek yang benar-benar boleh dicoba oleh calon pembeli.

Silakan mencoba sepuasnya dulu. Jangan langsung bertransaksi meskipun ada tawaran menggiurkan dari merek tertentu. Layar merupakan bagian utama yang perlu diperhatikan. Apakah layar sentuhnya responsif terhadap sentuhan? Apakah tampilan layar cukup halus? Rabalah permukaan layar atau cermati layar dari samping. Apakah layarnya rata? Aneh tetapi nyata, pernah ada lho tablet merek lokal yang permukaan layarnya terasa bergelombang saat diraba.

Cermati pula fitur dan spesifikasi tablet yang tersedia. Sesuaikan dengan anggaran. Kalau anggaran Anda kurang dari Rp 1 juta, tablet yang bisa Anda bawa pulang hampir pasti tanpa slot kartu SIM. Saran penulis, kecepatan prosesor sebaiknya minimal 800 MHz, sedangkan sisa memori untuk instalasi aplikasi tak kurang dari 200 MB.

Transaksi dan coba lagi. Bukalah unit baru yang disodorkan kepada Anda. Cobalah dengan seksama. Lagi-lagi, layar patut memperoleh perhatian ekstra. Pastikan kinerja layar sama bagusnya dengan produk demo yang sempat Anda coba.

Berdoa. Ya, penulis tidak bercanda. Kalau yang Anda beli adalah tablet merek lokal berharga jual kurang dari Rp 1 juta, berdoalah supaya tak mengalami masalah. Sebab, unsur keberuntungan kadang-kadang sangat berperan.