Review LG Nexus 4: Empat Bukan Angka Sial

Angka empat buat sebagian orang diyakini merupakan angka sial. Karena itu, di hotel, apartemen, atau gedung perkantoran tertentu, lantai 4 sengaja dienyahkan. Dari lantai 3 berlanjut ke lantai 3A atau langsung lantai 5.

Kalau rajin mencermati harga di gerai penjual nomor cantik seluler, nomor berakhiran 4444 selalu dibanderol lebih murah daripada nomor berakhiran 7777, 8888, atau 9999. Aneka produsen acang alias gadget seolah juga sepakat tidak memakai angka 4 sebagai awalan nomor tipe ponsel atau tablet yang ditawarkannya.

Nexus 4

Bagi LG, produsen ponsel papan atas yang di Indonesia nasibnya masih belum bersinar, angka empat terbukti bukan angka sial. Angka empat justru menjadi angka keberuntungan. Nexus 4, ponsel Android hasil kolaborasi antara LG dan Google, laris manis. Di AS, Inggris, Kanada, Jerman, Perancis, Spanyol, dan Australia produk itu terjual habis. Bahkan, di negara tertentu, Nexus 4 yang dijual online telah ludes dalam hitungan menit.

Beralih ke Indonesia, negara yang dikenal tidak “ramah” terhadap ponsel LG. Pemesanan awal alias pre-order Nexus 4 ternyata direspons sangat positif. Entah berapa kali Multiply.com, Erafone.com, dan Blibli.com harus mengisi ulang stoknya. Beberapa kenalan penulis yang selama ini tak tertarik dengan ponsel LG pun dengan antusias memburunya.

Benarkah Nexus 4 menarik sehingga layak diburu? Pada detik-detik pertama menyentuh wujud aslinya, penulis langsung terkesima. Tampilan fisiknya lebih mewah daripada Samsung Galaxy Nexus yang secara silsilah merupakan Nexus 3.

Permukaan belakang Nexus 4 terlihat berkilap-kilap kala terkena cahaya. Di bagian atas tercetak tulisan Nexus, sedangkan di bagian bawah ada logo dan tulisan LG. Sisi muka ponsel polos. Kala seluruh cahaya padam, ponsel terlihat seperti benda misterius berwarna hitam.

Nexus 4 berlayar sentuh IPS dengan resolusi 768 x 1.280 piksel. Layar dengan permukaan Corning Gorilla Glass 2 itu relatif lebih tahan gores. Kalau tak percaya, silakan iseng menyapukan tusuk gigi hingga garpu ke permukaan layar. Halus, tajam, cemerlang, dan peka terhadap sentuhan menjadi karakteristik layar tersebut.

Ponsel berdimensi fisik 133,9 x 68,7 x 9,1 mm dan berat 125 gram itu menggunakan baterai tanam lithium ion 2.100 mAh. Kartu SIM-nya berwujud micro SIM. Tak tersedia selot microSD sehingga pengguna hanya bisa mengandalkan memori internal.

Dalam uji pakai kali ini, penulis memakai Nexus 4 varian 8 GB. Ketika ponsel masih segar alias belum digunakan, sisa memori internal yang tersedia sebanyak 5,51 GB. Jika kelak Anda membeli Nexus 4 bergaransi resmi LG Electronics Indonesia, ponsel yang Anda dapatkan pasti bermemori internal 16 GB. Saat kali pertama diaktifkan, kapasitas tersisa ponsel itu seharusnya sekitar 12,69 GB.

Sepasang kamera tersedia di Nexus 4. Kamera belakang beresolusi delapan megapiksel, fokus otomatis, dan lampu kilat. Hal yang paling menarik, kamera tersebut mendukung fitur Photo Sphere. Apaan tuh? Mudahnya, bayangkan Anda bisa memotret sampai 360 derajat atau menghasilkan foto laksana sebuah bola dunia. Kamera tersebut sanggup pula memproduksi klip video full HD 1080p.

Photo Sphere Nexus 4

Satu kamera lain Nexus 4 berada di sudut kanan atas sisi muka. Kamera tanpa fokus otomatis dan lampu kilat itu sanggup menghasilkan foto 1,3 megapiksel dan klip video HD 720p. Ia tak dapat dipakai untuk melakukan pemotretan panorama dan Photo Sphere.

Prosesor quad core Krait Snapdragon S4 Pro 1,5 GHz, RAM 2 GB, Wi-Fi, bluetooth, GPS, dan NFC merupakan sebagian spesifikasi lain Nexus 4. Ponsel bersistem operasi Android 4.2 Jelly Bean itu mendukung layanan HSPA+ merupakan sebagian spesifikasi lain Nexus 4.

Sisi minus utama ponsel yang dijual Rp 5,499 juta tersebut, menurut penulis, konsumsi baterainya relatif boros. Satu kali diisi ulang sampai penuh, baterai Nexus 4 rata-rata hanya bisa mendampingi penulis beraktivitas selama enam jam. Hasil jepretan kamera ponsel itu juga tidak sangat mengesankan.

24 thoughts to “Review LG Nexus 4: Empat Bukan Angka Sial”

  1. saya baru saja beli nexus 4… dan ponsel android pertama saya 🙂 so far sih cukup hepi dengan performanya… utk batere saya tahan sekitar 12 jam… mungkin aktivitas saya tidak sepadat pak herry… untuk kamera saya setuju tdk terlalu impresif, tapi buat saya sih kamera ponsel is not a big deal… setelah sekian lama attached dgn blackberry… memakai android serasa berada di dunia lain… :p

  2. Pak RT,

    Benar, bodi belakang Nexus 4 juga telah mengadopsi Gorilla Glass. Satu hal yang perlu dipahami, ber-Gorilla Glass bukan bermakna tidak bisa tergores, melainkan lebih sulit tergores ya.

    Setelah dipakai agak lama, kalau dicermati dengan ekstrateliti, di bagian bawah sisi belakang Nexus 4 yang saya gunakan ada 3-4 goresan halus banget.

  3. Pak Arif,

    Belum ada jadwal untuk me-review Optimus G Pro. Kalau Optimus G, saat ini sedang dalam proses uji pakai.

  4. Pak Arif,

    Kalau lihat Optimus G (tanpa Pro) Rp 6,499 juta, mestinya minimal segitu ya. Entah kapan akan masuk.

  5. Siang pak. Menurut pak herry overall nexus 4 worth to buy nggak dengan harga sekarang yg 4,5 an di bandung pilihan lainnya apa ya thanks…

    1. Pak Sammi,

      Menurut saya, dengan harga baru Rp 4,5 juta, Nexus 4 masih boleh dilirik. Dengan catatan, Anda bukan mencari ponsel yang berkamera istimewa ya.

  6. Pak Herry, apakah Nexus 4 ini bisa diganti casingnya? kebetulan sudah mulai banyak yg cacat nih bodi nya… sedangkan untuk kinerjanya sih saya masih hepi… apalagi untuk update OS nya yang langsung itu… skr saya sudah jalan di KitKat 4.4

  7. untuk pemakaian browsing baterai kuat berapa jam?
    dan untuk screen off baterai kuat berapa lama?

    1. Pak Aldy,

      Saya tidak pernah menghitung kalau untuk browsing terus menerus bisa bertahan berapa jam. Saya juga tak pernah menghitung kalau layar padam terus bisa tembus berapa jam. Untuk pemakaian sehari-hari, berarti kadang browsing dan kadang layar nyala maupun padam, rata-rata dapat bertahan enam jam. Sesekali bisa sampai delapan jam.

  8. pak herry, nexsus 4 saya klo pas dicas udah penuh 100% klo d cabut trus kadang mlh jd 86% klo mau penuh hrus cas lagi, trus kadang klo tinggal 20% nan pas oprasikan tiba” mati, pas d cas tau” 1%, itu apa nya? batrai nya bukn? klo ganti batrai kira” brapa?

  9. Pak mau tanya, nexus ini apakah selalu masuk resmi ke pasar indonesia. Seperti nexus 5x, nexus 6, dst? Kalau iy,a apakah seri nexus masih sangat recommended untuk diincar?

    1. Pak Tyan,

      Tidak selalu masuk resmi ke pasar Indonesia. Yang masuk resmi ke sini setelah Nexus 5 langsung lompat ke Nexus 6. Itu pun masuknya telat banget. Tidak saya rekomendasikan untuk dibeli.

  10. Oh gitu, wah sayang sekali ya pak banyak barang bagus yg telat atau bahkan tidak masuk sama sekali secara resmi ke indonesia namun secara BM sangat berlimpah. Rasa2nya harus ada yg dibenahi. Ok terima kasih banyak Om Herry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *