Mirip Kalkulator, Seukuran Kartu ATM

Ketika benda ini sengaja Anda letakkan di meja, orang lain mungkin hanya meliriknya sejenak. Sebab, mereka menyangka item mungil itu adalah kalkulator. Untuk menggugah rasa penasaran orang di sekitar Anda, caranya mudah. Dengan menggunakan ponsel lain, hubungi nomor GSM yang terpasang di “kalkulator” tersebut.

Tampilan fisik Card Phone CM1 memang unik. Ukuran bodinya hanya 85,5 x 55 x 6,9 mm dan berat 38 gram. Lebarnya setara dengan kartu ATM. Panjangnya sedikit lebih pendek daripada kartu ATM. Sedangkan tebalnya kira-kira sebanding dengan tiga kartu ATM yang ditumpuk.

Kemasan ponsel itu juga tak lazim. Ia bukan menggunakan kardus berbentuk kubus atau balok, melainkan kardus berwujud mirip kemasan keping CD. Merek ponsel tersebut misterius. Di sudut kanan atas sisi muka kemasan tercetak tulisan Card Phone CM1 series. Card Phone-kah mereknya?

Sebuah klip kertas disertakan dalam paket penjualan CM1. Untuk apa? Ternyata, klip yang biasanya dipakai sebagai penjepit kertas itu di CM1 berfungsi lain. Ia digunakan sebagai alat bantu untuk menggeser tuas baterai dan mengeluarkan kartu SIM dari slotnya.

Saat ponsel dinyalakan, bakal terdengar nada seperti yang rutin dibunyikan menjelang pengumuman kedatangan atau keberangkatan kereta di stasiun kereta api. Layar OLED berwarna oranye dan biru akan menyala. Terang dan tajam.

Keypad CM1 relatif empuk dan nyaman bagi pengguna berjari tangan kecil maupun besar. Namun, karena tombol *, 0, dan # berada di kolom paling kanan, bukan baris terbawah, pengguna mungkin perlu beradaptasi 1-2 hari dulu.

Konektor charger micro USB terdapat di bagian bawah ponsel. Sisi belakang ponsel relatif polos. Hanya ada stiker identifikasi dan grafir bertuliskan CARD yang merupakan kependekan dari compact and revolutionary designs.

Fitur CM1 sangat sederhana. Di antaranya, buku telepon 500 nama multiple entry, alarm, kalkulator, kalender, dan speaker phone. Ponsel quad band GSM 850/900/1800/1900 itu tidak dibekali bluetooth, kemampuan berinternet, kamera, maupun slot memori eksternal. Ragam bahasa pun cuma Inggris dan Tiongkok.

Tersedia 20 pilihan nada dering telepon dan hanya dua pilihan nada SMS. Pengguna mustahil menambahkan nada baru. Di menu CM1 sebenarnya ada pilihan vibrate. Namun, meskipun fungsi vibrate telah diaktifkan, ponsel tetap tak bergetar.

Dalam pantauan penulis, CM1 dijual sekitar Rp 750 ribu. Barang dalam kondisi baru, tetapi tanpa garansi. Itu berarti lebih mahal daripada harga jual di Bandara Changi, Singapura. Bulan lalu, dalam perjalanan pulang usai mengikuti Nokia World 2011 di London, Inggris, penulis membeli CM1 pada harga SGD 78 atau sekitar Rp 554 ribu.

Kemampuan CM1 praktis untuk bertelepon dan ber-SMS saja. Karena itu, ia lebih tepat dimiliki sekadar untuk “lucu-lucuan” atau dipadukan dengan nomor cadangan. Buat pengguna yang sehari-hari hanya memerlukan fitur telepon dan SMS pun, CM1 kurang tepat dijadikan ponsel utama. Sebab, harga jualnya terlalu tinggi dibandingkan kemampuannya. Daripada membeli CM1, mereka seyogianya melirik ponsel lain yang lebih murah plus bergaransi resmi.

18 thoughts to “Mirip Kalkulator, Seukuran Kartu ATM”

  1. Di sby toko mana pak yg jual?
    Pak, saya mw beli hp CROSS CG58A (3on, gsm-gsm-cdma) apa kekurangan dan kelebihan nya pa?
    Layak beli tidak pak?
    Thx u

  2. Kalau resmi masuk Indo alias dijadikan local brand alias ada tempat servicenya boleh juga nih. Di Sing beli di Bandara Changi dimana ya bung Herry? Ortu lagi di Sing skrg kalo ga repotin mereka saya nitip ah!

  3. @ Jefry WSH
    Belum nemu toko offline yang jual, Pak. Biasanya dijual dengan pasang iklan di internet. Ada beberapa penjual, dengan harga Rp 750 ribu sampai Rp 999 ribu. Namun, setahu saya sudah sold out.

    Cross tipe tersebut belum pernah saya coba. Daripada Cross, saya kok lebih yakin dengan HT Mobile ya, Pak. Pertimbangkan HT Mobile G76. Triple on GSM-GSM-CDMA, harga baru Rp 365 ribu.

  4. @liat2aja
    Semoga ada vendor merek lokal yang melirik ya, Pak. Beli di Changi saja, Pak. Dua gerai elektronik di sana (waktu itu saya di terminal 2) semuanya menjual ponsel itu. Harga SGD 78.

  5. Oo.. Kirain uda ada toko yg jual 🙂

    HT G76 msh keluar ya pak brg baru nya?
    Tp itu qwerty ya pak?

    Atau ada saran yg laen nya pak yg candybar 3on gsm-gsm-cdma?

    Thx ya pak info nya 🙂

  6. Yang jual perorangan yang handcarry dari luar negeri sih, Pak.

    G76 baru masih ada. Tampaknya menjelang diskontinyu. Ya, qwerty.

    Belum ada ponsel triple on GSM-GSM-CDMA dengan form factor candybar yang saya rekomendasikan.

  7. Coba masuk ke situs-situs iklan online, Pak. Ponsel itu sejauh ini lebih banyak ditawarkan di internet.

    Belum ada toko offline yang saya lihat menjualnya. Mungkin mereka nggak berani ya. Sebab, ponsel tersebut kan memang tidak beredar resmi di sini.

  8. Pak Herry, saya punya ponsel ini tapi saya tidak menemukan menu vibrate didalamnya, apakah punya saya berbeda?

  9. Pak Kasep,

    Saya tak tahu ponsel yang Bapak miliki persis sama dengan milik saya atau tidak. Sebab, saya kan belum pernah melihatnya.

    Kalau pun Bapak berhasil menemukan menu vibrate, praktiknya hal itu tak bermanfaat kok. Biarpun fitur vibrate telah diaktifkan, ponsel tetap tak bisa bergetar.

  10. saya juga memiliki hp ini tetapi warnanya putih,kok kata bapak layarnya saat menu warnanya biru dan oranye,kok punya saya background menu nya kok malah hitam ya???

  11. Pak Andre,

    Punya saya latar belakangnya juga hitam kok. Tulisannya yang berwarna biru dan oranye.

    Biarpun ada pilihan vibrate, praktiknya tak bisa bergetar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *