Dual On Berwajah Pearl 3G

Popularitas BlackBerry yang begitu tinggi di Indonesia membuat peranti email gegas alias push email itu rawan dijiplak. Tak terhitung sudah berapa puluh tipe ponsel merek lokal yang meniru desain BlackBerry.

Bahkan, kalau dicermati, tipe BlackBerry yang tidak terlalu laku pun tetap dikopi. Misalnya, BlackBerry 9105 alias Pearl 3G. Hasil copy paste desain 9105, salah satunya, bisa dijumpai di Tenova S680. Harganya tentu jauh berbeda. Kalau 9105 saat ini masih dibanderol lebih dari Rp 2 juta, S680 cukup ditebus dengan Rp 280 ribu.

Tidak seperti 9105 yang bertombol navigasi trackpad, S680 memakai d-pad alias tombol navigasi lima arah konvensional. Keypad-nya tergolong nyaman. Pengguna berjari tangan besar pun relatif takkan kesulitan menekan deretan tombol tersebut.

Satu catatan minus penulis berikan terhadap desain right soft key S680. Ia diletakkan bukan tepat di ujung kanan bawah layar. Akibatnya, amat mungkin terjadi pengguna salah menekan tombol. Niat hati memencet right soft key untuk memberikan perintah delete atau back, tetapi yang tertekan justru tombol end/no.

Di bagian atas ponsel terdapat sepasang lampu LED putih yang dapat difungsikan sebagai lampu senter. Cara tercepat untuk menyalakannya, tekan tombol berlogo senter di ujung kanan bawah keypad.

Sebuah kamera tersedia di sisi belakang S680. Kamera tanpa autofocus itu dilengkapi lampu kilat. Ia mampu menghasilkan foto berukuran maksimal 1.280 x 960 piksel atau setara dengan 1,3 megapiksel.

Pengguna juga dapat memfungsikan kamera itu sebagai perekam video dengan resolusi sampai 320 x 240 piksel. Sama dengan kamera aneka ponsel merek lokal buatan Tiongkok, kinerja kamera S680 jauh dari memuaskan.

Buku telepon 500 nama multiple entry, radio FM, black list, perekam suara, dan bluetooth adalah sebagian spesifikasi lain S680. Kotak masuk SMS dua nomor yang terpasang digabungkan. Untuk mengetahui sebuah SMS ditujukan ke nomor mana, pengguna mesti melihat angka kecil di kanan bawah ikon kartu SIM. Angka 1 bermakna SMS itu ditujukan ke nomor pertama, sedangkan angka 2 berarti SMS dikirimkan ke nomor kedua.

Nada dering telepon maupun SMS nomor pertama dan kedua bisa dibedakan. Kalau mau, pengguna leluasa menambahkan file MP3 dan mengaktifkannya sebagai nada dering. Penulis merekomendasikan pengguna melakukan hal itu. Sebab, nada dering bawaan S680 sangat terbatas. Hanya tersedia tiga pilihan nada dering telepon dan enam pilihan nada SMS.

Memori internal S680 berkapasitas 850 KB. Daya tampung sebesar itu amat mungkin dianggap terlalu kecil oleh pengguna. Solusinya, selipkan kartu microSD ke slot memori eksternal yang tersedia.

Baterai ponsel candybar tersebut kompatibel dengan baterai Nokia BL-5C. Dengan demikian, pengguna yang ingin membekali diri dengan baterai cadangan takkan kesulitan membelinya. Kelak, kalau baterai bawaan S680 telah rusak, pengguna juga mudah mencari baterai pengganti.

Masih ingat dengan game Sokoban yang belasan tahun silam bisa dijumpai di PC? Ia telah ditanamkan di S680 dan sekaligus menjadi satu-satunya game bawaan ponsel tersebut.

Di dalam menu call settings, lalu dual SIM, terdapat pilihan main SIM settings. Dengan mengoptimalkan pengaturan itu, pengguna seharusnya bisa menentukan nomor mana yang selalu dipakai untuk bertelepon, ber-SMS, maupun berinternet. Tetapi, menurut penulis, menu tersebut di S680 sedikit kurang bermanfaat.

Mengapa? Anggaplah pengguna sudah menetapkan nomor pertama sebagai nomor standar alias default untuk melakukan panggilan. Bila ketika hendak bertelepon pengguna menekan tombol telepon berangka 2, panggilan ternyata dilakukan via nomor kedua. Padahal, kalau pengaturan nomor standar telah ditetapkan, idealnya panggilan selalu dilakukan lewat nomor standar.

Fitur lain S680, ponsel itu dibekali pelindung privasi untuk membatasi akses ke menu tertentu. Di antaranya, riwayat panggilan, SMS, kamera, kontak, dan kalender. Sebelum membuka menu tersebut, pengguna harus mengetikkan password dulu. Tanpa password yang tepat, menu yang diinginkan takkan bisa diakses.

4 thoughts to “Dual On Berwajah Pearl 3G”

  1. Pak Budipane, silakan coba kombinasi angka berikut ini. Salah satunya pasti benar, dengan catatan kode standar belum diubah.

    0000
    1122
    1234
    00000
    12345

  2. minta infonya, bgaimana cara menghilangkan icon headset d layar. sudah sy coba colok cabut headsetnya tapi tetap ada iconnya, jadinya gak bisa denger suara telpon klo gak pake speaker… makasi

  3. Pak Fahrul,

    Berarti, ponsel saat ini menganggap masih ada headset/handsfree terpasang. Konektor di dalam ponsel mungkin ada yang “belum kembali”.

    Coba lepas pasangkan handsfree-nya lagi berkali-kali. Kalau kebetulan punya kabel charger, kabel data, atau handsfree lain yang memakai konektor mini USB, tak ada salahnya dipakai. Sekadar untuk memancing supaya ikon headset-nya hilang.

    Bila tetap gagal, terpaksa harus dibawa ke tukang servis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *