Responsif, tapi Kurang Halus

Apakah Samsung Galaxy Mini layak dibeli? Lebih bagus mana kalau dibandingkan AHA Touch? Mending bertahan dengan Nexian Journey atau berganti ke Galaxy Mini ya?

Ketika yang mengajukan pertanyaan seperti di atas masih dalam hitungan jari tangan, saya sekadar menjawab kalau belum pernah mencoba Galaxy Mini alias S5570. “Jangankan mencoba, sekadar menyentuhnya pun belum pernah. Sekarang mencari pinjaman ponsel Samsung tak semudah 4-5 tahun lalu,” kata saya.

Namun, dari hari ke hari, pertanyaan serupa terus meluncur. Bukan hanya saat si penanya bertatap muka dengan saya, melainkan lewat beragam media. Mulai dari e-mail, telepon, SMS, Yahoo Messenger, dan sarana interaktif di radio.

Karena tak ingin terlihat kurang update, plus penasaran dengan kinerja Mini yang kini dijual di kisaran harga Rp 1,54 juta, penulis iseng membelinya. Tampilan fisik Mini cukup cantik. Finishing bodinya terlihat lebih berkelas daripada Touch dan Journey.

Mini memanfaatkan prosesor 600 MHz dan layar sentuh kapasitif 3,14 inci. Layarnya beresolusi 320 x 240 piksel dan mampu menyajikan hingga 65 ribu warna. Kalau diadu dengan layar Touch yang dibanderol Rp 1,5 juta, layar Mini memiliki dua keunggulan. Ia lebih responsif dan mendukung multitouch. Mau mencubit atau merenggangkan jari untuk melakukan perbesaran tampilan? Bisa!

Sebuah kamera tanpa lampu kilat maupun autofocus terdapat di sisi belakang Mini. Ia mampu menghasilkan foto beresolusi tiga megapiksel. Bila difungsikan sebagai perekam video, ia sanggup memproduksi video klip beresolusi maksimal 320 x 240 piksel.

GPS, bluetooth, Wi-Fi, dan kompatibel dengan layanan HSDPA 7,2 Mbps adalah sebagian spesifikasi lain Mini. Peranti yang memakai sistem operasi android 2.2 alias Froyo itu juga dibekali dengan radio FM, memori internal 160 MB, dan slot microSD. Konektor micro USB digunakan sebagai penghubung charger dan kabel data, sedangkan konektor audio 3,5 mm disediakan untuk menancapkan handsfree berkabel.

Peranti berdimensi fisik 110,4 x 60,6 x 12,1 mm dan berat 108,8 gram itu dilengkapi dengan Samsung Apps. Tetapi, saat penulis mengeksekusi menu tersebut, ternyata tak ada pilihan aplikasi yang siap unduh.

Bagi individu yang ingin asal memakai peranti android, dengan harga semurah mungkin, saat ini Mini mungkin akan menjadi pilihan. Sony Ericsson Xperia X8 membayang-bayangi. Tampilan layar Mini yang kurang halus bukan mustahil terabaikan. Demikian pula dengan performa kamera yang relatif buruk.

Jadi, lebih baik meminang Samsung Galaxy Mini, AHA Touch, atau Nexian Journey? Menurut penulis, Journey pantas menjadi pilihan pertama, diikuti Galaxy Mini. Sedangkan Touch berada di urutan paling buncit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *