Pemenang Sayembara “Ponsel Pertamaku”

Sayembara Ponsel Pertamaku ternyata disambut dengan cukup antusias. Indikatornya, sampai batas akhir yang ditetapkan, tercatat ada 110 cerita yang saya terima. Peserta berasal dari berbagai kota, termasuk dari daerah yang terus terang namanya baru kali ini saya dengar.

Saat membaca satu demi satu cerita tersebut, ingatan saya seolah diajak terbang ke belasan tahun silam. Peta perkembangan industri seluler tanah air sedikit tecermin di sana. Kalau seluruh cerita dibaca, bakal ketahuan betapa dulu Ericsson begitu terkenal. Demikian pula Siemens. Tahta popularitas Ericsson kemudian digerus oleh Nokia yang kini dalam posisi sayup-sayup terdengar.

Dari cerita-cerita yang terkumpul itu pula, bisa diketahui kalau dulu ada satu toko ponsel yang cukup terkemuka di Surabaya. Sampai sekarang toko tersebut masih eksis. Masih di tempat yang sama dan masih berdampingan dengan toko roti yang sempat disinggung oleh peserta.

Tema sederhana Ponsel Pertamaku berhasil memancing aneka cerita unik tentang ponsel. Ada yang lucu, ada yang mengharukan. Ada yang demi ponsel pertama harus berdusta kepada orang tua, ada pula yang menemukan ponsel pertama di jalan.

Bagi seorang partisipan sayembara, ponsel malahan telah membuktikan fungsi gandanya sebagai penyelamat. Ketika ia ditodong pisau, ponsel dengan baterai tebal tersebut dipukulkannya ke kepala si penodong. Duokk! Kepala pun bocor.

Seluruh karya peserta kini bisa Anda baca di tautan ini.

Biasanya, saat mengadakan sayembara, karya peserta saya tampilkan utuh apa adanya. Saya sama sekali tidak mengubahnya. Kali ini saya terpaksa melakukan sensor atas sebagian cerita yang dikirimkan peserta. Sebab, mereka menyebutkan nomor ponselnya dengan lengkap. Beberapa peserta malahan menuliskan alamat rumah atau kantornya dengan sangat rinci.

Saya tentu tak ingin ada yang memanfaatkan informasi komplet itu untuk tindakan yang kurang terpuji. Jadi, nomor ponsel yang dituliskan lengkap telah saya samarkan empat digit terakhirnya. Sedangkan alamat yang dituliskan komplet saya sisakan kota atau maksimal nama daerah plus kota.

Siapakah yang beruntung dalam sayembara kali ini?

Ponsel yang diklaim tahan benturan plus tahan percikan air akan saya kirimkan kepada Pak Budiyanto. Sementara itu, charger USB multikonektor berhak diboyong oleh Pak Agus Teguh Pribadi.

Earphone unyu-unyu Hello Kitty dimenangkan oleh Pak Heru Prasetyo. Pesan saya untuk Pak Heru, “Jangan dipakai sendiri ya, Pak. Silakan dihibahkan kepada pasangan atau anak.”

Terakhir, earphone Minion bakal menjadi hak milik Pak Chusnun Hadi yang sempat menangis karena ponsel pertamanya rusak dibanting anak tercinta. Padahal, harga ponsel tersebut setara dengan 1,5 bulan gaji.

Saya berharap para pemenang segera mengirimkan email ke milis@hsw9900.com berisi data berikut ini:

  • Nama lengkap
  • Alamat lengkap + kode pos
  • Nomor ponsel yang bisa dihubungi

Akhirnya, selamat kepada para pemenang dan terima kasih kepada seluruh partisipan. Sampai jumpa pada kuis dan sayembara iseng berikutnya ala Ponselmu.com.

14 thoughts to “Pemenang Sayembara “Ponsel Pertamaku””

  1. terima kasih pak herry,,,,
    saya jadi salah satu pemenangnya,,,
    tapi seumur umur saya belum pernah kirim email,, akan saya coba deh

  2. Selamat untuk para pemenang, salam dan sukses selaluuntuk Pak HSW…

    -rosgani-
    Taidnya kalo saya yang menang saya gak akan beli hape, sekarang saya WTB Nokia dual on murah deh…hahahaha

  3. Wah cerita peserta sayembara emang ok. Ada yang bikin ketawa atau nangis. Sayang saya gak menang …. Omong-omong hape pertama pak Herry apa ya ?

  4. Selamat buat para pemenang, dan salut bagi penyelenggaranya! 😉

    Hehuehue, sayembara ini yang menarik memang bukan hadiahnya, tapi semangat berbagi memori atas barang yg kita pegang seharian ini.
    Membaca kisah2nya buat saya menerawang lagi nostalgia atas pemakaian ponsel di masa lalu, dengan segala kerumitan penggunaannya. Seperti kirim sms aja kudu sesama operator.

    Memorable…

    1. Cak Hananto,

      Iya, Pak. Pada rentang waktu tertentu, XL malahan menyediakan operator SMS. Jadi, pengguna menelepon ke nomor tertentu (saya sudah lupa nomor berapa), kemudian menyebutkan isi pesan dan nomor tujuan kepada operator. Seperti pada zaman pager alias radio panggil masih berjaya gitu deh.

  5. Sayang saya tahu sayembara ini sudah terlambat, jadi ingat ponsel pertama saya Sony Ericsson T100 yg cuma bisa buat nelpon sama sms. Dengan layar monokrom warna biru dan keypad yg menyala dengan warna kuning hehehe

  6. sayang smp berakhirnya periode undian tidak sempat menulisnya.
    tp kl boleh cerita, hape saya yang pertama adalah siemens s25 rasanya keren banget krn,sdh wap dan infrared. belinya second di counter hape di alun alun mall Malang seharga 550rb hasil menabung sekian bulan lamanya. hape yang tidak murah buat saya karena masih harus beli perdana simpati seharga 250rb. itu semua terjadi pada tahun 2002

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *