Lagi, Indosat Salah Ganti Kartu

Hari ini, 17 November 2015, saya kembali mengunjungi Galeri Indosat untuk menukarkan kartu SIM lama ke kartu baru yang mendukung layanan 4G LTE.

Ini adalah perjuangan eh… kunjungan kali ketiga saya demi memperoleh kartu 4G LTE itu. Beberapa waktu lalu, saya lupa tepatnya kapan, saya telah singgah ke Galeri Indosat Kayoon Surabaya untuk menukarkan kartu. Namun, permintaan saya tak dapat dipenuhi. Sebab, kata petugas yang melayani, sistem sedang overload. Padahal, pada periode tersebut, Indosat rajin sekali mengirimkan SMS kepada pelanggan. Isinya, meminta pelanggan menukarkan kartunya dengan kartu 4G LTE.

Sekitar dua minggu dari kunjungan pertama yang sukses ditolak itu, saya mampir ke Galeri Indosat di Plasa Marina Surabaya. Kepentingannya sama, tukar kartu 4G LTE. Lagi-lagi kunjungan itu tidak sukses. Sistem sedang mengalami gangguan sehingga permintaan tukar kartu tak bisa dilayani.

Kondisi bertolak belakang saya alami siang ini. Di Galeri Indosat Kayoon terdapat sebelas meja pelayanan. Customer service representative (CSR) terlihat siap melayani konsumen di lima meja berbeda. Sedangkan enam meja pelayanan lain kosong melompong. Tak ada petugas.

Saya yang memegang nomor antrean 919 dilayani oleh petugas di meja nomor 1. Kepada CSR yang melayani, saya menyatakan ingin meminta kartu 4G LTE untuk nomor Matrix saya. Sebut saja, nomornya 1234. Setelah saya menyerahkan kartu identitas dan mengisi formulir, kartu baru 4G LTE diberikan kepada saya. “Silakan dicoba lima menit lagi, Pak. Ikutilah petunjuk yang tampil di layar ponsel,” kata CSR yang melayani saya.

Karena saya kemudian sibuk berkeliling ke sana kemari, menjelang pukul 15.30 kartu 4G LTE itu baru saya pasangkan ke Sony Xperia Z5 Dual. Tanpa ragu saya sempat memakainya untuk berinternet. Lha kuota data di nomor Matrix 1234 masih tersisa sekitar 5 GB.

Saya kemudian iseng menggunakan kartu baru itu untuk melakukan panggilan keluar ke nomor saya yang lain. Lho, yang muncul kok bukan 1234, melainkan 3456? Saya langsung teringat dengan kisah lama yang pernah saya ceritakan di sini. Pengalaman pahit pada Juni 2015 itu ternyata hari ini terulang lagi.

Terpaksa deh saya menunda urusan pekerjaan. Saya harus segera ke Galeri Indosat Kayoon lagi untuk menyelesaikan masalah. CSR yang melayani kebetulan sama dengan tadi siang. Saat saya menceritakan kronologisnya, ia sepertinya tidak terlalu paham sehingga berkonsultasi kepada CSR lain yang lebih senior.

Saya menceritakan ulang kronologisnya kepada CSR senior. Ia kemudian mengecek komputer yang berada di hadapannya. Dalam waktu singkat CSR senior itu menemukan fakta bahwa telah terjadi kesalahan replace kartu. Di formulir yang saya tulis dan tanda tangani, saya meminta penggantian kartu untuk nomor Matrix 1234. Namun, di sistem, CSR yang tadi siang melayani saya justru melakukan eksekusi untuk nomor lain. Sebut saja, nomor Matrix 3456 yang kebetulan juga saya miliki.

Kepada CSR senior, saya menjelaskan kalau sempat berinternet via Matrix 3456. Padahal, nomor itu tidak berlangganan paket data sehingga akan dikenakan tarif internet ritel. Saya menyatakan keberatan membayar tagihan tersebut.

Singkat cerita, atas permintaan saya, CSR yang tadi siang melayani saya membuat selembar surat pernyataan. Inti isinya:

  • Telah terjadi kesalahan penggantian kartu yang seharusnya nomor 1234 menjadi 3456 oleh CSR <nama> pada tanggal 17 November 2015.
  • Bila ada pemakaian GPRS retail pada 17 November 2015, konsumen akan dibebaskan dari tagihan karena kesalahan terjadi di Indosat.

Surat pernyataan itu ditandatangani oleh CSR yang tadi siang melayani saya, lengkap dengan stempel Galeri Indosat Kayoon Surabaya. Saya juga menandatangani surat tersebut.

CSR senior kemudian membantu penggantian kartu 4G LTE untuk nomor Matrix 1234.

***

Dampak salah eksekusi penggantian kartu telah merambat. Nomor Matrix 3456 sehari-hari digunakan oleh adik saya. Karena CSR Indosat salah melakukan eksekusi pengganti kartu, nomor Matrix yang dibawa adik saya menjadi kehilangan sinyal. Kartu itu resmi tidak aktif. Kartu yang aktif justru berada di tangan saya.

Terhadap kondisi tersebut, CSR senior hanya bisa menyarankan supaya saya menyerahkan kartu baru itu kepada adik saya. Tidak ada alternatif lain.

Saya sengaja mengetes sampai seberapa dalam CSR senior itu dapat memberikan solusi yang lebih baik. “Adik saya sehari-hari tinggal di Jawa Tengah. Jadi, saya harus bagaimana, Mbak? Apakah kartu yang saat ini dipegang adik tak bisa diaktifkan lagi?” tanya saya.

CSR senior menjawab kartu yang di sistem dianggap sudah diganti tidak dapat diaktifkan lagi. Satu-satunya cara adalah saya mengirimkan kartu baru itu kepada adik saya di Jawa Tengah. Selama rentang waktu pengiriman, adik saya takkan bisa berkomunikasi menggunakan Matrix 3456 yang sehari-hari menjadi nomor utamanya.

“Baiklah,” kata saya. Untunglah adik saya sebenarnya berada di kota yang sama dengan saya. Seandainya saya dan adik saya berbeda kota, mungkin tadi saya sudah naik pitam.

47 thoughts to “Lagi, Indosat Salah Ganti Kartu”

    1. Pak Robert,

      Nomor utama saya memang Telkomsel. XL jadi nomor cadangan, sedangkan Indosat nomor cadangannya nomor cadangan. 🙂

  1. Penasaran, kok bisa kejadiannya sama seperti yg beberapa bulan lalu, nomernya hampir mirip atau CSR hanya melihat nama tanpa ngecek nomernya?

  2. Kesalahan yg cukup fatal untuk operator sekelas Indosat, kejadiannya sampai 2 kali pula. Apalagi kalau nomor yg bersangkutan adalah nomor utama yg dipakai untuk urusan pekerjaan…

  3. Hehe makanya jarang bgt yg pakai nomor Indosat sebagai nomor utama. Hanya 1 kakak ipar saya masih pakai Indosat karena sepertinya memang nomor lama. Selain itu 2 orang tukang refleksi langganan bokap saya, itu saja! Sisanya Telkomsel (kebanyakan kartu As), XL dan Tri. Ya, lebih banyak yg pakai Tri dibanding Indosat. Ini survei kecil-kecilan tentunya…

    Saya dulu pakai nomor Indosat Matrix juga, jadi ceritanya ini nomor utama bokap, dan dia sepertinya juga kurang nyaman memakai nomor tersebut dan berpindah menggunakan Kartu Halo sebagai kartu utama, dan kartu Matrix tsb diserahkan ke saya (jadi kalau ada yg telpon mau cari bokap saya yg jadi “operator” haha). Tapi karena pengalaman2 buruk akhirnya saya pun pindah ke Kartu Halo sampai sekarang kira-kira 10-11 tahun…

  4. Saya pernah dapat sms dari Indosat Pak Herry, isinya agar segera menukarkan kartu lama ke kartu 4G LTE dan akan mendapat bonus pulsa 20 ribu, setelah saya tukarkan disuruh mengaktifkan 1 jam kemudian, setelah saya aktifkan ternyata pulsanya tetep …. PHP ternyata.

  5. @herrysw pak herry.. kalo mw pake smartfen 4G harus pake device smartfren juga… Ga bisa device lain saya.. Device saya support 4Gsmartfren.. Tp saya di tolak untuk ganti kartu smartfren biasa ke 4G smartfren . alasannya bukan device smartfren,, berarti selain hp smartfren g bisa pake 4g smartfren dunk pak?

    1. Pak Ghalib,

      Ponsel non-Smartfren ada yang bisa dipadukan dengan LTE Smartfren kok.

      Kalau untuk penggantian kartu 4G LTE, syaratnya memang harus membawa peranti 4G LTE Smartfren. Alternatif solusinya ada dua:
      * Kalau kartu 4G LTE Smartfren itu memang sudah lama Anda gunakan, coba cari pinjaman peranti 4G LTE Smartfren dari teman Anda dulu. Sekadar untuk syarat penukaran.
      * Kalau kartu 4G LTE Smartfren itu sebenarnya barusan Anda beli, lupakan kartu itu. Silakan langsung membeli kartu perdana LTE Smartfren. Harganya Rp 25 ribu dan sudah termasuk kuota 2 + 6 GB. Silakan membaca informasi detailnya di http://www.smartfren.com/id/kartu-khusus-internet

  6. Sama Pak Herry, entah kenapa layanan indosat kurang cocok di hati. Padahal jaman im3 merupakam terobosan dengan perdana yang murah dan tarif terjangkau. Kalau di phonebook saya kenapa malah ibu ibu yang suka pake nomor indosat ya….

  7. Koh Herry ikut Zenfestival y? Kira2 dapat HP pa ni? Kan yg kemarin dapat Zenfone 2 RAM 4gb/32Gb. Kalo ntar dapat Zenfone 2 Laser boleh dong sy ambil hehehehehe..

  8. Pak HSW maaf OOT, USB OTG merk apa yang bagus untuk Redmi2Prime? Apa ada merk tertentu yang tidak kompatibel saat dihubungkan ke Redmi2Prime? Tks.

    1. Pak Aditya DS,

      Saya sih tidak ada preferensi merek khusus. Saya pernah coba yang tanpa merek dan satu lagi merek (kalau tak salah ingat) Anymode, lancar semua sih.

  9. Ko Herry, mau tanya OOT nih. Apakah update-an aplikasi Android itu makan memori internal? Karna waktu liat kapasitas aplikasi BBM saya sudah mencapai 496 MB. Apakah satu-satunya cara adalah me-remove aplikasi tsb ke memori eksternal/SD card? Tapi kenyataannya ada beberapa aplikasi yang tidak bisa di-remove ke SD Card. Teman saya sampai bingung karena tdk bisa menginstall update aplikasi gara2 memori penuh. RAM Lenovo P780 saya 1 GB dan memori internalnya 8 GB, saya pengen tanya gimana caranya agar update aplikasi bisa saya install tanpa notifikasi memori penuh? Karena kalau hanya hapus cache saja saya kira ga cukup ngefek/signifikan. Thx for response

    1. Pak Adrian N,

      Ya, akan memakan tempat di memori internal. Aktivitas Anda ber-BBM juga akan memakan tempat di sana. Histori chatting, foto, dll kan perlu memori juga.

      Lha kalau memori hampir penuh, ya pasti akan muncul notifikasi mmori penuh. Benar. Kalau hapus cache saja tidak selalu memberikan penambahan memori yang signifikan.

      Solusi ampuh untuk ponsel bermemori kecil:
      * Secara berkala, misalnya sebulan sekali, lakukan factory reset.
      * Lakukan update hanya untuk aplikasi yang rutin Anda gunakan. Aplikasi yang tidak dipakai jangan di-update. Bahkan, kalau memungkinkan, hapuslah aplikasi itu.
      * Instalasikan aplikasi tambahan yang dibutuhkan saja. Kalau sudah tidak diperlukan, hapuslah.

  10. Maaf pak Herry mau nanya keluar topik, saya factory reset hp saya lupa back up beberapa foto, pak Herry pernah mengalami hal yg sama? Apa pak Herry tahu cara merestore jika kasus seperti itu? Terima kasih pak.

  11. terima kasih pak.. atas tanggapanx.. di wiliyah surabaya.. info yg jual kartu smartfren 4G dimana ya pak? saya cri2.. dikounter darrah saya madih belum ada pak..
    trims

  12. Maaf pak herry keluar dari topik….saya driver gojek…rencana mau beli modem mifi 4g..all gsm operator..merk bebas…dana 500rb..tempat saya sdh tercover 4g telkomsel dan xl..hape saya huewei y5…mohon rekomendasi bpk….terimakasih

    1. Pak Didit,

      Saran saya, belilah Huawei E8278. Peranti itu bisa difungsikan sebagai modem USB maupun mifi. Bila akan digunakan sebagai mifi, Anda tinggal memadukannya dengan power bank.

      Harga pasarannya Rp 550 ribu sampai Rp 600 ribu. Memang di atas anggaran Anda. Namun, menurut saya, karena kinerja bagus, Anda layak menambahkan anggaran tersebut. Daripada beli yang sesuai anggaran, tetapi kinerjanya kurang mantap.

  13. Tanpa melihat harga,merk, dll Jika dibandingkan antara smartfren M2S dan huawei E8278..Bapak pilih mana dilihat kinerja (speed)..

  14. Ko Herry SW tolong dong di review lagi kinerja operator telekomunikasi di indonesia untuk thn 2015. Mana yang paling bagus dan yang paling hancur. Terima kasih

    1. Pak Jeffry,

      Untuk bikin review kinerja seperti itu harus ada serangkaian uji coba yang cukup kompleks. Saya tak sempat melakukannya. Kalau secara umum, sangat mudah menentukan operator yang paling hancur. Siapa lagi kalau bukan Indosat.

  15. Telkomsel jg sama “hancur”nya kok kl urusan Customer service.
    Dulu No Halo saya sampai sebulan gak aktif2 juga, ke Grapari ternyata harus ganti SIM Card, anehnya tagihan sudah ada (karene saya beli bundling dengan iPhone). Saya complaint kenapa saya harus bayar kalau saya pakai saja belum. Jawabannya memang begitu policy nya. Kesalahan di sisi mereka customer yg tanggung. Di meja sebelah ada complaintan yg kurang lebih sama, sudah tidak pakai Halo tp billing masih jalan. Cuma XL pengalaman saya yg tanggap dengan keluhan pelanggan dan bisa kasih solusi. Telkomsel arogan!! Kalau saja tidak butuh sudah saya tutup langsung itu dulu kartu halo nya.

  16. Pak Herry saya pengguna kartu telkomsel simpati loop, saya biasa menggunakan paket internet loop maxi yang kuotanya 2GB per bulan. Di tempat2 umum saya sering cari2 wifi biar internet jadi lebih cepat

    Seringnya sih saya konek ke wifi telkomsel yang Flashzone-seamless, saya puas kalau pakai itu soalnya kecepatan download bisa sampai 10Mbps, tapi akhir2 ini saya kaget waktu tau kalo wifi flashzone seamless itu bikin kuota saya terpotong juga pak

    Pertanyaan saya, apakah telkomsel memang memotong kuota internet saat hp konek ke flashzone seamless? terus keuntungan pelanggan telkomsel saat menggunakan wifi flashzone seamless itu apa pak? kan wifinya ikut memotong kuota internet sama seperti kita mengaktifkan data internet, mohon pencerahannya pak

    1. Pak Jay,

      Pemakaian Flashzone Seamless memang akan memotong kuota.

      Apakah keuntungan buat pelanggan? Kecepatan akses via Flashzone Seamless biasanya lebih cepat daripada saat memakai koneksi seluler.

  17. Pake 3 juga gak pak?
    Btw, di tempat saya malah lebih lancar internetan nya di indosat daripada si merah
    Dan nomor si merah tsb jadi nomor cadangan saya hehehe

  18. Kebetulan no saya dan keluarga besar saya Indosat semua,sejauh ini tdk pernah ada masalah. Justru masalah sering muncul pada no Matrix saya (dpt jatah dari kantor yg ternyata pake indosat jg). Matrix saya kadang susah melakukan panggilan maupun menerima panggilan meski sdh berganti2 HP. Begitu jg dgn matrix teman sekantor. Untung dl mentari saya tdk jd saya rubah ke matrix.

  19. Pak mohon info dapat Huawei E8278 “resmi” dimana ya. Maksud saya yg tidak ada logo operator tertentu di bodi modemnya. Bisa dipakai oleh operator disini pada frek mana saja pak?

    1. Pak Liat2aja,

      Saya belum pernah melihat ada yang menjual E8278 bergaransi resmi. Yang paling banyak beredar E8278 putih-biru berlogo Celcom. Ada pula yang logonya berwarna kuning dengan tulisan MM. Keduanay tentu tanpa garansi resmi.

      Peranti itu cocok dengan layanan 2G, 3G, dan 4G LTE semua operator GSM di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *