Menjejak Tiongkok (1): Untuk Kali Pertama

Tanpa bermaksud takabur, saya sudah berkali-kali menginjakkan kaki di luar negeri. Saya berkali-kali pula merasakan nikmatnya duduk manis di kelas bisnis dalam sebuah penerbangan internasional. Asyiknya, saya tak perlu membiayai sendiri perjalanan ke luar negeri itu.

Produsen ponsel atau operator seluler-lah yang menanggung transportasi dan akomodasi perjalanan kerja tersebut. Meskipun tidak terang-terangan, mereka berharap saya membuat tulisan tentang produk anyar yang diluncurkan di luar negeri itu. Minimal saya akan merangkai sebuah cerita perjalanan dengan menyinggung nama si produsen ponsel atau operator seluler.

Besok, 25 Mei 2015, untuk kali pertama saya akan menjejakkan kaki ke Tiongkok, China, atau Negeri Tirai Bambu. Perjalanan kali ini lagi-lagi atas undangan sebuah produsen ponsel. Bukan hanya ponsel sih. Perusahaan itu juga memproduksi aneka perangkat teknologi dan informasi lain.

Tiongkok-1

Ya, tepat kalau Anda menebak saya diundang oleh Lenovo. Pada 28 Mei 2015 mereka akan menggelar acara akbar bertajuk Lenovo Tech World. Berikut pernyataan resmi mereka yang dirilis 31 Maret lalu.

Lenovo today announced Lenovo Tech World, its first exclusive global event in which it will demonstrate its vision of computing and emerging technology for the next five years as well as current innovations via exciting new product announcements. Lenovo will host the event from May 28 in Beijing, a city where the company has its roots and also at the heart of high tech innovation where consumers have a heavy appetite for the latest electronic devices.

Kalau dulu ada Nokia World dan BlackBerry World, acara berskala global yang diadakan Nokia maupun BlackBerry di masa jayanya, kini Lenovo tampaknya merintis acara serupa. “Its first exclusive global event,” tegas Lenovo.

Lenovo Tech World memang dilaksanakan pada 28 Mei 2015. Namun, rangkaian acara itu sebenarnya sudah dimulai besok, 25 Mei 2015. Saya dan tamu undangan lain akan disambut dalam sebuah jamuan makan malam. Lusa, 26 Mei 2015, kami dipersilakan mendengarkan paparan dari para petinggi Lenovo Asia Pasifik.

Sehari sesudah Lenovo Tech World alias 29 Mei 2015, sebuah kegiatan bernama Lenovo Office Tour telah disiapkan. Saya diajak mengunjungi reliability labs, branding experience center, dan customer center. Mendengar kata reliability labs, harapan liar saya mulai berkembang. Saya memimpikan di sana bisa melihat ponsel Lenovo dibanting, diinjak, dan dilempar.

Terus bekerja mulai pagi hingga malam akan melelahkan. Perlu selingan dong. Lenovo tampaknya cukup memahami hal itu. Karena itu, pada 27 Mei 2015 saya bakal “digiring” ke Great Wall of China. Tembok Besar Tiongkok. Hari itu saya juga diantarkan ke Temple of Heaven. Entah apa terjemahannya yang tepat. Kuil Menuju Surga?

Konon akses internet di Tiongkok dibatasi. Aneka situs sengaja diblokir. Saya tidak mengetahui pasti kondisi detailnya seperti apa. Bila situasi memungkinkan, saya akan memberikan laporan pandangan mata via Twitter @herrysw. Ketika agak senggang dan informasi yang terkumpul telah memadai, saya akan mengunggah tulisan baru ke blog Ponselmu.com.

Mulai hari ini sampai 30 Mei 2015, saya akan sangat lambat, bahkan menunda, menanggapi komentar dan pertanyaan masuk yang Anda kirimkan. Saya berharap Anda dapat memakluminya. Sepulang dari Tiongkok, seluruh pertanyaan yang menumpuk akan saya respons secara bertahap.

27 thoughts to “Menjejak Tiongkok (1): Untuk Kali Pertama”

  1. Selamat menikmati perjalanan dan kita akan selalu menunggu informasi terkini dari Pak HSW have a nice trip… ????

  2. Kalau roaming pakai kartu indonesia, situs yang diblokir bakalan tembus 🙂 paket termurahnya sekitar 150k/hari di jaringan China Unicom. Tapi tetheringnya dijamin pasti disable.

    1. Pak Dimas Setyo,

      Terima kasih atas informasinya. Iya, akhirnya saya pakai nomor Telkomsel yang di-roaming-kan. Gmail, Facebook, dan Twitter sukses diakses.

      Kalau pakai kartu lokal/Tiongkok, Facebook dan Twitter tak bisa dibuka. Gmail kadang bisa, kadang gagal.

    1. Pak Rahadian,

      Nah… itu dia. Ini kunjungan pertama saya ke Tiongkok. Jadi, belum tahu kondisi detail.

      Saat memakai kartu lokal Tiongkok, Twitter konfirm diblokir. Gmail kadang bisa, kadang gagal.

      Jadi, supaya tetap bisa memberikan laporan pandangan mata, saya mengaktifkan layanan roaming internasional Telkomsel. Kalau memakai nomor Indonesia yang di-roaming-kan, Twitter dan Gmail lancar jaya.

    1. Pak Hartono,

      Seandainya diberi kesempatan beli produk Lenovo dengan harga pabrik, tetapi belinya juga dalam skala kulakan, ehmm… sebut saja minimal satu kontainer, gimana dong, Pak. 🙂

  3. Beruntung juga bung HSW punya “jobbist” alias hobby menjadi pekerjaan atau dibalik kerjaan yg merupakan hobby. Intinya bisa menghasilkan uang dari hobby. Coba saya punya kerjaan kayak bung HSW, sayang kurang pintar menulis.

    Ditunggu laporannya dari China eh Tiongkok ya!

  4. Ternyata cari2 tidak ada yg namanya istilah jobbist tsb LOL, padahal rasanya saya pernah baca istilah tersebut.

    Ini kira2 ada sekalian launch produk baru tidak ya?

    1. Pak Tapai,

      Wah, saya baru baca komentar Anda ini. Minggu lalu saya pakai Hola VPN dan hasilnya gagal menembus blokiran.

  5. Selamat mlm Pak Herry kebetulan di Lenovo tech world kalau boleh bertanya knp strategi lenovo utk bbrp produk hp di Indonesia sptnya nanggung lbh layak dibilang 4G ‘ready, krn hanya support di 1800, sehingga jelas utk bbrp operator tdk bs dipakai utk saat ini (atau entah sd kpn), sedang bbrp kompetitornya jelas2x menjual yg sdh bs lgs dipk dng 4G krn sdh 900/1800 spt X*mi2 bahkan Zap5.. Jd seakan mrk mmg lbh siap bermain di 4G..Krn sy tmsk penggemar produk Lenovo cm sptny jd penasaran dan sdkt kcw (haha krn br nebus a6000 yg ga bs 4G 900) cilakanya saat itu asumsi 4G yg dijual di Indo minim da bs lgs dipk… Tks n have nice there

    1. Pak Vincent,

      Saya baru membaca pertanyaan Anda ini. Andaikan pertanyaan Anda itu dilemparkan ke petinggi Lenovo, saya bisa menebak kira-kira mereka akan menjawab apa. Yaitu, jumlah operator yang mengoperasikan LTE 1800 lebih banyak daripada LTE 900.

      Pada Agustus 2015, Lenovo akan memasarkan Vibe Shot. Nah, ponsel itu mendukung LTE 900 dan 1800.

  6. Terima kasih pak Herry atas pencerahannya ya sementara ini memang masih hrs menunggu full 4G LTE 1800 di Indonesia dan smg saja produk lenovo terbaru tsb bisa menjadi alternatif sambil menunggu beroperasinya 4G di 1800… Salam…

    1. Pak Vincent,

      Kalau tak ada kendala, akhir tahun ini para operator GSM penyedia LTE akan beramai-ramai menggelar LTE di 1800.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *