Beda Kutub, Sesama Hot Item

Samsung Galaxy S II dan Smarfren Wide kurang tepat diadu satu sama lain. Sebab, keduanya sangat berbeda kutub. Galaxy S II berbasis GSM, sedangkan Wide berjalan di jaringan CDMA. Spesifikasi dan harga jual keduanya juga tidak setara. Namun, dua peranti Android itu kompak dalam satu hal, yaitu sama-sama menjadi hot item alias sedang diincar penggemar acang. Acang? Ssst… itu bahasa Indonesia bakunya gadget.

Awal bulan ini, penulis kebetulan memperoleh pinjaman satu unit Galaxy S II prototipe. Ia masih menggunakan prosesor dual core 1 GHz. Seiring bergulirnya waktu, sebuah perubahan telah diputuskan. Spesifikasi prosesor Galaxy S versi komersial yang dijual kepada konsumen ditingkatkan menjadi dual core 1,2 GHz.

Dibandingkan Galaxy S generasi pertama, menurut penulis, Galaxy S II sedikit lebih elegan. Bodi plastik dan kesan ringkih yang dominan di Galaxy S berhasil dikurangi di Galaxy S II. Tebalnya yang hanya 8,49 mm membuat peranti bersistem operasi Android 2.3 alias gingerbread itu terlihat ramping.

Galaxy S II dibekali layar sentuh kapasitif Super AMOLED Plus. Huruf, ikon, maupun gambar tersaji dengan amat tajam dan cemerlang. Kalau diukur dengan cermat, layar itu berukuran 4,27 inci. Namun, barangkali supaya lebih mudah diingat dan diucapkan, Samsung lebih suka menyebutnya 4,3 inci.

Sepasang kamera dibenamkan ke Galaxy S II. Kamera belakang beresolusi delapan megapiksel, autofocus, dan dilengkapi lampu kilat. Bila difungsikan sebagai perekam video, ia mampu memproduksi file video berdefinisi tinggi 1.920 x 1.080 piksel. Sementara itu, kamera depan tanpa autofocus maupun lampu kilat. Resolusinya dua megapiksel.

RAM 1 GB, slot microSD, bluetooth, wi-fi, GPS, baterai 1.650 mAh, dan mendukung layanan HSPA+ 21 Mbps adalah sebagian spesifikasi lain Galaxy S II. Secara global, Samsung menawarkannya dalam dua varian. Yakni, memiliki kapasitas memori penyimpanan masal 16 GB dan 32 GB.

Selama menguji pakai Galaxy S II, secara umum penulis relatif puas dengan kinerjanya. Namun, ada satu masalah yang sangat mengganggu penulis. Entah mengapa, sesekali baterai peranti tersebut gagal diisi ulang. Hal itu terutama terjadi bila peranti dipadamkan lebih dulu, baru kemudian dihubungkan dengan charger.

Kalau peranti diisi ulang dalam kondisi siaga, biasanya proses charging akan berlangsung lancar. Dengan “jurus” ini, tercatat dua kali penulis gagal mengisi ulang baterai Galaxy S II sampai penuh. Padahal, peranti dalam posisi flight mode, dibiarkan tergeletak di meja, dan telah di-charge tanpa henti selama enam jam.

Karena Galaxy S II yang diuji pakai merupakan versi prototipe, penulis mencoba berpikir positif. Semoga hal serupa tidak terjadi pada versi komersial yang akhir minggu ini mulai dipasarkan di Indonesia dengan harga jual normal Rp 5,499 juta.

Beralih ke Smartfren Wide. Peranti bernama asli ZTE N880 itu dibekali layar sentuh kapasitif 3,5 inci. Tampilan layar tampak halus karena beresolusi 480 x 800 piksel. Asal tahu, peranti Android berlayar 3,5 inci biasanya memiliki resolusi 320 x 480 piksel saja.

Wide dibekali slot kartu RUIM dan dapat bekerja di jaringan CDMA 800 MHz. Ia mendukung layanan EvDO Rev A dengan kecepatan unduh hingga 3,1 Mbps.  Spesifikasi lain Wide, di antaranya, Android 2.2 alias Froyo, ROM 512 MB, RAM 256 MB, dan prosesor 600 MHz. Ada pula radio FM, GPS, bluetooth, Wi-Fi, dan slot microSD.

Kamera di sisi belakang Wide beresolusi 3,2 megapiksel. Ia dilengkapi fitur autofocus, tetapi tanpa lampu kilat. Kamera itu juga mampu menghasilkan rekaman video beresolusi VGA.

Kalau diadu dengan AHA Touch, sesama peranti Android EvDO yang beredar resmi di sini, Wide menang mutlak. Peranti yang dijual Rp 1,65 juta itu layak dipinang oleh pemburu Android CDMA yang enggan bersentuhan dengan metode inject ESN.

Andaikan dicari-cari sisi minusnya, Wide cuma kalah satu hal dibandingkan Touch. Yakni, Wide berstatus locked, sedangkan Touch unlocked. Namun, keterbatasan itu sebenarnya bisa diatasi. Asalkan pengguna bersedia garansi hangus, dengan cara tertentu Wide dapat di-unlocked sehingga dapat dipadukan dengan kartu RUIM operator CDMA lain.

Jadi, Anda memilih yang mana?

13 thoughts to “Beda Kutub, Sesama Hot Item”

  1. koh hbs baca ulasn koh herry, sy jd tertarik ama cslmi410,tp denger2 bnyk produk gagalnya jd masih takut beli. bisa nggak koh herry bantu beliin( bicara dgn wajah memelas) ….uang sy transf,trs koh herry beliin, coba satu dua hr, klo ok baru krm ke sy d banjarmasin …..sory coment tdk sesuai tema, hbs nya d ulasan csl 410 nggak bisa komen lg

  2. Sori kalau nggak bisa comment di thread CSL Mi410. Saya memang mengatur kalau komentar hanya dapat diberikan sampai 14 hari sejak posting diungguh. Barusan batasan itu sudah saya ubah.

    Beberapa kali ada rekan yang beli Mi410, kebetulan semua baik-baik saja tuh. Terakhir minggu lalu sebenarnya ada yang minta tolong dibelikan di Surabaya. Tetapi, ternyata barang kosong. Master dealer di Surabaya pun kehabisan stok.

  3. iya koh ,bisa nggak d bantu d belikan, ibaratnya klo lwt koh herry ntu hp sdh lulus sensor……saya sabar menunggu kok,sampai brg nya ada dan sampai koh herry nggak sibuk 🙂

  4. Barang apa nih? CSL Mi410? Belum kelihatan lagi nih, Pak.

    Smartfren Wide boleh dipertimbangkan sih. Spesifikasi memang lebih rendah. Namun, harga kan juga lebih murah. Overall kinerja, spesifikasi, dan harganya sepadan.

  5. terima kasih reviwnya…setuju ama chris…kl mo beli Hp nunggu reviewnya dari pak Herry baru berani ambil putusan beli / tidak…

  6. Koh Herry, saya punya ZTE N880. Akhir2 ini di bbrp bagian layarnya ( di bagian tepi ) kok jadi tidak sensitif ya. Disentuh gak ada responnya. Apa sebabnya n gmn solusinya ya Koh ??
    Maturnuwun….
    🙂

  7. Pak Daim, apakah ada screen protector yang terpasang dan terlihat sudah perlu diganti?

    Kalau iya, coba screen protector-nya dilepaskan dulu. Saran saya ini merujuk pada pengalaman pribadi saya. Layar sentuh gadget saya pernah mendadak kurang responsif terhadap sentuhan. Begitu screen protector saya lepaskan, layar sentuh kembali lancar jaya.

    Bila screen protector sudah dilepaskan, namun bagian tepi layar masih tidak sensitif terhadap sentuhan, tampaknya Anda perlu membawanya ke pusat perbaikan resmi atau gerai perbaikan independen.

  8. Pak Herry, kebetulan saya sedang mencari ZTE Blade GSM BNIB garansi resmi. Mohon info toko yang menjualnya di WTC atau Plaza Marina Surabaya. Terima kasih sebelumnya.

  9. Pak Denny,

    ZTE Blade GSM dan BNIB memang sudah semakin sulit ditemukan. Yang masih agak mudah dijumpai adalah Blade bundling Flexi. Namun, sepertinya di-lock.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *