Melawan X1-01 di Toko Ponsel

Iklan dan situs produsen ponsel seharusnya mampu menjadi sumber informasi yang akurat terkait spesifikasi produk. Namun, hal itu ternyata tidak berlaku untuk ponsel Samsung E1232B.

Saat membaca rincian spesifikasi di iklan dan situs Samsung, calon pembeli nyaris pasti bakal menyimpulkan bila buku telepon ponsel itu berkapasitas 1.000 nama. Praktiknya, ketika penulis menggenggam E1232B dan menelusuri menunya, kapasitas buku telepon yang tersedia cuma 500 nama multiple entry.

Sama dengan Samsung E1252, E1182, maupun C3322, ponsel dual on GSM-GSM itu hadir dengan model candybar. Layarnya memanfaatkan LCD TFT 1,8 inci yang mampu menyajikan sampai 65 ribu warna. Tampilan layarnya tidak tajam sekaligus cemerlang.

Keypad-nya terbuat dari karet. Penampakannya tak terkesan elegan, segendang seirama dengan E1182 yang pernah penulis rekomendasikan untuk tidak dibeli. Di sisi belakang ponsel hanya terdapat speaker. Tidak tersedia kamera.

Permukaan penutup baterai tampak mengilap dan ternyata mudah tergores. Buktinya, pada hari kedua pemakaian, ponsel yang penulis beli dalam kondisi 100 persen baru sudah memperlihatkan goresan halus. Padahal, ponsel tidak pernah jatuh maupun terbentur.

Sebuah konektor audio 3,5 mm dan lampu senter terdapat di bagian atas ponsel berdimensi fisik 110,6 x 45,35 x 13,9 mm dan berat 73,2 gram itu. Cara tercepat untuk mengaktifkan lampu senter, saat ponsel tidak terkunci, tekan dan tahan tombol navigasi ke atas selama beberapa detik. Lampu akan menyala. Untuk memadamkannya, tekan dan tahan lagi tombol navigasi ke atas.

Konektor charger berada di sisi kanan ponsel. Sayang, E1232B bukan menggunakan konektor charger micro USB atau mini USB. Ia masih memakai konektor lebar ala ponsel Samsung. Dengan demikian, pengguna bakal kesulitan bertukar charger dengan peranti lain.

Bluetooth, penyaring telepon dan SMS, radio FM, dan pemutar musik adalah sebagian spesifikasi lain E1232B. Kala digunakan untuk memainkan musik, suara yang terdengar belum layak disebut merdu dan jernih. Pengguna ibarat mendengarkan siaran radio AM. Yang penting berbunyi.

Memori internal E1232B berkapasitas 4 MB. Supaya bisa menikmati ponsel dengan optimal, pengguna idealnya menyelipkan kartu microSD ke slot yang tersedia. Di paket penjualan telah disertakan microSD 2 GB. Bila dirasa kurang besar, pengguna bisa menggantinya dengan microSD 4 GB.

Dengan harga jual resmi Rp 375 ribu, berarti di pasar E1232B bakal bertempur melawan Nokia X1-01 yang dibanderol sama persis. Persaingan antara sepasang ponsel dual on GSM-GSM itu laksana peperangan terbuka satu lawan satu. Head to head.

Pilih mana? Kalau yang dicari adalah tingkat kenyamanan keypad, menurut penulis, E1232B lebih pantas dilirik. Tetapi, kalau bluetooth dan keypad yang empuk diabaikan, X1-01 jauh lebih menarik. Tampilan fisik X1-01 lebih memikat mata daripada E1232B. Selain tampak lebih cantik, pengguna bisa memilih beragam varian warna penutup baterai. Ada merah, oranye, biru, abu-abu, dan putih.

Saat memainkan musik, suara yang terdengar via speaker internal X1-01 lebih prima daripada E1232B. Kapasitas baterai ponsel itu juga lebih besar. Yakni, 1.320 mAh berbanding 1.000 mAh.

9 thoughts to “Melawan X1-01 di Toko Ponsel”

  1. kalau dari review pak Herry, tampaknya memang samsung type angka depan 1 biasanya kurang layak beli,

    kalau disuruh pilih antara samsung e1232b dan nokia x1-01(walaupun belum pernah mencoba keduanya), saya pilih nokia x1-01 atau malah nokia 101 yg harganya lebih murah (310rb) dari x1-01.

    maaf kalau agak nyimpang dari review,
    kalau budgetnya sekitar 500rb an, mgkn lebih mending pilih samsung C3322, saya pernah mencoba punya orang tua saya, saya merasa kalau hape tersebut termasuk lumayan murah atau bahkan sangat murah dihargai 500rb an,

    beberapa keunggulan yang menurut saya melebihi harganya adalah :
    – bentuk yang tidak terlihat murahan
    – keypad lumayan nyaman & cukup responsif
    – layar & resolusi cukup besar u/ harga sekelas
    – cara pengetikan sms seperti di nokia (mudah)
    – bisa diisi java application
    – camera 2 mpix walaupun tidak autofocus, tidak bisa macro & tidak ada flash, sudah cukup bagus.
    – ringtone bisa diganti mp3 tambahan, suara cukup jernih
    – equalizer saat menyetel mp3 lumayan banyak, ada efek channel 5.1 (cukup terasa saat menggunakan earphone bawaan)
    – cara pindah sim1 & sim2(untuk menelepon & internet) cukup mudah, tinggal tekan tombol agak lama di sisi kanan, lalu pilih kartu.

    beberapa kekurangan (yg bisa ditutupi oleh keunggulan2 tsb) :
    – tidak mendapat microSD
    – kalau mau mencopot/memasang microSD harus buka tutup casing belakang
    – kalau tidak pake silicon case, body agak licin
    – belum/tidak ada silicon case yg pas, harus diakali pake jenis lain & harus dilubangi beberapa bagian.

    mungkin pengalaman masing2 berbeda.

  2. Pak Yopie, terima kasih atas bagi-bagi informasinya yang sangat lengkap.

    Iya, beberapa kali saya mencoba Samsung dengan tipe berawalan angka 1, hasilnya kurang memuaskan.

    Setuju, Nokia 101 itu harga dan value/nilai yang kita dapatkan sangat sepadan.

    Yup, di antara ponsel dual on GSM-GSM Samsung yang saat ini tersedia di pasar, menurut saya, C3322 alias Lakota adalah yang terbaik. Ia memang tak luput dari kekurangan, tetapi secara umum lumayan.

    Beberapa tambahan kekurangan ponsel itu:
    * Kalau di-sync contact, setelah 3-4 kali melakukannya, pasti akan error.
    * Bila dikoneksikan dengan handsfree bluetooth, fitur pemutar musik otomatis akan menyala satu kali dulu.

    Soal harga, kalau dicermati, harga C3322 di Indonesia justru lebih murah daripada di luar negeri. Mungkin ini salah satu strategi Samsung. Jual lebih murah untuk featured phone dan patok harga lebih mahal untuk tipe high end.

  3. ya, pak Herry, saya juga melihat di situs luar negeri(eropa), harga c3322 = 110 euro yang berarti sekitar 1.293.600 rupiah, harga galaxy mini = 200 euro yang berarti 2.352.000 rupiah, tapi galaxy Y harganya sama dengan c3322 yaitu 110 euro yang berarti hampir sama dengan di sini.
    Dan setau saya, merk2 lain tidak ada perbedaan harga yang mencolok antara di luar negeri(eropa) dan di sini.

  4. Btw, silicone jelly khusus buat Samsung C3322 udah ada beberapa yang jual lho, saya kemarin belikan satu untuk ayah saya di HP center Royal Plaza lantai 2, harga 25rb.

    Pas saya tanya, “Lho, kok mahal Mbak? Biasanya buat hape2 candybar kan cuma 20rb..” || dijawab, “Iya Pak, soalnya tipe ini gak banyak yang jual..”

  5. Kalau boleh nambahin review C3322, berhubung di keluarga saya ada 2 orang yang pakai tipe itu, 6 bulan pemakaian lah kira-kira..

    – Respon pengetikan SMS sih saya bilang nggak masuk kategori sangat responsif. Dengan kecepatan jari saya sih masih terasa ada lag antara tombol ditekan dan text muncul, tapi dengan harga jual yang 499rb sih saya maklumin (kalau compare sama ngetik SMS dengan T9 keypad di Nokia E52 or BB 9105 kayanya gak adil juga). Tapi kalau tombol C3322 empuk dan ergonomis, memang saya akui..

    – Masih soal SMS, sepertinya bug di firmware bawaan, agak bermasalah jika menerima long SMS (lebih dari 160 karakter) kadang muncul peringatan “incomplete message”, status delivery report di ponsel pengirim padahal sudah delivered.

    – Tombol switch simcard, dengan pemakaian digenggam tangan kanan, rawan kepencet telapak tangan biasanya, lebih ergonomis seandainya ditaruh di samping kiri atas ponsel.

  6. @ Pak Yopie
    Iya, biasanya harga antarnegara nggak beda terlalu jauh. Kalau ada yang beda jauh, perlu dicermati lagi. Mungkin karena ada kontrak tertentu.

    @ Pak Yudistira
    Saya sudah tidak pakai C3322 karena sync kontaknya setelah 3-4 kali sinkron pasti akan error. Terima kasih atas tambahan review tentang C3322.

  7. @ pak yudistira,
    terima kasih infonya,
    di solo, setau saya blm ada silicon case nya, wkt saya tanya di suatu counter, mbak nya yg jual bilang ga ada, tp setelah puter2 dari counter lain, balik lg ke counter situ, rencana mau beli yg leather case tutup magnet saja, tp sama mbak yg lain yg lbh ramah(bukan mbak yg td) dibilang klo biasanya pernah menjual u/ c3322 pake silicon case nokia X2, tp ada yg perlu dilubangi lg, saya bilang tidak apa2, harganya 15rb, ternyata lumayan pas, lumayanlah drpd tidak pake.

    tentang keypad, saya merasa cukup responsif jika dibandingkan hape2 lain dgn harga sekelas & fitur yg setara, bahkan jika dibandingkan dgn hape lama yg levelnya di atasnya seperti samsung u900 (tidak responsif), walaupun tetap kalah cepat selisih sedikit jika dibanding dgn rata2 hape nokia java lama & baru atau nokia symbian baru,
    atau ada kemungkinan versi c3322 nya beda, soalnya yg saya coba sudah bisa langsung dipake internet, sedangkan dari kebanyakan forum di internet, belum langsung bisa dipake & harus di upgrade / flash firmware-nya.

    kalau terima sms lebih dari 1 page, saya belum pernah coba, jd tidak tau, klo memang incomplete message (kebanyakan dari forum internet jg menyatakan spt itu), padahal di pengirim sudah delivered, menurut saya itu termasuk agak fatal, karena sms adalah salah 1 dasar dari handphone yg sangat penting.

    tombol switch sim card memang sebaiknya di sisi kiri atas atau mgkn di area lain yg jarang tertekan.

    btw,saya baru mencobanya beberapa hari, jd belum menemukan bug2 di c3322,
    saat awal hape ini muncul, saya lihat fitur dan harga jualnya, saya cuma berpikir “ga salah ni hape dijual harga segini??”
    ternyata setelah beberapa bulan sejak dimunculkan pertama kali memang ada kenaikan harga resmi walaupun hanya 50 ribu, jadi 549 ribu.

  8. @ Pak Yopie

    Kalau masih nggak ketemu juga sarungnya, bisa diakalin pakai silicone punya Nokia 5130 Pak, ntar tampangnya kira2 jadi seperti ini http://www.kaskus.us/showpost.php?p=497070418&postcount=59

    Internet, oke2 aja sih Pak, saya coba pakai Telkomsel Flash & IM3, bisa loading kok. Tapi memang browser Netfront bawaan Samsung termasuk agak lemot bahkan untuk buka mobile site seperti m.detik.com or m.facebook.com. Solusinya pakai Opera Mini, tapi download yang Opmin versi 4.4 aja. Opmin versi terbaru 6.5 saya pernah coba gak bisa diinstall di Lakota, soalnya ukuran file *.jar-nya >300 KB.

  9. @ pak Yudistira

    sebelum saya beli silicon gel nokia X2, saya juga sudah tanya silicon nokia 5130, saya juga taunya dari post di kaskus tersebut, namun kata mbak yg jual tidak bisa dipake, setelah saya mencoba memang tidak bisa, kurang panjang.
    kalau yg dipost di kaskus mgkn yang tipe karet (lentur), bukan gel (agak keras, transparan), saya pengennya yg gel.
    jadi pake yg punya nokia X2 jg sudah cukup bagus koq, terima kasih infonya.

    kalau masalah install aplikasi yg agak besar, coba pake cara ini (saya sudah menerapkannya):
    ketik *#52828378#, pilih OTA test, maksimum memory ganti dari 500 kb jadi 1000 atau 2000 kb,
    tapi klo opera mini sebenarnya pake yg 4.4 juga sudah cukup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *