Bukan untuk Iseng

Nokia melekatkan nama Lumia ke ponsel cerdas Windows Phone yang ditawarkannya karena kata itu memiliki aneka makna positif. Lumia bisa berarti cahaya, salju, atau harapan.

Kondisi nyata di pasar Indonesia, empat tipe Lumia yang telah beredar relatif belum mampu bercahaya. Hanya Lumia 610 yang dalam pantauan penulis lumayan sanggup memberikan harapan positif. Sedangkan Lumia 710, Lumia 800, dan Lumia 900 gagal menarik massa yang terlanjur “dicuci otak” oleh BlackBerry dan Samsung.

Lumia 610 hadir dalam empat pilihan warna. Ada hitam, putih, biru (cyan), dan merah muda keunguan (magenta). Seluruhnya sudah penulis genggam dan amati. Varian warna hitam terlihat netral, namun kurang memikat mata. Sementara itu, warna putih tampak paling elegan.

Beralih ke warna biru. Ia terlihat kalah mewah dibandingkan putih. Tetapi, karena tak banyak ponsel yang hadir dengan warna biru, ponsel itu tampak menonjol kala berdampingan dengan aneka ponsel lain. Warna magenta mungkin bakal dilirik oleh pengguna wanita. Namun, menurut penulis, penampakan fisik Lumia 610 magenta terkesan paling kurang berkelas daripada warna lain.

Ponsel pintar yang membidik pengguna muda itu dibekali layar sentuh kapasitif 3,7 inci beresolusi 800 x 480 piksel. Ia memakai kartu micro SIM dan mendukung layanan HSDPA 7,2 Mbps.

Memori Lumia 610 terdiri atas RAM 256 MB dan memori penyimpanan massal (mass storage) 8 GB. Ketika ponsel masih segar atau usai di-reset ulang, ruang penyimpanan yang dapat dimanfaatkan pengguna sebanyak 5,62 GB. Tak usah mencari-cari slot microSD karena ponsel itu memang tanpa slot memori eksternal. Sama dengan mayoritas ponsel, baterai berkapasitas 1.300 mAh di Lumia 610 dapat dilepas pasang.

Peranti berdimensi fisik 119,24 x 62,18 x 11,95 mm dan berat 131,5 gram itu memanfaatkan prosesor Qualcomm Snapdragon S1 800 Mhz. Meskipun hanya single core dan memiliki kecepatan kurang dari 1 GHz, praktiknya respons Lumia 610 cukup trengginas.

Sebuah kamera tersedia di sisi belakang ponsel bersistem operasi Windows Phone 7.5 Tango tersebut. Kamera dengan autofocus dan lampu kilat itu mampu menghasilkan foto beresolusi maksimal lima megapiksel. Ia dapat pula difungsikan sebagai perekam video beresolusi VGA.

Spesifikasi lain Lumia 610, di antaranya, Nokia Drive, Nokia Maps, Wi-Fi, bluetooth, dan GPS. Tersedia aplikasi Office yang bisa digunakan untuk membaca dan menyunting file Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint. Namun, aplikasi itu cuma sanggup membuat file baru Word maupun Excel.

Dibandingkan pembeli Lumia 710 dan Lumia 800 saat mulai dijual di Indonesia pada Februari lalu, pembeli Lumia 610 lebih beruntung. Sebab, Lumia 610 telah dibekali kemampuan Wi-Fi tethering alias berbagi koneksi internet via Wi-Fi. Dengan pengaturan mudah, akses data di ponsel itu dapat dinikmati oleh gadget lain di sekitarnya.

Lumia 610 juga memiliki menu bahasa Indonesia. Jadi, pengguna yang merasa lebih nyaman dengan menu berbahasa Indonesia tak harus memaksakan diri dengan menu berbahasa Inggris.

Di sisi lain, pengguna ponsel itu masih tetap harus bersentuhan dengan beberapa keterbatasan. Salah satunya, fitur bluetooth di Lumia 610 tidak bisa digunakan untuk melakukan transfer file. Bluetooth yang tersedia hanya berfungsi sebagai sarana penghubung dengan headset bluetooth.

Kala Lumia 610 dihubungkan dengan laptop via kabel data, ponsel takkan bisa langsung dikenali sebagai USB mass storage. Pengguna wajib mengunduh dan menginstalasikan aplikasi Zune dulu. Lumayan merepotkan.

Saat ini Lumia 610 baru dan bergaransi resmi Nokia Indonesia dijual di rentang harga Rp 2,15 juta hingga Rp 2,25 juta. Saran penulis, sebelum membeli, berpikirlah dulu matang-matang.

Lumia 610 seyogianya dibeli untuk pemakaian jangka panjang, bukan sekadar iseng atau coba-coba. Mengapa? Sebab, harga jual bekasnya tergolong jatuh. Anggaplah hari ini Anda membeli Lumia 610, mencobanya, lalu menjualnya tiga hari kemudian. Dalam pengamatan penulis, maksimal ponsel hanya laku Rp 1,5 juta. Itu pun kalau beruntung. Sangat terbuka peluang ponsel terjual lebih murah, bahkan langsung ditolak mentah-mentah kala ditawarkan kepada pedagang ponsel bekas.

28 thoughts to “Bukan untuk Iseng”

  1. Om Herry,
    mau tanya neh.. tp OOT ggp yah
    Om saya mw beli Tab
    Layak beli ga Samsung Galaxy Tab2 10″1?
    Atau ada saran Tab lain, atau samsung Tab yg 7″?
    Kekurangan kelebihan Samsung Galaxy Tab2 10″1 apa yah Om?
    Thx Om Herry

  2. Pak Jefry,

    Dilarang keras OOT. He.. he.. he.. bercanda. πŸ™‚

    Saya belum pernah coba Galaxy Tab 2 yang 10,1 inci. Yang pernah saya coba Galaxy Tab 2 7.0. Review ada di http://ponselmu.com/?p=1335. Tebakan saya sih performa Galaxy Tab 2 10.1 nggak beda jauh karena perbedaan utama di antara keduanya sebenarnya terletak di layar dan kapasitas baterai.

    Galaxy Tab 7 inci generasi pertama? Jangan deh. Untuk ukuran sekarang, ia tergolong lemot.

    Kalau wajib merek Samsung, mending melirik Galaxy Tab 7.7. Ia lebih menarik bahkan bila diadu dengan Galaxy Tab 2.

  3. Hahahahha..
    Khan dilarang keras, bukan dilarang pelan πŸ™‚

    Maksud:
    “Kalau wajib merek Samsung, mending melirik Galaxy Tab 7.7. Ia lebih menarik bahkan bila diadu dengan Galaxy Tab 2″?

    Lebih menarik?
    Apa yg lebih menarik bahkan bila diadu dengan Galaxy Tab 2”?

    Maap bnyk tanya, karena bingung Om mw beli tab 5jt an apa enak nya?

    Thx

  4. Pak Jefry,

    Maksud saya: Galaxy Tab 7.7 lebih menarik daripada Galaxy Tab 2.

    Dengan kata lain, daripada membeli Galaxy Tab 2, lebih baik membawa pulang Galaxy Tab 7.7.

  5. Maap Om
    Galaxy Tab 7.7 itu = GALAXY Tab2 7.0 GT-P3100
    itu kah?
    atau beda maksudnya?
    td saya cari di wtc Galaxy Tab 7.7 ga ada barang, malah beberapa toko ga tau maksudnya, trus di sodorin GALAXY Tab2 7.0 GT-P3100

    mohon koreksinya
    thx

  6. nah kan terbukti banyak yang tanya samsung dari pada nokia, rata rata bukan dicuci otaknya oleh samsung tapi sepec nokia nggak sebanding dengan harganya, pengguna smartphone sudah pada pintar pak nggak mau dibodohi oleh nokia, coba deh di teliti lagi pak kenapa orang lebih memilih samsung daripada nokia.

  7. Pak Zein,

    Selama masih dipakai sih baik-baik saja, Pak. Namun, kalau bosan dan kemudian ingin menjual Lumia 710 itu, siap-siap saja ditawar dengan harga “sakit hati”.

  8. sya pengguna Lumia 710. setelah hapenya dijailbreak justru lebih menyenangkan dan addictive daripada android. Walaupun prosesornya cm single core dan ram 512 mb tp hape ini bs menjalankan aplikasi dgn mulus dan tdk prnah crash… Very recommeded.

  9. Sekedar sharing aja ya pak πŸ™‚
    OS windows phone 7 mirip seperti iOS yakni closed source. untuk bs menikmati aplikasi copy-an jd harus di jailbreak/unlocked mggunakan pc. berbeda dgn android yg hnya perlu di root dgn aplikasi dlm ponsel. Belum ada toko atw jasa jailbreak/unlocked WP7 yg bisa melakukannya, yg ada cm iOS atw BB saja. jadi prosesnya dilakukan sndri. Memang caranya ckp berbahaya, karena klo salah sedikit sja hp bs nge-brick. Stelah di JB ponsel jd lebih mdh digunakan karena tdk perlu lg tergantung pd Zune dan filenya bs di eksplor dan tdk skedar cm mengcopy file musik, gambar, dan video dr PC.
    Caranya bs dilihat di sini pak:
    http://thewp7phones.com/free-developer-unlock-windows-phone-7-for-student/

  10. mas…saya di dikasi hadiah lumia 610 dari kk saya kerja di singapore.
    kenapa gak bisa dipakai kad indonesia..lalu minta pin…jika 10 x salah pin lalu menunggu sampe 16.000 menit …jika sudah dilalui kira kira 10 hari baru timbul permintaan pin kembali…apa yg mesti saya lakukan agar lumia 610 saya bisa berfungsi normal….mohon pencerahannya mas herry sebelumnya saya ucapin terima kasih mas herry ..email saya badaydw@yahoo.co.id

    1. Pak Dayat,

      Sepertinya security lock ponsel tersebut aktif. Dalam kondisi tanpa kartu terpasang, coba aktifkan ponsel. Apakah masih muncul permintaan kode pengaman? Bila tidak, selamat! Silakan langsung menikmati ponsel itu.

      Kalau tetap muncul permintaan kode pengaman, alternatif solusinya:
      * Apakah ponsel masih bisa masuk ke menu settings? Kalau bisa, lakukan factory reset.
      * Hubungi kakak Anda. Tanyakan kode pengaman atau security code-nya. Mungkin kakak Anda masih ingat.
      * Bawalah ponsel itu ke pusat perbaikan resmi Nokia dan minta di-reset. Karena ponsel itu bukan bergaransi resmi Nokia Indonesia, ada sejumlah biaya yang harus Anda bayarkan.

      Terima kasih.

    1. Pak Iwan,

      Maaf, saya malahan tidak memperhatikan kalau di Lumia 710 tidak ada pilihan bahasa Indonesia. Setiap kali memakai acang, kebetulan saya selalu mengatur acang itu dengan menu berbahasa Inggris. Bukan karena saya pintar berbahasa Inggris, melainkan karena menu berbahasa Indonesia seringkali menggunakan istilah yang membuat saya bingung.

      Coba tanyakan ke pusat perbaikan resmi Nokia, Pak. Mungkin mereka bisa memberikan solusi.

    1. Pak Vian,

      Lumia 610 dulu masih menggunakan sistem operasi Windows Phone 7.5. Saya tak tahu versi terbaru untuk ponsel tersebut berapa. Periksalah sebelum beli. Kalau belum versi 8.0, mending jangan dibeli deh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *