Punya Tiga Pelindung Privasi

Untuk meraih pangsa pasar sebanyak-banyaknya, produsen merek global tak ragu menghajar pasar dengan ponsel murah meriah. Bertempur melawan merek lokal buatan Tiongkok pun tidak tabu dilakukan.

Samsung, LG, dan Nokia telah melaksanakannya. Kini giliran Alcatel melakukan hal serupa. Ia menawarkan Alcatel one touch 602D yang dibanderol Rp 399 ribu. Padahal, ponsel berlayar sentuh itu dibekali fitur dual on GSM-GSM, bluetooth, dan sederet kemampuan lain.

Layar sentuh 602D berukuran 2,4 inci dengan resolusi 240 x 320 piksel. Untuk sebuah ponsel berlayar sentuh, bentang layar sebesar itu tergolong kecil. Dengan demikian, pengguna berjari tangan besar amat mungkin merasa kurang nyaman saat mengoperasikan layar sentuh resistif tersebut.

Di layar utama, pengguna bisa menambahkan shortcut dan widget fitur-fitur tertentu yang sering digunakan. Misalnya, kamera, kalkulator, dan ramalan cuaca. Total tersedia tiga home screen alias layar muka yang leluasa dipersonalisasi oleh pengguna.

Sebuah konektor micro USB tersedia di sisi kiri bodi. Ia berfungsi sebagai penghubung charger dan kabel data. Sedangkan di bagian atas, terdapat konektor 3,5 mm untuk menancapkan handsfree berkabel.

Privasi pengguna menjadi hal yang diperhatikan di 602D. Karena itu, ponsel tersebut dibekali aneka fitur pelindung privasi. Dengan memanfaatkan fitur firewall, pengguna bisa membatasi akses ke menu kontak, SMS, file manager, riwayat percakapan, dan daftar perjanjian.

Tersedia pula SMS black list. Hingga 20 nomor dapat dimasukkan ke dalam daftar hitam. Kalau nomor yang terdaftar mengirimkan SMS, pengirim pesan tetap memperoleh notifikasi delivered. Namun, SMS yang dikirimkan sebenarnya tak pernah muncul di 602D.

Sedangkan untuk menghadang panggilan masuk dari nomor yang tak diinginkan, optimalkan fitur calls black list. Kapasitasnya sama dengan SMS black list, yaitu 20 nomor. Penelepon yang terjaring black list akan mendengar suara kalau nomor tujuan sedang sibuk atau tidak aktif, bergantung operator yang digunakan.

GPRS, MMS, buku telepon 1.000 nama multiple entry, memori internal 3,2 MB, slot microSD, dan radio FM adalah sebagian spesifikasi lain 602D. Untuk mendengarkan siaran radio, pengguna harus menancapkan handsfree berkabel. Sebab, kabel handsfree itu berfungsi ganda sebagai antena. Siaran radio yang sedang dinikmati dapat direkam secara spontan.

Tersedia pula pembuat panggilan palsu (fake call), email client, browser Opera Mini, konverter, dan aplikasi ramalan cuaca. Untuk chatting dan eksis di jejaring sosial, tiga aplikasi berbasis Java yang telah dibenamkan siap dimanfaatkan. Yaitu, Palringo, Facebook, dan mTweet.

Sebuah kamera tanpa autofocus maupun lampu kilat dapat dijumpai di bagian belakang ponsel. Kamera itu mampu memproduksi foto beresolusi maksimal 1.600 x 1.200 piksel atau setara dengan dua megapiksel. Ia juga bisa didayagunakan sebagai perekam video.

Untuk standar ponsel merek global, kinerja kamera 602D tergolong buruk. Tetapi, karena harga jualnya kurang dari Rp 400 ribu, segebok permakluman masih layak diberikan kepadanya.

Di 602D, nada dering telepon dua nomor yang siaga bisa dibedakan. Pengguna dapat menambahkan file berformat MP3 sebagai nada dering. Hal serupa berlaku untuk nada SMS.

Kalau dirangkum, layar sentuh yang mungil dan tak bisa diposisikan horizontal menjadi kekurangan utama 602D. Sisi minus berikutnya adalah performa kamera yang tidak mengesankan.

Meski begitu, 602D tetap boleh dipertimbangkan oleh konsumen yang menginginkan ponsel berlayar sentuh dual on GSM-GSM murah meriah. Dana minim, tetapi ingin ponsel merek global? Salah satu alternatif jawabannya adalah Alcatel one touch 602D.

10 thoughts to “Punya Tiga Pelindung Privasi”

  1. Gan yang dimaksud apa ya?

    Ponsel di atas seharusnya bisa ditemukan di pusat penjualan di kota-kota besar. Misalnya, Roxy Mas Jakarta dan WTC Surabaya.

    1. Pak Syaifudin,

      Serius pernah sengaja dibanting dan ternyata tidak rusak? Boleh saya coba banting sekali lagi? 🙂

    1. Bu/Pak Elijariodaconceicao,

      Maaf, nama asli Anda benar begitu?

      Untuk membuka firewall, Anda tinggal memasukkan password yang pernah dibuat. Kalau lupa, ya terpaksa ponsel harus di-reset.

    1. Pak/Bu Elijariodaconceicao,

      Anda belum menjawab pertanyaan saya lho. Apakah nama asli Anda memang benar seperti yang tertulis?

      Terkait cara reset, saya sudah lupa banget. Coba bacalah buku panduan pemakaian ponsel Alcatel itu. Kemungkinan dijelaskan di sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *