Beredar Resmi dalam Dua Varian

Sebagian pencinta ponsel yang penulis kenal mengaku sempat tertarik dengan Sony Xperia S. Namun, mereka batal membelinya karena tak menjumpai selot memori eksternal atau menganggap layar ponsel itu kurang besar. Kalau Anda termasuk kelompok itu, berarti kini Anda boleh mulai mempertimbangkan Sony Xperia ion.

Di Indonesia, Xperia ion beredar dalam dua varian. Ada Xperia ion LTE (LT28i) yang berwarna hitam, ada pula Xperia ion HSPA (LT28i) yang tersedia dalam pilihan warna hitam dan merah. Spesifikasi dasar, bentuk, dan dimensi fisik keduanya sama. Harga jualnya pun tak berbeda. Harga resmi Rp 4,999 juta, sedangkan harga pasar saat ini Rp 4,95 juta.

Perbedaan utama di antara dua ponsel itu telah tersirat di nama lengkapnya. Xperia ion LTE mendukung layanan 4G Long Term Evolution (LTE) yang sebenarnya belum tersedia di Indonesia. Ia juga kompatibel dengan layanan HSPA 21,1 Mbps. Sementara itu, asalkan ditunjang oleh layanan operator, pengguna Xperia ion HSPA bisa merasakan layanan HSPA dengan kecepatan unduh sampai 42 Mbps. Namun, Xperia ion HSPA tak dapat dipakai ber-LTE.

Penulis yang pernah menjajal Xperia S telah tuntas menguji pakai Xperia ion LTE. Saat kali pertama mencobanya, ponsel itu masih menggunakan sistem operasi Android 2.3 alias Gingerbread. Dengan memanfaatkan aplikasi Sony PC Companion 2.1 yang terinstalasi di laptop, penulis memperbarui firmware Xperia ion LTE menjadi Android 4.0 Ice Cream Sandwich.

Dibandingkan Xperia S, menurut penulis, Xperia ion LTE memiliki beberapa nilai plus. Ponsel pemenang reddot design award 2012 itu terlihat lebih mewah sekaligus nyaman digenggam. Permukaan belakangnya terbuat dari aluminium. Asalkan siap menanggung risiko, pengguna bisa menambahkan grafir bertuliskan nama atau corak lain. Bawa saja ke penyedia jasa grafir.

Hal lain, meskipun sama-sama berkamera 12 megapiksel, menurut penulis, kinerja kamera Xperia ion LTE unggul tipis dibandingkan Xperia S. Terakhir, Xperia ion LTE memiliki selot microSD.

Xperia ion LTE hadir dengan layar sentuh kapasitif 4,6 inci beresolusi 1.280 x 720 piksel. Layar berdefinisi tinggi dengan Mobile BRAVIA engine itu diklaim tahan terhadap goresan. Ketika ponsel kali pertama diaktifkan atau usai diformat, kapasitas memori telepon (phone memory) yang tersisa 1,76 GB. Untuk menyimpan file multimedia, pengguna bisa memanfaatkan ruang penyimpanan internal (internal storage) sebesar 11,23 GB.

Kurang besar? Selipkan microSD berkapasitas hingga 32 GB ke selot yang tersedia. Lokasinya berada di bagian atas belakang ponsel, bersebelahan dengan selot untuk micro SIM. Pengguna tak perlu melepaskan baterai ponsel dulu. Sebab, baterai 1.900 mAh di Xperia ion LTE memang berstatus non-removable alias sengaja dibenamkan ke bodi ponsel.

Kamera di sisi belakang Xperia ion LTE dilengkapi autofocus dan lampu kilat. Ia mampu memproduksi foto beresolusi 12 megapiksel dan klip video full HD 1080p. Di sisi muka ponsel berdimensi fisik 133 x 68 x 10,6 mm dan berat 144 gram itu juga bisa ditemukan sebuah kamera. Kamera tanpa autofocus maupun lampu kilat tersebut sanggup menghasilkan foto 1,3 megapiksel dan klip video HD 720p.

Spesifikasi lain Xperia ion LTE, di antaranya, prosesor dual core Qualcomm MSM8260 1,5 GHz, HDMI, RAM 1 GB, Wi-Fi, bluetooth, GPS, dan Near Field Communication (NFC). Untuk berbagi internet secara nirkabel dengan peranti lain, pengguna bisa memanfaatkan fitur Wi-Fi tethering maupun bluetooth tethering.

Satu hal yang terasa kurang pas, aplikasi Office Suite bawaan ponsel itu cuma edisi pembaca dokumen (viewer edition). Dengan memperhatikan pasar sasaran dan harga jual Xperia ion LTE, Sony mestinya menyertakan Office Suite Pro. Dengan demikian, pengguna juga bisa menyunting dan membuat file baru.

Oh ya, penulis sempat iseng menancapkan adapter USB on the go ke konektor micro USB Xperia ion LTE. Secara bergantian penulis lalu memasangkan tetikus (mouse) berkabel dan USB flashdisk. Dua aksesori itu sukses dikenali. Tetikus dapat dipakai untuk menelusuri dan memilih menu ponsel. Berikutnya, isi USB flashdisk mampu dibaca dengan baik.

2 thoughts to “Beredar Resmi dalam Dua Varian”

  1. hp ku ion lt28i…tp knapa hanya bisa nerima signal edge….setiap masuk signal wcdma atau 3g jaringan error….terkadang sinyal penuh tp gak bisa buat panggilan atau sms…knapa ya kok bisabegitu

    1. Bu Chity,

      Kalau masuk ke 3G jaringan error. Padahal, Anda yakin berada di area layanan 3G ya? Sudah coba memasangkan kartu operator lain? Apakah hasilnya sama? Kalau iya, silakan mampir ke pusat perbaikan resmi Sony.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *