Desain Futuristik, Dibekali 3D Carousel

Biarpun sama-sama diusung oleh perusahaan berkelas dunia, nasib ponsel Android Huawei di Indonesia bertolak belakang dengan Samsung. Samsung laris manis, sedangkan Huawei belum terlalu menggembirakan.

Padahal, ragam dan kualitas produk Android Huawei sebenarnya tidak kalah dengan Samsung. Sayang, iklannya bak angin sepoi-sepoi. Dalam pantauan penulis, Huawei juga berkali-kali kurang cepat mengoreksi harga kala kompetitornya menurunkan harga.

Satu contoh baru ketidakberuntungan Huawei terjadi di Huawei Vision alias U8850. Keberadaan peranti bersistem operasi Android 2.3 alias Gingerbread itu jarang diketahui konsumen. Bahkan, sebagian pemilik gerai ponsel yang rutin menjual peranti Android pun belum mengenalnya.

Menurut penulis, ada dua hal utama yang pantas dicermati di Vision. Pertama, tampilan fisik ponsel itu cantik dan terkesan futuristik. Bodinya yang ramping dan berwarna perak terbuat dari campuran aluminium. Tebalnya hanya 9,9 mm.
Layar sentuhnya yang melengkung konon dibuat memakai teknologi yang lazim digunakan untuk memproduksi arloji kelas atas di Swiss. Satu layar sentuh Vision harus melalui 25 proses produksi berbeda selama 17 jam.

Kedua, tampilan antarmuka alias user interface Vision juga memikat mata. Yang disajikan kepada pengguna bukan tampilan standar, melainkan tampilan 3D. Layaknya sebuah komidi putar atau carousel, pengguna bisa memutarnya ke kiri-kanan.

Desain yang prima dipadu tampilan antarmuka yang unik membuat peranti itu tidak sekadar enak digenggam. Selama berhari-hari penulis menguji pakainya, Vision juga terbukti nyaman dilihat dan dioperasikan. Karena itu, wajar kalau tahun lalu ia sempat merengkuh iF Design Award 2012. Pada kompetisi desain produk berskala global yang eksis sejak 1953 itu, Vision menyisihkan 4.322 kandidat dari 48 negara.

Tiga permainan, yaitu Angry Birds, Asphalt 6, dan  Order & Chaos Online HD telah ditanamkan ke Vision. Si “Burung Marah” langsung siap dimainkan. Sedangkan dua permainan lain mengharuskan pengguna mengunduh data tambahan via Wi-Fi dulu. Masing-masing sebesar 535 MB dan 685 MB.

Untuk mengolah dokumen telah disiapkan Documents To Go. Dengan memakai aplikasi itu, pengguna bisa membaca maupun membuat file dokumen baru. Ingin mencari aplikasi tambahan? Selain masuk ke Android Market, pengguna dapat mengakses Hi Space. Di pasar aplikasi ala Huawei itu, sebagian aplikasi hanya menyajikan menu berbahasa Tiongkok.

Prosesor 1 GHz, ROM 2 GB, RAM 512 MB, GPS, Wi-Fi, bluetooth, dan mendukung layanan HSPA 14,4 Mbps adalah sebagian spesifikasi lain Vision. Tersedia pula radio FM dan slot microSD. Layar sentuhnya berukuran 3,7 inci, kapasitif, dan memiliki resolusi 800 x 480 piksel.

Kekurangan utama Vision yang kini dijual Rp 2,9 juta hingga Rp 2,95 juta, shutter lag kameranya tergolong parah. Pengguna pasti kesulitan mengabadikan objek bergerak. Hal tersebut patut disayangkan. Sebab, kamera lima megapiksel Vision sebenarnya mampu menghasilkan foto yang cukup tajam. Kamera dengan autofocus dan lampu kilat itu sanggup pula memproduksi video berdefinisi tinggi 720 p.

Baterai lithium ion 1.400 mAh yang sengaja ditanamkan ke bodi Vision boleh ditambahkan sebagai sisi minus. Minimal hal itu akan mempersulit pengguna Android yang gemar menyiapkan baterai tambahan untuk gadget kesayangannya.

8 thoughts to “Desain Futuristik, Dibekali 3D Carousel”

  1. Interface/launchernya bukannya hanya SPB 3D Shell yg bisa diperoleh di Android Market? Tapi memang harganya agak mahal yaitu US $14.95

  2. Saya kurang tahu sama tidak. Masalahnya ga pernah pegang Huawei Vision tsb (kalo dipinjemin boleh juga) dan ga pernah pakai SPB 3D Shell juga berhubung di Market harganya mahal sekali. Saya ga pernah install aplikasi bajakan di Android saya 🙂

  3. He.. he.. sama, Pak. Saya biasanya hanya menginstalasikan aplikasi yang free secara legal.

    Huawei Vision-nya sudah saya kembalikan kepada pemiliknya, Pak.

  4. pertama huawei device indonesia masih agak malu2 untuk beriklan. fokus mereka masih di tablet huawei yg sudah support honeycomb (meskipun sekarang tidak terlalu menjadi keunggulan), terbukti dari iklan yang mereka pasang di harian nasional.

    penetrasi mereka ketika pameran di awal tahun 2012 pun hanya bundel paket data telkomsel dan ideos x1 pada harga 999.000 yang sebenarnya sudah lama dijual melalui TAM/Erafone pada harga sama dengan bundel perdana xl unlimited.

    sedangkan huawei vision sendiri hanya mengunggulkan interface 3D. mendingan sekalian ke huawei honor yang baterenya lebih besar dan layak jadi penerus ideos x5, dan kandidat penerima update android 4.0 ICS.

    ideos x5 sendiri dijual dengan malu, stok yang terbatas (tidak menggunung). minim promosi. dan mungkin karena stok froyo dari pabrik. update gingerbreadnya juga masih berstatus beta meskipun dirilis official oleh huawei device sendiri.

    kalo ideos x5 dijual pada harga 1.5 juta (seperti pernah terjadi pada salah satu promo blibli.com), sudah tentu x5 menjadi android yg ideal dengan harga yang sangat menarik.

  5. Pak Jim, terima kasih atas sharing-nya.

    Iya nih, promo dan distribusi Huawei kurang menggigit. Akibatnya konsumen nggak tahu kalau ada produk baru Huawei yang beredar dan sebenarnya menarik.

    Ketika konsumen mulai tertarik dengan produk Huawei tertentu, masalah belum selesai.

    1. Yang sudah berniat mau beli ternyata seringkali kesulitan menemukan toko yang punya stok.

    2. Yang belum terlalu paham langsung menganggap Huawei produk China dan menyetarakannya dengan Nexian, Cross, serta aneka ponsel merek lokal buatan China lainnya.

    Huawei memang merek China dan diproduksi di China. Tapi, dia kan sudah berkelas dunia alias global. Produk Huawei sudah tersebar ke puluhan negara. Huawei mestinya disejajarkan dengan Samsung, LG, Motorola, Nokia, dan Sony.

    Nah, ini PR untuk Huawei Indonesia dan distributornya. Pasar harus diedukasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *