Retro Review Philips Xenium 9@9++: Roda Gulir Kini Menghilang

Ponsel seri Xenium keluaran Philips dikenal dengan daya tahan baterainya yang begitu prima. Ketika dua ponsel pertama seri Xenium, 929 dan 939, muncul pada 1999, mereka langsung tampil sebagai ponsel dengan waktu siaga terlama. Dengan baterai berkapasitas 1.200 mAh, ponsel tersebut dapat siaga selama 10-14 hari. Sedangkan untuk pemakaian normal, usai di-charge penuh ponsel itu siap digunakan selama 5-7 hari. Kemampuan itu mengalahkan daya tahan baterai 900 mAh-nya 5110 yang sanggup siaga selama sekitar tujuh hari.

Xenium 989 muncul kemudian diikuti oleh 9@9 yang dilengkapi WAP browser via circuit switched data. Tahun lalu, beredar 969 yang telah menggunakan antena internal. Tidak jelas mengapa, kapasitas baterai Xenium berulangkali dikurangi oleh Philips. Pada 989, misalnya, kapasitas baterai lebih kecil 300 mAh dibandingkan 929 dan 939. Kapasitas itu dikurangi lagi menjadi 750 mAh pada 9@9 dan 650 mAh pada 969.

Xenium 9a9++

Kini, mungkin Philips telah sadar bahwa kapasitas baterai yang relatif besar plus konsumsi baterai yang hemat adalah nilai lebih Xenium. Karena itu, kapasitas baterai ponsel terbarunya, Xenium 9@9++, ditingkatkan menjadi 850 mAh.

Dibandingkan Xenium keluaran sebelumnya, 9@9++ memiliki tampilan fisik sedikit berbeda. Sama dengan 969, ponsel ini tidak lagi menggunakan antena eksternal. Hal lain, roda gulir untuk mengakses menu di sisi kiri ponsel kini dihilangkan. Sebelumnya, roda gulir yang oleh Philips disebut karousel atau oleh Sony dinamakan jog dial, itu selalu muncul mulai 929 hingga 969.

Layar 9@9++ diterangi lampu putih yang akan menyala maupun meredup secara perlahan. Sesuai dengan simbol ”++” pada nomor tipenya, ponsel dual band GSM 900/1800 ini memang memiliki penambahan fitur dibandingkan 9@9. Apa saja? Selain pada SIM card, pengguna dapat menyimpan hingga 500 nama, nomor telepon, alamat e-mail, dan catatan singkat lain pada phone book memory.

Ada pula SMS phone memory yang sanggup menampung sampai 100 SMS. Perbedaan lain, ponsel ini telah mendukung layanan EMS maupun GPRS. Tersedia fitur Fotocall ala ponsel Philips seri Fisio. Sayang, getaran (vibrate) yang dihasilkan ponsel ini tak sekeras Xenium keluaran terdahulu.

Fitur lain ponsel itu, antara lain, e-mail, organizer, voice memo, handsfree speaker alias speaker phone, equalizer, voice dial, voice command, dan WAP browser. Satu-satunya game yang tersedia adalah Brick Game.

Di Surabaya, kemarin, ponsel bergaransi resmi ini ditawarkan di kisaran 1,5 juta rupiah. Untuk pengidam ponsel dengan waktu siaga lama, ponsel ini dapat dijadikan alternatif. Begitu pula bagi pemilik Xenium seri lama yang ingin meremajakan ponselnya.

Sementara itu, bagi individu yang lebih menginginkan ponsel berlayar warna, melirik ponsel lain akan lebih bijak. Dengan anggaran sama, misalnya, pecinta Philips bisa membeli Fisio 826 yang memiliki layar 4.096 warna, GPRS, dan bluetooth. Sedangkan tipe lain di rentang harga setara bahkan lebih rendah, di antaranya, Philips Fisio 820, Motorola E360, C350, dan Nokia 3530.

Keterangan: Retro review merupakan review gawai yang telah penulis kerjakan pada bertahun-tahun silam. Tulisan di atas penulis buat pada Mei 2003. Isi naskah tidak diunggah utuh sesuai aslinya, melainkan mengalami sedikit modifikasi, terutama pada 1-2 paragraf awal.

30 thoughts to “Retro Review Philips Xenium 9@9++: Roda Gulir Kini Menghilang”

  1. Dear Ko Herry,

    Saya kira phillips bikin xenium lagi, uda terlanjur berharap waktu baca judulnya hehehe
    Saya dulu pengguna xenium tp lupa seri yg mana, kl tidak salah 9@9
    Batrenya awet sekali, sekali charge minim seminggu br perlu recharge

  2. Wah…saya malah telanjur seneng pak, saya kira phillips jualan hape retro. Telanjur pengen beli lagi, buat iseng2 pengganti android kalau lagi kepingin minggat dari rumah dalam waktu lama, hehehe…

  3. Kirain muncul hp retro,ga taunya review yg retro πŸ™‚
    Seru juga tuh klo ada hp tahan berminggu2 dengan multi sim card

  4. lagi cari gawai jadul yang hanya dipakai untuk telp dan sms saja susah ya….yang dipasaran cuma nokia. motorola yang model lipat sudah tidak ada dipasarn lagi

    1. Pak Bambang Eko,

      Kalau tidak harus mulus, masih ada yang jual ponsel Motorola model lipat. Harganya Rp 200 ribu dan tidak boleh kurang sama sekali. Harga belum termasuk ongkos kirim.

      Coba kontak alamat email me@scwijayahartono.com. Seminggu lalu barangnya masih ada. Entah sekarang.

  5. Philips Android juga ada kan Om? Kalo gak salah battery nya terbesar untuk saat ini 6000mAh sayang banget tidak beredar di Indonesia

    1. Pak Welly,

      Tipe berapa, Pak? Seingat saya, 929 dan 939 teorinya bisa 30 hari, tetapi realitanya sekitar dua minggu saja.

      1. tipenya maaf lupa Pak, karena bukan milik sendiri, dulu pinjem punya teman sekitar sebulanan tp ga nyampe persis 30 hari sih Pak, tp dulu saya ingat awet banget lebih dari 3minggu baru charge ulang πŸ™‚

    1. Pak Gondo,

      Sama-sama bagus. Bebas Anda mau beli yang mana. Merek lain yang boleh dicoba, antara lain, Energizer, Sony, MiLi, dan Yoobao. Kalau mau merek lokal yang bagus, tetapi mereknya tidak populer, silakan melirik Delcell.

  6. Dear Pak Herry,
    Kebetulan saya pernah pakai Philips Xenium 9@9. Saya ingat betul tahun 2001 saya lagi ada even besar di luar kota. Kami semua menggunakan HP untuk komunikasi di sana karena tidak ada PSTN.
    Kalau sudah sore semua HP teman teman saya sudah low bat. Tinggal si Philips ini yang masih setia dan setengah batrenya. Yang ada teman2 pada minjam hp saya bwat nelpon.

    Belum lama ini saya bongkar gudang dan menemukan kotak Siemens S4 power milik saya. Haduh rasanya kok beda dengan kotak HP jaman sekarang. Yang lebih keren lagi ada tulisan “Made in Germany”. Sungguh mantaaap Pak Herry. Tolong diupload lagi dong review Siemens S4 power hasil review Pak Herry.

    Saya benar-benar kangen HP dengan kwalitas seperti Siemens ini.
    Pak Herry ada kenangan indah dengan HP Siemens atau Motorolla?

    Terima kasih.

    1. Pak Andi A. Rusli,

      Saya tak pernah me-review Siemens S4 Power. Ketika ponsel itu muncul ke pasar, saya belum jadi tukang review ponsel.

      Sudah pernah tahu kalau di layar S4 Power bisa ditampilkan gambar pantai kan? Caranya, bikinlah kontak baru dengan kombinasi angka tertentu, kemudian bukalah kontak itu. Masalahnya, saya sudah lupa kombinasi angkanya berapa. Seingat saya sih +1402243122, tetapi saya tak yakin dengan kebenarannya.

  7. Bung HSW,

    Saya pengguna ponsel LG A275, hasil ikut kuiz di laman ini. Ingat kan?
    Ponsel tersebut masih saya gunakan hingga hari ini karena ada lampu senter, radio tanpa perlu handfree, dan tentunya konsumsi baterai yang sangat hemat. Sehingga butuh charging hanya tiap empat hari. Bandingkan dengan ponsel Windows Phone yang harus di-charge sehari dua kali.

    Terima kasih untuk ponsel yang “ramah” ini, Bung. πŸ˜‰

  8. Iya Bung HSW, saya di daerah Dharmahusada.
    Saat itu Bung HSW masih tinggal di daerah Gubeng Kertajaya ya kan, makanya langsung diantar ke rumah karena dekat.

  9. Ikut gabung pemakai hp philip, walaupun bukan tipe diatas. Tipe sudah lupa, tapi merupakan pertama kali berlayar warna dan berkamera terpisah. Yg menarik, tombol tengah memakai joystick, sms yg bisa terbaca walau tak dibuka, kameranya bisa berputar, fungsi radio dg earphone berkualitas yahud, dan pastinya sangat menarik perhatian karena disamping pemakainya amat terbatas, bodinya terbuat dari metal, sangat mewah utk hp seharga 2.5 jt. Hp yg hits waktu itu direntamg harga sama, seluruhnya berbahan plasrik. Untuk batre, masih dimaklumi, sekali charge tahan 1-2 hari. Sayangnya, setelah dipakai 1 th, hilang terjatuh di bandara …

  10. Pak Herry. Phillips apakah masih berjualan ponsel di Indonesia? Kalau buat smartphone, kira2 baterainya bakal seawet seri xenium dulu gak ya?

    1. Pak Tanpo Jeneng,

      Ponsel Philips sudah tidak beredar di sini lagi.

      Seharusnya takkan sekuat seri Xenium zaman dulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *