Mengenal dan Menjajal Qualcomm Snapdragon 835

Di balik pria yang sukses, pasti ada wanita yang hebat. Begitu kata orang. Di dalam ponsel flagship yang bagus, pasti ada prosesor jempolan. Qualcomm Snapdragon 835 salah satunya.

Pada 22 Maret lalu, penulis alias HSW berkesempatan mengikuti acara Qualcomm Snapdragon 835 Tech Day & Benchmarking Event di Beijing, Tiongkok. Acara itu ibarat kuliah singkat plus praktikum. HSW bersama sebelas undangan dari luar Tiongkok boleh melihat dan menyentuh kepingan Snapdragon 835. Kemudian, menjajal ponsel purwarupa serta mencicipi langsung kemampuan utama mobile platform tersebut.

Mengasyikkan? Tentu saja. Namun, gara-gara itu HSW menjadi tak terlalu terkesima saat menonton acara peluncuran Samsung Galaxy S8 dan S8+. “Yang dipresentasikan mayoritas adalah kemampuan bawaan Snapdragon 835, yang sudah kucoba minggu lalu. Ponsel merek lain dengan prosesor sama bakal memiliki fitur serupa,” gumam HSW dalam hati.

Snapdragon 835 Adalah….

Snapdragon 835 merupakan prosesor 10 nanometer pertama. Ukuran fisiknya tidak lebih besar daripada kartu micro SIM. Asal tahu, di satu kepingan mungil itu tertanam lebih dari tiga miliar transistor. Ia siap menjadi otak berbagai gawai (gadget), mulai dari ponsel hingga kamera.

“Ukuran prosesor yang lebih kecil memberikan banyak keuntungan. Ponsel bisa dibuat lebih tipis atau dibekali baterai berkapasitas lebih besar,” kata Mike Roberts, Direktur Senior Pemasaran Qualcomm Technologies.

Kalau penjelasan Mike itu dicerna lebih dalam, Snapdragon 835 memungkinkan produsen ponsel lebih bebas berkreasi. Misalnya, produsen A merasa dimensi fisik ponsel-ponsel yang selama ini ditawarkannya sudah tepat. Tak perlu diperkecil atau dipertipis. Ruang kosong tambahan yang tersedia karena Snapdragon 835 lebih hemat tempat bisa digunakan untuk memperbesar kapasitas baterai.

Pabrikan ponsel lain, sebut saja produsen B, berpendapat sebaliknya. Kapasitas baterai yang selama ini digunakan dinilai sudah memadai. Apalagi, Snapdragon 835 lebih hemat daya dibandingkan pendahulunya. Tingkat konsumsi baterainya lebih rendah 25 persen dibandingkan Snapdragon 820. Bahkan, kalau diadu dengan Snapdragon 801, konsumsi daya Snapdragon 835 cuma setengahnya.

Dengan kondisi seperti itu, produsen B sekarang dapat menghadirkan ponsel baru yang lebih canggih, tetapi berukuran lebih kecil. Misalnya, lebih tipis sekian milimeter sehingga lebih nyaman diselipkan ke dalam saku. Berkurangnya ketebalan ponsel bukan mustahil juga mengurangi berat total ponsel itu.

Masih ada sederet kelebihan lain Snapdragon 835. Beragam fitur bisa diintegrasikan. Karena sudah mendukung Quick Charge 4, proses pengisian ulang baterai bisa dilakukan dengan lebih cepat. Hanya dalam 15 menit, baterai ponsel berkapasitas 3.000 mAh akan terisi hingga 50 persen.

Modem X16 LTE di Snapdragon 835 merupakan langkah awal menuju layanan 5G. Ia menjadi modem LTE pertama di dunia yang memungkinkan pengguna merasakan akses data berkecepatan hingga gigabit per second (Gbps).

Snapdragon 835 sekaligus menjadi jalan menuju khayalan yang lebih nyata. Bingung? Itu sebenarnya penamaan ala HSW. Istilah asli versi Qualcomm adalah path to immersion. Biarpun sudah membuka Google Translate maupun memelototi Kamus Besar Bahasa Indonesia, HSW gagal menemukan padanan kata yang benar-benar sesuai.

Maksudnya begini. Sebagian pengguna ponsel pasti pernah mencicipi peranti virtual reality (VR). Pengguna yang sebenarnya duduk di sofa, misalnya, merasa seolah naik roller coaster. Dunia khayalan itu memang terasa lebih nyata dibandingkan sekadar melihat foto atau klip video roller coaster. Namun, sensasi menikmati roller coaster via peranti VR masih belum bisa mengalahkan pengalaman menumpang roller coaster yang sebenarnya.

Nah, Snapdragon 835 siap memberikan pengalaman yang lebih nyata dan seru kepada pengguna. Kemampuan visual, tata suara, dan interaksi dioptimalkan sedemikian rupa.

Lewat peranti, VR pengguna bisa mengarahkan pandangannya sampai 360 derajat. Tampilannya detail dan tajam. Suaranya pun jernih dan lebih nyata, membuat pengguna serasa berada di dunia nyata. Berbagai bentuk interaksi dapat dibuat lebih intuitif. Misalnya, gerakan tangan seolah meremas atau melemparkan sesuatu bisa dikemas layaknya di dunia nyata.

Kalau sebelumnya peranti VR hanya bisa mengenali pergerakan kepala ke kiri-kanan dan atas-bawah, kini pergerakan maju-mundur dapat pula dikenali. Rasa pusing dan mual karena perubahan tampilan layar kalah cepat sepersekian detik dibandingkan pergerakan nyata pengguna takkan terjadi lagi.

Jadi, seandainya Anda menemukan permainan VR seperti ini, yakinlah kalau perangkat itu tidak menggunakan Snapdragon 835. 🙂

Snapdragon 835 juga menyokong terwujudnya gawai yang lebih cerdas. Terkait kamera, contohnya, kamera ponsel sanggup mengenali objek yang berada di hadapannya. Fitur perbesaran optikal alias optical zoom akan lebih optimal daripada sebelumnya.

Fokus otomatis kamera juga bakal lebih cerdas. Ia mampu memilih metode fokus otomatis yang paling sesuai dengan kondisi pemotretan. Electronic Image Stabilization (EIS) 3.0 memungkinkan pengguna menghasilkan rekaman video yang lebih stabil. Bahkan, kendati pengguna melakukan perekaman sambil terus melangkahkan kaki ke berbagai arah.

Unsur keamanan tidak dilalaikan di Snapdragon 835. Qualcomm Haven Security mendukung otentikasi biometrik yang akurat. Suara, sidik jari, mata, dan wajah menjadi sederet password yang siap melindungi privasi pengguna. Keberadaan malware yang mengancam pengguna juga sanggup dideteksi.

Melakukan Benchmarking

Benchmarking diyakini masih menjadi salah satu cara jitu untuk mengetahui kinerja suatu gawai, termasuk performa prosesor. Karena itu, Qualcomm memberikan kesempatan kepada HSW dan undangan lain untuk melakukan benchmarking.

Unit yang dipakai dinamakan mobile test platform. Mudahnya, itu adalah ponsel purwarupa alias prototipe dengan prosesor Snapdragon 835. Ponsel tanpa merek tersebut dibekali kamera dan komponen lain seperti layaknya ponsel yang lazim dijumpai di pasar. Proses dan hasil aktivitas benchmarking itu dapat dibaca di tautan berikut.

Satu hal yang perlu disadari, benchmarking sebenarnya belum sanggup menggambarkan performa keseluruhan suatu gawai. Benchmarking tidak dapat mengukur kemampuan konektivitas, VR, augmented reality, dan audio. Kinerja kamera, fitur keamanan, serta daya tahan nyata baterai dan kecepatan charging belum bisa diketahui via aplikasi benchmarking. Untuk mengetahuinya, langkah terbaik adalah melakukan serangkaian uji pakai.

Eksplorasi di Ruang Demo

Kemampuan nyata Snapdragon 835 bebas dijajal di ruang demo. Prosesor dibekali modem LTE Cat 16 yang mendukung akses data supercepat. Sebuah simulasi menunjukkan kemampuan nyata itu.

Jadi, bila kelak akan membeli ponsel 4G LTE, konsumen tampaknya harus menggali informasi lebih dalam daripada sebelumnya. Selain mencari tahu ponsel tersebut kompatibel dengan 4G LTE di band atau frekuensi berapa, konsumen perlu bertanya, “Ponsel itu mendukung 4G LTE Cat berapa ya?”

Kemampuan grafis didemokan dengan memainkan game Reign of Amira. Peranti mobile test platform Snapdragon 835 juga dikoneksikan dengan televisi, lalu menampilkan gambar yang dapat digerakkan 360 derajat.

Demo VR Power Rangers menjadi aktivitas yang paling mengesankan. Ketika di awal mencicipi peranti VR itu HSW diminta melepaskan kacamata, HSW tak berani mematok harapan tinggi. “Hmm… bakal terlihat kabur nih,” kata HSW di dalam hati. Sebab, kacamata yang sehari-hari HSW gunakan adalah kacamata minus tujuh.

“Tak apa-apa. Nanti bisa diatur supaya pandangan tetap jelas kok,” tutur pemandu stan. Tentu saja menggunakan bahasa Inggris, bukan bahasa Indonesia, apalagi krama inggil. Ternyata benar. Setelah peranti VR terpasang di wajah, kemudian HSW memutar tombol di samping, HSW bisa melihat Power Rangers dengan jelas. Dipadu dengan headset yang melingkari telinga dan rajin mengeluarkan suara, ah… suasananya makin mantap.

Power Rangers diperkenalkan oleh ehm… seekor makhluk aneh. Entah siapa namanya. Sepintas menyerupai tokoh Gollum di film The Lord of the Rings. HSW kemudian seolah berada di tebing. Kalau HSW melangkahkan kaki ke depan, di tampilan VR itu HSW semakin dekat ke bibir tebing, seolah akan jatuh ke jurang nan dalam. Sebaliknya, bila mundur, HSW semakin menjauh dari bibir tebing.

HSW kemudian berjalan menyusuri lorong hingga tiba di sebuah ruangan. Ada sepeda motor yang sepertinya bakal mengebut sambil terbang mengangkasa. Sampai pada titik tersebut, HSW memutuskan melepaskan peranti VR. Sebab, HSW teringat kalau postur pemandu stan VR itu tidak terlalu besar.

Bila melanjutkan menjajal VR lalu seolah mengendarai sepeda motor yang tersaji, HSW yakin tubuh berbobot lebih dari satu kuintal itu bakal oleng ke sana kemari. Seandainya terjatuh lalu menggencet tubuh pemandu stan, kasihan dia dong. Peranti VR dilepas, HSW melihat sekeliling, dan… kaget. Rupanya HSW telah berjalan cukup jauh dari lokasi awal.

Masih ada beberapa stan demo yang dapat dieksplorasi. Misalnya, mengadu kemampuan audio Snapdragon 835 dengan peranti audio berharga premium. Musik yang sama didengarkan via headset yang sama pula. Pemandu stan meminta HSW menebak mana suara yang dihasilkan peranti audio, mana pula yang diproduksi ponsel purwarupa Snapdragon 835.

Hasilnya, HSW sukses menebak dengan benar. Harus diakui suara yang dihasilkan peranti audio premium lebih mantap. Namun, perbedaannya tidak tajam dibandingkan ponsel purwarupa Snapdragon 835. Padahal, ponsel komersial dengan Snapdragon 835 harganya akan jauh lebih murah daripada peranti audio premium yang digunakan.

Saatnya berurusan dengan keamanan. Sidik jari bukanlah password yang paling aman. Pasalnya, sidik jari asli pengguna bisa “dipinjam” diam-diam. Misalnya, ketika pengguna tertidur lelap.

Iris mata dan wajah lebih aman dijadikan pengaman ketimbang sidik jari. Bagaimana bila pengguna kebetulan berkacamata? Tak masalah. Jangankan kacamata minus, iris mata yang terhalang kacamata hitam pun bisa dikenali oleh ponsel dengan Snapdragon 835 kok. Sensor yang tersedia sanggup pula membedakan antara orang hidup dan foto atau topeng.

Suara menjadi alternatif lain password. Snapdragon 835 dapat mengenali, mendeteksi, dan membedakan suara seseorang dengan orang lainnya. Biarpun kalimat yang diucapkan sudah tepat, tetapi bukan diucapkan oleh pengguna sah, ponsel yang terkunci takkan terbuka.

Demo terakhir berhubungan dengan “kecerdasan” dan kamera. Yup, fitur electronic image stabilization dan pengenalan objek. Perhatikan kamera yang sedang membidik objek di meja. Botol, pisang, tanaman pot, dan jam bisa dikenali. Kira-kira apa jadinya kalau kamera diarahkan ke rawon, tiwul, dan wedang uwuh ya?

Tuntas mengikuti “perkuliahan dan praktikum” Snapdragon 835, yang sekaligus menjadi pengalaman pertama HSW menghadiri acara Qualcomm, setidaknya ada tiga hal yang HSW dapatkan. Pertama, bila Anda menjumpai sebuah ponsel dengan fitur komplet dan keren, jangan terburu-buru memuji produsen ponsel tersebut. Bisa jadi sang produsen sekadar “mengaktifkan” kemampuan prosesor yang digunakannya. Sanjungan lebih tepat diberikan kepada pembuat prosesor. Lha prosesor itu yang menjadi otak ponsel.

Kedua, kalau selama ini prosesor Qualcomm Snapdragon cenderung dipersepsikan bagus, mereka memang pantas mendapatkannya. Kesempatan mendengar, melihat, dan mencicipi langsung Snapdragon terbaru membuat HSW meyakini hal tersebut.

Ketiga, HSW ingin banget memiliki ponsel dengan Snapdragon 835!

43 thoughts on “Mengenal dan Menjajal Qualcomm Snapdragon 835

  1. Prossesor memang otak dari sebuah smartphone. Tapi tidak banyak produsen yang bisa memaksimalkan chip prossesor di gawai besutan mereka. Faktor lain seperti build quality, material yg digunakan, sensor kamera, panel LCD, dan tentu saja layanan service yang maksimal akan jadi satu paket komplit yang memuaskan konsumen. Saya baru menemukan 2 brand di Indonesia yang after sales nya cukup bagus, sayang prossesor yang digunakan adalah hasil produksi mereka sendiri. Sebut saja Samsung dan Huawei.

  2. apakah pembuat prosesor dari merk sebelah seperti mediatek, kirin, dll juga mengundang media kalau meluncurkan produk baru om?

    1. Pak Jaiko,

      Kurang tahu, Pak. Lha saya baru satu kali ini diundang menghadiri acara oleh produsen prosesor.

  3. wah,saya baca ngiler sama VR nya,Om.mungkin 10 tahun kedepan VR sudah seperti di animasi Sword Art Online ya…

  4. Mohon maaf OOT, dulu ada kalimat bahwa jaringan 2G/3G semakin sempit sekarang dikarenakan sudah mulai digunakan untuk 4G sehingga kadang2 ketika kita telpon putus2 atau tidak terjangkau, Nah bukankah 3G/4G itu akan aktif kalau kita menggunakan/mengaktifkan data connection/data internet pak ? kalau sekedar untuk telpon/SMS ria saja apakah juga masuk 3G? Terimakasih

  5. Ko Herry… Maaf nih OOT… Saya mau nanya soal platform blogging yang bagus menurut Ko Herry apa ya? Saya terpikir WordPress, Blogspot, Medium, dan Tumblr… Bagaimana kalau menurut Ko Herry? Trims…

    1. Pak Bernardus Leonardo,

      Terus terang saya tak tahu. Saya baru pernah menjajal WordPress. Kenapa pilih WordPress? Dulu saat akan mulai ngeblog, mayoritas orang menyarankan pakai WordPress.

  6. Maaf oot, mau nanya beberapa pertanyaan
    1. Kapan review xiaomi 4a diterbitkan?
    2. Adakah rencana review hp xiaomi resmi lain seperti redmi 4x atau redmi note 4 yg sudah resmi di indonesia?
    3. Apakah lg v20 sudah mendukung 4g-3g yg bs siaga bersamaan di kedua sim ny seperti zenfone 3 ?

    1. Pak Jefri,

      1. Saya tak berani memastikan. Sampai 22 April 2017 saya harus sering bepergian ke luar Surabaya. Jadi, aktivitas menulis review agak terganggu. Ponselnya sudah saya uji pakai, tetapi belum sempat dituangkan dalam bentuk tulisan.

      2. Ya. Redmi Note 4 ada di samping saya nih.

      3. Ya.

  7. Bpk Herry,,

    Berita bagus untuk pengguna smartphone murah pak (seperti saya).
    Semakin bagus dan mahal snapdragon,, maka semakin murah saingannya pak,,
    Sudah terasa sejak snapdragon 650 keluar,, smartphone/tablet murah yang memakai mediatek helio, allwinner, bahkan snapdragon generasi sebelumnya (615) dipatok 2.7 juta max. Bahkan saingannya mampu memangkas harga max 2 juta.

    1. snapdragon 650 bukan flagship SoC lho, dan ponsel yg memakai ini juga harganya 2 juta lebih sedikit

      SoC hexacore ini memang sangat bertenaga, jauh lebih bertenaga daripada 625 octacore yg dipakai di beberapa ponsel baru
      cuma karena masih memakai proses 28nm, konsumsi dayanya agak banyak daripada 625 yang sudah 14nm

  8. Pak Herry apakah kekuatan dan kualitas sinyal 3G/ 4G AXIS sama saja dengan XL? mengingat AXIS yg sudah satu atap dengan XL. Maaf pak Pertanyaan ini sudah saya kirim lewat twitter dua kali.

    1. Pak Soleh,

      Tak tahu. Sebab, saya sudah bertahun-tahun tidak memakai Axis.

      Dugaan saya, sinyal sama, tetapi kualitas layanan berbeda.

      Maaf kalau pertanyaan via Twitter tak terjawab. Sampai 22 April 2017 saya akan sering membolos menjawab pertanyaan di Twitter.

  9. Maaf pak agak melenceng dari tulisan bapak.. saya mau minta rekomendasi buat ganti hp. Misal saya punya budget 2.5 sampai 3 jt, ponsel apa ya pak yg cukup gegas, kamera handal plus bisa diajak basah2an? Terimakasih

  10. Maaf Kalo OOT (out of topics)
    mau nanya koh herry sw dan Rekomendasi hp
    kalo Hp sekarang di harga 2 juta yg bagus kamera ya buat Selfie atau foto biasa hp apa ya ??

  11. Koh saya mau tanya, case yang bagus untuk smartphone sebenernya yang seperti apa koh?
    Apakah hardcase atau softcase atau sejenis lainya?
    Soalnya saya pernah membaca disuatu artikel, jika case kadang bisa menurunkan fungsi dari smarphone itu sendiri, seperti sinyal contohnya.
    Terimakasih

    1. Pak Dias Christian,

      Kalau saya sih senang jelly case transparan. Alasannya:
      * Keindahan ponsel tetap terlihat.
      * Melindungi sisi kiri-kanan, atas-bawah, dan belakang ponsel.
      * Bisa meredam benturan bila ponsel tak sengaja terjatuh/terbentur.
      * Tidak terlalu ketat sehingga ponsel masih bisa “bernapas”.
      * Harga relatif murah.

  12. Pak herry
    Maaf OOT hp yang bagus apa ya untuk saat ini dana max 2jt
    Yang non hybrid syukur” baterai yg removable dan awet, kamera lumayan aja ga papa,dan gegas kl bs layar yg 5 inc.tertarik redmi 4a yg murah tp kok hybrid.terimakasih

  13. Dulu saya pernah bertanya mengenai hp dengan dana 2,5jt performa n hasil kamera bagus merk apa. Jawabannya adalah Infonix zero 3. Nah sekarang, jika dibandingkan antara Infinix zero 3 dengan xiaomi note 4 mana yg lebih bagus dari segi performa n hasil kamera? 😀

  14. Hha.. setelah baca ini, paparan kemampuan Samsung S8 menjadi biasa saja..
    Ternyata sebagian besar ulah Qualcomm 835

    Trims info nya om,
    Semoga ulasan mengenai ponsel dengan Qualcomm Snapdragon 835 nya cepat rilis..

  15. saya penasaran dengan Xiaomi MI 6 yang ktnya akan diluncurkan hari ini, berbekal SD 835 pastinya akan sama fitur dan keunggulan nya dg Samsung S8, hanya saja harga lebih rendah.

    1. Pak Ulul,

      * LTE cat 1 memiliki kecepatan unduh maksimal 10 Mbps
      * LTE cat 2 50 Mbps
      * LTE cat 3 100 Mbps
      dst… saat ini tertinggi LTE cat 16 yang secara teori mendukung kecepatan unduh hingga 1.000 Mbps.

  16. Pak Herry, permisi mau tanya.
    Samsung S8 kalau masuk ke indonesia apakah pasti menggunakan exynos?
    Trus apakah fungsi nya sama persis dengan snapdragon 835?
    Trims sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *