Manuk Dadali di Ponsel Gaming

Ponsel gaming tampaknya kembali naik daun, mengalami siklus yang sama dengan ponsel televisi dan candy bar. Kehadiran Cross CB96T menjadi salah satu indikator. Dibanderol Rp 599 ribu, paket penjualan ponsel itu termasuk silicon case, microSD 4 GB yang berisi 2.088 permainan, dan game pad.

Ribuan permainan di ponsel tersebut sebenarnya bukan permainan baru. Kalau dicermati, format filenya terdiri atas nes, gb, dan gbc. Berarti, CB96T menjalankan file permainan yang pernah ada di konsol game Nintendo Entertainment System, Game Boy, dan Game Boy Color. Misalnya, Super Mario Bros dan pesawat tempur 1942.

Game pad pun bukan barang anyar. Ponsel Lenovo i909 yang beredar di Indonesia pada dua tahun silam telah menyertakan aksesori itu. Namun, karena berbagai faktor, i909 yang dulu dijual Rp 1,55 juta gagal menuai kesuksesan.

Selain bejibun game, CB96T memiliki sederet fitur yang dapat dijadikan nilai jual. Mulai dari televisi, radio FM yang siarannya bisa direkam, hingga kamera 1,3 megapiksel. Ada pula pengubah suara, penyaring SMS dan panggilan masuk, serta bluetooth. Memori internalnya berkapasitas 319,5 KB dan dapat dipadukan dengan kartu microSD.

Ponsel dual on GSM-GSM itu juga dilengkapi dengan mesin penjawab panggilan telepon (answering machine) dan fungsi remote control. Dengan mengoptimalkan remote control, pengguna bisa mematikan ponsel, menghapus SMS, maupun memformat kartu memori dari jarak jauh. Caranya mudah. Kirimkan SMS dengan format tertentu ke nomor yang terpasang.

Lampu senter, buku telepon 500 nama multiple entry, perekam video, dan kompatibel dengan aplikasi Java merupakan sebagian spesifikasi lain CB96T. Materi lokal di ponsel dengan keypad ergonomis tersebut akan mencuat kala pengguna memainkan nada dering bawaan MIDI 1. Manuk Dadali, lagu berbahasa Sunda yang melukiskan keperkasaan burung rajawali, bakal mengalun merdu.

CB96T masih memiliki daya tarik lain. Di antaranya, sebagian wallpaper ponsel itu bisa bergerak, layaknya screen saver di komputer. Bila pengguna memilih wallpaper ikan, contohnya, layar ponsel seolah menjadi akuarium. Ikan-ikan cantik berenang ke sana kemari.

Sisi minus ponsel itu, game pad CB96T yang penulis uji pakai sesekali tak mau berfungsi. Padahal, game pad adalah daya tarik utama ponsel. Informasi terkini yang penulis peroleh, kabel penghubung antara game pad dan ponsel CB96T kloter pertama memang kurang prima. Hal serupa tak terjadi pada kloter kedua dan berikutnya.

Bagaimana kalau konsumen terlanjur mendapatkan kabel penghubung yang bermasalah? Tampaknya pembeli hanya bisa pasrah. Sebab, kabel itu dinyatakan tidak termasuk dalam jaminan garansi.

7 thoughts to “Manuk Dadali di Ponsel Gaming”

  1. aku mau nanya ko, imo z5 layar e gimana dibanding samsung tab dan dibanding tab cina rata2 lainnya
    ini ko herry sw yg sering on air di radio bahas gadget ya?
    nama saya fredy (satelit) plz marina
    kalo boleh tau pin bb koko piro, by email aja
    tx ko

  2. Pak Fredy,

    Saya belum pernah mencoba Imo Z5. Pengalaman saya mainan dua tablet Imo selama beberapa menit di toko, hmm…. kok sepertinya lebih bijak menabung dulu untuk beli yang lain ya. Saya tak bisa berkomentar lebih dalam karena waktu itu cuma coba-coba sebentar di toko. Pura-pura mau beli. πŸ™‚

    Benar, saya yang setiap Jumat sore talkshow Bincang Seluler di sebuah radio.

    He.. he… sehari-hari saya tidak pakai BB.

  3. kira2 kualitas evercoss hello kitty A7S gimana ya Pak Herry..pengen tahu kualitas HP pertama cross ini yg sudah ganti nama…apa kualitasnya sudah cukup layak “global” sesuai cita2 perubahan nama cross menjadi evercoss

    terima kasih Pak πŸ™‚

    1. Pak Rizal,

      Saya belum pernah mencobanya. Saya sih yakin kualitas Evercoss sama saja dengan Cross. Itu kan cuma ganti merek.

      Kepada publik, mereka mengungkapkan bahwa penggantian nama itu dilakukan karena ingin memasuki pasar global. Sebenarnya ada alasan lain di balik semua itu. Kalau zaman dulu Cross mengklaim kualitasnya berstandar Eropa, entah apa yang kini akan dilakukan oleh Evercoss.

  4. Dulu pernah pakai Cross CB 99 GSM-GSM-CDMA..sekitar sebulan sudah rusak…kakak ipar saya yg pakai tipe yg sama juga rusak dgn kasus yg sama..seingat saya memang iklan2 cross selalu menampilkan nuansa eropa ternyata kualitasnya tidak eropa ya Pak πŸ™‚

    1. Pak Rizal,

      Kalau yang kayak gitu kualitas Eropa, trus yang bukan kualitas Eropa kayak gimana ya? Pasti sangat parah. πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *