Infinix, Dari Afrika ke Indonesia

Ponsel Tiongkok atau Korea? Ah, itu sudah biasa. Bagaimana bila ponsel dari Nigeria? Hmm… tampaknya unik. Akankah ponsel itu berwarna hitam dan berbodi kuat? May be yes, may be no.

Infinix, ponsel Nigeria tersebut, kemarin (9/6) resmi diperkenalkan di Indonesia. Mereka memilih fokus pada penjualan online. Sampai detik ini, Infinix tidak berencana menawarkan ponselnya di Indonesia melalui jalur offline.

Infinix-1

“Kami sebenarnya bukan berasal dari Nigeria. Infinix didirikan di Hong Kong pada 2009. Namun, awalnya kami memang memfokuskan pemasaran di Afrika. Salah satunya di Nigeria,” kata Jean Alexis, Vice President Infinix Mobility.

Infinix-2

Berikutnya, Infinix merambah ke Eropa Timur dan Timur Tengah. Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang disasar mereka. Alasan memilih Indonesia tergolong klise, yakni karena potensi pasar di negara ini dianggap sangat besar.

Alexis menambahkan, desain maupun riset dan pengembangan produk Infinix dilakukan di Perancis dan Shanghai, Tiongkok. “Sedangkan lokasi produksi di Shenzen, Tiongkok. Memproduksi ponsel di sana lebih efisien karena dekat dengan sumber komponen. Iklim industrinya pun sudah matang,” tegasnya.

Hot Note X551 menjadi ponsel Infinix pertama yang dipasarkan di sini. Dibanderol Rp 1.599.000, ponsel itu dijual lewat Lazada mulai 24 Juni 2015. “Di luar negeri ponsel itu memiliki RAM 1 GB. Dengan memperhatikan kondisi pasar di sini, khusus Indonesia Hot Note X551 dibekali RAM 2 GB,” ungkap Benjamin Jiang, CEO Infinix Mobility.

Infinix-3

Baterai tanam berkapasitas 4.000 mAh yang diklaim sanggup bertahan dua hari dengan pemakaian aktif menjadi nilai jual utama Hot Note X551. Menurut Benjamin, dengan menggunakan kabel USB On-the-Go, ponsel itu juga dapat dipakai untuk men-charge baterai ponsel lain.

Ponsel berlayar 5,5 inci tersebut dibekali kemampuan fast charging. Hanya dengan diisi ulang selama 20 menit, ponsel siap dipakai selama tujuh jam. Bila pengisian dilakukan dalam waktu 55 menit, daya baterai akan terisi hingga 75 persen.

Spesifikasi lain ponsel itu, di antaranya, dual SIM, prosesor delapan inti (octa core) MediaTek MT6592M 1,4 GHz, ROM 16 GB, dan selot microSD. Ponsel bersistem operasi Android 4.4.2 KitKat tersebut dibekali dua kamera. Kamera utamanya beresolusi delapan megapiksel, sedangkan kamera depan dua megapiksel.

Hot Note X551 sebenarnya tersedia dalam empat pilihan warna. Yaitu, abu-abu, cokelat, emas, dan hijau. Namun, untuk sementara, yang dijual baru warna abu-abu dan cokelat.

Infinix-5

Infinix-6

Infinix-7

Infinix-4

53 thoughts to “Infinix, Dari Afrika ke Indonesia”

  1. Wah, produk asli hong kong yang sudah aktif di eropa….harapan untuk produk ini cukup tinggi untuk kualitasnya. Semoga harapan tidak tinggal harapan.

    *nunggu reviu dari om herry 🙂

    1. Pak Kuat WJ,

      Review versi saya masih lama, Pak. Kira-kira sebulan lagi. Pesan saya, jangan mematok harapan terlalu tinggi dulu. 🙂

  2. kayaknya worthed banget ya Pak Herry, spek 11 12 sama Lenovo P780 dan P70 harga 1.6, ditunggu review-nya Pak 🙂 kalo andromaX seri Q yg CyanogenMOD ada rencana review Pak? rencana mau beli salah satu ini tapi nunggu review Ponselmu.com

    1. Pak Bawono Priadi,

      Kesan pertama saya saat towel-towel, masih lebih bagus P70 sih.

      Saya akan review salah satu di antara lima ponsel Andromax terbaru. Yang mana? Tergantung kunjungan saya pagi ini ke pameran Indonesia Cellular Show.

  3. Lha,kirain langsung review pak. Jebule laporan pandangan mata acara kemarin ya ^_^
    Harga menarik untuk spek yang d publish, semoga cepat keluar review-nya

    1. Pak Priyo,

      He… he… kalau cuma towel-towel beberapa menit ya jelas tak layak dijadikan review. 🙂

      Review baru keluar satu bulan lagi. Saya harus menuntaskan review ponsel lain yang sudah antre duluan.

  4. Ko HSW, mohon review perbandingan antara Lenovo A5000 dengan Infinix ini baik soal kualitas foto maupun service center nya mengingat keduanya sama-sama non-4G dan 4000mAh jika size diabaikan. Apakah Infinix ini ada sensor compass nya? Lenovo A5000 tidak ada soalnya.

    1. Pak Andy,

      Saya belum bisa membandingkannya. Lha menyentuh A5000 pun belum pernah. Kalau Infinix masih pada tahap towel-towel.

      Infinix Hot Note X551 tidak dibekali magnetic sensor.

  5. Build qualitynya gimana koh si infinix ini? Terus cuma dijual online? Service centernya gimana? Terima kasih sebelumnya…

    1. Pak Dodo Nandito,

      Secara fisik saja kan? Lumayan.

      Ya, hanya online.

      Kinerja pusat perbaikan resmi belum diketahui. Lha jualannya saja belum dimulai.

  6. Pak Herry, apa kabel USB OTG nya udah disertakan di paket pembelian? Dan apakah fitur OTG juga udah di sematkan di ponsel tersebut?

    1. Pak @erwin7pranata,

      Saya tak tahu di paket penjualan sudah disertakan kabel USB OTG atau belum. Ya, Hot Note X551 mendukung USB OTG.

  7. dari speknya sih bisa diandalkan, OS kitkat atau lolipop? sudah pernah dites ya pak, hasilnya bgaimana?

  8. gimana pak kesan towel-towelnya memuaskan kah? tampilan fisik, layar dan multitasking bagus nggak pak? klo dibandingin dengan redmi note 3g menurut bapak bagus mana?

  9. Wah speknya ganas di kelasnya… Tapi gimana kualitasnya ya… brand baru biasanya aftersalesnya juga belum jelas 🙂

  10. itu slogannya kok mirip punya samsung galaxy S6 ya? the future is now versus next is now. menarik juga kalo ditelusuri siapa lebih dulu dari siapa. hehehe

  11. chipsetnya pake MT6592M makanya mentok di 1.4 GHz [1.39 GHz real] (redmi note pake MT6592, tanpa suffix “M”, makanya bisa full speed di 1.7 GHz [1.67 GHz real] en fitur lengkap di sensornya), trus ga ada compass, gyro, dst (suffix “M” emang model dikebiri-an begini). Klo harga ga beda jauh mah mending ambil redmi note 3G yg lemahnya cuma di ROM internal yg cuma 8 GB doang (keputusan designer Mi utk Redmi Note yg patut disayangkan).
    Kedua octacore chipset sama2 pakai processor Arm A7 yg model lama dan dibuat 8 cores ([A7] x 8, symmetric multiprocessing – klo Samsung Exynos Octacore confignya asymmetric krn berlainan model processor yg dipakai dlm satu paket chipset, [4×4]/[6×2]/[dst]), sedangkan model Arm A53 lebih irit dan efisien konsumsi dayanya, spt yg dipakai di Lenovo A7000 yg support 4G-LTE, yg notabene ‘tiruan-spek-kembar’ dari Redmi Note 3G, dgn harga yg lebih mahal ‘dikit’ dibanding harga jualnya Redmi Note 3G saat ini (tapi sama spt harga intro-nya Redmi Note 3G lalu = IDR 2.0 M). Sbg catatan, anak teknik/engineer pakai “M” utk “Mega” yg standar skala Metrik turunan standar dunia SI yg super konsisten en super scalable, sedangkan anak bisnis/economer dan nular lebih mudah ke orang awam pakai “M” utk “Milyar”/”Milliard” (UK std), entah mengapa mereka tak pakai “Bilyun”/”Billion” saja agar konsisten dgn standar skala US yg dipakai utk ukuran besaran kapasitas duit (Million-Billion-Trillion-Quadrillion-and so on) – apakah inkonsistensi memang bagian yg tak terpisahkan dan wajib ada dari bisnis/ekonomi? 🙂 Ga yakin? Coba cari tau dan pikirkan sendiri kenapa ketika anda berurusan dgn nominal duit/gaji, anda terbiasa dan tahu utk melihat “K” sebagai “Kilo”/ribu (part of SI.Metric scale standard).dan bukan “Klepto” (my own term, 1 Klepto kira2 sama dgn 1 kg beras impor bulog ukuran std ’tilepan-dikit’ pasar-becex, dolar naek-turun pun ga bakalan ngaruh kecuali di setiap bulan puasa), tapi berbeda ketika melihat “M” sebagai “Milliard”/milyar (UK nominal scale std) dan bukan sebagai “Mega”/juta (part of SI.Metric scale standard), padahal nyebut tambahan 3 digit berikutnya setelah Milyar dgn “Trillion”/trilyun (“Tera” in metric scale) yg standar USA, bukan “Billiard”/bilyar yg standar UK yg lebih patut disandingkan dgn “Milliard”/milyar agar konsisten. Aneh tapi nyata…

    Klo dia bilang khusus utk Indo pake 2 GB RAM, ya karena klo ga 2 GB minimal, ga ada yg mo lirik tuh SmartPhone/SP – di Afrika (yg notabene target investasi banyak perusahaan2 ICT Sina disana bukan cuma pertambangan semata, termasuk ZTE yg sudah berurat sangat dalam disana, tanya sendiri sama orang Afrika disonoh, pasti tau ZTE itu apa, dia bakal tunjukin ponsel basic-nya trus klo deket bisa nunjukin tower BTS-nya sekalian, dst) emang ga perlu 2 GB, krn mereka umumnya butuh yg super murah dan cukup utk telpon dan SMS aja, dan kalau butuh baru internet dilirik oleh kalangan yg lebih berduit disana, game juga yg simpel sederhana yg butuh RAM sedikit saja aja macam angry birds (ga kepikiran mo maen game2 kelas berat yg butuh RAM besar), makanya 1 GB dirasa sudah cukup utk itu semua.
    liat aja ponsel2 Sina-rebrand (aka ‘lokal’) murmer disini, rata2 mentok di 1 GB RAM-nya (Advan SmartNote namanya ya klo ga salah? yg mo coba saingin Redmi Note itu sptnya, juga cuma 1 GB RAM-nya, pantesan cuma dijual IDR 1.5 Mega-an, 500 K/rebu-an lebih murah dari harga Redmi Note resmi. Dan yg paling bikin saya keki, koq Redmi Note PELIIIIT banget ga mau kasih free Capacitive Pen spt dia (Advan Note) atau Samsung Note series yg ada pen-slotnya sekalian sih? biar lengkap dan sesuai dgn tag “Note” di namanya – jual IDR 2.5 M juga dijamin masih pada ngantre klo ada CapPen plus slotnya miirip Samsung Note series, dijamin itu! Kenapa? krn precise-selecting text adalah hal yg paling bikin frustasi luar biasa klo dealing di layar kecil under 7″ semacam smartphone ini, makanya pada butuh OTG buat keyboard/mouse, bukan cuma utk kemudahan ngetik aja)

    Klo dirasa pelan juga wajar, lah Redmi Note aja kadang suka ngadat klo lagi kepanasan, apalagi versi “M”-kebiri yg dipakai ponsel HK ini (ga heran asal aslinya dari HK, Sina – soalnya emang banyak Sinese companies di Afrika sana, dari pertama saya juga ga percaya asli buatan lokal Afrika – sama spt ga percayanya jika disebut asli buatan lokal Indo disini yg ternyata cuma “Sina-made-Local-ReBranding” product semata dan emang kebanyakan prakteknya spt itu disini, pesen dari Sina monya spt apa spek semi-customnya lalu ‘tempel’ dgn merek yg terkesan lokal/Jepun [koq hare gini masih ‘takut’ pake nama Sina ya? 😉 Sila tanya sama bos Maspion kenapa pakai nama berbau Jepun utk menyamarkan nama asli produknya “UCHIDA” (plesetan daku: “Ubahan dari CHina DAratan”) misalnya, buatan Sina tapi pake nama Jepun, weleh2], lalu jual disini, tapi kan Dirjen Postel ga bisa bo’ong, tetep aja wajib ditulis seasli2nya di ‘sertifikat’ resminya buatan mana (tercantum di Product-ID sticker dan di user manual klo perlu) – inilah yg dimaksud ‘ponsel lokal’ itu sebenarnya/seaslinya, yg harusnya lebih tepat disebut ‘ponsel rebrand’).

    hehehe, jadi inget Oppo juga ogah dibilang Sinese smartphone maker, entah kenapa… (“Oppo adalah merek global” katanya, bukan merek Global Teleshopping atau merek abal2 lainnya, sindir salah satu petinggi Oppo tanpa menyebut dari negara mana yg abal2 itu) padahal XiaoMi aja pede berat… bahkan pake laporan statistik segala utk tingkat penjualannya yg tinggi di Sina sonoh..

    OK, ditunggu review Mi Note nya nanti oom… kelihatannya anda emang reviewer yg cukup manteb bin pancen oyeh, cukup lengkap detil speknya dan laporan oprekannya yg cukup dalam en spesifik spt laporan orang bengkel teknik aja 😉

    1. Pak FlippinSide,

      Sekali lagi terima kasih atas komentarnya. Tampaknya saya harus banyak belajar kepada Anda. Terus terang saya tak terlalu paham hal teknis, sedangkan Anda terlihat sangat menguasainya.

  12. om herry.. review alcatel flash plus dong.. kalo menurut om herry antar xiaomi note dng xiaomi note 4g LTE apa bedanya yah?? lebih bagus yg mana?

    1. Bu Adila,

      Lha gimana bisa me-review Alcatel onetouch Flash Plus kalau saya belum pernah menguji pakai ponsel itu.

      Xiaomi Note? Apakah yang Anda maksud Redmi Note? Yang ada embel-embel 4G LTE berarti mendukung layanan LTE. Namun, Redmi Note 4G pasti bukan bergaransi resmi. Saran saya, mending jangan dibeli deh. Kalau ada masalah, Anda berpotensi dibuat pening kepala.

  13. pak herry, kalo dibandingin, infinix hotnote sama redmi 2, lebih bagus yang mana dari keseluruhannya? terus apa keunggulan bagi yang lebih bagus? terimakasih

    1. Pak Iqbal,

      Kinerja keseluruhan lebih bagus Redmi 2. Tampilan antarmuka lebih sedap dipandang mata, respons ponsel lebih gegas, dan hasil kamera lebih bagus.

    1. Pak Jex,

      Mohon maaf karena pada 14-17 Januari 2016 saya libur merespons komentar dan membalas pertanyaan yang masuk ke blog ini. Selain sedang padat aktivitas, kebetulan mata saya bengkak sehingga tak nyaman melihat layar terlalu lama.

      Vido cool itu apa ya?

    1. Pak Iqbal,

      Kita nantikan jawaban dari Pak Gan ya.

      Walaupun saya mengetahui jawabannya, saya tak berani menjawabnya. Khawatir Pak Gan marah.

  14. adek saya sudah pakai, bener puas, batre a tahan lama, udah ngegame, internetan seharian ngak pake panas dan ngecas….

  15. mohon tanya herry, saya bingung milih antara redmi note 3, infinix note 2, dan zte blad A711. mohon penyelesanya pokonya terbaik disegala aspek, trimakasih

  16. Pak Herry, kalau di bandingkan antara Lenovo A7000 plus dengan Infinix Zero3 hasilnya bagus mana ya ? Baik sisi spek dan kameranya ? karena saya ada rencara , cari cari sesuai budget yang ada aja.
    Terimakasih atas infonya

    1. Pak Herry Y,

      Maaf karena saya lambat sekali dalam merespons komentar/pertanyaan Anda. Hingga awal Juni 2016 saya harus sering ke luar kota sehingga tak bisa membalas komentar/pertanyaan dengan cepat.

      Tak tahu. Sebab, saya belum pernah mencoba A7000 Special Edition alias A7000 Plus. Kalau Infinix Zero 3 sih kameranya oke.

  17. Pa saya mai tanya…
    Ko hp infinix hot s pro saya g bisa untuk maen game crisis action mohon bantuan nya…
    Mlh kelur tulisan terminated scurity police 00000004

    Tolong d bantu

  18. minta rekomendasinya pak Herry merek hansdfree untuk hp yang keluaran bassnya yang bagus,kayak seperti hansdfree bawaan samsung ada nggak pak Herry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *