Ada Apa dengan XL Tahun Ini?

Apakah yang akan XL lakukan tahun ini? Sebagian di antaranya diungkapkan pada XL National Media Gathering yang berlangsung di Batam dan Singapura, 8-10 Februari lalu. Bersama puluhan jurnalis dari berbagai media se-Indonesia, saya juga diundang mengikuti acara bertema Xlintas Negeri itu.

Sesaat setelah mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, rombongan segera menuju ke pelabuhan. Pulau Belakang Padang menjadi lokasi tujuan pertama pada pagi itu.

Batam-1

Perahu motor ini di sana lazim disebut sebagai perahu pompong. Sebagian di antaranya di-branding oleh XL.

Batam-2

Ada logo Android di terpal penutup perahu. Hmm… sudah menggunakan sistem operasi Android 4.1 Jelly Bean atau masih Android 4.0 Ice Cream Sandwich ya?

Batam-3

Satu perahu pompong siap mengantarkan 10-12 orang ke Pulau Belakang Padang. Waktu tempuhnya sekitar 15 menit saja.

Tiba di Pulau Belakang Padang, deretan becak berlogo XL telah menanti. Siap mengantarkan rombongan XL. Satu becak normalnya diisi oleh dua orang. Karena tubuh saya tak bisa dibilang mungil, saya dipersilakan menghabiskan satu becak sendirian. Sambil berjalan kaki saya memperhatikan satu per satu tukang becak yang telah siaga. Saya sengaja mencari tukang becak yang masih muda dan terlihat bertenaga besar.

Batam-5

Asal tahu, Pulau Belakang Padang sering pula disebut sebagai Pulau Penawar Rindu. Di pulau yang berbatasan langsung dengan perairan internasional dan Singapura itu tak ada mobil. Sepeda motor dan becak menjadi transportasi utama di sana.

Karena tiba menjelang Imlek, deretan lampion menghiasi jalan. Saya tak memiliki informasi mengenai demografi penduduk di sana. Satu hal yang sepintas terlihat ketika saya melewati jalanan di Pulau Belakang Padang, tampak ada hubungan yang harmonis antara penduduk keturunan Tiongkok dan bukan.

Batam-6

Nun jauh di belakang sana terlihat deretan gedung pencakar langit Singapura. Sayang kurang terlihat di foto karena tertutup kabut. Kondisinya sungguh kontras dengan bangunan di Pulau Belakang Padang.

Batam-7

Hari itu, 8 Februari 2013, XL melakukan seremonial integrasi BTS 3G di Desa Kampung Baru, Kecamatan Belakang Padang.

Batam-8

Pada kesempatan tersebut, Direktur Teknologi dan Layanan Digital XL Dian Siswarini memberikan pesan Persembahan XL Memajukan Negeri. Wujudnya, secara simbolis menyerahkan bendera Merah Putih kepada seorang engineer XL. Engineer itu lalu memanjat menara setinggi 50 meter dan mengikat bendera di puncak menara.

Batam-8a

Di sekitar lokasi BTS XL ada tiga menara BTS lain. Masing-masing milik Telkomsel, Indosat, dan Tri. Tak ada BTS Axis di lokasi itu. Namun, bukan berarti tidak ada sinyal Axis di sana. Nomor Axis yang saya pasangkan ke Nokia 101 memperoleh sinyal penuh. Mungkin di sisi lain Pulau Belakang Padang terdapat BTS Axis.

Batam-9

Buat yang mendambakan akses internet berkecepatan tinggi dan stabil boleh iseng mampir ke Pulau Belakang Padang. Sekadar ilustrasi, di Pulau Belakang Padang terdapat dua BTS XL untuk melayani sekitar 2.000 pengguna. Kecepatan akses data XL di sana masih bisa menembus sepuluh Mbps.

Naik becak lagi untuk kembali ke pelabuhan, kemudian menyeberang ke Batam. Eh, ada stiker ini di salah satu sudut pelabuhan. Sepertinya sudah terpasang cukup lama karena warnanya telah pudar.

Batam-10

Tiba di Sekupang Ferry Terminal. Agenda siang itu ada tiga: mendengarkan presentasi, salat Jumat, dan makan siang.

Batam-11

Direktur Teknologi dan Layanan Digital XL Dian Siswarini yang sebelumnya dipercaya sebagai Direktur Teknologi, Konten, dan Bisnis Baru XL menceritakan layanan digital yang dikembangkan XL. Satu-satunya wanita di jajaran direktur XL itu mengungkapkan, sejak tahun XL telah fokus membangun layanan digital. Hal itu wajib dilakukan karena XL tak bisa menghindar dari siklus hidup industri layanan telekomunikasi.

Batam-12

Dulu, ketika layanan dasar telekomunikasi berupa voice call dan SMS menurun, permintaan terhadap layanan data justru meningkat. Kini, ketika layanan data mulai mencapai puncaknya, operator sudah harus mempersiapkan turunan layanan data sebagai penerus di masa mendatang.

“XL meluncurkan layanan mobile advertising terbaru berupa pengiriman pesan komersial berbasis lokasi secara realtime di seluruh Indonesia,” kata Dian. Pesan komersial berbasis lokasi alias location based advertising (LBA) itu diyakini akan memikat para pemasar produk di Indonesia. Sebab, pemasar dapat berinteraksi langsung dengan pasar sasaran yang diinginkan.

Pemilihan pasar sasaran dapat berdasarkan lokasi maupun waktu. Misalnya, sebuah restoran siap saji membuka gerai baru di Mal Bintang Tujuh. Pesan komersial akan dikirimkan kepada konsumen yang memasuki atau berada di mal tersebut pada waktu makan siang dan makan malam. Format pesan komersial bisa berupa SMS interaktif, video MMS, maupun menu interaktif UMB/USSD.

Tuntas menyimak aneka presentasi, saatnya melakukan city tour singkat. Diiringi hujan rintik-rintik, dua bus yang membawa peserta XL National Media Gathering menuju Jembatan Barelang. Berlatar belakang jembatan yang digagas oleh BJ Habibie itu rombongan berfoto bersama.

Batam-13

Sabtu, 9 Februari 2013 pagi. Sehari sebelum Tahun Baru Imlek rombongan menyeberang ke Singapura.

Batam-14

Batam-15

Di perairan lepas.

Batam-16

Mendekati Singapura.

Batam-17

Sesampai di Singapura dan melewati antrean imigrasi yang cukup panjang, rombongan langsung meluncur ke Peninsula Excelsior Hotel. Di sana, Presdir XL Hasnul Suhaimi yang cuma sempat tidur satu jam karena baru tiba dari Bangladesh akan membagikan info terkini terkait XL.

Ada beragam data statistik yang diungkapkan. Supaya lebih mudah diikuti, saya ketikkan dalam poin-poin ya.

  • XL kini mempunyai 39.452 BTS 2G dan 3G. Selama 2012 XL telah membangun lebih dari sebelas ribu BTS baru. Mayoritas merupakan BTS 3G.
  • Hingga akhir 2012, jumlah pengguna layanan data XL mencapai 25,6 juta atau 56 persen dari total pengguna XL. Saat ini layanan data memberikan kontribusi pendapatan sebesar 20 persen.
  • Tahun lalu XL tumbuh 14 persen sampai 15 persen atau di atas rata-rata industri. Keuntungan tahun lalu mencapai Rp 2,88 triliun.
  • Jumlah pengguna XL yang memakai ponsel 2G masih jauh lebih banyak daripada ponsel 3G. Perbandingannya 39,34 juta : 6,41 juta. Namun, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pengguna ponsel 3G di jaringan XL telah meningkat signifikan.

Kalau kita amati, operator GSM maupun CDMA di Indonesia gencar menawarkan layanan data. Padahal, rajin menjual layanan akses data ternyata tak selalu menguntungkan. Hal itu terungkap lewat beberapa informasi yang dipaparkan Hasnul. Apa saja?

  • Tahun lalu, pendapatan XL dari layanan data meningkat 50 persen. Namun, pada saat bersamaan, trafik data melonjak sampai 108 persen.
  • Sekarang kita sedikit berbicara mengenai istilah keuangan: EBITDA margin. EBITDA margin layanan data hanya 25 persen. Bandingkan dengan EBITDA margin layanan telepon dan SMS yang masing-masing 40 persen dan 60 persen.
  • Keuntungan menawarkan layanan telepon sekitar lima persen, sedangkan keuntungan SMS sekitar 25 persen. Bagaimana dengan layanan data? Operator justru merugi sekitar sepuluh persen.

Menurut Hasnul, tahun ini anggaran belanja modal XL sebesar Rp 8 triliun sampai Rp 9 triliun. Mayoritas akan digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis layanan data.

Untuk memenangkan kompetisi, XL memperhatikan empat tahap. Pertama, menghadirkan produk yang tepat. Ada Serbu (serba seribu) untuk pengguna lama, XL-ku untuk pengguna baru yang mencari tarif telepon dan SMS murah, serta Bebas bagi pemburu layanan internet yang kompetitif. Berikutnya, XL bakal memperhatikan pembentukan persepsi, meraup pelanggan, dan ujung-ujungnya mengukir peningkatan pendapatan.

Prinsip 1-2-3-4 juga masih berlaku di XL. Apa tuh? Menjadi nomor 1 dalam kualitas dan customer experience, meraup 2 kali lipat revenue dalam 3 tahun, dan meraih 4 kali lipat jumlah pelanggan. Satu pelanggan XL diharapkan memakai empat nomor XL. Mungkin satu untuk ponsel, satu diselipkan ke tablet, satu untuk modem, dan satu lagi buat ponsel cadangan.

Target XL, pada 2013 revenue-nya lebih besar daripada industri. Sedangkan EBITDA margin-nya 40-an persen tipis alias antara 42 persen dan 43 persen.

Kelar sesi agak serius, sekarang saatnya sesi santai. Rombongan menuju Singapore Flyer. Saat kali pertama dioperasikan, bianglala raksasa setinggi 165 meter itu berputar berlawanan arah dengan jarum jam. Beberapa bulan kemudian, arah putaran diubah menjadi searah dengan jarum jam. Konon perubahan itu dilakukan atas saran ahli fengshui.

Batam-18

Di lantai dua bangunan Singapore Flyer beroperasi teater 6D. Hmm… seperti apa ya 6D itu?

Batam-19

Saatnya menumpang Duck Tours, kendaraan amfibi bekas perang Vietnam yang dialihfungsikan menjadi transportasi wisata darat plus air.

Batam-20

Singapore Flyer dipotret dari atas air. Langit mendung.

Batam-21

Di panggung terapung Marina Center terlihat ada patung dewa dan bangunan bernuansa Tiongkok. Sepertinya akan dipakai untuk perayaan Tahun Baru Imlek.

Batam-22

ArtScience Museum dan Marina Bay Sands.

Batam-23

Di tengah guyuran hujan deras, saya bersama rombongan menyeberang ke Pulau Sentosa. Makan malam dan menonton pertunjukan Songs of the Sea menjadi agenda kami malam itu.

Langit masih terlihat memerah ketika saya dan rombongan mulai duduk, menanti pertunjukan dimulai.

Batam-24

Salah satu adegan Songs of the Sea yang memadukan tata cahaya, tata suara, semprotan air, dan kembang api.

Batam-25

Sekadar info, seluruh foto di atas dijepret memakai Smartfren Andromax U dalam kondisi tanpa lampu kilat. Supaya lebih ringan saat diakses, foto di-resize menjadi VGA dan dikompresi 70 persen. Silakan klik masing-masing foto untuk melihat foto dalam ukuran VGA.

7 thoughts on “Ada Apa dengan XL Tahun Ini?

  1. wah….enak ya pak jalan jalan sekalian dapat ilmu , kalo di sana sempat menemui merk hp yg “aneh-aneh” nggak pak?

  2. Pak Sandi,

    Waktu di Singapura nggak sempat jalan-jalan sendiri. Lagipula, karena malam Imlek, hari itu banyak toko yang tutup lebih awal daripada biasanya.

  3. XL sih sekarang kualitas nya cenderung menurun ya Om..
    Apalagi di sekitaran jl.basuki rahmad surabaya (hotel bumi & plaza bri) susah sekali untuk telp dan terima telp…

    Btw, fotonya bagus2 Om,
    tapi pagi2 udah bisa bikin saya tertawa adalah setelah lihat foto dan baca tulisab dikaos nya “Aku Lagi pura pura gendut”
    Hehheheheh….
    Sukses selalu untuk Om Herry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *