Qwerty Asha Terbaik Saat Ini

Nokia Asha 302 merupakan ponsel qwerty seri Asha ketiga yang beredar resmi di Indonesia. Sebelumnya telah muncul Asha 303 dan Asha 200. Harga jual Asha 302 bukan yang termahal. Spesifikasinya juga bukan yang terkomplet. Namun, menurut penulis, Asha 302 justru lebih layak dibeli daripada dua pendahulunya.

Kok bisa? Ini ceritanya. Kala Asha 303 mulai dijual pada Desember 2011, penulis sempat terpikat dengannya. Sebab, ia merupakan ponsel Nokia seri 40 pertama yang memakai prosesor 1 GHz. Ponsel yang mendukung layanan HSDPA tersebut dibekali papan ketik qwerty sekaligus layar sentuh.

Kesimpulan penulis saat itu, Asha 303 adalah ponsel Nokia seri 40 paling responsif yang pernah diuji pakai. Satu hal yang penulis sayangkan, papan ketik qwerty ponsel itu kurang nyaman untuk pengguna berjari tangan besar.

Beralih ke Asha 200. Ia menarik karena mendukung fitur dual on GSM-GSM. Papan ketik qwerty-nya pantas disebut nyaman. Tetapi, kinerja keseluruhan ponsel itu tidak mengesankan. Respons menunya tergolong lambat.

Papan ketik yang nyaman ala Asha 200 dan tingkat respons yang cepat ala Asha 303 diwariskan ke Asha 302. Penampakan fisik ponsel itu cukup elegan dan mewah. Seolah ia adalah ponsel berharga Rp 2 jutaan. Padahal, harga ritel yang disarankan untuk Asha 302 hanya Rp 1,15 juta. Harga nyata di gerai-gerai penjual ponsel lebih rendah. Misalnya, penulis membeli satu unit Asha 302 warna putih dengan harga Rp 1,085 juta.

Di sisi atas ponsel itu terlihat tiga konektor yang berderet. Paling kiri konektor charger dua milimeter alias colokan bundar kecil Nokia. Berikutnya, konektor audio 3,5 mm untuk menancapkan handsfree berkabel yang disertakan dalam paket penjualan. Satu konektor terakhir adalah konektor micro USB yang berfungsi sebagai penghubung kabel data dan charger. Jadi, kalau mau, pengguna peranti BlackBerry, Android, dan Windows Phone bisa memanfaatkan charger-nya untuk mengisi ulang baterai Asha 302.

Layar Asha 302 berukuran 2,4 inci, beresolusi 320 x 240 piksel, dan mampu menampilkan sampai 262.144 warna. Papan ketik qwerty ponsel itu pantas mendapatkan pujian. Deretan tombolnya cukup menonjol dan berukuran besar. Sehingga, pengguna berjari tangan besar seperti penulis pun bisa menekannya dengan mudah. Tingkat kesalahan pengetikan tergolong rendah.

Sebuah kamera tanpa autofocus maupun lampu kilat terdapat di sisi belakang ponsel. Ia mampu menghasilkan foto beresolusi maksimal 2.048 x 1.536 piksel atau setara dengan 3,2 megapiksel. Kalau difungsikan sebagai perekam video, klip video terbesar yang sanggup diproduksi beresolusi VGA. Asalkan bukan dipakai untuk mengabadikan objek dalam jarak dekat, foto dan video yang dihasilkan pantas diberi label cukup bagus.

Pengguna Asha 302 dengan gampang dapat terhubung ke jaringan internet. Kalau didukung oleh operator GSM yang dipakai, pengguna bisa menikmati layanan HSDPA dengan kecepatan unduh sampai 14,4 Mbps dan HSUPA dengan kecepatan unggah hingga 5,76 Mbps. Tersedia pula akses Wi-Fi untuk menghubungkan ponsel dengan hotspot di berbagai tempat publik.

Aktivitas beremail, chatting, dan berjejaring sosial bisa dilakukan dengan leluasa. Untuk mengirimkan atau menerima email, pengguna disarankan memanfaatkan menu Mail. Sebab, lewat menu itu, pengaturan akun email Ovi, Yahoo, Gmail, dan beberapa domain email populer lain dapat dituntaskan hanya dalam dua langkah. Pengguna cukup mengetikkan username dan password. Tak usah lagi repot-repot mengisi atau mencari informasi tentang POP3 server atau SMTP server.

Ingin mengakses jejaring sosial? Silakan mengklik ikon Social. Akun Facebook, Twitter, orkut, dan Flickr bisa ditambahkan dengan cepat. Sementara itu, untuk chatting via Yahoo Messenger dan Google Talk, contohnya, pengguna cukup masuk ke fitur Chat. Pengguna tidak perlu menginstalasikan aplikasi tambahan.

Kalau pengguna ternyata rutin ber-WhatsApp, kebiasaan itu masih bisa diteruskan di Asha 302. Dari menu utama masuklah ke Apps, lalu My Apps. Di sanalah aplikasi WhatsApp berada.

Prosesor 1 GHz, bluetooth, memori internal hingga 100 MB, slot microSD, dan radio FM merupakan sebagian fitur lain Asha 302. Setiap pembeli otomatis memperoleh layanan Nokia Music selama enam bulan. Dengan demikian, selama rentang waktu tersebut, mereka bisa mengunduh lagu sepuasnya di Nokia Music. Legal dan gratis. Pengguna cuma perlu membayar biaya akses data.

Kontak yang bisa disinkronkan dengan Microsoft Outlook di komputer menjadi sisi menarik lain Asha 302. Di situs Nokia Indonesia disebutkan bahwa baterai bawaan ponsel tersebut bernomor tipe BL-5J dengan kapasitas 1.320 mAh. Praktiknya, baterai BL-5J yang penulis dapatkan berkapasitas 1.430 mAh.

Enam permainan telah dibenamkan ke ponsel berdimensi fisik 116,5 x 55,7 x 13,9 mm dan berat 99 gram itu. Yakni, Bounce Tales, Gedda Headz, Sudoku, Block Breaker 3 Unlimited, Diamond Twister 2, dan Fast Five The Movie Official Game. Tiga permainan yang disebutkan terakhir berstatus demo. Pengguna hanya bisa memainkannya 20 kali, masing-masing selama 180 detik. Kalau ingin membeli lisensi permainan itu, per judul pengguna harus merelakan pulsanya terpakai Rp 10 ribu plus satu kali biaya SMS.

Tingkat pencahayaan layar yang tak bisa diatur dan tidak adanya template SMS menjadi sedikit sisi minus Asha 302. Secara umum, ponsel itu masih layak dilirik oleh pemburu ponsel qwerty yang membutuhkan fitur 3G dan memiliki anggaran kurang dari Rp 1,5 juta.

Pesaing terdekat Asha 302 adalah Nokia E63, ponsel qwerty Symbian keluaran bertahun-tahun silam yang sampai sekarang masih tersedia dalam kondisi baru. Kecepatan respons E63 kalah trengginas dibandingkan Asha 302. Namun, aplikasi menarik yang kompatibel dengan E63 lebih banyak ketimbang Asha 302. Tentukan pilihan Anda berdasarkan skala prioritas.

32 thoughts to “Qwerty Asha Terbaik Saat Ini”

  1. Ayah saya umur 65 puas pake HP ini. memang ada learning curve (karena beralih dari non-qwerty), mulai dari menghapal urutan tuts keyboard, sampai setting sendiri. beberapa hal yang baru buat orang tua dan (cenderung untuk beberapa orang) membingungkan (1). keyboard qwerty dan penggunaan shift (2). konsep home tile/section yang bisa diganti2 infonya (3). text prediction / T9 (baiknya secara default dimatikan saja) (4). whatsapp (5). internet. untuk poin 4/5 memang kebanyakan komunikasi hanya via suara/sms.

  2. Pak Nganto,

    Iya, buat orang tua yang belum pernah pegang ponsel qwerty, awalnya pasti agak bingung.

    Home tile/section yang dimaksud adalah tampilan di home screen ya, Pak? Home screen mode-nya di-off-kan saja, Pak. Ya, T9 lebih baik dinonaktifkan.

  3. kalo versus Nokia E6 gimana ya Om? Saya tau kelasnya beda jauh, tapi gimana kalo dibandingkan performancenya? Pengen cari hape messenger non BB. Tks

  4. kalo kapasitas Phonebook dan Inbox sms nya gimana ya, Pak? sudah Unlimited ato masih terbatas?
    terima kasih, Pak

  5. Pak Joy,

    Maaf baru balas (lagi) sekarang. Beberapa hari lalu perasaan sudah saya jawab. Ternyata, nggak muncul ya.

    Kalau tanpa lihat harga, saya lebih pilih E6. Namun, kalau sekadar untuk messenger dan peduli harga, Asha 302 sudah memadai kok.

  6. Pak Rizzal,

    Asha 302 di samping saya telah terisi 414 kontak. Di memory status terlihat masih terpakai 21 persen. Jadi, menurut perhitungan saya, daya tampung buku teleponnya 2.000 nama multiple entry.

    Untuk SMS, saya kurang tahu bisa sampai berapa banyak. Kebiasaan saya, baru beberapa puluh sudah saya hapus.

  7. Pak Herry,

    tolong tanya apakah HP ini bisa dipakai buat modem via bluetooh atau kabel ke computer?

    thanks

  8. Pak/Bu Kreatifika,

    Saat dulu saya memakai Asha 302, kebetulan saya tak pernah mencoba menggunakannya sebagai modem eksternal.

    Kalau melihat spesifikasinya, kemungkinan besar dapat difungsikan sebagai modem eksternal, baik lewat kabel data maupun bluetooth.

    Terima kasih.

  9. Pak Herry,

    Dalam dus/kotak ponselnya saat kita membeli, apa saja yg kita dapatkan (selain ponsel & charger)?

    Terima kasih.

  10. Pak Budi,

    Selain ponsel dan charger, ada handsfree berkabel, buku manual, dan kartu garansi.

    Saran saya, kalau memungkinkan, saat membeli Asha 302, carilah yang lampu keypad-nya berwarna putih. Entah sejak kapan, telah muncul Asha 302 dengan lampu keypad berwarna biru muda yang sangat tidak nyaman di mata.

  11. Om saya lagi galau ni nungguin Nokia Asha 201 kok lama bgt ya ga rilis – rilis di indonesia..?
    padhal yg Asha 200 kan udah lumayan lama rilis..?
    apa jangan” Asha 201 ga jadi rilis ya..?
    Soalnya rencana mau beli Asha 201 dengan alasan batre lebih awet dari Asha 200.

    Mohon pencerahanya ya om… 🙂
    Terimakasih…

  12. Pak Yugo,

    Tak pernah ada pernyataan resmi dari Nokia Indonesia. Namun, saya yakin Asha 201 tidak masuk ke sini. Sebab, potensi pasarnya sangat kecil. Pasti termakan oleh Asha 200.

  13. Pak Yugo,

    Asha 205 pasti masuk Indonesia. Setahu saya, mestinya beredar Desember 2012 dengan harga jual sekitar Rp 600 ribu. Namun, entah mengapa, sampai kemarin saya belum melihatnya di Surabaya.

  14. wah nice info om Herry….
    oh iya aku cari” info katanya Asha 205 ada dua varian, ada yg dual sim dan single sim..
    tapi kyaknya Asha 205 juga sama yg di pasarin di indonesia cuman yg dual sim ya om..?
    yg single sim ga masuk indo kyaknya…

  15. Pak Yugo,

    Benar, Asha 205 ada dua varian: single SIM dan dual SIM. Keduanya akan beredar resmi di sini. Namun, dengan perbedaan harga jual yang kurang dari Rp 100 ribu (mungkin cuma beda Rp 50 ribu), saya yakin yang dual SIM bakal lebih laris.

  16. Pak Yugo,

    Saya belum pernah mencoba Nokia Asha 205, baik yang versi single SIM maupun dual SIM. Jadi, tak mengetahui kepastiannya.

    Kalau melihat informasi di http://whatsapp.com/s40/, Asha 205 belum mendukung layanan WhatsApp.

    Kendati demikian, saya menduga Asha 205 versi single SIM bisa dipakai untuk WhatsApp. Alasannya, tipe 201, 300, dan beberapa tipe lain yang sistem operasinya sama dengan Asha 205 ternyata mendukung WhatsApp. Seluruhnya adalah ponsel single SIM, bukan dual SIM.

  17. wah. ulasan yang menarik. saya bingung memilih antara noia asha 302 dan 303.menurut bapak, lebih bagus yang mana yah?mohon pencerahannya. terimakasih

    1. Pak Leo,

      Saya lebih merekomendasikan Nokia Asha 302 daripada Asha 303. Alasannya, pertama, keypad Asha 302 lebih nyaman dibandingkan keypad Asha 303. Kedua, harga Asha 302 lebih murah.

    1. Pak Faisal,

      Karena sudah lama tidak menggunakan Asha 302, saya sudah agak lupa dengan sebagian kemampuannya. Seingat saya, ponsel itu tidak bisa membaca file PDF.

  18. Maaf pak herry mau tny lg,kl dibandingkan asha 210 gmn?saya tau spek nya tdk sbanding dgn asha 302,tp mana dr keduanya yg lbh best buy mnrt bapak?trima kasih

    1. Pak Faisal,

      Tanpa melihat kemampuan dual SIM-nya, Asha 302 lebih layak beli daripada Asha 210. Selama menguji pakai Asha 210, rasanya pengin emosi terus deh.

  19. gan tanya kalo Blackberry itu kan dapat di charge via usb dari komputer ?, kalo asha 302 itu bisa gak ?

    Makasih mastah

    1. Pak Agan Frank,

      Maaf, mohon tidak menggunakan kata sapaan “gan” di blog ini.

      Bisakah Asha 302 di-charge dengan memanfaatkan port USB di komputer? Saya sudah lupa tepatnya. Sepertinya bisa.

    1. Pak Djadid,

      Tidak harus membuka WhatsApp terus. Aplikasi itu bisa dibiarkan berjalan di belakang. Kalau ada pesan baru, silakan baru membuka WhatsApp lagi.

    1. Pak Djadid,

      Bisa, tetapi sangat tidak disarankan. Untuk ukuran ponsel masa kini, terasa sangat lemot dan berat.

    1. Pak Adi,

      Mohon maaf karena pada 14-17 Januari 2016 saya libur merespons komentar dan membalas pertanyaan yang masuk ke blog ini. Selain sedang padat aktivitas, kebetulan mata saya bengkak sehingga tak nyaman melihat layar terlalu lama.

      Ya, SMS-nya threaded.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *