Andal tapi Tak Dikenal

Dibandingkan dengan ponsel merek global lain yang beredar di Indonesia, nasib Motorola boleh dibilang paling merana. Jarang ada gerai penjualan ponsel yang memajangnya. Kalau pun peminat memasuki beberapa toko ponsel, lalu menanyakan ketersediaan ponsel Motorola tipe tertentu, pasti lebih banyak penjaga toko yang menggelengkan kepala.

Padahal, bila dicermati, ponsel Motorola sebenarnya tidak buruk. Kualitasnya secara umum tergolong bagus, bahkan meski diadu dengan ponsel merek global tertentu yang lebih terkenal di tanah air.

EX119 merupakan salah satu contoh nyata ketidakberuntungan Motorola. Berkali-kali penulis mencari ponsel itu di WTC, satu di antara dua pusat penjualan terbesar di Surabaya. Namun, hanya ada satu toko yang siap melayani pembelian. Itu pun harus inden. Karyawan penjaga toko maupun pemilik toko lain mengaku tidak menjual ponsel tersebut. Ironisnya, banyak di antara mereka yang tak mengetahui ada ponsel Motorola bertipe EX119.

Tampilan fisik EX119 tergolong cantik. Bagian atasnya berupa layar sentuh kapasitif 2,4 inci. Layar beresolusi 320 x 240 piksel itu cukup responsif. Ia mampu menyajikan gambar maupun huruf dengan prima. Warnanya sedap dipandang mata.

Di bawah layar terdapat qwerty keypad yang ergonomis. Pemilik jari tangan besar pun masih nyaman menekan tombol-tombol di papan ketik tersebut. Pengguna hanya perlu sedikit beradaptasi kala hendak mengetikkan angka dan tanda baca. Entah dengan pertimbangan apa, peletakan tombol angka dan tanda baca di qwerty keypad EX119 lebih banyak mengadopsi papan ketik komputer.

Sisi paling menarik EX119, selain berlayar cemerlang dan keypad nyaman, tentu saja adalah kemampuan dual on GSM-GSM. Dua nomor GSM dapat siaga bersamaan.

Pemakaian konektor charger micro USB mempermudah pencinta gadget yang ingin berbagi charger. Misalnya, seorang pengguna cukup membawa satu charger yang dapat dipakai bergantian untuk EX119, BlackBerry, dan peranti Android. Sedangkan untuk menancapkan handsfree berkabel, di sisi atas ponsel tersedia sebuah konektor audio 3,5 mm.

EX119 mencampur kotak masuk SMS dua nomor yang terpasang. Saat berada di menu kotak masuk SMS, perhatikan saja bagian kiri bawah ikon amplop. Kalau tak ada tulisan apa pun, berarti SMS itu ditujukan ke nomor pertama. Sebaliknya, kalau terlihat ada angka 2 dengan ukuran mungil, berarti SMS tersebut untuk nomor kedua.

Supaya pengguna lebih mudah menelusuri riwayat percakapan SMS, pengguna bisa menampilkan SMS masuk layaknya sebuah percakapan. Di ponsel berdimensi fisik 103 x 60 x 9,9 mm dan berat 87 gram tersebut, pilihan tampilan seperti itu disebut conversational mode.

GPRS/EDGE, Wi-Fi, bluetooth, email, dan black list 20 nomor adalah sebagian spesifikasi lain EX119. Dua aplikasi berbasis Java, Facebook dan mTweet, telah dibenamkan. Ada pula perekam suara dan radio FM. Untuk mendengarkan siaran radio FM, pengguna wajib menancapkan handsfree berkabel. Siaran yang sedang dinikmati dapat direkam spontan.

Memori internal ponsel yang kini dijual Rp 1,049 juta itu berkapasitas 50 MB. Bila dianggap kurang lega, selipkan kartu microSD berdaya tampung sampai 32 GB ke slot memori eksternal yang tersedia. Kartu microSD bisa dilepaspasangkan tanpa perlu membongkar baterai.

Sebuah kamera terintegrasi bisa dijumpai di bagian belakang EX119. Karena tanpa autofocus maupun lampu kilat, penulis tak mematok harapan berlebih. “Hasil fotonya paling ala kadarnya,” duga penulis dalam hati.

Ternyata dugaan penulis kurang tepat. Meskipun berlensa fixed focus, kamera tiga megapiksel EX119 mampu menghasilkan foto yang relatif bagus. Di dalam ruangan tertutup yang tidak terlalu terang pun, ia masih sanggup mengabadikan objek dengan cukup baik.Kamera itu dapat pula difungsikan sebagai perekam video. Resolusi maksimal yang bisa diproduksi 320 x 240 piksel alias QVGA. Tidak terlalu besar. Namun, hasilnya pantas disebut cukup prima. Bila sekadar ditonton di ponsel, resolusi sebesar itu masih memadai.

Terkait nada dering, nada dering telepon dua nomor yang terpasang dapat dibedakan. Pengguna leluasa menambahkan nada baru, contohnya, file lagu favorit yang berformat MP3.

Sedangkan untuk nada SMS, pengguna tak terlalu leluasa melakukan personalisasi. Pengguna bisa membedakan nada SMS dua nomor yang siaga. Tetapi, pengguna tak dapat menambahkan nada baru. Suka atau tidak, pengguna hanya dapat memanfaatkan 18 nada bawaan yang tersedia.

Menurut penulis, secara umum EX119 merupakan ponsel dual on GSM-GSM yang menarik. Layar sentuh yang responsif, qwerty keypad yang ergonomis, dan tampilan keseluruhan yang cantik membuat ia pantas dilirik. Ketersediaan bluetooth dan Wi-Fi menjadi daya tarik tambahan.

Sedikit sisi minusnya, di kotak masuk SMS, angka di kiri bawah ikon amplop berukuran terlalu mungil. Padahal, pengguna mesti mencermati angka itu untuk mengetahui suatu SMS ditujukan ke nomor mana. Hal serupa terjadi di menu riwayat panggilan alias call log.

48 thoughts to “Andal tapi Tak Dikenal”

  1. Glodaks… jari saya berarti sedang mabuk saat mengetik paragraf terakhir. Biarpun di rumah saya masih punya MMC 8 MB, tetapi hari gini kan sudah nggak zamannya pakai hitungan MB untuk microSD.

    Terima kasih atas koreksinya, Pak Denny.

  2. Pak Sigit, harga kan sudah saya sebutkan pada naskah di atas. Yaitu, Rp 1,049 juta.

    Pak Nick, selamat berburu.

  3. iya tuh pak, bulan kemarin antar teman dr luar pulau ke wtc cari ex119 susah banget…rata rata d konter brng belum masuk sby akhirnya beli smsung gio..

  4. Dear Oom Herry SW,

    Terima kasih banyak reviewnya yaa, bermanfaat sekali.
    Ini review yang saya tunggu-tunggu dari lama.

    Kelebihan yg paling saya suka dari ponsel Motorola yang tak dimiliki ponsel lain adalah fitur copy paste. Akses dari menu manapun di ponsel Motorola, text bisa di copy paste. Fitur yg sangat bermanfaat dan memudahkan.

    Benar sekali apa yg ditulis Oom Herry SW, susah mendapatkan ponsel ini, saya sudah hunting dari ITC ke ITC di Jakarta, jarang yang ready stock, jika ditanya ponsel EX119, penjualnya langsung godek, pada geleng-geleng kepala.

    Jika di Surabaya ponsel ini dibanderol Rp 1,049 juta, apakah di Jakarta lebih murah atau sama yaa?

    Salam

    *replyinisamadenganygdimilis*

  5. Pak Dennykoi, terima kasih atas responsnya.

    Saya malahan kurang memperhatikan soal fitur copy paste tersebut. Lain waktu, kalau sedang mencoba Motorola lagi, saya akan coba cermati.

    Harga Rp 1,049 juta itu adalah harga resmi yang berlaku nasional, Pak. Minimal di Pulau Jawa seharusnya sama. Kalau di luar Jawa kan kadang terpengaruh ongkos kirim/distribusi yang lebih tinggi.

  6. Pak Dedy, EX226 kan mendukung layanan HSDPA. Kalau EX119 sekadar 3G pun belum. Setahu saya EX226 belum beredar resmi di sini. Jadi, harga resmi juga belum ada.

  7. fitur copy paste sy butuh banget 🙂 sepele sih emang 😀
    dan setahu sy, kelebihan Motorola adalah casingnya yg kokoh.
    Tp biasanya lbh mahal jk dibandingkan dgn merk lain utk spek yg setara.

    Kira2 CDMA Android 4 inch/CDMA Android qwerty dan harga hemat, apa y pak Herry?

  8. Mbak Rini,

    Iya, casing Motorola relatif lebih kokoh. Benar, harganya seringkali lebih mahal. Trus, masuknya juga kalah cepat. Merek lain sudah lama mengeluarkan ponsel dengan kemampuan tertentu, eh… ponsel serupa bermerek Motorola baru muncul berbulan-bulan kemudian.

    Android CDMA-nya berlayar 4 inci-nya nggak perlu qwerty keypad kan? Pilihan terbaik saat ini: Smarfren Andro.

  9. Kayake bole jg Smartfren Andro.
    Lg dilema sama spek mantapbsnya HTC Rezound CDMA, BM nya 1,7 jt!, kuatir dpt klonengan. Sellernya bilang klo dia impor dr Sngpore.
    Beda 100rb sama Smart Andro.
    Piye y pak? Maaf jk mrepotkan 🙂

  10. Mbak Rini,

    Saya belum pernah coba Rezound. Dengar-dengar sih memang mantap. Tetapi, ya gitu, pasti bukan bergaransi.

    Beda harganya dengan Smartfren Andro lebih dari Rp 100 ribu lho.

    Kalau saya sih merasa lebih nyaman ambil barang bergaransi resmi. Jadi, ya pilih Smartfren Andro.

  11. Saya kemarin beli Asha 200, kok lemot ya ? selama ini pakai HP China saya rasakan kok lebih enak pakai HP china mengoperasikan menunya.

  12. Pak Herry, apa Motorola ada layanan purna jual atau service centernya? Secara, mau cari barangnya aja susah. Web site juga adanya yang global. Kalo nyari di WTC atau Marina apa ada?

  13. Pak RahmadiGresik, Nokia Asha 200 kan memang tergolong lemot. Saya sudah pernah menyebutkannya, entah di bagian review ponsel apa. Lupa…

    Pak Denny, distribusi ponsel Motorola saat ini ditangani oleh grup Erajaya. Pusat perbaikan resminya seharusnya satu atap dengan layanan purna jual Erajaya/TAM.

    Benar, biarpun sudah ada distributor resminya, mencari ponsel Motorola memang susah. Dua hari lalu, Peace Cell di WTC lantai 3 (dekat eskalator naik dari lantai 2) punya stok EX119 maupun EX212. Kalau di Marina saya kurang tahu.

  14. Pak Herry kok gak pernah me-review ponsel Nexian ? Bagaimana dengan Nexian Xtreme A899 apa layak beli ?
    Terima kasih.

  15. Sudah lama saya tak dapat pinjaman demo unit Nexian, Pak. Mau beli agak maju mundur karena kalau dijual harganya turun lumayan.

    Dulu saya sebenarnya lumayan rutin review Nexian sih. Namun, saat itu saya yang belum rutin mengunggah naskah ke blog Ponselmu.com ini.

  16. Pak Herry, EX119 ini apa ada menu catatan seperti di Nokia atau menu memo seperti di samsung ? trimakasih

  17. Pak Herry, mau nanya donk.
    utk sync kontaknya gimana ya?
    saya udah coba cari di internet,
    ngga ada jawaban yg memuaskan.
    memang ngga bisa sync dengan outlook ya?

    terima kasih

  18. Ya, dianggap nggak bisa sync kontak dengan Outlook, Pak Agum. Sebab, saya juga tak berhasil menemukan PC Suite-nya.

  19. permisi pak herry, saya tanya disini saja, mumpung lg ubek2 info dr situs anda..hehe
    mau tanya, sebenarnya untuk motorola, yg paling tangguh dgn OS Android itu apa saja ya?
    thanks.

  20. Pak Fadly,

    Belum banyak ponsel Android Motorola yang pernah saya coba. Saya coba menggali ingatan dulu tipe-tipe yang pernah saya utak-atik:
    * Motorola Milestone. Menurut saya, sangat menarik pada zamannya. Finishing-nya elegan dan mantap. Responsivitasnya juga oke.
    * Motorola Charm. Qwerty Android dengan harga yang cukup terjangkau. Unik karena di sisi belakang ada semacam touchpad ala laptop.

  21. kira2 harga baru dan bekas untuk Motorola MILESTONE 2 berapa pak ya?
    oh ya, beda Motorola MILESTONE 1 dan Motorola MILESTONE 2 apa cm dari gorilla glass nya aja?
    menurut pak herry worthed mn ya?
    thanks..

  22. Mas Fadly,

    Harga baru maupun bekas sama-sama samar. Baru seharusnya sudah tak ada. Bekas saya perkirakan Rp 2 jutaan.

    Setahu saya prosesor dan RAM-nya beda. Milestone 600 MHz dan 256 MB, sedangkan Milestone 2 1 GHz dan 512 MB.

    Milestone 2 lebih menarik sih.

  23. Kecewa dengan asha 200, saya tadi ke WTC langsung ke lantai 3 Peace cell mau beli motorola EX119, e e e pramuniaga nya ditanya motorola langsung menggelengkan kepala pertanda gak ada yg namanya EX119. Sebaiknya menurut pak Herry pengganti asha 200 saya apa ya ?

  24. Pak Rahmadi, pramuniaganya bilang EX119 habis atau mereka tak pernah jual? Beberapa waktu lalu Peace Cell sempat punya stok kok. Mungkin kebetulan habis.

    Coba cari EX119 di Erafone, Pak. Belum lama ini iklan Motorola muncul di Kompas dalam ukuran cukup besar. Jadi, seharusnya Erajaya sebagai distributor sudah mendistribusikan ponsel dalam jumlah memadai ke jaringan ritel.

  25. Pak Satriyo,

    Fitur lebih unggul Ch@t 322, tetapi bodi dan layar jauh lebih bagus EX119. Demikian pula dengan kenyamanan keypad.

  26. Bu/Pak Resya,

    Coba cari di Erafone. Kalau Anda di Surabaya, minggu lalu saya lihat toko G-Shop di WTC lantai dasar masih punya stok.

    Tentang tautan promo, yang bagian ini: “Get a chance to win trip to Paris, Disneyland Hongkong, Trip Voucher Rp 5.000.000, Samsung Galaxy Series and many more” setahu saya benar.

    Kalau yang bawahnya lagi, setahu saya itu promo lama saat pembukaan Erafone Megastore. Entahlah kalau ada promo lagi. Yang pasti, di sana disebutkan sumbernya dari Jawa Pos kan? Saya coba cek di Jawa Pos edisi hari ini tak ada iklan tersebut.

  27. Pak Herry, saya mau tanya hp gsm android yang sudah ICS/Jelly bean dgn harga kurang sejuta & fitur bagus apa ya ? Lokal tidak masalah

    1. Pak Bambang,

      Ada Lenovo A390 yang dijual Rp 999 ribu. Namun, saya belum pernah mencobanya.

      Ada pula Samsung Galaxy Star yang dijual Rp 800 ribuan. Meskipun belum pernah mencobanya, saya tidak merekomendasikan ponsel itu. Alasannya, ponsel tersebut belum mendukung layanan 3G. Nggak nyaman dong dipakai berinternet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *