IM2: Imut, Mewah, Murah

Dari masa ke masa selalu saja ada ponsel mungil yang dihadirkan oleh produsen ponsel. Nokia, mantan pemimpin pasar ponsel yang kini sedang terpuruk, pernah menawarkan Nokia 8810, 8210, 8250, 8310, dan aneka tipe yang termasuk dalam seri 8000. Siemens sempat meluncurkan CL50 dan seri Xelibri.

Sementara itu, Sony Ericsson pernah mengusung T66, T100, maupun T105. Ada pula GD55, A100, dan A101 dari Panasonic. Alcatel bersumbangsih lewat One Touch 152. Pabrikan merek Tiongkok tak mau kalah. Haier pernah menyodorkan P5 yang dimensi fisiknya hanya sedikit lebih besar daripada spidol papan tulis.

Dibandingkan ponsel lain pada rentang waktu sama, aneka tipe ponsel yang disebutkan di atas tergolong mungil. Ketika ponsel merek lokal buatan Tiongkok mewabah di Indonesia, tradisi itu masih berlanjut. Pascakehadiran TiPhone T20, kini muncul Nexcom NCV2 Mini.

Penulis menguji pakai NCV2 Mini warna gold alias emas. Hasilnya, ponsel itu cocok diberi julukan ponsel IM2. IM2 di sini tak ada hubungannya dengan suatu perusahaan penyedia layanan internet, melainkan singkatan dari imut, mewah, dan murah.

NCV2 Mini atau lebih sering disebut V2 Mini saja tentu layak disebut imut. Sebab, ukuran bodinya memang mungil. Hanya sedikit lebih besar daripada korek api. Meskipun demikian, deretan keypad ponsel itu masih cukup nyaman dipencet oleh pengguna berjari tangan besar. Ukuran huruf yang tersaji di layar relatif kecil. Karena itu, seorang lansia tidak dianjurkan memakai V2 Mini.

Penampakan fisik V2 Mini terlihat mewah, elegan, dan eksklusif. Penulis sempat iseng memotret ponsel itu, lalu mengunggahnya ke beberapa tempat di dunia maya. Beberapa orang sempat menyangka penulis usai membeli ponsel Vertu, ponsel premium yang harga bekasnya pun minimal masih belasan juta rupiah.

Berapakah harga V2 Mini? Jauh di bawah Vertu. Dana untuk membeli satu unit ponsel Vertu tipe termurah bisa dipakai memborong seratus unit V2 Mini dan… masih sisa! Saat ini harga jual V2 Mini warna emas Rp 299 ribu. Varian warna lain dibanderol lebih murah, hanya Rp 279 ribu. Pembeli tinggal memilih ingin warna biru, merah muda, hitam, atau silver.

Dual on GSM-GSM, bluetooth, radio FM, dan black list menjadi spesifikasi utama V2 Mini. Nada dering telepon dan SMS dua nomor yang siaga dapat dibedakan. Kalau mau, pengguna bisa memanfaatkan file MP3 sebagai nada dering.

Ada pula fitur perekam suara, koneksi internet via GPRS, dan pelindung privasi. Dengan mengoptimalkan pelindung privasi, pengguna dapat membatasi akses ke menu tertentu. Misalnya, SMS, kontak, dan riwayat panggilan.

Untuk menyimpan file multimedia, pengguna sama sekali tak bisa memanfaatkan memori internal. Dengan demikian, pengguna idealnya menyelipkan kartu microSD supaya dapat menikmati V2 Mini dengan optimal.

Di sisi belakang ponsel terdapat sebuah kamera tanpa autofocus maupun lampu kilat. Resolusi foto terbesar yang mampu dihasilkan 240 x 320 piksel saja. Kapasitas buku telepon V2 Mini juga tergolong kecil untuk standar ponsel masa kini. Daya tampungnya cuma 100 nama multiple entry.

V2 Mini dibekali dua konektor charger. Satu berwujud konektor mini USB, satu lagi konektor dua milimeter alias colokan bundar kecil ala Nokia. Merujuk pada pengalaman penulis, konektor charger dua milimeter di ponsel itu agak pilih-pilih. Ketika penulis menancapkan charger Nokia AC-11E dengan keluaran 450 mAh, dua detik kemudian muncul notifikasi charger voltage over limit di layar. Hal serupa tak terjadi kala penulis menghubungkan charger Nokia AC-3E dengan keluaran 350 mAh ke V2 Mini.

Selain kapasitas buku telepon yang mungil dan memori internal yang tak bisa dipakai untuk menyimpan file multimedia, ada satu sisi minus lain V2 Mini. Kekurangan tersebut tidak vital, namun bisa membuat pengguna salah sangka.

Apakah itu? Di kebanyakan ponsel, saat ponsel diaktifkan dan pengguna diminta mengetikkan nomor PIN kartu SIM, di layar bakal muncul tanda bintang. Satu tanda bintang bermakna pengguna telah mengetikkan satu angka PIN. Demikian seterusnya. Indikator seperti itu tak tersedia di V2 Mini. Meskipun pengguna telah tuntas mengetikkan PIN, tak ada penanda apa pun di layar. Jadi, bila pengguna yakin sudah selesai mengetikkan PIN dengan benar, langsung saja tekan Ok. Ponsel spontan menuju ke layar utama.

25 thoughts on “IM2: Imut, Mewah, Murah

  1. Pak Gans,

    Tak bisa install aplikasi tambahan.

    Kualitas speaker ya biasa-biasa saja ala ponsel merek lokal buatan China murah meriah.

  2. Pak Gans,

    Saya belum pernah mencoba keduanya. Btw, untuk saya pribadi, kalau akan membeli ponsel, saat ini Cross saya masukkan dalam prioritas nomor buncit. Kalau terpaksa, baru deh ambil Cross.

  3. Pak Gans,

    Menurut saya, saat ini tak ada ponsel merek lokal buatan Tiongkok yang penerimaan televisinya bagus. Tampaknya prinsip ada harga ada rupa berlaku di sini.

  4. Pak Ivantius Goutama,

    Maaf, saya belum pernah mengukur dimensi fisiknya. Di kardus atau lembar spesifikasi juga tak disebutkan ukurannya.

    Soal long SMS, saya tak memperhatikan hal itu karena saat ini fitur tersebut mestinya sudah standar untuk sebuah ponsel GSM.

  5. Pak Ivantius Goutama,

    Tak ada konektor audio 3,5 mm.

    Casing perpaduan plastik dan logam. Penutup baterai logam.

  6. Pak Gufi,

    Maaf, lain kali mohon tidak menggunakan kata sapaan “gan” di blog ini.

    Begitu penuh langsung dicabut saja, Pak. Soal awet atau tidak, hal itu bergantung pada perilaku pemakaian.

  7. Bisa berapa banyak menyimpan SMS pak?

    mengingat beberapa ponsel pabrikan tiongkok yang ukurannya mini yang pernah saya punya lebih kurang hanya mampu menyimpan inbox 20 an SMS
    hal ini penting bagi saya yang perlu banyak menyimpan banyak SMS

    thanks pak!

  8. Pak Herry,
    Kalau dalam pemakaian untuk call dan SMS saja, baterainya bisa untuk berapa lama?
    Thanks…

    1. Pak Candra,

      Saya sudah lupa tepatnya bisa berapa lama. Kalau 1,5 hari sampai 2 hari mestinya bisa deh.

    1. Pak Tri Prasetiawan,

      Apakah yang Anda maksud baterai Nexcom NCV2 Mini? Kalau iya, di Surabaya pun tak ada yang jual. Mestinya di Jombang lebih sulit lagi menemukannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *