Garuda Riders, Bukan Komik Digital Biasa

Apakah yang terbayang di benak Anda kala mendengar istilah komik digital? Penulis yakin, kebanyakan di antara Anda akan membayangkan sebuah komik dengan file berformat PDF. Sebagian lainnya bakal memikirkan lembaran-lembaran komik konvensional yang kemudian di-scan sehingga bisa dibaca via laptop, PC, tablet, dan ponsel.

Garuda Riders kreasi Mechanimotion Entertainment asal Surabaya memberikan definisi baru tentang komik digital. Komik digital terbukti bisa dibuat plus plus. Bukan plus plus berkonotasi negatif seperti yang biasa dilekatkan ke tempat hiburan, melainkan plus plus yang bermakna positif.

Merupakan bagian dari trilogi kisah The Adventures of Wanara, Garuda Riders akan dirilis dalam lima volume. Saat ini, volume pertamanya yang berjudul Runaway telah siap diunduh secara gratis. File installer-nya berukuran 22,19 MB.

Untuk mengunduh Garuda Riders Vol. 1: Runaway, pengguna peranti Android yang minimal berprosesor 800 Mhz dan bersistem operasi Android 2.2 Froyo cukup masuk ke Play Store. Kemudian, lakukan pencarian dengan kata kunci Wanara atau Garuda Riders. Alternatif lain, gunakan jalur pintas dengan membuka alamat ini: http://goo.gl/W1OyL.

Cerita fiksi Garuda Riders mengambil bingkai waktu pada masa seribu tahun setelah Ramayana.  Saat itu, di bumi Varadwipa hiduplah Naradja, seorang anak yang merupakan keturunan dari tiga ras sekaligus. Yakni, mannusa (Rama), asura (Rahwana), dan wanara (Hanoman).

Naradja berusaha mengumpulkan delapan elemen dewa alias Hastabrata yang diyakini dapat mencegah kebangkitan raja iblis. Mampukah Naradja melakukan hal itu? Penulis juga belum mengetahuinya.

Usai mengunduh dan menginstalasikan Runaway, langsung saja menjalankan komik digital tersebut. Meskipun diilhami cerita Ramayana, sampul muka Runaway jauh dari kesan kuno atau berbau perwayangan. Karakter yang tersaji lebih mirip dengan yang lazim ditemukan di komik Jepang.

Sapukan jari dari kanan ke kiri untuk membuka halaman demi halaman Runaway. Di halaman bergambar pertama, terpampang suasana hutan yang dipercantik dengan animasi ringan. Instrumentalia bernuansa Bali dipadu dengan kicau burung menciptakan suasana yang syahdu.

Teruskan membuka halaman demi halaman. Terdengar suara derap kuda. Pembaca komik digital itu bakal melihat gambar penunggang kuda dan pasukan pembunuh yang tidak statis. Mereka bergerak. Tempo musik meningkat.

Satu nilai plus plus Runaway bakal dijumpai lagi di halaman berikutnya. Kali ini pembaca harus memainkan sebuah permainan ringan. Pembaca wajib menghindari tusukan keris yang panjang, berlekuk-lekuk, dan membara. Bila gagal, tokoh cerita akan mati dan pembaca harus mengulang lagi.

Sampai di halaman tertentu, komik digital Runaway seolah telah berakhir. Sapuan jari gagal membuat komik berlanjut ke halaman berikutnya. Saat itulah sebenarnya sebuah tantangan baru sedang diberikan kepada pembaca. Pembaca harus menemukan “tanda rahasia” alias clue supaya dapat terus menikmati komik. Caranya beragam, mulai dari menyentuh bundaran bercahaya di gelang, bandul kalung, hingga air mata. Di sebuah halaman, pengguna juga dituntut merangkaikan empat titik untuk mengaktifkan jurus sakti.

Secara umum, sebagai komik digital yang bukan sekadar komik biasa,  Runaway terbukti sukses memberikan efek wow. Dengan tingkat ketakjuban yang berbeda-beda, ia selalu mampu memukau siapa pun yang penulis sodori komik digital tersebut.

Meskipun demikian, bukan berarti tak ada catatan untuk Runaway. Komik digital dengan permainan ringan yang dalam pengerjaannya melibatkan Elventales Games, pengembang game asal Surabaya, itu kini baru tersedia dalam bahasa Inggris. Di satu sisi, hal tersebut lebih membuka peluang Runaway bisa dinikmati oleh pengguna Android di berbagai negara. Namun, di sisi lain, hal itu berpotensi menjadi penghambat bagi calon penikmat di dalam negeri.

Sungguh elok kalau Runaway ditawarkan pula dalam bahasa Indonesia. Sebab, ia berpotensi menjadi pemikat awal supaya anak mau belajar membaca plus mencintai wayang. “Saya sudah menginstalasikan Runaway. Anak saya yang berumur tiga tahun  sangat menyukainya. Umpama ada yang versi bahasa Indonesia, anak saya pasti lebih mudah memahami jalan cerita. Selanjutnya, anak saya mungkin akan menggemari kisah perwayangan,” tulis seorang pengguna Android dalam email yang dikirimkan kepada penulis.

Selamat mengunduh dan menikmati Garuda Riders volume pertama. Volume kedua yang berjudul Eye of Garuda bakal dirilis Desember 2012. Mari kita dukung pengembang lokal untuk terus berkarya!

One thought to “Garuda Riders, Bukan Komik Digital Biasa”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *