Perang Korea, Hulk Melawan Smurf

Kejadian hari ini mestinya tak berhubungan dengan demam film Korea, wabah artis Korea, maupun flu grup musik asal Korea. Namun, digelarnya pemesanan awal alias pre-order acang terbaru secara bersamaan oleh dua produsen asal Korea tetap menjadi sesuatu yang menarik. Apalagi, satu produsen di antaranya selama ini ibarat putri tidur yang terlalu lama tidur.

Samsung. Siapa sih yang sekarang tak mengenal merek itu. Kalau saya sedang berjalan-jalan ke mal maupun menghadiri pertemuan di gedung perkantoran, ia terlihat bersaing ketat dengan BlackBerry. Berikutnya, dengan jarak cukup jauh, ada Apple lewat iPhone dan iPad.

Perang Korea

Sementara itu, bila saya naik taksi atau membeli makanan di pedagang kaki lima, Samsung terlihat bersaing di Cross. Mito dan Nokia membayang-bayangi dua merek tersebut.

Kepercayaan diri Samsung mematok harga Rp 8,88 juta untuk Galaxy Note 3 sungguh di luar dugaan. Memang benar nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. Memang benar ia mengalami perbaikan spesifikasi dan fitur dibandingkan Galaxy Note 2. Tak bisa dipungkiri pula Note 3 kini bukan lagi sekadar plastik. Setidaknya, sekarang kulit yang dapat dijumpai di belakang ponsel itu.

Namun, bagi saya, harga rasional ponsel Note 3 mestinya tak lebih dari Rp 7,499 juta. Angka Rp 8,88 juta menunjukkan bahwa Samsung sudah demikian percaya diri. Ia yakin telah berada di atas angin, bahkan di atas awan, sehingga harga berapa pun tetap akan diserap oleh konsumen. Apalagi, konsumen di negeri ini berperilaku unik. Merek dan gengsi seringkali mengalahkan akal sehat. Hal itu sudah terjadi sejak zaman Nokia Communicator masih berjaya.

Entahlah berapa margin keuntungan yang bakal mengalir ke kocek Samsung. Satu hal yang saya percaya, jumlah keuntungan yang diperoleh penjual Samsung di pusat-pusat penjualan ponsel tetap segitu-segitu saja. Rp 50 ribu sudah angka yang bagus.

Buat saya yang telah dipuaskan oleh Note 2, tidak membeli Note 3 merupakan langkah bijak. Anda mungkin memiliki pendapat berbeda. Kalau Anda memutuskan akan meminang Note 3, apa pun alasannya, inilah tautan ke beberapa situs yang membuka pemesanan awal. Silakan mencermati tawaran masing-masing situs dengan detail.

http://www.blibli.com/promo/samsung-note-3/

http://www.jeruknipis.com/preorder/galaxynote3

http://www.lazada.co.id/samsung-galaxy-note-3/

Beralih ke LG yang di awal saya sebut sebagai putri tidur yang terlalu lama tidur. Seperti kata pepatah, tiada gading yang tak retak, ia memang tidak sempurna. Anda yang pernah membeli ponsel Android LG amat mungkin pernah merasakan, betapa update firmware ponsel itu muncul sangat terlambat. Tatkala ponsel sudah terasa usur, ketika asa nyaris pupus tak berbekas, eh… baru muncul update firmware.

Tetapi, ingatlah, di dunia ini hanya ada satu hal yang pasti. Yaitu, ketidakpastian. Hidup terus berubah. Dinamis. Munculnya iklan pemesanan awal LG G2 di harian nasional terkemuka, hari ini, memunculkan secercah pertanyaan. Suluh benar. Tumben nih.

Sehari sebelumnya, LG mengumumkan penunjukan Joe Taslim sebagai brand ambassador. Sejak memanfaatkan pesona Agnes Monica, bertahun-tahun silam, baru kali ini LG di Indonesia memilih duta produk yang berkelas. Kualitas premium deh, bukan KW1, apalagi KW3.

Joe Taslim

Beriklan warna dengan porsi cukup besar plus menunjuk Joe Taslim bukanlah aktivitas berbiaya rendah. Entah ada berapa banyak angka nol yang harus dituliskan di belakang angka bukan nol, di lembaran anggaran pemasaran LG.

Ini baru satu langkah kecil yang tak berarti apa-apa untuk Samsung, namun saya lihat begitu bermakna untuk LG. Tak biasanya LG berani “membakar uang”. Mungkinkah ia mulai sadar diri? Semoga saja demikian. Supaya mutiara yang selama ini bersembunyi di dalam kerang perlahan mulai dikenali keindahannya.

Bila Anda berani mencoba tantangan baru dan berpikir lebih rasional, kemudian memutuskan mencicipi merek yang di Indonesia cenderung dipandang sebelah mata, mari berkunjung ke tautan-tautan ini:

http://www.blibli.com/promo/lg-g2/

http://www.erafone.com/lg-g2-tsel/

http://www.jeruknipis.com/preorder/G2

http://www.globalteleshop.com/product.php?id_product=685

Pemesanan awal mestinya juga bisa dilakukan di www.oke.com. Namun, sampai saya mengetikkan cerita ngalor-ngidul ini, di situs tersebut belum ada tautan pemesanan awal G2.

Pembeli G2 bakal mendapatkan bonus voucher belanja Shopdeca senilai Rp 1 juta. Kali pertama membuka situs www.shopdeca.com, amat mungkin langsung timbul kesan, “Ah, ternyata situs jualan baju, padahal saya gadgeter. Nggak cocok nih.”

Saran saya, coba masuk ke tautan ini http://www.shopdeca.com/tech/storage.html

Aneka USB flashdisk yang ditawarkan, menurut saya, tergolong unik. Anda yang merasa gahar bisa memilih Batman atau Starwars, sedangkan yang merasa imut bolehlah melirik USB flashdisk Hello Kitty.

Sebanyak 4.768 karakter telah saya ketikkan untuk sebuah cerita ke sana kemari tanpa tema ini. Ibarat Hulk bertempur melawan Smurf, pemenang peperangan antar-Korea hari ini sebenarnya sudah bisa ditebak. Produk mana yang lebih laku telah dapat diterka.

Namun, sebenarnya, kali ini yang lebih penting bukanlah siapa yang menjadi pemenang. Semangat Smurf patut diapresiasi. Bila ia konsisten, tanpa bantuan Gargamel pun, Smurf bisa menjadi Obelix yang siap melawan Hulk. Satu lawan satu.

Kapan? Kita tunggu saja!

36 thoughts to “Perang Korea, Hulk Melawan Smurf”

    1. Pak Sony Djuana,

      Leather di Note 3 itu kulit beneran atau plastik bercorak kulit ya? Bayangan saya sebelumnya kayak penutup baterainya BlackBerry Bold 9000.

  1. Hehehehe .. brarti, dgn tidak langsung koh Harry mau mengatakan Agnes Monica itu duta produk nggak berkelas ya? πŸ˜› KW1, KW2 πŸ˜€ :
    Ati2 lho koh, fans nya artis yg satu itu hobi membully di dunia maya lho πŸ˜€

    btw, kira2 bakalan ada komen dg nama ‘rudy’ nggak ya di artikel ini? #eh πŸ˜›

    1. Pak/Bu Marpuah,

      Bukan begitu. Maksudnya, sejak kontrak Agnes Monica dengan LG usai, bintang iklan yang dipilih LG kurang nendang. Setidaknya untuk konsumsi lokal Indonesia. Baru di Joe Taslim ini LG memilih bintang kelas A lagi.

  2. Kabarnya leather di belakang Note 3 hanya leather leather-an alias palsu. Mungkin nanti setelah dipegang baru tau sepalsu atau seasli apa.

    Untuk harga, ya sudah jelas, Samsung terlalu pede dgn harga jual tsb. Nanti toh dengan sendirinya ada cashback dan program ini itu agar harganya turun (walau tetep saja overpriced). Biasalah, berhubung mereka pemimpin pasar ya terserah mereka mau set harga berapa. Biarin tau rasa nanti, kayak BB yg super pede dgn harganya, skrg siapa yg mau beli?

    Nilai uang rupiah juga makin kecil. Saya pemakai Note 2 yg saya beli Feb kemarin seharga 7 juta. Padahal dulu saya hanya berani beli Nokia E71 seharga 3.5 juta itupun hitungannya waktu itu sudah lumayan high end.

    Pada akhirnya jika uangnya ada, dan borosnya keluar, saya akan tetap beli Samsung bukan merk yg lain. Alasannya ya antara lain update firmware yg rutin (saya tidak pernah gonta ganti ROM), pilihan aksesori yg banyak (karena produk laku) dan service centernya (maklum tinggal di kampung yg hanya ada service center Samsung dan Nokia utk merk global). Cuma kalau flagship naik terus, saatnya beli produk midrange saja…

  3. sebagai pengguna samsung galaxy s3 mini, terus terang saya agak kecewa. Bukan kecewa dengan performa acang yang saya pakai (menurut saya masih oke lah), tapi kecewa pada diri sendiri. Kenapa dulu saya keluarin duit 2,8 juta, nabung dikit lagi sudah bisa dapat lg optimus g pro. Lebih gahar dari acang yang sekarang ini.

  4. malah ada tmn2 say nganggep klo android cm eksklusif di samsung aja…wkwk..jd ktika saya rekomendasikan bli LG,mrk blg ga mau krn samsung lbh keren ud pk android..wkwk..

  5. Pak Herry… bagaimana dengan iPhone5 yang sampai sekitar 10juta kurang dikit, jika berbanding dengan Note3 yang 8.9jt apakah lebih pede Apple atau Samsung πŸ™‚ dan apakah peningkatan memory 16 – 32 – 64 GB layak dihargai sekitar 1juta per tingkat nya itu

    1. Pak Hendri,

      iPhone 5 memiliki bodi yang lebih solid. Pilihan komponen dan positioning-nya memang beda. Sejak awal boleh dibilang ia sudah memposisikan diri sebagai “Mercy”-nya ponsel.

  6. Hehe baru mau komen mirip bung Hendri. Apalagi untuk layanan purna jual sepertinya Apple kurang jelas disini, beda dgn Samsung yg chain purna jualnya sudah masuk sampe ke daerah saya.

    Sebenarnya kemarin sempat berharap bisa menyandingkan Note 2 saya dengan iPhone 5c. Akhirnya mundur teratur lihat harganya yg ajaib. Sementara tetap BB+Android dulu kalau gitu

  7. kalau dilihat secara teliti lagi sebenarnya pihak marketingnya LG sudah berani “bakar uang lho” bukan saat sekarang melainkan waktu pertama L7 keluar. mereka berani iklan di chanell tv berbayar seperti starworld dll (bukan tv nasional lho), produk mereka pun bolak balik nampang. kalau pun samsung berani mematok harga 8,88 jeti itu pun masih bisa dibilang sepadan lah.
    dari pada beli produk nokia yang paling mahal harganya., trus kalau soal harga yang “kebangeten” kenapa harus samsung juga sih masih ada lho yang lebih kebangeten contoh nih: Apple dengan produknya Iphone, jika samsung no 1 tidak semua soal “bakar bakaran uang” bisa juga samsung memenuhi keinginan user mungkin team R&D nya pintar menangkap apa yang menjadi keinginan user. A

  8. bukan bermaksud mewakili team R&D samsung nih:

    Jika dilontarkan ke user pemakai samsung + merk lain seperti Nokia,sony,lenovo,LG,Huawei,ZTE : Merk mana yang paling nyaman dipakai + user friendly ? (dengan catatan HH nya se kelas), pasti semua sudah tahu jawabanya deh.

    1. Pak Rudy,

      Kalau yang diadu selain ponsel Windows Phone, saya yakin akan lebih banyak yang menganggap Nokia lebih user friendly daripada Samsung.

  9. bagi saya orang awam,semua merek global yg sudah disebutkan diatas memang kebangetan dalam tanda kutip…kebangetan soal harga yg ditawarkan πŸ™‚
    Padahal kalo coba ngulik baca sana sini harga yg dihabiskan untuk membuat acang acang itu tidak sampai setengahnya. Betul nggak yah….? maklum orang awam πŸ™‚

  10. samsung is plastic,hrg overprice.kl dibilang apple,nokia kemahalan mnrt saya ga jg..produk mrk kualitas hardware nya lbh bagus drpd samsung yg dr produk low end smpe hi end ttp aja plastic murahan..samsung bs populer spt skr ya krn mrk jor2an ngadain event promosi di stiap launching produk baru..beda sm LG yg perasaan tiap klr produk baru ya gt2 aja..adem ayem kek dikuburan..pdhl kualitas LG bagus jg tp sayang nya mrk kalah dalam hal promosi..btw,saya pengguna samsung galaxy..hehe..

  11. bro Chandra Zhang… apakah Samsung Plastik Anda sudah retak atau rusak secara fisik… hehehe… dan apakah body aluminium bahan pesawat angkasa macam HTC ONE S (kalau gak salah) jaminan tidak rusak… apalagi jika memikirkan HTC punya layanan purna jual miris banget. kalah sama Nexian atau Mito… saya sendiri pakai Note 2 (pernah ngaspal sekali jatoh di parkiran, bezel lecet) dan sebuah hp cina merek Venera

  12. Pak Herry, saya pengguna LG Nexus 4. Menurut saya smartphone ini sangat OK. Worthed banget, sesuai antara harga dengan kualitasnya. Untuk update firmware pun tidam ada masalah. Skr saya sudah upgrade sampai Jelly Bean 4.3. Keluhan paling cuma ketahanan battery yang tidak sampai 12 jam sudah habis (dengan pemakaian cukup intens utk browsing dan maen game). Tapi saat ini powerbank sudah begitu banyak dgn harga yg lumayan. Jadi mestinya battery sudah bukan masalah lagi

  13. bro hendri,blm tuh..samsung plastic saya kan dipakein leather case..kl ga dipakein ya pasti ud retak2 tuh case asli nya…wah..saya pnh make htc one s,mnrt saya itu the best mid level smartphone dah..wkwk..hardware nya keren..

  14. Pak Herry, masalah di LG saya rasa adalah persepsi kualitas yang kurang bagus di benak orang banyak. Jaman dulu sblm Android ada, ponsel LG terkenal kualitasnya kurang baik. Saya dulu pake LG KG320, belum setahun pake beberapa tombol udah macet tdk ada respon. Persepsi kualitas ttg LG tsb terus terang masih saya anut sampai sekarang.
    Menurut pak Herry, bagaimana kualitas/ketahanan HP LG sekarang ini?

    1. Pak Iwan,

      Betul, persepsi terhadap kualitas memang sangat penting. Itu yang belum dimiliki LG dan sudah sangat dipunyai oleh Samsung. Padahal, yang dipersepsikan bagus belum tentu baik. Demikian sebaliknya.

      Kebetulan saya jarang banget memakai ponsel sampai lama. Saya berikan contoh mama saya yang memakai ponsel LG saja ya, Pak. Saat ini mama masih menggunakan ponsel CDMA LG ID2750 yang berlayar hitam putih. Sampai sekarang ponsel tersebut masih berfungsi dengan baik.

      Dulu mama juga memakai ponsel GSM LG KP220. Setelah dipakai sekitar tiga tahun, keypad-nya sudah banyak terkelupas dan ada tombol yang harus ditekan keras supaya bisa berfungsi. Namun, baterai belum nge-drop. Karena kondisi fisiknya sudah mengenaskan, akhirnya ponsel itu minta dipensiunkan.

  15. Saya juga masih punya HP LG versi paling pertama, kalo ga salah tipenya LG 500. Masih mulus tapi sayang baterenya uda ga ada yg jual. Akhirnya nangkring di lemari aja.

    1. Pak Januar F,

      Maaf, baru siang ini saya bisa merespons pertanyaan masuk karena sempat tumbang akibat demam hingga 39,5 derajat Celcius.

      LG 500? Yang ada “lidah”-nya ya? Kalau saya tak salah ingat, ponsel itu keluaran tahun 2002. Kalau tak salah ingat pula, saat itu LG menawarkan tiga ponsel sekaligus ke pasar Indonesia: LG 200, LG 500, dan LG 600.

  16. Sy sempat naksir berat dgn LG G2 ini, semenjak liat layarnya yg full, bezel yg super tipis, trus review di website sangat bagus sekali, sampai ada yg kasih summary “a beautiful monster”, cuman jadi ragu gara2 update firmware nya itu, akhirnya tunda dulu sambil wait n see, tunggu penerusnya aja deh, LG G3, kali aja ada slot mem external nya, hehehe

    1. Pak Ekasurya,

      Kalau mau G2 yang dilengkapi selot microSD, silakan mencari G2 versi Korea, Pak. Baterainya bisa dilepas dan dibekali selot microSD. Ada antena televisinya juga, tetapi tak bisa digunakan di sini.

      Terakhir harga pasarannya di sini Rp 7,5 juta. Dulu, waktu barusan masuk dan G2 bergaransi resmi belum beredar, harga G2 versi Korea itu sempat menembus Rp 14 juta.

  17. Jadi bingung mau beli yg mana.
    Awalnya mau oppo find way, tapi stelah ngobrak.ngabrik google kok jadi bingung ya….
    Om.om.tante.tante minta saraan dooooong..
    Punya duit 3 juta.an, Mau yg hasil jepretannya bagus, nyaman buat digenggam dan dikantong, spesifikasi yg apik..

    1. Bu Pupuut,

      Di atas kertas, Lenovo P780 yang dijual Rp 2,999 juta sepertinya menarik. Namun, saya belum tahu kinerja nyatanya karena belum menguji pakai ponsel itu.

    1. Pak Joko,

      Sekadar menyentuh Galaxy Ace 3 pun saya belum pernah. Jadi, saya belum bisa memberikan review.

      Btw, di atas kertas, dengan memperhatikan harga dan spesifikasi, Galaxy Core sepertinya lebih menarik. Apakah Galaxy Core bagus? Saya juga belum pernah mencobanya.

    1. Pak Andi,

      Dua tipe tersebut tidak beredar di Indonesia. Yang sempat beredar resmi di sini hanya Samsung Xcover 2 (C3350) yang bukan termasuk seri Galaxy. Ia adalah feature phone berbentuk candybar. Sistem operasinya bukan Android.

  18. terima kasih jawabannya soal LG G2 or XZ1.
    sekarang kegalauan saya yang lain adalah Note 3 atau XZ1….

    pertimbangan minus saya pada Note 3 adalah belum LTE, dan beberapa masukan dari toko ins### tech### yang lebih menyarankan XZ1.

    Bagaimana menurut Pak Herry?

    1. Pak Indra,

      Kuncinya sederhana. Apakah Anda perlu stylus atau S-Pen ala Note 3? Kalau tidak perlu, menurut saya, membeli Sony Xperia Z1 atau LG G2 tampaknya lebih menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *