Ingatkan Penggaris Masa Kecil

Setelah memasarkan Optimus Pad yang dibekali kamera tiga dimensi (3D), kini LG menawarkan Optimus 3D. Pabrikan asal Negeri Ginseng itu mengklaim, Optimus 3D adalah ponsel pintar pertama di dunia yang memiliki konfigurasi tri-dual.

Tri-dual bermakna peranti Android 2.2 alias Froyo itu memanfaatkan prosesor dual core, sekaligus dibekali arsitektur dual channel dan dual memory. Perpaduan tersebut, kata LG, membuat kinerja Optimus 3D lebih cepat daripada ponsel cerdas lain.

Gara-gara menguji pakai peranti berlayar sentuh kapasitif 4,3 inci tersebut, penulis jadi teringat dengan penggaris plastik di masa kecil. Kok bisa? Begini ceritanya. Di bagian belakang Optimus 3D terdapat sepasang lensa kamera. Kamera stereoskopik itu mampu menghasilkan foto dan klip video 3D maupun 2D.

Bila difungsikan sebagai kamera 3D, kamera autofocus plus lampu kilat tersebut sanggup memproduksi foto beresolusi tiga megapiksel. Sementara itu, kalau kamera yang sama dipakai untuk menghasilkan foto 2D, ukuran foto maksimal lima megapiksel.

Untuk melihat foto 3D yang dihasilkan, pengguna tak perlu mengenakan kacamata khusus. Dengan mata telanjang pun pengguna dapat menikmati foto 3D. Sebagus apakah 3D-nya? Nah, inilah yang seolah mengajak penulis bernostalgia.

Dulu, saat penulis masih duduk di bangku TK dan SD, penulis memiliki penggaris plastik bergambar. Gambarnya dibilang tiga dimensi. Sebab, bila tingkat kemiringan penggaris penulis ubah, gambar itu seakan-akan bergerak. Seperti itulah “kadar” foto 3D yang dihasilkan Optimus 3D. Cukup menarik, namun belum pantas disebut mengesankan.

Selain foto dan video 3D, pengguna Optimus 3D dapat bermain game 3D. Empat permainan telah ditanamkan. Yaitu, Asphalt 6, Gulliver’s Travels, Lets Golf 2, dan Nova. Kalau pengguna bosan atau kurang menyukai game bawaan, tekanlah ikon 3D Games. Ponsel akan mengakses sebuah situs yang menawarkan aneka pilihan game 3D. Sebagian gratis, sebagian lagi berbayar.

Sama dengan aneka peranti Android keluaran terkini, Optimus 3D memakai konektor micro USB sebagai penghubung kabel data maupun charger. Sebuah konektor HDMI juga disiapkan untuk mengoneksikan ponsel dengan televisi.

Prosesor dual core 1GHz ARM Cortex-A9, RAM 512 MB, memori internal 8 GB, dan slot microSD merupakan sebagian spesifikasi lain Optimus 3D. Peranti berdimensi fisik 128,8 x 68 x 11,9 mm dan berat 168 gram itu mendukung konektivitas HSDPA, Wi-Fi, maupun bluetooth. Ada pula GPS dan aplikasi Polaris Office untuk membaca dokumen Microsoft Office.

Selama menguji pakai Optimus 3D, ponsel itu bekerja trengginas dan tak pernah ngadat. Tetapi, dengan memperhatikan kedalaman 3D dan harga jualnya yang Rp 4,999 juta, Optimus 3D belum pantas menyandang status “wajib dibeli sebelum Anda meninggal”. Setuju?

6 thoughts to “Ingatkan Penggaris Masa Kecil”

  1. Pak, masih punya hasil sample fotonya Optimus 3D? Coba upload ke Facebook dong, penasaran hasilnya kalo diliat di monitor PC jadul..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *