Mencicipi “Galaxy Note”

Pagi ini iseng mencicipi dan memotret “Galaxy Note” ah.

Inilah penampakan sisi mukanya.

Ini sisi belakangnya.

Penampilan book flip case.

Wajah sisi belakang setelah dipadukan dengan book flip case.

Nonton siaran televisi, yuk!

Menu SIM management. Dua nomor bisa siaga bersamaan. Satu di antaranya dapat terkoneksi ke jaringan 3G.

Spesifikasi “Galaxy Note” itu, antara lain, layar sentuh lima inci beresolusi 800 x 480 piksel, dual on GSM-GSM, kamera 8 megapiksel, radio FM, televisi, GPS, dan Wi-Fi.

Dengan menggunakan aplikasi Android System Info yang diunduh di Play Store, saya mencoba mencari tahu spesifikasi teknis lain “Galaxy Note” tersebut. Hasilnya, maximal internal memory 164,12 MB, total RAM 443 MB, sistem operasi Android 2.3.6, dan prosesor ARMv6. Kecepatan prosesor lihat di mana ya?

Asal tahu, harga per unit kurang dari 150 dolar AS. Pembeli juga boleh memilih merek yang hendak dituliskan di bodi “Galaxy Note”. Pemesanan minimal 10.000 unit. 🙂

18 thoughts to “Mencicipi “Galaxy Note””

  1. pagi om….baru nyadar setelah baca dua kali “tarnyata”

    btw mohon bantuan ya om herry :
    1. saya bingung memilih android pad dengan harga dibawah 3jt kira-kira pilihan yang tepat jatuh pada merk dan type apa ya?
    2. dan kalau om herry juga tau kira-kira harga dipasaran surabaya berapa?

    note : android pad ini rencananya untuk digunakan browsing sehari-hari (mobile), telp, sms dan untuk muter video dengan format .mkv

    mohon pencerahannya ya om herry
    matur tq sebelumnya

  2. Pak Ais,

    He.. he.. he.. Kan saya tulis “Galaxy Note”, Pak. Bukan Galaxy Note (tanpa tanda petik).

    Maksimal Rp 3 juta bulat ya, Pak? Huawei Ideos S7 Slim sepertinya boleh dilirik. Harga pasar di Surabaya mungkin sekitar Rp 2,6 juta.

  3. hahaha iya om herry…maklum baru bangun langsung ngadep laptop…langsung liat yg bikin sialu hahaha…

    iya pak…range harga sih klo bisa memang diantara 2,2 s.d 2,8 …nah di pasaran kan banyak tuh merk2 lokal…makanya bikin bingung mau ambil yang mana takut mudah rusak secara hardwere / aftersales yang gak jelas..

    maklum termasuk golongan jelata yg pengen tetep eksis hehehe

    barangkali ada alternatif ke-2 selain huawei ideos om herry? atau memang huawei pilihan yg paling hot ya’ 🙂

  4. Pak Ais,

    Di antara tablet Android yang sudah saya coba, di kisaran harga itu Huawei Ideos S7 Slim tampaknya yang terbaik deh. Pilihan lain yang lebih murah adalah Alcatel T60. Terakhir harga barunya Rp 2,3 juta.

    Ketika anggaran memang mencukupi, sepertinya lebih bijak meminang merek global. Daya tahan dan masa depan tablet merek lokal kan belum benar-benar teruji.

  5. Pak HSW,
    Untuk presentasi wireless dari tablet,
    Pake tablet IPAD/Galaxy tab/Note , sebaiknya pilih yg mana?
    Pakai hardware/software tambahan apa?
    rgds
    Sugianto

  6. Pak Sugiberkat,

    Maaf, saya belum pernah melakukan presentasi wireless dari tablet. Jadi, belum bisa memberikan pencerahan.

    Dulu saya pernah mendengar kalau ada LCD projector yang dilengkapi Wi-Fi. Entah dari tablet ber-Wi-Fi bisa langsung terkoneksi ke LCD projector atau tidak.

    Terima kasih.

  7. @ pak Andy Tanamas,

    Maaf, ini Tanamas yg dari fo**mponsel.com bukan ?
    Kalau iya, wah .. “jalan2” sampe ke sini jg ya Om .. hehehe .. 😀

    @ pak Herry,

    Maaf ya pak, cuma numpang menyapa pak AT (kalau memang benar beliau dari forum tsb). Karena saya sempat jadi “aktivis” forum pengguna ponsel Alcatel-nya (Almania = Alcatel Mania) di era thn 2004-2006.

  8. 😀 hehehe .. makasih Pak Herry ..

    Sebenernya saya cukup sedih dg perkembangan ponsel brand Alcatel, krn yg sekarang2 ini kok ky kurang (atau malah ga ada) gregetnya. Pdhal dulu saya sampai mania dg brand tsb karna (menurut saya) spec n kualitasnya justru diatas brand lain yg lebih sejuta umat. Malah sempat di satu kurun waktu saya sampai mengoleksi k/l 20an unit (terdiri dari berbagai seri) n bahkan thn 2003 saya bela2in beli dari ebay 2 unit yg cukup langka (Alcatel OT Com).

    *lho kok malah curcol nih .. udah gitu salah kamar pula (bukan di bag review ponsel Alcatel) .. hehehe .. :p 😀

  9. Pak Iki Budi,

    Iya nih, Pak. Tahun lalu saya sempat senang karena ponsel Alcatel resmi beredar lagi di Indonesia. Sayang, hal itu tidak bertahan lama. Dengar-dengar sih ada komitmen dari prinsipal yang tidak dipenuhi sehingga akhirnya distributor di sini memutuskan berhenti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *