Menjejak Tiongkok (2): Indonesia Pasar Sangat Penting Bagi Lenovo

Lenovo Tech World di Beijing, Tiongkok, memang baru digelar 28 Mei 2015. Namun, dua hari sebelumnya (26/5) para media dan influencer dari Asia Pasifik telah menjalani acara “pemanasan”. Mereka menyimak presentasi yang dipaparkan petinggi Lenovo Asia Pasifik. Hendak bertanya kepada para bos pun dipersilakan.

Roderick Lappin, Presiden Lenovo Asia Pasifik mengungkapkan, Lenovo telah berkembang pesat. Selama dua tahun berturut-turut, penjualan PC Lenovo berada di urutan teratas. Sedangkan di kategori tablet dan x86 server, Lenovo masing-masing berada di peringkat ketiga.

Tiongkok-2

Penjualan ponsel pintar (smartphones) tak kalah menggembirakan. Tahun lalu Lenovo telah mengapalkan (shipment) 76 juta unit ponsel. Hal itu membuat Lenovo merengkuh predikat “juara III” dalam pemasaran ponsel pintar di dunia.

Sebagai kelanjutan dari akuisisi Lenovo terhadap Motorola, lanjut Lappin, perusahaan menerapkan strategi dua merek. Sinergi keduanya memberikan kekuatan ekstra bagi perusahaan. Misalnya, terkait portofolio produk. Produk premium ala Motorola dipadukan dengan produk entry level Lenovo. Ditambah dengan produk mainstream masing-masing merek, hasilnya adalah sebuah jajaran produk yang komprehensif dan saling melengkapi.

Membahas wilayah pemasaran, Motorola sebelumnya kuat di wilayah Amerika dan Eropa Barat. Sementara itu, Lenovo memiliki cakupan pasar yang di luas di Tiongkok, Asia Pasifik, Eropa Timur, dan Timur Tengah. Paduan keduanya menghasilkan cakupan pasar global yang kuat.

“Produk Motorola menjangkau 42 negara, sedangkan Lenovo telah merambah ke 67 negara. Sebanyak 12 negara di antaranya sebelumnya telah digarap oleh Motorola sekaligus Lenovo,” tambah Dillon Ye, Rest of World Sales Mobile Business Group Lenovo.

Dillon mengklaim, pada 2014 penjualan ponsel pintar Lenovo meningkat 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di beberapa area, pangsa pasar ponsel Lenovo memang belum tinggi. Contohnya, di Asia Pasifik baru mencapai 2,7 persen.

Kendati demikian, komposisi penjualan ponsel Lenovo di luar Tiongkok telah berhasil melampaui total penjualan di Tiongkok. Pada kuartal keempat lalu, penjualan ponsel Lenovo di rest of world mencapai 56 persen, sedangkan di Tiongkok 44 persen.

Di mata Lenovo, India dan Indonesia adalah pasar yang sangat penting. “Indonesia is very important market. 1-tier market,” tegasnya. Pertumbuhan pasar ponsel yang mencapai 15 persen menjadi pemikat tersendiri. Apalagi, jumlah pengguna feature phone di Indonesia masih setengah dari total pengguna ponsel. Itu berarti, peluang memigrasikan pengguna feature phone ke smartphone terbuka lebar. Belum lagi aktivitas operator yang agresif menggelar layanan 4G LTE dan pesatnya perkembangan e-commerce.

Ditemui dalam sesi wawancara, Lappin mengungkapkan sebagian rencananya untuk Indonesia. Salah satunya, membuka gerai brand experience. “Saya melihat merek lain telah mempunyai gerai serupa. Konsumen bisa melihat dan mencoba aneka produk yang tersedia. Kalau tertarik, konsumen dapat membeli di sana atau toko-toko lain yang berada di pusat penjualan tersebut,” ujarnya.

Gerai semacam itu belum dimiliki Lenovo. Selama ini Lenovo baru memajang showcase di beberapa toko ponsel. Pada tahap awal, satu gerai brand experience Lenovo bakal dioperasikan di Jakarta dulu. “Di lokasi yang terkenal dengan pusat makanannya,” tuturnya, seolah mengajak bermain tebak-tebakan.

 

Setahun Jual 822.800 PC

Pasar Indonesia tak hanya seksi untuk penjualan ponsel. Potensi pasar enterprise juga menggiurkan. “Ya, Indonesia saat ini memang kecil. Kalau dibandingkan dengan Jepang jelas berbeda jauh. Namun, pasar Indonesia bertumbuh cepat,” kata Kong Meng Koh, Vice President Enterprise Business Group Lenovo Asia Pacifik.

Di segmen enterprise, sekarang penguasaan pasar Lenovo berada di urutan kedua terbesar. Ia optimistis dalam dua tahun Lenovo akan sukses mengambil alih posisi teratas. “Lebih cepat daripada estimasi semula yang lima tahun,” tandasnya.

Irene Santosa, SMB & Large Enterprise Director Lenovo Indonesia, mengungkapkan bila selama tahun fiskal 2014-2015 yang berakhir 31 Maret lalu, Lenovo telah menjual 822.800 unit PC. Sebanyak 223.000 di antaranya dibukukan pada kuartal keempat.

“Terjadi kenaikan 26,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Padahal, tahun lalu pasar PC di Indonesia justru turun sepuluh persen. Jadi, penjualan kami sebenarnya bisa dianggap meningkat 36 persen,” tuturnya.

6 thoughts to “Menjejak Tiongkok (2): Indonesia Pasar Sangat Penting Bagi Lenovo”

  1. Saya jd ingat yg pernah disampaikan pak herry bahwa lenovo produk yang seimbang antara harga dan spesifikasi device nya terutama smartphone tapi yg menjadi permasalahannya adalah layanan after sales nya Klo itu bs diperbaiki maka akan mantap. Melihat planning kedepan lenovo ttg ide untuk pasar indonesia. Saya jadi merasa nyaman klo nanti memilih produk lenovo terutama smartphone. Klo menurut pak herry gmn ya….

    1. Pak Okta Tjoa,

      Ya, idealnya layanan purna jual Lenovo di Indonesia harus terus diperbaiki dulu.

  2. Hehehe…mantab tulisannya pak HSW, terutama laporannya pak HSW ke boss lenovo, semoga ditindak lanjuti yah pak karena layanan purna jual sangat penting peranannya thd kesuksesan penjualan suatu produk.

    Thx sharing nya.

  3. sebenarnya ada 1 lagi yang jadi masalah, kebanyakan produk yang spek hampir sama sehingga update OS hampir tidak pernah diupdate. tapi ini sepertinya jadi masalah hampir semua produsen smartphone yang punya banyak tipe.

  4. Ya betul Pak HSW layanan purna jual harus menjadi point of interest Lenovo di Indonesia khususnya smartphone sebagai contoh ada seorang teman yg berniat mengganti baterai smartphone lenovonya yg sudah waktunya diganti tetapi dia sangat kesulitan mendapatkan yg ori hal seperti itu tentu membuatnya kecewa telah memilih smartphone bermerk lenovo kalau menurut Pak Herry gimana?

    1. Pak Al,

      Maaf baru bisa menjawab pertanyaan Anda pada hari ini. Sesuai pengumuman yang saya tuliskan di blog, jawaban atas pertanyaan yang masuk pada 24-30 Mei 2015 akan mengalami penundaan. Pada rentang waktu tersebut saya sedang berada di Beijing, Tiongkok, untuk mengikuti Lenovo Tech World.

      Layanan purna jual ponsel Lenovo di Indonesia kan memang buruk. Dulu zaman Lenovo S880 masih cukup bagus. Kian lama bukan membaik, melainkan justru memburuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *