Energea, Berpotensi Menggoda Penggemar Anker

Secara umum pembeli peranti pengisi daya (charger) dan kabel pengisi daya sekaligus kabel data di Indonesia terbagi dua. Pertama, pembeli yang sangat peka harga. Mereka berprinsip yang penting murah. Toh fungsinya sama. Titik.

Perkara performa lambat atau baru dipakai seminggu sudah rusak, ah… itu urusan belakangan. Percaya atau tidak, ada lho pengguna iPhone X yang mampir ke toko aksesori ponsel lalu mencari kabel Lightning Rp15 ribuan.

Kedua, pembeli yang memedulikan kualitas dan keamanan. Mereka bersedia mengeluarkan uang lebih banyak demi memeroleh produk yang diyakini bagus. Prinsip ada harga ada rupa dipegang teguh.

Sebagian di antara mereka selalu membeli aksesori orisinal. Entah di gerai resmi atau pusat perbaikan resmi ponsel yang dimilikinya. Diminta inden dengan menyetorkan sejumlah uang muka pun, mereka takkan keberatan.

Sebagian lainnya, termasuk penulis alias HSW, memilih jalur berbeda. Karena berbagai alasan, mereka lebih suka membeli pengisi daya dan kabel buatan pihak ketiga yang dianggap kredibel.

Di kelas menengah, merek Aukey dan Tronsmart saat ini sering dijadikan pilihan utama. Sedangkan konsumen yang memiliki anggaran lebih banyak langsung melirik merek premium. Biasanya yang disasar merek Anker.

Kini Anker tampaknya harus mulai mewaspadai kompetitor yang berpotensi menggoda penggemar setianya. Siapa? Energea. Datang diam-diam dan sepertinya tak pernah beriklan di media konvensional, dalam pantauan HSW, distribusi Energea lebih luas. Di Surabaya, misalnya, gerai yang menjual Energea berkali lipat lebih banyak ketimbang Anker. Klaim garansinya pun lebih mudah karena tak terpusat di Jakarta.

Kali pertama menjajal Energea, HSW langsung mencoba tiga produk. Yaitu, Energea PowerHub 4C, NyloTough, dan AluPac 20000PD+. Seberapa menarik?

Energea PowerHub 4C

Peranti berdimensi fisik 90 x 75 x 27,5 milimeter dan berat 220 gram itu adalah desktop charger dengan empat keluaran. Terdiri atas satu USB tipe C dan tiga USB tipe A yang dalam “bahasa pasar” lazim disebut sebagai colokan USB.

USB-C di PowerHub 4C mendukung Power Delivery (PD) yang memungkinkan pengisian daya lebih cepat kala dipadukan dengan perangkat yang kompatibel. Tegangan listrik yang dapat dihasilkan mulai 5 volt sampai 20 volt, dengan besaran arus hingga 3 Ampere.

Sebelum membahas lebih detail dan agak teknis, lebih baik HSW menanyakan satu hal dulu. Apakah Anda masih ingat rumus P = V x I? Dulu HSW mempelajarinya saat duduk di bangku SMP. Entah sekarang rumus itu mulai diajarkan di jenjang pendidikan apa.

Rumus di atas biasanya dipakai untuk menghitung daya listrik. P adalah daya listrik dalam satuan Watt (W). V tegangan listrik dalam satuan volt (V), sedangkan I arus listrik dalam satuan Ampere (A).

Kembali ke USB-C PD di PowerHub 4C. Pengisi daya itu sanggup menghasilkan tegangan listrik sampai 20V dengan arus maksimal 3A. Hal itu bermakna ia mampu membagikan daya maksimal 60W. Sekadar pembanding, daya maksimal Qualcomm Quick Charge 3.0 “hanya” 18W.

Dengan daya sebesar itu, PowerHub 4C bukan hanya sanggup mengisi ulang baterai ponsel atau tablet. Digunakan untuk men-charge laptop yang mendukung USB-C PD pun mampu. Contohnya, Apple MacBook, MacBook Pro, HP seri Spectre, Acer Swift 7, dan Spin 7. Pemilik Asus Zenbook UX370, UX390, UX391, dan UX490 juga bisa memanfaatkan PowerHub 4C sebagai pengganti pengisi daya yang disertakan dalam paket penjualan laptop.

Sementara itu, tiga USB-A di PowerHub 4C mampu melewatkan arus listrik sebesar maksimal 2,4A bertegangan 5V. Teknologi AmpSmart yang diterapkan membuat charger dapat mendeteksi kebutuhan masing-masing gawai yang sedang diisi ulang kemudian menyesuaikan besaran daya.

Jumlah USB-A yang digunakan tentu mempengaruhi kecepatan pengisian daya. Bila seluruh colokan USB-A digunakan, misalnya, kecepatan pengisian daya tentu takkan setinggi kalau yang dipakai hanya satu colokan USB-A. Sebab, arus maksimal sebesar total 2,4A itu harus dibagikan kepada tiga gawai yang sedang di-charge.

Saatnya ujian singkat. Setelah membaca paparan di atas, hitunglah kekuatan total PowerHub 4C. Ya, seratus kalau Anda menjawab 72W. Perhitungannya, kekuatan total = jumlah daya maksimal USB-C + jumlah daya maksimal USB-A = (20V x 3A) + (5V x 2,4A) = 60W + 12W = 72W.

Selama hampir tiga bulan memakai PowerHub 4C sebagai pengisi daya utama, charger itu sukses HSW padukan dengan belasan tipe ponsel, mifi, dan power bank. Ketika diberikan beban berat, suhu bodi peranti tersebut terasa lebih panas. Satu hal yang sangat wajar.

Energea NyloTough

Dalam bahasa yang paling sederhana, produk ini adalah kabel pengisi daya sekaligus kabel daya yang ekstrakuat. Menggunakan bahan nylon braided, NyloTough lebih tebal dan terlihat lebih kukuh daripada Anker PowerLine+ yang sampai sekarang rutin HSW gunakan.

Kedua ujung NyloTough menggunakan konektor USB-C. Pilihan panjang kabel ada beberapa macam. Namun, dalam uji pakai kali ini, yang dijajal hanya kabel sepanjang satu meter.

Sebelum diproduksi masal dan dipasarkan, konon NyloTough telah menjalani lebih dari 30 ribu kali uji bengkok. Kabel itu juga diberi beban sampai 30 kilogram. Ujian “kekerasan” yang dilakukan HSW meliputi sengaja melekukkan, melilitkan dengan kasar, maupun menarik-narik kabel dengan keras. Hasilnya, NyloTouch tetap berfungsi normal.

Karena telah mengantongi sertifikat Apple MFI, pengguna produk Apple seharusnya tak perlu menyangsikan keandalan produk itu. Pasalnya, pengujian yang dilakukan Apple terhadap produk yang ingin mendapatkan sertifikat MFI dikenal ketat. Tingkat kelulusannya rendah.

Energea AluPac 20000PD+

Hanya dengan membaca nama lengkapnya, bisa diterka kalau power bank ini berkapasitas 20.000 mAh dan mendukung Power Delivery. Ia dibekali satu port USB-A dan satu konektor USB-C.

USB-A di AluPac mendukung standar pengisi daya Qualcomm Quick Charge 3.0. Sementara itu, USB-C yang tersedia berfungsi sebagai konektor input maupun output. Ia mendukung Power Delivery hingga 45W.

Bisakah dipakai mengisi ulang baterai laptop? Bisa! HSW sudah membuktikannya sendiri. Dalam sepuluh menit, daya baterai Acer Swift 7 yang awalnya tersisa 6% meningkat menjadi 16%.

Laptop ultratipis itu sengaja dibiarkan tetap siaga, tetapi tidak terkoneksi dengan internet. Sepuluh menit kemudian baterai laptop telah terisi 25%. Tepat setengah jam sejak mulai dihubungkan dengan AluPac, persentase daya baterai menunjukkan angka 34%.

Karena berkapasitas besar, lumrah kalau ukuran AluPac tergolong bongsor dan berat. Dimensi fisiknya 171 x 81 x 22 milimeter dan berat 420 gram. Walaupun demikian, tak perlu ragu membawanya bepergian dengan menumpang pesawat terbang. Diizinkan kok.

Sambil membawa AluPac yang dimasukkan ke dalam ransel, HSW telah belasan kali terbang dari/ke berbagai kota. Satu kali menggunakan Citilink, satu kali Sriwijaya Air, dan selebihnya Garuda Indonesia. Lancar.

Mungkin lantaran terlihat panjang dan cukup tebal di monitor x-ray bandara, kadang petugas meminta izin dilakukan pemeriksaan fisik. Tak sampai satu menit, AluPac dikembalikan lagi dan HSW dipersilakan berlalu.

Untuk mempermudah pengguna mengetahui sisa daya, power bank itu dilengkapi LED digital. Angka 100 akan tersaji ketika daya masih penuh. Seiring berkurangnya daya, angka yang tampil bakal menurun.

Kala sisa daya habis, hubungkan AluPac dengan pengisi daya. HSW tidak merekomendasikan pemakaian charger bawaan ponsel. Sebab, kebanyakan pengisi daya bawaan ponsel memiliki keluaran maksimal 5V/2A. Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi AluPac sampai penuh pasti lama.

Idealnya AluPac diisi ulang menggunakan pengisi daya yang mendukung Power Delivery. Contohnya, Energea PowerHub 4C. Dengan memakai peranti tersebut, baterai 20.000 mAh yang dibenamkan ke bodi AluPac tuntas diisi ulang dalam waktu hampir dua jam. Antara 1 jam 45 menit dan 1 jam 55 menit saja.

Harga dan Garansi

Saat ini harga ritel resmi Energea PowerHub 4C dipatok Rp1,35 juta, sedangkan NyloTough Rp490 ribu dan AluPac 20000PD+ Rp1,45 juta. Ketiganya dapat dibeli di gerai PlayWorks, akun resmi PlayWorks di Tokopedia, maupun mitra penjualan di berbagai kota. Misalnya, Butik Dukomsel – Bandung dan Cellular World – Denpasar.

Daftar pedagang Energea di Surabaya paling lengkap karena sehari-hari HSW berdomisili di Kota Pahlawan. 😎 Di WTC Surabaya, produk Energea dapat ditemukan di My Rasch yang berdekatan dengan GraPARI Telkomsel. Sedangkan di Plasa Marina, Energea tersedia di Cititech, Las Vegas, Radja Handphone, Sakura, dan Seven.

Menyoal layanan purna jual, PowerHub 4C dan AluPac 20000PD+ bergaransi setahun. Sedangkan NyloTough bergaransi lima tahun. Klaim garansi dapat dilakukan di PlayWorks maupun mitra penjualan Energea. Unit yang bermasalah tidak akan diservis, melainkan diganti dengan unit baru.

Bagi pengguna yang lebih mementingkan kualitas dan pemakaian jangka panjang, menurut HSW, produk Energea pantas dicoba. Tak bisa dibantah harganya terlihat mahal. Kendati begitu, sepadan dengan yang bakal dinikmati pengguna kok. Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, tiga produk di atas sebaiknya dibeli satu paket sekaligus.

Kalau di antara pembaca ulasan ini kebetulan ada yang diam-diam termasuk kelompok #CrazyRich, don’t rich people difficult. Langsung beli satu deh. Satu lusin!

23 thoughts to “Energea, Berpotensi Menggoda Penggemar Anker”

  1. Wahh harus jual hape dulu nih buat dapet kabel pengisi daya Energea ?

    Satu pertanyaan OOT, boleh dijawab boleh tidak
    Kenapa maskapai “Singa Udara” tidak termasuk dalam jam terbangnya Pak Herry? Kebetulan atau alasan?

    Terimakasih sukses selalu ponselmu

  2. Salam kenal,pak herry. Mohon rekomendasi ponsel kisaran harga1,5-1,8 juta yang kameranya bagus. Kandidatnya Xiaomi redmi 6,realme c1,Asus zenfone max m1. Saya sebenarnya cenderung ingin redmi 6,tapi Kareena pakai chipset mediatek,saya masih ragu-ragu. Mohon pencerahannya,terima kasih

    1. Pak Norman,

      Saya tak pernah mencoba Zenfone Max M1. Di antara dua pilihan tersisa, kamera dan performa umum Redmi 6 lebih oke sih.

      1. Kebetulan setelah browsing di toko belanja online,saya juga menemukan zenfone 4 max pro dengan kisaran 1,7 juta. Menurut pak herry,jika dibandingkan dengan redmi 6 kira-kira lebih bagus mana kameranya?

        1. Pak Norman,

          Hmm… saya mesti bongkar-bongkar arsip dulu deh. Sebab, saya lupa hasil jepretan Zenfone 4 Max Pro seperti apa. Satu hal yang perlu diketahui, selain kapasitas baterai, spesifikasi lain ponsel itu sudah terasa ketinggalan lho.

          1. terima kasih pak atas sarannya. Kalau begitu saya rasa redmi 6 bakal jadi pilihan saya. Semoga pak herry sukses selalu

  3. Pak herry, mohon rekomendasi hape 2-3 juta, yang kameranya bisa manual mode. Bisa atur ISO dan Shutter speed. Trims pak.

    1. Pak Fiqih,

      Hmmm… apa ya. #bingung

      Ada Xiaomi Redmi Note 5 yang bisa mengatur ISO secara manual. Namun, kecepatan rana tidak bisa diubah manual.

  4. Pak Herry,

    Jika suatu smartphone memiliki charger bawaan dgn spec 5V/2A diisi dengan charger 20V/3A seperti Energea ini apakah baterenya tidak cepat rusak karena over voltase dan ampere?

    1. Pak Pandin,

      Tidak karena charger Energea-nya akan menyesuaikan keluaran sesuai kebutuhan ponsel. Jadi, takkan over.

  5. Salam Pak Herry.
    Saya ada pertanyaan OOT.
    Menurut Pak Herry, dari segi kamera dan baterai, antara Realme 2 Pro dan Xiaomi Redmi Note 5 lebih bagus mana?
    Lalu secara keseluruhan, Pak Herry lebih prefer Realme 2 Pro atau Xiaomi Redmi Note 5?
    Terima kasih.

    1. Pak Agus,

      Redmi Note 5.

      Redmi Note 5 dong. Di atas kertas spesifikasi Realme 2 Pro memang sangat menggiurkan. Apalagi, saya menggunakan yang varian 8/128. Namun, kenyamanan dalam pemakaian nyatanya jauh di bawah Redmi Note 5 deh.

  6. Maaf OOT Pak Herry SW , apakah di tahun ini LG v20 masih layak untuk dipinang dengan harga second 2 juta? saya juga ada pertanyaan iseng karena sekarang harga mereka “setara” dan sama sama mendapat review positif dari bapak dalam segi kamera, menurut bapak, apabila kamera LG v20 diadu dengan redmi note 5, lebih unggul mana?

    1. Pak Rian Permana,

      Harga segitu sebenarnya menggiurkan sekali. Namun, karena LG Mobile Indonesia kini sudah “setengah jalan” dari pasar Indonesia, saya menyarankan Anda tidak membeli ponsel LG lagi.

  7. Slamat malam Om Herry….
    Utk Energea PowerHub 4C yg memiliki daya sampai dengan 60W, apakah tidak merusak batrei HP Pak?
    Kemudian, dalam memilih charger HP, mana yg perlu lebih kita utamakan dan juga lebih aman Pak, Arus yg lebih besar atau Tegangan yg lebih besar?

    1. Pak Edwin,

      Bila pertanyaan Anda itu merujuk kepada kekhawatiran akan terjadi overvoltage, hal itu seharusnya takkan terjadi. Sebab, charger akan menyesuaikan keluarannya.

      Kalau voltasenya standar (misalnya 5V), ya tinggal melihat arusnya. Kalau charger itu mendukung Quick Charge atau PD, perhatikan saya reputasi produsennya.

  8. Pak HSW

    maaf out of topic
    mohon rekomendasi android yang ada fitur nfc dan infrared dengan harga paling ekonomis,
    terimakasih sebelumnya

    1. Pak Bambang Sujati,

      Hmm… tak ada deh. Sebenarnya ada LG V20, tetapi saya sudah tidak merekomendasikan ponsel LG lagi karena merek itu telah menghentikan mayoritas operasionalnya di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *