Retro Review Motorola E365: Polifonik Terbaik, Sayang Tanpa Inframerah

Penggemar ponsel berkamera built-in memiliki alternatif baru. Minggu lalu ponsel Motorola E365 yang dilengkapi dengan kamera terintegrasi mulai beredar di pasar. Harga jualnya berkisar Rp 2,825 juta.

Dibandingkan ponsel Motorola keluaran terdahulu, ponsel itu memiliki beberapa kelebihan. Kendati masih bernada dering 16 polynote alias sama dengan, misalnya, C359, suara yang dihasilkan relatif lebih menawan. Keras, cukup jernih, dan merdu. Boleh dibilang, inilah ponsel Motorola yang memiliki nada dering polifonik terbaik.

moto-e365

Layarnya mampu memancarkan hingga 65 ribu warna dengan terang dan tajam. Bila disandingkan dengan Sony Ericsson T610 yang juga berlayar 65 warna, pencahayaan layar E365 terlihat lebih terang.

Sama dengan T610, di bagian belakang E365 terdapat sebuah kamera mungil. Ada pula sebuah logam mungil yang dapat digunakan bak cermin untuk memotret diri sendiri. Sebelum memotret,  pengguna dapat mengatur beberapa fungsi di kamera E365. Pengaturan pencahayaan kamera ada dua macam, automatic dan night. Sedangkan resolusi yang dapat dipilih pengguna terdiri atas high (640 x 480 piksel), medium (320 x 240 piksel), dan low (160 x 120 piksel). Suara shutter kala menjepret dapat diaktifkan maupun dinonaktifkan.

Dibandingkan kamera T610, E365 selangkah lebih baik. Ponsel berkamera terintegrasi pertama Motorola yang beredar di Indonesia tersebut mampu menghasilkan foto berukuran hingga VGA 640 x 480 piksel. Sedangkan T610 maksimal memproduksi foto berukuran 352 x 288 piksel. Menariknya lagi, E365 dilengkapi dengan penutup geser yang dapat melindungi kamera ponsel kala tidak digunakan.

Usai memotret sebuah objek menggunakan E365,  penulis mengirimkan foto tersebut via MMS ke T310. Lalu, mentransfernya ke PC. Ternyata, foto beresolusi terkecil yang hanya 160 x 120 piksel pun masih terlihat bagus di layar monitor. Warna yang dihasilkan cukup cerah.

Di kala senggang, pengguna dapat memainkan salah satu di antara lima game menarik yang tersedia. Yakni, Magic II, Bowling, Bubble Tea, Big2Garden, dan Pacific Storm. Agar lebih asyik, pengguna dimungkinkan mengaktifkan fungsi getar. Jadi, kala bermain Pacific Storm dan berhasil menghancurkan pesawat musuh, misalnya, ponsel akan bergetar.

Fitur lain E365, di antaranya, GPRS, WAP browser, MMS, SMS chat, wallpaper, screensaver, datebook, dan kalkulator yang dilengkapi currency converter. Untuk menyimpan wallpaper, screensaver, dan data lain, tersedia memori fleksibel berkapasitas 2 MB.

Buku telepon ponsel itu berkapasitas 300 nama. Setiap nama dapat dipadukan dengan satu nomor telepon dan alamat e-mail. Pengguna bisa pula menambahkan foto yang akan tampil kala ada panggilan masuk. Untuk mempermudah mengenali panggilan, fitur caller group dapat dioptimalkan pengguna.

Beberapa hal yang patut disayangkan dari ponsel ini, fungsi SMS-nya tidak dilengkapi dengan delivery report. Ia juga tidak dibekali inframerah maupun bluetooth.

Untuk individu yang tidak memerlukan konektivitas via inframerah atau bluetooth, E365 pantas dilirik. Bila bertransaksi sebelum 14 September 2003, Anda berhak memperoleh kabel data bernilai Rp 200-250 ribu secara cuma-cuma. Usai membeli, cobalah berkunjung ke id.mymobilesoft.com. Di sana Anda dapat men-download beragam wallpaper, screensaver, dan nada dering. Gratis!

Sebaliknya, kalau Anda rutin menjodohkan ponsel dengan personal digital assistant atau perangkat mobile lain, sadarlah bahwa E365 sebenarnya bukan untuk Anda.

Keterangan: Retro review merupakan review gawai yang HSW buat pada bertahun-tahun silam. Tulisan di atas HSW ketikkan pada Agustus 2003. Isi naskah tidak diunggah utuh sesuai aslinya. Ada sedikit modifikasi yang dilakukan.

88 thoughts to “Retro Review Motorola E365: Polifonik Terbaik, Sayang Tanpa Inframerah”

  1. Pak, adakah caranya untuk merubah kode negara di nomor hp saya menjadi kode negara lain? saya ingin menelpon kakak saya yang bekerja di Malaysia. mungkin kalau kode negara di nomor hape saya bisa diubah menjadi kode negara Malaysia, mungkin biaya telponnya jadi lebih murah. kalau bisa, tolong dijawab ya Pak. saya benar-benar berharap

      1. kalau boleh usul, sebaiknya menggunakan BBM Call, Whatsapp Call atau LINE Call sehingga menggunakan paket data

        tapi harus menggunakan provider yang kualitas jaringannya paling stabil di daerah yang bersangkutan

        hehe

  2. Wah ternyata dari tahun ke tahun harga ponsel memang tambah murah.

    Jadi inget ponsel pertama saya Sagem MC 932, harganya cukup mahal waktu itu.

    1. Pak Mr Stevie,

      Ponsel Sagem dikenal sinyalnya kuat. Namun, desainnya kurang cantik sampai-sampai nama Sagem diplesetkan menjadi “sak gembolan”. Kalau Alcatel dulu diplesetkan menjadi “asal kayak telepon”.

  3. Jd time travel… 2003 aq masih anak smp belum punya hp… Sekitar 2005 baru punya Nokia 8210

    Itu era dmn hp bertarung model desain… Bukan bertarung spesifikasi seperti saat ini

    1. Pak Yuda Pratama,

      Saya malahan baru punya ponsel di pertengahan masa kuliah. Saya pernah pakai Nokia 8210. Saya tak ingat dulu membelinya pada tahun berapa. Namun, saya masih ingat kalau ponsel itu saya beli di toko bernama Bali Indah di WTC lantai 3 Surabaya. Harganya Rp 2.740.000.

  4. koh minta rekomendasi ponsel basic/feature phone yg:
    batre kuat standby sebulan
    memori sms banyak
    senter terang
    radio fm yg bisa sinyal lemah
    radio fm yg bisa tanpa pasang headset

      1. Pak Ihsan,

        Masalahnya, A275 sudah lama diskontinyu. Padahal, itu ponsel yang bagus dan layak beli. Total saya sudah membeli 30-an unit. 🙂

  5. oalah, xixixi, jebulnya retro tho, nggak baca judulnya langsung isinya dan kaget lihat harga segitu, aku pikir typo apa lagi ada tahun 2003 nya sampai aku refresh menu home lagi lho…
    Memang kita harus teliti dan tidak terjebak ya 😉

  6. saya tahun 2003 pakai Samsung C100, seumur-umur belum pernah punya ponsel motorola tapi kalau pakai pernah. dulu biar bisa merasakan banyak ponsel kadang tukaran ponsel sama teman. saya pakai ponsel teman, teman pakai ponsel saya kadang berganti-ganti teman supaya bisa ngicipin banyak ponsel heheehehe

      1. Gak terbayang kalau masa sekarang tukar menukar ponsel, ribetnya gak nahan..
        Harus backup chat WA, backup SMS, contact dll, sinkronisasi ke Google, factory reset.
        Kalau jaman dlu, tukar HP ya cukup lepas SIM Card + MMC (kalau ada). Beres.

  7. Maaf OOT dikit nih pak,
    Ada kabar soal Moto E3, G4/plus, M dll bakal masuk ke pasar Indonesia gak?
    Setelah diakuisisi ama Lenovo, kirain jaringan distribusinya bakal lebih luas. Tapi kok sama aja ya? Mau beli online masih ragu tentang service dan purna jual nih pak, klo belum masuk secara resmi ?

    1. Pak Yudhi,

      Yang bisa saya bocorkan begini: bulan ini ada satu ponsel Motorola yang akan beredar resmi di Indonesia. 🙂

  8. 2jutaan weleh weleh..
    hehehe sama LG L1 E410 saya speknya kalah telak pdhl LG saya beli kemaren cuma 500rb
    hp zaman dulu harganya luar biasa

  9. jadi teringat HP pertama saya tahun 2003 (saya SD kelas 6), Nokia 8210. Banyak cerita dengan hp itu:
    1. Dulu 1 HP dipakai oleh sekeluarga karena mahalnya ampun.
    2. Selama 3 tahun dipakai, nyaris 6x ganti LCD (karena HP itu saya jd belajar berani bongkat HP)
    3. Lama entah terselip kemana, 1 bulan lalu HP nya ketemu lagi di lemari dan ternyata masih berfungsi dengan baik, dan saya pakai lagi deh.
    4. Ketika mendaftarkan Mobile banking ke bank, saya keluarin tuh HP 8210, eh malah jadi mainan CS Bank nya, sambil bingung ko HP lama masih hidup….

    walau bagaimanapun, tetap 8210 is the best,,,,

      1. Dulu beberapa kali ketumpahan air minum pak, lalu jatuh dari lantai 2 sampai lcd nya pecah.
        Dulu sempat stok beberapa sparepart lcd nya (dlu kalau gak salah harganya 30rb an)

        Sekarang HP nya masih nyala normal kok, malah bangga pakai HP itu di jaman skrg

  10. Pak maaf out of topic, pembelian gadget di blibli.com apa direkomendasikan?
    Kira-kira berapa lama ya pengiriman barangnya? Posisi saya di bandung.

    1. Pak Aziz,

      Ya. Kalau sampai ada masalah, berurusan dengan CS Blibli jauh lebih enak daripada berinteraksi dengan CS Lazada, Elevenia, Blanja, Tokopedia, Bukalapak, atau Bhinneka.

      Pengiriman kini lebih lama daripada sebelumnya. Saya yang di Surabaya baru menerima pesanan 5-7 hari kerja sejak pelunasan. Karena posisi Anda di Bandung, mestinya lebih cepat ya.

  11. Wah, jadi nostalgia dengan ponsel warna pertama saya dulu, Motorola C650 🙂 Saat ini bahkan masih nyala cuma scroll dan colokan charger yang rusak. Pak HSW, konon kabarnya Motorola akan masuk pasar Indonesia, apa benar ya? What a good news kalo gitu hehe

  12. “Ada pula sebuah logam mungil yang dapat digunakan bak cermin untuk ‘memotret diri sendiri’ …”

    Apa tahun itu belum ada kata “selfie” y pak? Heheheee

  13. Pak Herry,
    sorry yang ingin saya tanyakan out of topic.

    Untuk perbandingan Huawei P9 lite VS Asus Zenfone 3, dengan parameter dibawah ini, manakah yang lebih unggul menurut Pak Herry:
    1. Kamera?
    2. Baterai?
    3. Gegas?
    4. Secara harga, manakah yang lebih sesuai harganya dibandingkan performa masing – masing (Best Buy)?
    5. Secara keseluruhan, Pak Herry lebih pilih yang mana?:
    a. Jika tanpa memperhitungkan harga
    b. Dengan memperhitungkan harga

    Terima kasih atas perhatiannya.

  14. om, maaf melenceng gak sesuai judul…
    kalo advan glossy gold 2 i5e bagus g??
    1,5 kebawah recomend gawai apa??
    1,5-2jt recomend gawai apa??
    kalau bisa spesifikasinya 2/16, 4g, 5 inchi n layar jernih yang 780×1800 atau gmn aq lupa dan baterai lumayan awet aja…
    makasih

    1. Pak Ari Yusuf,

      Pertanyaan yang sama harap dikirimkan satu kali saja. Jangan diulang-ulang. Silakan cek jawaban saya di bawah pertanyaan pertama yang Anda kirimkan.

        1. Pak Ahmad,

          Hmm… harganya lumayan. Asalkan Anda siap dengan risiko baterai drop, ponsel itu boleh dibeli. Merek global dengan harga Rp 1,5 juta? Belum ada rekomendasi deh.

  15. Pagi Pak HSW..
    mau minta rekomen hp android lokal harga kurang 500rb, display 4″, batre bisa diganti kira2 merk apa? Hp buat anak saya..
    Trims

  16. Hahah jadi kembali ke masa lalu ya, HP pertama saya Nokia 3310 (2003) dan masih aktif sampai sekarang, hihihi… cuman sayangnya port chargernya udah agak rewel + udah nggak pake baterai ORI, cari dimana juga ya hahaha…
    saban hari pernah bawa ke konter buat cari chargernya Abal Abal nya, yang punya toko langsung terheran-heran

  17. Punya hape pertama sekali kelas 1 sma thn 2003, saya pake nokia 8250, layarnya biru, belinya 1jt lebih, trs kartu perdananya jg mahal 250rb, saya pake smp skrg ??? nostalgia bgt ini mah..

  18. Kalau ada retro review begini jadi nostalgia masa-masa saya sekolah 2004 – 2008.

    Masa itu hp masih barang mewah. Spek nomor dua, penampilan nomor satu. Orang masih ngga familiar sama akses data. HP ya buat telepon dan SMS. Anak sekolah yang alokasi pulsanya cekak ya SMSan.

    Ayah saya pakai Nokia 8250
    Saya pakai Siemens A50 hibah dari ibu saya.

    Dua HP ini bandel sekali.

    Rasanya kalau ingat masa itu sampai sekarang, rasanya pesat skali perkembangan HP ya? Jadi curiga, apa ada semacam kartel yang dilakuin pemimpin pasar buat bendung perkembangan teknologi.

    Tahun 2007 saya ganti ke Sony Erricsson K310i. Ngga tau yang namanya iPhone sama sekali. Mimpi bisa pegang produk full touchscreen.

    Sekarang pakai besutan Xiaomi yang murah sekali tapi spek gahar. Saya juga lagi merintis jadi developer Android yang profesional.

    HP sudah jadi bener bener bagian hidup.

  19. hmm, saya pernah punya 2 hp Motorola, V dot dan c651. UI nya terkenal tidak friendly user, yang c651 saya beli seken dari seorang ibu ibu yang ga bisa make tu hp. Ya di jaman itu Nokia yang terkenal lebih friendly user. Sekarang kynya sih samaan semua UI nya hanya beda beda dikit kalo Android

  20. jadi inget itu ponsel pernah ane pakai, manteb dan terlihat elegan, hp pertama erricson tahun 2000 msh sma, motorolla startac, t768, siemens c25, philips xenium yang baterai ampe 2 mingguan setelahnya e365 pas jaman kuliah, wah nostalgia bener nih reviewnya, kalo hp sekarang desain monoton, cuma kotak saja sama layar sentuh, ada gk ya hp sekarang yg desain unik kyk dulu koh herry?

    1. Pak Virdian Tri S.,

      Maksudnya ponsel keluaran baru, tapi desainnya kayak ponsel zaman dulu? Ada sih. Namun, merek-merek lokal ya.

  21. iya pak herry, ponsel keluaran baru yg desainnya bagus tidak hanya monoton kotak spt skrg, bbrp wktu awal kemunculan android samsung sbnrnya cukup kreatif dgn menempatkan keyboard yg bisa di slide kebawah ataupun galaxy chat yg keyboardny dibawah

  22. Kalo dikurs skrg, itu harga skrg bisa 4jutaan….
    skrg disuruh beli hp fitur dgn harga 4juta mana mau… hehehe
    Skrg cari hp flagship aja mulai susah gara2 TKDN… kcuali samsung,oppo msh gencar pemasarannya… sony dimanakah engkau??

  23. memorable nih pak Herry..

    Motorola pertama saya ya E398 yang stereo speaker plus ada lampu diskonya di bagian kanan kiri speakernya.
    Suara mantab dan enak pol.

    Saya tunggu review retro-nya lagi pak Herry. Kangen dengan model ponsel jaman dulu. Terlihat lebih variatif dan keren..
    Kalo ponsel sekarang bosan modelnya yah seperti itu-itu saja..

    Terima kasih.

  24. Apakah keluarnya retro review ini sebuah kode kalau pak Herry akan me review ponsel (smartphone) merek motorola,

  25. Sorry diluar topik, dulu bapak saya punya Nokia 6600 pas pertama2nya. Dulu dibeli gara2 panas karena temennya beli HP 6600. Kisaran 2003an-2004 awal. Lalu dipake 4 tahun. Abis itu gak ada yg seawet 6600. Waktu itu harga 6600 brp ya Pak Herry?

    1. Pak Andi,

      Saya tak ingat harga awalnya berapa. Di tengah-tengah masa edar 6600, harga barunya seingat saya sekitar Rp 3,6 juta.

  26. Ponsel motorola pertama saya T 190 sekitar tahun 2003-2004 itupun tukar tambah sama nokia 3315, tertarik sama bentuknya yang imut kecil sama casing agak transparan. Setelah pemakaian hampir setangah tahun eh ternyata harganya anjlok jauh dibanding ponsel nokia, nyesel jual nokia yg dulu…. #flashback

  27. Mumpung bahas hp jadul nih om, sy dulu ngiler bgt sm yg namanya ericson R310 sirip hiu..tahan air, signal kuat. Tp saat itu masih kalah sm brand nokia

  28. Kasih bocoran dong om, Moto yang mau masuk seri yang mana ya?
    Huruf depannya doang juga boleh kok, hehehe ??

    Btw nanti brandnya apakah sudah pake nama Lenovo? Thanks ?

  29. Kasih bocoran dong om, Moto yang mau masuk seri yang mana ya?
    Huruf depannya doang juga boleh kok, hehehe ??

    Btw nanti brandnya apakah sudah pake nama Lenovo? Thanks ?

    1. Pak Rynaldi,

      Tadi sudah saya jawab deh. Pertanyaan yang sama lain kali dikirimkan satu kali saja ya. Jangan diulang-ulang.

  30. Yah, yang Moto G4 plus gak masuk ya pak?
    Padahal saya ngincer yang itu
    Anyway, welcome back buat Motorola
    Ditunggu reviewnya ya pak. Suwun 🙂

  31. Wah ini yang saya suka, retro review. Tahun 2003 akhir saya masih SD kelas 6 belum punya hape dan memang belum perlu sih soalnya telepon umum masih berfungsi dengan baik di depan sekolah waktu itu hehe.. Jadi kalo mau minta jemput tinggal telepon ortu lewat telepon umum depan sekolah. Punya hape pertama kelas 1 SMP. Ga ngerti hape sama sekali terus liat iklan hape Panasonic A100 di koran kompas akhirnya minta hape itu ke ortu. Beli september 2004 seharga 700rban + perdana simpati 25 hoki seharga 50rb kalo ga salah hehehe.. Btw mantap reviewnya pak herry…

  32. salam kenal pak herry
    terus terang baru malam ini saya menemukan website ini,dan yang seperti ini memang yang selama ini saya cari2x,karena kesukaan saya untuk selalu mengetahui perkembangan hp dari hari kehari,semua jenis hp tanpa memandang merk,dan mohon ijin untuk membaca semua ulasannya ya pak..he..hee…
    oh ya, saya pernah punya hp ini tahun 2004,polifonicnya emang jernih banget juga kenceng…layarnya juga kinclong di jaman itu…gara2x suka suaranya, saya hampir tiap hari cari lagu2x polifonic terbaru donwload pakai gprs, jaman dulu kalau mau internetan harus pinter2x setting sendiri secara manual..he..hee…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *