Olahraga Sambil Berponsel

Aktivitas bersepeda sedang marak di berbagai kota besar di Indonesia. Setiap hari libur, selama beberapa jam, ruas jalan tertentu bahkan sengaja ditutup untuk kendaraan bermotor. Pengendara sepeda, pejalan kaki, dan pelari pagi leluasa berolah raga di sana.

Saat bersepeda, bukan mustahil ada panggilan masuk ke ponsel. Langsung menerimanya dengan satu tangan sambil mengayuh pedal sepeda tentu bukan hal bijak. Selain tidak nyaman, hal tersebut juga tak aman. Membiasakan diri menepikan sepeda, berhenti sejenak, baru bertelepon merupakan salah satu langkah tepat.

Alternatif lain, gunakan handsfree bluetooth atau handsfree berkabel kala bersepeda. Dengan demikian, umpama ada panggilan masuk, dua tangan tetap bisa memegang erat setang sepeda, sedangkan kaki mengayuh pedal.

Jabra Sport merupakan peranti bluetooth yang dirancang untuk dipakai sambil berolah raga. Entah bersepeda, berjalan kaki, berlari santai, atau memeras keringat di pusat kebugaran. Meski demikian, bukan berarti Sport tak boleh dipakai kala bekerja di kantor atau duduk santai di ruang keluarga.

Pengguna kacamata juga tidak diharamkan memakai Sport. Peranti bluetooth itu tetap bisa tergantung optimal di telinga, tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap tangkai kacamata. Penulis yang sehari-hari mengenakan kacamata berlensa minus tujuh telah membuktikannya selama beberapa hari.

Unit utama Sport berukuran 63,4 x 12,4 x 43,2 mm dengan berat 24 gram saja. Pengguna tak perlu khawatir peranti itu akan rusak akibat terkena keringat. Sebab, peranti tersebut telah memenuhi standar US MIL-STD-810G maupun IP54. Dengan demikian, sampai taraf tertentu, Sport tahan terhadap hujan, debu, maupun guncangan.

Pada waktu bersamaan, Sport dapat dikoneksikan dengan dua peranti sekaligus. Sebut saja, ponsel A dan ponsel B. Ketika ada panggilan masuk ke ponsel A, pengguna bisa menerima dan melakukan pembicaraan via Sport. Demikian pula saat ada panggilan masuk ke ponsel B. Suara yang terdengar, menurut penulis, relatif jernih. Suara pengguna juga bisa ditangkap dengan jelas oleh lawan bicara.

Supaya tidak jenuh, pengguna dapat memutar kumpulan lagu di ponsel lalu menikmatinya via Sport. Pilihan lain, karena Sport dibekali radio FM terintegrasi, pengguna bisa mendengarkan siaran radio FM tanpa memerlukan peranti tambahan. Musik yang mengalun bakal memanjakan telinga. Apalagi, Sport ditunjang dengan AM3D Power Bass yang menjanjikan sensasi audio lebih prima.

Bila baterai Sport mulai melemah, pengguna tinggal menghubungkannya dengan sumber listrik. Sport menggunakan konektor charger micro USB. Proses pengisian ulang membutuhkan waktu sekitar dua jam. Setelah itu, Sport siap digunakan lagi selama sekitar dua hari, bergantung perilaku pemakaian.

Bagi pengguna peranti tertentu, Sport memiliki satu fitur tambahan yang pantas dicoba. Ia kompatibel dengan aplikasi Endomondo Sport Tracker. Aplikasi itu dapat menghitung dan mencatat aktivitas olah raga seseorang.

Dengan memakai sebuah ponsel cerdas bersistem operasi Android, penulis mengunduh aplikasi Endomondo dan Jabra Service di Play Store (dulu Android Market). Berikutnya, aplikasi Endomondo dijalankan dan ponsel dihubungkan dengan Sport via bluetooth. Fitur GPS diaktifkan. Maka, sambil berolah raga, penulis bisa mengetahui durasi, jarak yang ditempuh, kecepatan rata-rata, dan perkiraan jumlah kalori yang dibakar.

Menyangkut harga, Sport memang tak bisa dibilang murah. Harga ritel yang disarankan Rp 1 juta. Sebagian penjual mematok harga jual Rp 900 ribuan. Demi keamanan sekaligus kenyamanan berolah raga sambil berponsel, harga itulah yang mesti dibayar.

11 thoughts on “Olahraga Sambil Berponsel

  1. Pak Sandi,

    Nggak dijelaskan OS Android-nya minimal apa. Saya waktu itu coba pakai yang Gingerbread sih.

  2. Pak WenWen,

    Merek dan tipenya di atas sudah saya sebutkan lho. Yakni, Jabra Sport.

    Coba cari di pusat penjualan ponsel di kota Bapak.

  3. Sama-sama, Pak WenWen. Berarti iBox pasang harga nyaris sesuai harga ritel yang disarankan: Rp 1 juta.

  4. Pak herry;; saya mau tanya;; kenapa headset jabra punya saya gk mau keras suaranya sa’at menerima/panggil tlp:: sangat kecil suaranya;; apa solusinya ;; mohon saran nya

    1. Pak Fauzi,

      Kalau volume suara sudah diubah ke volume tertinggi, berarti volume suara maksimalnya memang segitu.

      Volume suara maksimal tetap sangat kecil? Bila Anda curiga hal itu tidak normal, silakan lakukan klaim garansi.

  5. kalo berolahraga sambil bermain musik, biasanya bisa menambah semangat, apalagi musiknya bagus banget,… saran saja kalo lagi berolahraga sambil bermusik jangan dengerin lagu galau, nantinya malah baper lagi,… heheh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *