Nexus One Rasa Lokal

Kali pertama melihat Elzio Neo-W1F1, penulis spontan menilai tampilan fisiknya menyerupai peranti android Google Nexus One. Ternyata, bukan hanya penulis yang berpandangan seperti itu. Ketika penulis iseng mengirimkan foto ponsel tersebut ke komunitas penggemar gadget di dunia maya, tak lama kemudian muncul beberapa komentar. Isinya senada. “Kok kayak Nexus One ya?” tulis mereka.

Bagian belakang Neo-W1F1 juga mengadaptasi desain Nexus One. Bedanya, letak kamera bukan di tengah atas, melainkan sudut kiri atas. Bila Nexus One bersistem operasi android, Neo-W1F1 memakai sistem operasi khas ala mayoritas ponsel merek lokal buatan Tiongkok.

Nuansa android sedikit terasa di home screen atau layar utama kala ponsel siaga. Di bagian teratas layar terdapat baris notifikasi (notification bar). Cara memindahkan dan menghapus ikon di home screen pun hampir sama dengan peranti android.

Selain kesamaan tampilan umum bodi dan home screen, Nexus One dengan Neo-W1F1 merupakan dua ponsel yang sangat berbeda. Neo-W1F1 pada dasarnya adalah ponsel dual on GSM-GSM yang dibekali layar sentuh resistif. Di bawah layar terdapat trackball yang mempermudah pengguna menelusuri ikon-ikon menu.

Beberapa fitur menarik dibenamkan ke ponsel itu. Antara lain, mesin penjawab telepon, penyaring panggilan telepon dan SMS, penambah suara latar, serta pengubah suara. Ada pula sepasang kamera dua megapiksel, perekam video, wifi, televisi, dan radio FM. Kalau mau, pengguna bisa merekam siaran televisi maupun radio.

Buku telepon seribu nama multiple entry, GPRS, MMS, Java, dan video chat merupakan fitur lain Neo-W1F1. Tersedia juga black list 20 nomor, sepasang kamera dua megapiksel, dan bluetooth. “Gigi biru” ponsel itu dapat difungsikan layaknya mouse bluetooth yang terhubung dengan komputer.

Dengan sedikit pengaturan di security setup, pengguna bisa mematikan dan mengunci ponsel dari jarak jauh. Sarana yang dipakai cukup via SMS. Memori internal Neo-W1F1 berkapasitas 71,8 MB. Dalam paket penjualan disertakan kartu microSD 2 GB.

Kinerja Neo-W1F1 secara umum cukup menawan. Namun, ia tidak serta merta pantas dilirik. Sebab, harga jualnya yang Rp 999 ribu, menurut penulis, terlalu tinggi. Lebih baik menambah dana Rp 100 ribu demi membawa pulang ponsel android yang mendukung layanan 3G, bukan? Jadi, koreksi harga besar-besaran tampaknya mutlak dilakukan terhadap Neo-W1F1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *