Android Murah Bertelevisi

Samsung Galaxy Y laris manis. Peminat terlanjur terkesima dengan harga jualnya yang Rp 1,2 jutaan. Apalagi, ada embel-embel merek global. Padahal, ia ibarat ponsel Rp 400 ribuan yang bisa dijual mahal hanya gara-gara bersistem operasi Android.

Di kelompok ponsel merek lokal buatan Tiongkok, harga peranti Android tak kalah menggiurkan. Dengan dana Rp 699 ribu, contohnya, konsumen bisa membawa pulang Venera Prime 901. Ponsel itu mengadopsi sistem operasi Android 2.2 alias Froyo.

Sepintas tampilan fisik Prime 901 terlihat elegan. Bahkan, terkesan lebih mewah daripada Galaxy Y. Konektor audio 3,5 mm, konektor micro USB, dan tombol power diletakkan berderet di bagian atas bodi. Sedangkan tombol volume ditempatkan di sisi kiri bodi.

Kalau dicermati, daya tarik Prime 901 sebenarnya bukan sekadar lantaran ber-Android. Ia juga dibekali kemampuan dual on GSM-GSM dan televisi. Dengan pengaturan mudah, pengguna bisa menentukan nomor mana yang hendak digunakan untuk akses data. Sebaliknya, pengguna juga dapat mengatur agar layanan akses data dua nomor yang terpasang sama sekali tidak dipakai.

Terkait televisi, pengguna tak hanya bisa menikmati siaran yang sedang ditayangkan. Kalau mau, pengguna juga dapat merekam dan “memotret” siaran tersebut. Hasil perekaman berupa sebuah file video, sedangkan hasil “memotret” berwujud file foto.

Prime 901 memanfaatkan layar sentuh 2,8 inci beresolusi 320 x 240 piksel. Sayang, layar sentuh yang digunakan berjenis resistif, bukan kapasitif. Respons layar tidak terlalu trengginas, meskipun masih lebih baik daripada ponsel Android merek Cross yang pernah penulis coba. Notification bar yang berada di baris teratas layar tak bisa dinaikturunkan.

Kali pertama melihat sisi belakang Prime 901, penulis spontan teringat dengan Huawei Vision. Mungkin desainer Prime 901 sempat terkesima dengan kecantikan Vision yang menyabet penghargaan desain kelas dunia. Sehingga, motif penutup baterai Prime 901 dibuat menyerupai sisi belakang Vision.

Di bagian belakang Prime 901 itu terdapat sebuah kamera tanpa autofocus maupun lampu kilat. Ia mampu menghasilkan foto beresolusi maksimal 1,3 megapiksel. Kamera tersebut dapat pula difungsikan sebagai perekam video.

Satu kamera lain bisa ditemukan di sisi muka Prime 901. Di menu kamera, resolusi foto terbesar yang dapat dipilih pengguna adalah satu megapiksel. Namun, praktiknya, foto yang dihasilkan hanya VGA alias 0,3 megapiksel.

Performa sepasang kamera di Prime 901 pantas dilabeli sangat buruk. Jadi, saran penulis, lebih baik dianggap tanpa kamera deh.

Ketika pengguna mengakses radio FM tanpa memasangkan handsfree berkabel, di layar ponsel akan muncul notifikasi. Bunyinya, “the earphone is used as antenna of RM radio. Do you want to continue without earphone?”

Umpama pengguna menekan tombol yes, radio FM tetap bisa digunakan. Sebab, antena televisi Prime 901 tampaknya berfungsi ganda sebagai antena radio. Kualitas suara yang terdengar akan lebih baik kalau pengguna menancapkan handsfree berkabel yang disertakan dalam paket penjualan.

Prime 901 dibekali konektivitas bluetooth dan Wi-Fi. Meskipun menggunakan sistem operasi Android Froyo, ponsel itu tak bisa difungsikan sebagai hotspot. Kemampuan Wi-Fi tethering Prime 901 tampaknya sengaja dinonaktifkan. Hal tersebut bisa dimaklumi mengingat ia hanya mendukung layanan akses data berbasis GPRS/EDGE. Berbagi koneksi via GPRS/EDGE tentu kurang nyaman, bukan?

Untuk menentukan lokasi, penulis tidak menemukan GPS terintegrasi di Prime 901. Ponsel sebatas memanfaatkan jaringan operator seluler. Tentu saja akurasi penentuan lokasi dengan cara seperti itu tak terlalu tinggi.

Nada dering dua nomor telepon yang terpasang tak bisa dibedakan. Usai diformat, sisa memori yang leluasa dipakai pengguna tercatat 206 MB. Pengguna wajib menyelipkan kartu microSD sebelum memanfaatkan fitur kamera.

Di lembar spesifikasi, jenis dan kecepatan prosesor yang digunakan Prime 901 tidak disebutkan. Penasaran dengan hal itu, penulis mengunduh aplikasi Elixir 2 via Android Market. Hasilnya, menurut Elixir 2, Prime 901 menggunakan prosesor ARM926EJ-S rev 5 (v5l) dengan kecepatan 207,66 MHz.

Kesimpulan penulis, Prime 901 lebih tepat diposisikan sebagai ponsel dual on plus televisi murah yang memberikan sedikit cita rasa Android. Pengguna yang ingin merasakan Android secara optimal seyogianya melirik ponsel lain yang minimal telah mendukung layanan 3G.

6 thoughts to “Android Murah Bertelevisi”

  1. Euro Cup sdh di depan mata, wktnya begadang nih. Menurut Sir Herry mana hape TV yg sinyal & gambarnya bagus tanpa melihat feature2 lain? Thx

  2. Pak Adrian,

    Ponsel televisi sekarang penerimaan siaran televisinya tidak sebagus ponsel keluaran sekitar tahun 2009, Pak. Harga tampaknya turut memegang peranan penting dalam kasus ini.

  3. Pak Herry, ini hp ada led notifikasinya ga yah?dgn processor yg sgitu,sering ngelag ga buat aplikasi2 bawaan?trims…

  4. Pak Arif,

    Ponsel itu tidak memiliki LED notifikasi. Nge-lag sih tidak, tetapi memang terasa kurang wus… wus… wus….

    Btw, sekadar saran, untuk ukuran sekarang, ponsel di atas sudah tidak menarik lagi. Lebih baik melirik yang lain, Pak. Merek global pun kan sudah semakin murah.

  5. Pak Herry, saya melihat HP merk Venera ini sekarang rata-rata mendapat jaminan garansi dari TAM yg biasa menggaransikan BB. Apakah merk Venera ini lebih unggul di antara merk2 lokal lainnya sebagaimana dulu merk nexian yg menjadi peringkat 1 di jajaran HP merk lokal.

    1. Pak Rizal,

      Sejak dulu merek Venera memang dimiliki oleh TAM. Namun, belakangan ini mereka memang lebih gencar mengampanyekan bahwa ponsel Venera bergaransi TAM. Kebetulan garansi TAM kan memiliki citra yang relatif bagus.

      Venera belum bisa menandingi Nexian pada masa jayanya dulu. Masih jauh banget.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *