Penerus Galaxy Tab Pertama

Pilihan tablet yang ditawarkan Samsung pantas disebut paling komplet. Ditilik dari ukuran layar, contohnya, pabrikan asal Negeri Ginseng itu memiliki empat pilihan bentang layar. Terkecil tujuh inci dan terbesar 10,1 inci.

Kalau spesifikasi masing-masing tablet dibedakan lebih rinci, total varian tablet Samsung bakal lebih banyak lagi. Untuk tablet berukuran tujuh inci, misalnya, setidaknya ada tiga tipe yang beredar resmi di sini. Yakni, Samsung Galaxy Tab generasi pertama (P1000), Galaxy Tab 7 Plus, dan Galaxy Tab 2 7.0 (P3100).

Beredar belakangan bukan berarti P3100 memiliki spesifikasi tertinggi. Dibandingkan P1000, Galaxy Tab keluaran paling awal, ada pengembangan maupun pengurangan di sana-sini yang bisa ditemukan di P3100. Hasil akhirnya, P3100 dapat dijual dengan harga perdana lebih murah plus dianggap layak mengemban tugas sebagai penerus P1000.

Sama dengan P1000, P3100 dibekali layar sentuh kapasitif tujuh inci beresolusi 1.024 x 600 piksel. Bedanya, layar P3100 tidak dipersenjatai dengan Gorilla Glass. Dengan demikian, tingkat ketahanan layar P3100 terhadap goresan seharusnya tak setinggi layar P1000.

Kalau P1000 pada 2010 muncul dengan sistem operasi Android 2.2 alias Froyo, P3100 hadir dengan Android 4.0 alias Ice Cream Sandwich. P1000 memanfaatkan prosesor 1 GHz, sedangkan P3100 telah mengadopsi prosesor dual core 1 GHz.

Beralih ke kamera. Kamera utama P1000 beresolusi 3,15 megapiksel dengan kemampuan autofocus dan lampu kilat. Sementara itu, kamera kedua yang berada di sisi muka bodi beresolusi 1,3 megapiksel. Spesifikasi kamera P3100 lebih rendah. Kamera utamanya beresolusi 3,15 megapiksel, namun tanpa autofocus maupun lampu kilat. Sedangkan kamera kedua hanya beresolusi VGA.

Mengenai dimensi fisik, bodi P1000 berukuran 190,1 x 120,5 x 12 mm dan berat 380 gram. Sedangkan bodi P3100 berukuran 193,7 x 122,4 x 10,5 mm dan 344 gram. Perbedaan dimensi fisik itu akan sangat kentara kalau pengguna rutin memegang tablet tersebut selama bermenit-menit. P3100 terasa lebih ramah lengan.

Sebenarnya, kalau mau dicoba, P3100 juga sedikit lebih ramah saku. Dulu, saat memakai P1000, penulis rutin memasukkannya ke saku samping celana panjang. Hal serupa penulis lakukan terhadap P3100. Bila tablet dibiarkan terus di dalam saku kala penulis berjalan-jalan, perbedaan berat di antara keduanya yang sepintas hanya 44 gram lambat laun bakal terasa.

GPS, Wi-Fi, bluetooth, mendukung layanan HSPA+ 21 Mbps, dan baterai lithium ion 4.000 mAh adalah sebagian spesifikasi lain P3100. Untuk membaca, menyunting, maupun membuat file baru Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint, pengguna bisa memanfaatkan aplikasi Polaris Office yang sudah dibenamkan.

Terkait memori, tablet yang sekarang harga pasarnya sekitar Rp 3,775 juta itu memiliki RAM 1 GB, memori internal 16 GB, dan slot microSD. Konektor charger dan kabel data P3100 bukan berwujud micro USB. Hal tersebut sedikit menyusahkan pengguna yang sehari-hari membawa lebih dari satu gadget. Sebab, minimal pengguna harus membawa satu kabel data tambahan.

Ingin bertelepon? Silakan! P3100 memang mendukung fitur bertelepon. Secara estetika, bertelepon memakai tablet sebenarnya kurang indah karena laksana menempelkan nampan ke pipi. Namun, praktiknya, tak sedikit calon pembeli tablet yang mementingkan kemampuan bertelepon itu. Bila bertelepon pun bisa, tentu P3100 dapat pula dipakai untuk mengirim maupun menerima SMS.

Selama menguji pakai P3100, penulis memiliki empat catatan minus utama atas gadget itu. Pertama, performa kameranya tidak memuaskan. Kedua, seperti telah penulis sebutkan sebelumnya, pemakaian konektor bukan universal terasa merepotkan. Ketiga, pada tingkat volume tinggi, suara yang diperdengarkan cukup sering terdengar sember alias “pecah”.

Terakhir, pengaturan auto brightness alias tingkat pencahayaan otomatis layar P3100 terkesan kurang cerdas sekaligus kurang cepat menyesuaikan diri. Baik di dalam maupun luar ruangan, berkali-kali layar tablet itu lebih redup daripada tingkat pencahayaan ideal. Akibatnya, penulis kesulitan membaca tulisan yang tersaji di layar.

Dengan harga jual perdana yang dipatok terendah dibandingkan aneka tablet Samsung, pengguna idealnya tidak memasang harapan berlebih terhadap P3100. Janganlah membandingkannya dengan seri Galaxy Tab selain P1000. Asalkan mematuhi prinsip itu, konsumen seharusnya relatif puas dengan seri Galaxy Tab 2 pertama yang mendarat di Indonesia tersebut.

27 thoughts to “Penerus Galaxy Tab Pertama”

  1. Tambahan:
    Ternyata tidak semua accesories GTAB 7 P1000 tidak sama dengan GTAB 7 v2 P3100, adapter HDMI tidak ada respons jika dicolok, juga keyboard dock dan docking lain nya…

    tgl 28 Juni 2012 telah ada update ke ICS 4.0.4 dengan beberapa penambahan termasuk face lock

  2. Pak Kurnia, terima kasih atas tanggapannya.

    Model konektor P1000 sama atau berbeda dengan P3100, Pak? Kalau sama, tetapi kala dicolokkan nggak merespons, berarti repot juga ya. Kesamaan konektor tak bisa dijadikan patokan.

  3. Connectornya sama Pak Herry,
    Tetapi adaptor HDMI dan usb otg ori non pack tidak ada respon di P3100 πŸ™

    Tetapi kalau keyboard bluetooth bisa dipadukan pak.

  4. mksud saya lebih baik pilih tab p3100 apa tab p1000, jika dilihat dari keseluruhan , terutama dr jenis OS nya?????

  5. tp katanya kameranya kurang bagus,, dan elemen perangkatnya kurang bagus dibanding p1000…. cuma beda di OS nya aja kan itu, OS nya p3100 lebih baru dan lebih bagus… tp klo soal lainnya????? msih lebih bagus p1000,,,, itu pemahaman saya setelah beberapa kali membaca artikel diatas…. mhon bantuan untuk memilih tab yang lebih baik… πŸ™‚

  6. Bu Shanty,

    Kalau harus memilih satu di antara dua tablet itu, P3100 merupakan pilihan yang lebih baik dibandingkan P1000. Untuk ukuran saat ini, P1000 tergolong kurang responsif.

    Namun, bila boleh melirik merek atau tipe lain, silakan mencoret P3100 dan P1000. Lebih baik membeli Huawei Mediapad. Lebih murah (kurang dari Rp 3 juta), lebih bagus. Satu hal yang perlu disadari sejak awal, popularitas merek Huawei memang jauh di bawah Samsung.

  7. tapi apa gag gmpang rusak tablet huawei itu, huawei milik cina kan, katanya gmpang rusak…..?
    saya menghindari merk cina krn gmpang rusak itu…
    menurut anda bagaimana???

    1. Bu Shanty,

      Huawei Mediapad baik-baik saja kok. Kalau kita berbicara ponsel atau tablet China, mestinya kita melihat China yang mana. Mengapa? Sebab, secara umum ponsel atau tablet China bisa dibagi empat:

      1. Merek lokal buatan China. Misalnya, Cross, Imo, Mito, Advan, dan Maxtron. Konsumen harus sangat hati-hati saat memilih produk kategori ini.

      2. Merek China buatan China. Misalnya, Oppo dan K-Touch.

      3. Merek global buatan China. Nokia, Apple, Sony, dan aneka merek global lain juga memproduksi ponsel atau tabletnya di China lho. Hal itu sebenarnya tak masalah, asalkan pengendalian kualitasnya bagus. Huawei dan Lenovo, meskipun berasal dari China, saya masukkan ke kategori merek global. Sebab, mereka sudah merambah ke banyak negara.

      4. Selain tiga kategori di atas. Misalnya, Ninetology yang merupakan ponsel merek Malaysia buatan China.

      Jadi, tak perlu ragu meminang Huawei Mediapad.

  8. terima kasih banyak atas masukannya pak herry… sangat bermanfaat untuk saya… terima kasih… πŸ™‚

  9. Mas herry tadinya aku mau ke marina beli Samsung Galaxy Tab 7 espresso ndak sengaja istriku baca review diblognya mas herry jadi ragu2 nih..
    kalo dibandingkan mending mana Samsung Galaxy Tab espresso sama Huawei Mediapad…
    makasih ya..

    1. Pak Tony Wijaya,

      Ini maksudnya Galaxy Tab 2 7.0 ya? Saya sih lebih memilih Huawei Mediapad. Harga lebih murah, layar lebih nyaman di mata, dan bodi lebih oke. Kinerja keseluruhan juga nggak kalah kok. Namun, popularitas merek Huawei di sini memang jauh di bawah Samsung.

  10. perbincangannya sangat menarik, pak herry saya lagi tertarik sama tablet smartfren menurut pak herry speknya gimana soalnya dananya cekak he..he..

    1. Pak Yusuf,

      Menurut saya, untuk ukuran sekarang, tablet Smartfren sudah kurang menarik. Kalau tak keberatan dengan Wi-Fi only, Acer Iconia B1-A71 boleh dilirik. Terakhir harga barunya Rp 1,1 jutaan.

    1. Pak Yusuf,

      Namun, belakangan ini saya sering menerima keluhan tentang tablet Smartfren. Masalah yang muncul biasanya berhubungan dengan baterai atau charger.

  11. Mas herry aku wes ke marina Mediapad yg disarankan sudah ndak produksi lg, adanya mediapad 7 lite yg speknya lebih kecil gimana mas apa ada rekom yg lain..?

    1. Mas Tony Wijaya,

      Mediapad yang saya rekomendasikan itu memang tipe lama. Sampai minggu lalu saya lihat masih ada. Ternyata, kini sudah kosong ya. Ada dua tipe tablet terbaru Huawei. Namun, saya belum berani merekomendasikannya karena sekadar menyentuhnya pun belum pernah. Belum ada tablet lain yang bisa saya rekomendasikan.

  12. sekarang ada lagi yang layarnya lebih gede.. sampe 10,5 inci. galaxy tab S kalo ga salah namanya. niatnya mau nyaingin ipad gitu..

  13. pak herry,
    mohon info….. galaxy tab 8.9 punya saudara saya stag di tulisan samsung, gak bisa masuk ke launcher. apakah pak herry tahu solusi untuk mengatasinya? thanks before

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *