Bisa Iseng Ubah Merek

Sampai saat ini, Nokia 101 masih menjadi ponsel dual on GSM-GSM termurah yang ditawarkan oleh produsen asal Finlandia itu. Harga resminya Rp 310 ribu. Toko-toko ponsel biasanya menawarkannya Rp 295 ribu atau Rp 300 ribu.

Gerai ritel sebuah jaringan nasional distribusi ponsel malahan membanderol 101 Rp 320 ribu. Lebih mahal Rp 10 ribu daripada harga eceran yang disarankan Nokia Indonesia. Selisih harga itu digunakan untuk membayar premi asuransi yang wajib dibeli oleh konsumen.

Bagaimana kalau ternyata ada toko online yang menawarkan ponsel dual on Nokia dengan harga hanya Rp 200 ribu? Lupakan deh. Harga kulakan 101 pun masih lebih tinggi dari Rp 200 ribu. Jadi, seharusnya mustahil dijual Rp 200 ribu, bukan? Bila tetap nekat, amat mungkin Anda bakal bersentuhan dengan “tuti” atau “BM”. Tuti bermakna tukang tipu, sedangkan BM berarti barang mimpi.

“Tapi, teman saya ada yang membeli ponsel dual on Nokia dengan harga Rp 250 ribu saja lho. Bentuknya seperti Nokia 1616,” dalih Anda. Kalau itu yang terjadi, hmm… jangan-jangan Anda telah menjadi korban keusilan teman Anda.

Tak percaya? Mari penulis ajarkan cara menyulap ponsel bukan Nokia menjadi setidaknya memiliki casing bertuliskan Nokia. Total dana yang dibutuhkan maksimal Rp 205 ribu, bukan Rp 250 ribu. Langkah pertama, belilah casing Nokia 1616. Tak perlu membeli yang orisinal. Harga jualnya paling mahal Rp 25 ribu. Langkah berikutnya, silakan meminang satu unit ponsel dual on GSM-GSM Extreme Platinum. Harga ritel ponsel itu saat ini Rp 179 ribu.

Lepaskan casing bawaan Platinum, kemudian pasangkan casing 1616 ke ponsel itu. Anda bisa melakukannya hanya dengan tangan telanjang. Tak perlu menggunakan obeng atau alat bantu lain.

Casing muka 1616 seharusnya relatif sempurna mengubah wajah ponsel Platinum menjadi “Nokia”. Sedangkan casing belakang 1616 otomatis akan menutupi kamera milik ponsel merek lokal buatan Tiongkok itu.

Nah, sekarang Anda sudah memiliki ponsel dual on GSM-GSM yang sepintas bermerek Nokia. Padahal, aslinya berlabel Extreme. Sama nggak dengan yang dimiliki teman Anda?

Tak perlu heran dengan keberhasilan menyulap Extreme Platinum menjadi Nokia 1616. Bentuk dan ukuran casing Platinum memang sama dengan 1616. Charger dua milimeter alias colokan bundar kecil ala Nokia bisa digunakan untuk mengisi ulang baterai Platinum. Baterai BL-5C Nokia dapat pula dipakai di ponsel itu.

Di sisi atas bodi Platinum terdapat sebuah konektor audio 3,5 mm untuk menancapkan handsfree berkabel. Tersedia juga sebuah lampu senter. Untuk menyalakan lampu senter, tekan satu kali tombol navigasi ke atas. Tak usah menahannya selama periode tertentu. Lampu senter spontan akan menyala. Tekan tombol navigasi ke atas satu kali lagi untuk memadamkannya.

Sebuah kamera VGA berada di bagian belakang Platinum. Kamera itu tanpa lampu kilat maupun fungsi autofocus. Arahkan lensa kamera ke objek yang hendak diabadikan. Selanjutnya, untuk menjepret, tekanlah tombol angka nol. Jangan memencet bagian tengah tombol navigasi untuk memotret objek. Dijamin gagal. Sebab, tombol navigasi Platinum hanya empat arah, bukan lima arah. Bagian tengahnya tak bisa ditekan.

Perekam video, pemutar musik, radio FM, perekam suara, dan buku telepon 500 nama multiple entry merupakan sebagian spesifikasi lain Platinum. Ada pula bluetooth dan background sound alias penambah suara latar.

Kapasitas memori internal ponsel itu hanya 250 KB. Menyimpan satu lagu utuh pun tak sanggup. Dengan demikian, bila pengguna berencana rutin mendengarkan lagu kegemaran via ponsel, ia wajib menyelipkan kartu microSD lebih dulu.

Nada dering telepon dua nomor yang terpasang bisa dibedakan. Kalau mau, pengguna dapat memfungsikan file berformat MP3 sebagai nada dering telepon. Sedangkan untuk nada SMS, kendati nada dua nomor yang siaga juga dapat dibedakan, pengguna tak bisa menambahkan nada baru. Suka atau tidak, pengguna hanya bisa memilih satu di antara sepuluh nada bawaan. Alternatif lain, mengatur ponsel agar tetap sunyi alias silent kala ada SMS masuk.

Tombol navigasi yang hanya empat arah dan posisi tombol penjepret alias shutter button kamera yang tak lazim, menurut penulis, menjadi sisi minus utama Platinum. Keypad yang terlalu empuk boleh pula ditambahkan sebagai daftar kekurangan. Bersentuhan dengan keypad yang keras memang tak nyaman. Tetapi, harus bercengkerama dengan keypad yang sangat empuk dan kurang membal ternyata juga cukup mengesalkan.

2 thoughts on “Bisa Iseng Ubah Merek

  1. haha… ini ane dpet hp aneh. ane kira emang si nokia 1616 kyak pnya nyokap. eh ternyata bukan.

    ane beli dri temen , dg harga 100 ribu.
    Yah lumayan udah dpet hp ginian.
    Bisa buat selingan hp ane. hehe…

    trus pas njepret ane bingung lagi… mana tombol bwt njepret.
    trnyata pake keypad..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *