Bukan untuk Gadget Mania

Setelah menawarkan peranti android dual on GSM-CDMA DE88, kini Ivio menghadirkan peranti android dual on GSM-GSM DE38. Dua nomor GSM dapat siaga bersamaan. Untuk berinternet, pengguna bisa memanfatkan layanan akses data GPRS/EDGE maupun wifi.

Tampilan fisik DE38 mengingatkan pencinta android dengan HTC Desire Z saat papan ketik gesernya dibiarkan tertutup. Ketika diaktifkan, logo Telkomsel bakal tersaji di layar DE38. Ya, peranti android yang dibanderol Rp 1,499 juta itu memang dibundel dengan Telkomsel. Meski demikian, dua slot kartu SIM di DE38 berstatus unlocked.

Dengan mudah pengguna bisa memilih hendak berinternet via nomor pertama atau kedua. Pengguna dapat pula mengatur supaya DE38 sama sekali tak dapat melakukan akses data. Kalau mau, pengguna bisa menggunakan baterai Nokia BP-4L di DE38. Demikian sebaliknya.

Peranti berkonektor charger dan kabel data micro USB itu memanfaatkan layar sentuh kapasitif 3,5 inci. Resolusinya 320 x 480 piksel. Layar tersebut mendukung fitur rotasi otomatis (autorotate) dan multitouch. Silakan mencubit layar atau merenggangkan dua jari untuk, misalnya, mengatur perbesaran tampilan foto.

Sebuah kamera 3,2 megapiksel terdapat di bagian belakang DE38. Sebuah lampu kilat mendampingi kamera autofocus tersebut. Pengaturan kamera DE38 relatif lebih lengkap daripada ponsel berharga setara. Contohnya, tersedia mode EV bracket shot yang memungkinkan kamera melakukan tiga pemotretan pada tiga tingkat pencahayaan. Selanjutnya, pengguna tinggal memilih foto terbaik yang akan disimpan.

Perekam video, kompas, radio FM, perekam suara, GPS, dan bluetooth merupakan sebagian fitur lain DE38. Di menu utama tersedia beragam ikon shortcut untuk mengakses layanan Telkomsel. Mulai dari AppZone, pengecekan bonus maupun pulsa, Dunia Chat, hingga T-Cash.

Berbeda dengan aneka peranti android yang pernah penulis uji pakai, DE38 dilengkapi audio profile. Di dalamnya terdapat profil general, silent, meeting, dan outdoor yang bebas dikustomisasi. Nada dering nomor pertama dan kedua tidak dapat dibedakan.

Spesifikasi teknis lain DE38, di antaranya, prosesor ARM9 460 MHz, ROM 512 MB, dan RAM 256 MB. Ketika usai diformat, kapasitas memori yang tersisa tercatat 252 MB. Tersedia pula slot memori eksternal yang kompatibel dengan kartu microSD berkapasitas 32 GB.

Pemakaian prosesor 460 MHz awalnya sempat membuat penulis sangsi. Mampukah? Jangan-jangan ia akan membuat DE38 sebagai peranti android kura-kura. Ternyata, peranti berdimensi fisik 119 x 62 x 13,2 mm itu tidak selambat yang dibayangkan. Tingkat responsnya memang tidak sangat cepat, namun masih dalam taraf yang bisa ditoleransi.

Mengikuti perkembangan terkini, DE38 telah mengadopsi sistem operasi android 2.2 alias froyo. Meski demikian, kemampuan mendayagunakan peranti android sebagai mini hotspot tak tersedia. Konon fitur wifi tethering itu sengaja dihapuskan. Sebab, ber-wifi di jaringan non-3G tentu kurang nikmat.

Gemar bermain Angry Birds? Kalau ya, untuk sementara Anda harus rela tak bisa memainkan game itu dengan optimal di DE38. Tombol di kiri atas dan skor di kanan atas layar tampak pixelate alias sangat kabur. Angka yang tersaji tak terbaca. Selain dua poin itu, tampilan layar tetap normal. Pasukan “burung marah” dengan lancar bisa diketapelkan untuk menyerang gerombolan babi.

Dengan memperhatikan spesifikasi, kinerja, dan harga jualnya, menurut penulis, DE38 bukan untuk dibeli oleh gadget mania yang telah rutin bersentuhan dengan android. Peranti itu lebih tepat dipilih oleh individu yang tak bisa lepas dari ponsel dual on GSM-GSM, namun ingin merasakan android.

2 thoughts to “Bukan untuk Gadget Mania”

  1. Pak, ivio ini saya baca di dusnya masih android 1.6 sedangkan menurut bapak & website resminya versi 2.2 yg mana benar?
    Bagaimana ketahanan baterenya? Dengan batt cap ~1400mAh procie ~400mhz dan gsm hanya salah satu yg on logikanya lebih irit daripada galaxy mini betul?

  2. Pak Gratisanbo,

    Unit yang saya coba beneran sudah Android 2.2 alias Froyo. Demikian pula dengan DE38 yang sempat dibeli teman saya.

    Dua kartu yang terpasang bisa siaga bersamaan, bukan siaga salah satu saja. Dengan perilaku pemakaian ala saya, baterai bisa bertahan 1,5 hari hingga dua hari. Ya, lebih hemat daripada saat saya dulu mencoba Galaxy Mini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *