Dari Bekasi Sampai ke Cyrus

Sekali-sekali iseng menuliskan cerita ngalor ngidul ah. Masih berhubungan dengan gawai kok. Satu berhubungan dengan operator GSM, satu lagi terkait modem.

Yang pertama…

Indosat sempat bikin heboh karena mengeluarkan iklan “Liburan ke Aussie lebih mudah dibanding ke Bekasi.” Operator yang identik dengan warna kuning itu langsung dirisak alias di-bully.

Bekasi-1

Diakui atau tidak, operator GSM lain tampaknya tak mau melewatkan momen itu. Hari ini, XL menghadirkan program #LoveBekasi, sedangkan Telkomsel menebar pesan Untukmu Bekasiku.

Ini contoh berita yang membahas #LoveBekasi.

http://tekno.kompas.com/read/2015/01/14/10463437/XL.Luncurkan.Layanan.Internet.LoveBekasi

Saya belum mengetahui detail materi Untukmu Bekasiku. Saya baru punya ini….

Bekasi-2

 

Yang kedua… 

Hari ini saya mendapatkan sebuah pelajaran baru dari Cyrus.

Alkisah, awal November lalu saya membeli sebuah modem bermerek Cyrus dalam kondisi baru dan bergaransi resmi. Ketika modem tiba dan saya gunakan, sekitar satu jam kemudian modem itu mulai bermasalah. Reset yang saya lakukan terbukti gagal menyelesaikan masalah. Berarti, saya harus melakukan klaim garansi.

Perlu waktu pengurusan berhari-hari agar klaim garansi itu dapat diproses. Sebatas dapat diproses ya, bukan mendapatkan solusi tuntas.

Dari Surabaya saya harus berkali-kali menelepon ke Jakarta. Salah satu penerima telepon sempat menyarankan saya mengirimkan modem yang bermasalah itu kepada mereka. Uniknya, ketika saya menanyakan dikirimkan ke alamat mana, eh… penerima telepon tak hafal alamatnya. Konyol tetapi nyata.

Singkat cerita, terakhir saya disarankan membawanya ke pusat perbaikan resmi yang alamatnya tercetak di kartu garansi. Saya pun meluncur ke sana dan ternyata sudah tutup. Tutup dalam arti sudah tidak beroperasi lagi. Dengan membaca selembar kertas yang ditempelkan di tempat itu, saya mendapatkan alamat baru pusat perbaikan resmi Cyrus.

13 November 2014. Modem yang saya beli dalam kondisi 100 persen baru, tetapi sudah rusak dalam waktu satu jam itu, akhirnya resmi diterima oleh petugas di pusat perbaikan resmi Cyrus di Surabaya.

Saya sengaja tidak menghubungi pusat perbaikan resmi Cyrus itu untuk mengecek status klaim garansi. Biarlah mereka yang proaktif mengontak saya.

13 Januari 2015. Tepat dua bulan. Masih sengaja saya biarkan.

Hari ini, dua bulan lewat satu hari, akhirnya saya dihubungi petugas pusat perbaikan resmi Cyrus. Modem saya sudah selesai. Tadi sore saya meluangkan waktu ke sana untuk mengambil modem tersebut.

Sesampai di rumah, saya bergegas mencoba modem Cyrus tersebut. Hore… masih rusak!

Terima kasih, Cyrus. Hari ini Anda sudah mengajarkan satu hal kepada saya.

26 thoughts to “Dari Bekasi Sampai ke Cyrus”

  1. ko herry..
    izin bertanya..
    kenapa g ada review tentang produk apple?
    ap emang g perlu di review lagi ni merek?

    trims..

    😀

    1. Pak Delavega,

      Alasannya sederhana. Saya seringkali baru mencoba produk Apple (itu pun hanya sebagian) berbulan-bulan sejak produk tersebut diluncurkan. Jadi, sudah basi kalau di-review.

      Mengapa tidak mencoba di awal kemunculannya? Ngeri dengan harganya, Pak. Apalagi, kalau produk itu belum beredar resmi di sini.

  2. Pelajaran hari ini, perbaikan k service resmi belum tentu memecahkan masalah gawai anda. Patut di black list merek yg bapak ceritakan. Andai acer buat modem #ngayal 🙂

  3. Maaf OOT pak Herry, ini ada teman yang ingin beli smartphone android dgn tombol fisik qwerty, sebaiknya disarankan beli apa ya? Harga tdk masalah..trims pak Herry..

    1. Pak Erfan,

      Kalau harga tidak jadi masalah, silakan melirik BlackBerry Passport. Ia menjadi satu-satunya ponsel dengan qwerty keypad fisik dengan spesifikasi tinggi yang saat ini tersedia resmi di pasar. Review Passport rencananya saya unggah hari ini ke blog.

  4. Saya juga pakai Cyrus, paketan milik Es**. Sudah 1 thn lebih sedikit, masih tidak pernah error (paling koneksinya saja yg mendadak lola) Apakah Cyrus saya termasuk “barang gagal” (soalnya awet nihh. hehehe)

    1. Pak Ivan Nugroho,

      Saya juga punya satu modem lain Cyrus yang usia pemakaiannya telah lebih dari setahun. Yang ini masih baik-baik saja.

      Saya menduga modem baru Cyrus yang saya beli November lalu itu barang “cacat”.

  5. Ciyus nih koh herry koq bisa tertarik sama modem Cyrus…. ??ee??ee??ee??ee
    Padahal koh herry keliatannya alergi sama produk abal2, lah koq tumben kali ini tertarik…

    1. Pak Roni,

      Iya… ciyus saya beli Cyrus.

      Jadi, ceritanya, saya perlu modem CDMA. Karena kesulitan menemukan tipe Huawei dan SpeedUp yang saya cari, akhirnya ambil Cyrus deh. Eh, ternyata dapat pelajaran berharga. 🙂

  6. Pak Herry,

    Anda baik sekali untuk klaim garansi modem yang baru beli dan rusak dalam jangka waktu 1 jam sejak pembelian.

    Biasanya, kebanyakan konsumen akan datang kembali ke toko tempat membeli dan klaim untuk ganti barang baru.

    Salut…:-)

    1. Pak Suwandie,

      Saya membeli online di situs Cyrus. Seandainya beli di toko offline di kota yang sama, saya bakal langsung balik ke toko. 🙂

  7. Maaf pak Herry, teman saya itu inginnya smartphone android bukan bb, meskipun saat ini bb bisa diinstall aplikasi android..jadi pilihannya apa ya? Trims pak Herry..

  8. Saya juga ada memakai smartphone Cyrus Glory & tablet Cyrus Honey Pad 8 Gb. Keduanya msh berjalan dgn baik kecuali yg tablet dimana baterenya sudah drop. Sedang utk ketahanan,sudah jatuh berkali kali tapi msh berfungsi baik. Cuma sejak 1-2 tahun terakhir saya lihat Cyrus kurang ada perkembangan yg cukup berati/tdk ada produk unggulan. Diperparah service center yg di Plaza Medan Fair tutup (sebelah SpeedUp service center) lalu pindah ke komplek perumahan. Tablet2 & smartphone2 Cyrus di Hypermart Pematangsiantar jg tdk menjualnya lagi dimana tempat dulu saya membeli tablet & smartphone Cyrus tsb. Padahal dulu produknya bagus & cukup tahan lama pakai.

  9. modem cdma ? saya pakai merk cyrus yg bundling (locked) Esia , harga rp 50 ribu……masih lancar ko Herry……padahal modem itu sdh saya testdrive buat download video…..cuma hangat, mungkin krn rumah saya nda jauh dari bts nya……modem ini murah dibanding beli perdana internetan nya 🙂

    1. Pak NF,

      Apakah yang tepatnya dulu dijual Rp 49 ribu dan kardusnya berwarna hijau? Kalau iya, saya pernah pakai dan memang bandel. Modem yang lebih mahal kok malahan lebih ringkih ya.

  10. saya juga tertipu dengan merk cyrus
    saya membelikan anak saya cyrus tvpad
    baru beli satu minggu battrenya sudah ngedrop
    kalo mau di buat main jadi harus selalu menggunakan charger.jika charger saya copot langsung mati tidak dapat di main kan lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *