Review Acer Liquid Z320: Siap Jadi Ponsel Pintar Pertama atau Kedua

Para produsen dituntut menghadirkan ponsel berdesain menawan dengan spesifikasi tinggi. Kalau tidak, produsen itu bakal dicap ketinggalan zaman. Meskipun demikian, produsen sebenarnya juga pantang melupakan segmen pemula. Sebab, pasar tersebut sampai detik ini masih lumayan potensial. Kelompok pengguna yang baru beralih dari feature phone biasanya mencari smartphone berharga relatif terjangkau. Versi mereka, batasan terjangkau adalah […]

Read More

Review Acer Liquid M220: Windows Phone Non-Lumia yang Enak Digenggam

Kala mendengar kata pompa air, mayoritas orang bakal teringat dengan merek Sanyo. Masih jarang yang mengasosiasikan pompa air dengan produk merek Shimizu, DAB, atau Grundfos. Bagaimana bila mendengar Windows Phone? Penulis yakin kebanyakan orang akan mengaitkannya dengan Lumia. Entah Nokia Lumia atau Microsoft Lumia. Padahal, ponsel Windows Phone sebenarnya tidak dimonopoli Lumia. Jika hari ini […]

Read More

Review Acer Liquid Z410: Mengisi Celah Antara Zap 5 dan Redmi 2

Tidak perlu modal ekstrabesar untuk merasakan layanan 4G LTE. Sebab, tak lama setelah tiga besar operator GSM menggelar layanan komersial LTE, produsen ponsel seolah beradu cepat menawarkan ponsel LTE murah. Salah satunya, Acer yang menyodorkan Liquid Z410. Liquid Z410 kompatibel dengan layanan LTE di frekuensi 900 maupun 1.800 MHz. Jadi, pengguna ponsel yang dijual Rp […]

Read More

Review Acer Liquid Z205: Laris Manis Walau Hadir Diam-Diam

Awalnya ponsel ini hadir dengan diam-diam. Jangan membayangkan iklan besar-besaran di berbagai media nasional seperti yang rutin dilakukan Samsung. Pantang pula berpikir terdapat “gerakan sistematis” di dunia maya ala Asus Zenfone. Lha sekadar brosur pun belum ada kok. Saat itu baru muncul dummy alias “ponsel mainan” yang disebarkan ke beberapa toko ponsel. Ketika ia benar-benar […]

Read More

Review Acer Liquid Leap: Selamat Tinggal Missed Call

Mencari padanan kata dalam bahasa Indonesia tidak selalu mudah. Dulu penulis membutuhkan waktu berbulan-bulan, sebelum akhirnya memakai kata acang sebagai pengganti gadget. Masukan dari seorang pemerhati bahasa membuat penulis mulai meninggalkan acang dan beralih ke gawai. Pencarian padanan kata lain belum selesai. Penulis belum menjumpai padanan kata yang pas untuk review. Kini penulis juga bingung […]

Read More