Mobile Internet, GSM atau CDMA?

Sandang, pangan, dan papan merupakan kebutuhan pokok. Namun, buat sebagian orang, saat ini ada kebutuhan pokok tambahan. Yaitu, ponsel dan mobile internet. Aktivitas sehari-hari bakal terganggu bila akses internet yang dapat dinikmati secara mobile ternyata tidak tersedia. Apalagi, bila pada saat bersamaan ponsel kebetulan padam. Komplet deh penderitaan yang dialami.

Kalau Anda masih bingung memilih operator GSM atau CDMA untuk mobile internet, tulisan ini dan dua tulisan berikutnya akan memandu Anda. Tujuan akhirnya, Anda bisa memilih layanan internet yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan perilaku pemakaian. Sebab, akses internet yang cocok untuk si A belum tentu pas buat si B.

Langkah pertama adalah menentukan jenis operator yang hendak dipakai. GSM atau CDMA? Para operator GSM berkoar-koar bila mereka menyediakan layanan akses data yang cepat dan murah. Salah satu operator GSM bahkan mengklaim mampu menghadirkan layanan akses data dengan kecepatan sampai 21 megabit per second (Mbps).

Sementara itu, para operator CDMA tak kalah mengumbar promosi. Mereka mengklaim layanan EvDO yang dihadirkan lebih reliabel daripada GSM. Sebuah operator CDMA mengungkapkan kalau dirinya telah memasarkan layanan akses data dengan kecepatan unduh sampai 14,4 Mbps.

Realita di lapangan, klaim para operator GSM dan CDMA lebih cocok disebut sebagai janji manis. Jangankan belasan Mbps, bisa mencapai setengahnya pun jarang terjadi kok. Mengacu pada pengalaman penulis yang rutin mencoba layanan akses data aneka operator, saat ini, secara umum performa layanan akses data operator CDMA lebih baik daripada operator GSM.

Jadi, kini buatlah daftar di lokasi mana Anda akan sering memakai layanan mobile internet. Apakah lokasi itu sudah termasuk dalam area layanan EvDO operator CDMA? Kalau termasuk, prioritas pertama tampaknya layak diberikan kepada operator CDMA. Prioritas berikutnya baru GSM. Sebaliknya, bila di calon lokasi pemakaian belum ada operator CDMA yang menawarkan layanan EvDO, sedangkan operator GSM minimal telah menggelar layanan 3G, tampaknya Anda lebih pantas melirik operator GSM dulu.

Setelah mendapatkan kandidat, entah operator CDMA atau GSM, langkah berikutnya adalah mencari informasi plus meraba kinerja nyata layanan internet masing-masing operator. Ada dua cara yang penulis rekomendasikan. Pertama, bertanyalah kepada teman yang sehari-hari berinternet di lokasi yang sama dengan Anda. Mintalah informasi, layanan internet operator apa yang relatif bagus di lokasi tersebut. Sebab, merujuk ke pengalaman selama ini, tidak ada operator GSM maupun CDMA yang layanannya bagus di seluruh tempat. Beda lokasi, beda kinerja. Perbedaannya bisa sangat signifikan.

Kedua, tak ada salahnya Anda melakukan uji coba sendiri untuk meraba kinerja nyata layanan akses data masing-masing operator. Belilah kartu perdana beberapa operator yang menjadi kandidat. Toh harga kartu perdana kini sudah murah. Mayoritas kurang dari Rp 5.000. Pasangkan kartu ke ponsel atau modem, lalu gunakan berinternet. Belum punya modem? Hmm… coba cari pinjaman deh.

Nah, sampai di sini, Anda seharusnya sudah mulai bisa mengerucutkan pilihan. Pilih 1-2 dua operator terbaik. Ingat, hasil yang Anda dapatkan tidak berlaku seumur hidup. Bulan depan atau dua bulan lagi kondisinya mungkin berubah 180 derajat.

3 thoughts to “Mobile Internet, GSM atau CDMA?”

  1. Pak Randi, di atas kertas yang quad core 1,4 GHz lebih menarik. Namun, kinerja nyata belum tentu yang dual core kalah lho.

    Layar itu ada unsur penilaian subjektif juga. Kalau saya sih pilih yang kedua. Sebab, super AMOLED bukan mustahil agak kebiru-biruan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *