Review Acer Iconia W511: Cocok untuk Pendekar Jalanan

Tak terhitung sudah berapa banyak tablet Android yang penulis cicipi. Tetapi, baru kali ini penulis menguji pakai tablet “jendela delapan”. Acer Iconia W511 kebetulan menjadi tablet Windows 8 pertama yang penulis gunakan untuk beraktivitas sehari-hari.

Dibandingkan Acer Iconia Tab A500 yang dulu pernah penulis coba, W511 terasa lebih nyaman dipegang dengan satu tangan. Wajar. Sebab, berat dua tablet berlayar sentuh sama-sama 10,1 inci itu berbeda signifikan. A500 berbobot 730 gram, sedangkan W511 580 gram.

Iconia W511-1

Kalau ada yang kemudian berpendapat, “Ah, kan hanya berbeda 150 gram. Nggak terasa deh,” boleh-boleh saja. Silakan memegang dua tablet itu secara bergantian. Dengan satu tangan, tanpa bersandar, dan masing-masing selama sekitar 15 menit. Rasakan perbedaannya.

Tampilan fisik W511 terlihat elegan dan cukup mewah. Bingkai putih yang mengelilingi bodi mencuatkan kecantikan yang tak sampai mengarah ke feminin. Layar IPS beresolusi 1366 x 768 piksel yang digunakan mampu menyajikan gambar dan tulisan dengan tajam.

Di bagian atas tablet terdapat konektor audio 3,5 mm, tombol pengunci rotasi layar, dan tombol power. Untuk pemakaian sehari-hari, pengguna sebaiknya membiarkan W511 selalu siaga. Tak perlu di-shut down setiap kali usai menggunakannya. Ketika perlu mengerjakan sesuatu memakai tablet, cukup tekan tombol power. Layar spontan akan menyala, koneksi internet tersambung, dan W511 benar-benar siap pakai dalam hitungan detik.

Konektor charger dan docking keyboard W511 berada di bagian bawah. Sementara itu, di kiri dan kanan bawah tablet bakal dijumpai speaker yang siap memperdengarkan notifikasi maupun musik.

Sisi kanan tablet berdimensi fisik 167,5 x 258,5 x 8,8 mm itu menjadi area berlubang terbanyak. Selain speaker, pengguna akan menemukan tombol volume, konektor HDMI, konektor micro USB, selot microSD, dan selot kartu SIM. Selot kartu SIM-nya menggunakan ukuran mini SIM yang sampai saat ini masih paling sering dipakai. Jadi, pengguna tak perlu repot-repot memotong kartu SIM yang dimilikinya.

Paket penjualan W511 termasuk kabel adapter VGA dan adapter dari micro USB ke port USB. Karena itu, bila suatu saat pengguna ingin menghubungkan W511 dengan proyektor LCD, hal tersebut dapat dilakukan dengan mudah.

Satu pujian pantas dilayangkan kepada Acer. Sebab, mereka dengan cerdas menyertakan adapter VGA, bukan kabel HDMI. Ya, proyektor dengan port VGA memang telah terkesan kuno. Namun, mengacu pada pengalaman penulis saat menjadi pembicara di berbagai acara, proyektor yang disediakan nyaris selalu masih memakai konektor input VGA.

Iconia W511-2

Untuk mengolah dokumen, pengguna W511 bisa memanfaatkan Office 365 Home Premium. Selama satu bulan aplikasi itu boleh digunakan gratis. Selanjutnya,Β  kalau merasa cocok, pengguna mesti membelinya.

Setiap orang, termasuk penulis, pasti memiliki aplikasi favorit yang rutin dipakai di netbook, notebook, atau PC. Aplikasi favorit itu mestinya tetap bisa dinikmati via W511. Unduh saja file installer-nya, lalu instalasikan.

W511 yang penulis uji pakai kebetulan tanpa docking keyboard. Supaya lebih cepat dan nyaman ketika hendak mengetik panjang, penulis membekali diri dengan papan ketik lipat Palm. Barang kuno yang menggunakan dua baterai AAA itu terbukti sukses dihubungkan dengan W511 via bluetooth. Bila ingin lebih lengkap, padukan pula W511 dengan tetikus alias mouse bluetooth.

Prosesor Intel Atom Z2760 1,80 GHz, RAM 2 GB, memori SSD 64 GB, Wi-Fi, bluetooth, NFC, dan GPS merupakan sebagian spesifikasi lain W511. Tablet yang mendukung layanan HSPA+ 21,6 Mbps itu menggunakan baterai lithium polymer 3.540 mAh.

Sepasang kamera dibenamkan ke W511. Kamera belakang beresolusi delapan megapiksel dan dilengkapi lampu kilat. Sedangkan kamera depan maksimal memproduksi foto dua megapiksel. Bila difungsikan sebagai perekam video, masing-masing kamera siap menghasilkan klip video full HD 1080p.

Saat ini W511 tanpa docking keyboard dibanderol Rp 7,499 juta. Peminat W511 dengan docking keyboard harus mengeluarkan dana Rp 1,3 juta lebih banyak alias Rp 8,799 juta.

Konektor charger yang tidak universal dan penangkapan sinyal Wi-Fi yang sesekali kurang pintar menjadi sisi minus utama W511. Kurang pintar? Maksudnya begini. Anggaplah penulis suatu hari harus berpindah dari satu ruang pertemuan ke ruangan pertemuan lain. Di setiap ruang pertemuan sebenarnya tersedia hotspot. Kadang W511 tidak serta-merta mendeteksi keberadaan hotspot itu. Setelah di-restart, tablet baru mengenali hotspot di ruang pertemuan tersebut.

Betapa pun, menurut penulis, W511 tetap pantas dilirik oleh para “pendekar jalanan” alias road warrior. Ia merupakan alternatif bekal ideal untuk beraktivitas mobile. Tidak tebal, relatif ringan, dan tak perlu sering mencari colokan listrik.

Untuk melakukan aktivitas seperti browsing, jejaring sosial, memantau email, dan mengolah dokumen, pengguna W511 sudah boleh berkata, “Lupakan netbook, tinggalkan notebook.” Ketika sekadar ingin membaca informasi terbaru, peganglah tablet itu dengan satu tangan atau letakkan di meja. Perlu mengetik panjang? Keluarkan papan ketik lipat bluetooth. Beres dah!

27 thoughts to “Review Acer Iconia W511: Cocok untuk Pendekar Jalanan”

  1. Wah..mantap juga ya
    tapi menurut saya, dengan harga segitu lebih baik membeli laptop. Sudah dapat intel i7.

    Om Herry, buat di sambungin ke ponsel. Kalau anda tau kira2 berapa harga adapter HDMI ke micro usb.? atau jangan2 ga ada ya.
    Terima kasih.

  2. Pak Anton,

    Ya, kalau kita bicara laptop, memang sudah dapat yang spesifikasi lebih tinggi. Namun, dalam kasus ini, ada unsur ringan, tipis, dan fleksibilitas yang turut diperhitungkan.

    Ini maksudnya satu ujung kabel berupa micro USB dan ditancapkan ke ponsel, sedangkan satu ujung lainnya berupa HDMI? Saya pernah lihat kabel serupa, namun kurang memperhatikan itu micro USB atau micro HDMI. Harga sekitar Rp 350 ribu.

  3. terimakasih reviewnya Pak. bila berkenan saya ada pertanyaan

    1. apakah ada perbedaan antara windows 8 di W511, di PC, dan di HH seperti Lumia?

    2. apakah format penginstalan softwarenya juga .exe?

    3. sudah coba aplikasi yang agak berat seperti photoshop, corel draw, AutoCad, atau yang lain pak? bagaimana performanya?

    terimakasih banyak πŸ˜€

  4. Pak Dipr2,

    1. Saya tak memiliki PC. Mestinya sih Windows 8 di W511 dan PC sama saja. Bedanya, di PC nggak bisa nutul-nutul layar karena PC tidak menggunakan layar sentuh.

    Kalau yang di Lumia kan bukan Windows 8, melainkan Windows Phone 8. Dari namanya saja sudah ketahuan kalau yang di Lumia memang didesain untuk ponsel.

    2. Yang di W511 ya? Yup, intinya sama dengan laptop dan PC.

    3. Tak pernah karena saya tidak memiliki lisensi aplikasi tersebut. Karena prosesornya Intel Atom, mestinya W511 tak cocok dipadukan dengan aplikasi yang berat-berat itu.

  5. hoo ternyata windows phone 8 berbeda ya. maaf-maaf pak. baik, terimakasih infonya.

    berarti seperti

  6. Pak Masliliks,

    MacBook Air kini sudah boleh Rp 8 juta? Dulu sempat tertarik. Namun, termurah saat itu perasaan sekitar Rp 10 juta.

  7. Pak Masliliks,

    Harga segitu belum lisensi software macam-macam dan aksesori. Totalannya bisa mendekati Rp 13 juta.

  8. tanpa software apa2 juga dah mumpuni asal koneksi internet aman.ada cloud ,mbah google,apalagi admin jaringan dah pasti dimanja.jangan lupa libreoffice πŸ™‚ lho koq malah promosi wkwkwk
    tapi intinya ya di printilan2 itu sih pak,kalo mba kan cuman butuh thunderbolt to vga aja kalo masi mo presentasi.tapi yaa ga bisa tutul2 hhehe

  9. Pak Masliliks,

    Libreoffice itu aplikasi office gratisan seperti Open Office? Lebih ringan atau sama, Pak?

  10. libreoffice ya masih keturunannya openoffice pak.asal untuk kebutuhan ringan udah mumpuni koq. tapi yaa kadang kalo dikasi file dari MS office layoutnya jadi berantakan.oya file instalasinya termasuk kecil dan nyaris ada di semua varian linux dan BSD

  11. Pak Masliliks,

    Terima kasih atas informasinya. Saya pernah memakai Open Office dan Kingsoft Office. Yang formatnya lebih jarang berantakan (dalam hal ini pemakaian saya terutama untuk Word) adalah Kingsoft Office. Lain waktu perlu coba Libreoffice nih.

  12. Selamat siang pak. Terima kasih untuk reviewnya yang sangat sangat membantu. Saya sangat berminat dengan produk ini, namun bila berkenan, saya ada beberapa pertanyaan..

    1. Apakah produk ini bisa dipakai untuk memainkan facebook game?

    2. Apakah produk ini sudah dilengkapi dengan fitur flash player?

    3. Apakah produk ini membuka website yang menggunakan aplikasi flash?

    Terima kasih Bapak. Saya doakan bapak selalu sehat dan diberi kelimpahan rejeki πŸ™‚

    1. Pak Febi Christian,

      1. Saya tak pernah coba memainkan game Facebook. Di laptop pun saya belum pernah memainkan game Facebook.

      2. Flash player terintegrasi dengan Internet Explorer bawaan.

      3. Saya lupa-lupa ingat. Kalau tak salah dulu pernah coba mengakses situs yang ada flash-nya dan berhasil.

  13. Permisi pak, saya ingin kembali bertanya kepada Bapak.

    Pada saat saya ingin men”shutdown” acer iconia w511, saya cukup kaget karena ternyata ada 3 pilihan yaitu “sleep” kemudian “update and shutdown” dan yang terakhir “update and restart”

    Karena niat saya adalah untuk shutdown, maka saya memilih “update and shutdown”. Namun hingga 3 jam kemudian, tablet saya tidak mati mati juga..

    Saya pencet tombol power juga tidak ada perubahan.. Apakah Bapak pernah mengalami hal ini?

    Trima kasih banyak untuk bantuannya Pak, salam…..

    1. Pak Febi Christian,

      Saya pernah memilih “update and shotdown”, tetapi tak pernah harus menanti sampai tiga jam. Paling lama, seingat saya, sekitar 20 menit.

  14. maaf pak mau tanya,saya baru saja membeli w511 tanpa docking..bagaimana cara mengaktifkan bluetooth nya?sy kesulitan menemukan entah launch manager atopun acer ring…mohon bantuannya..

  15. Pak minta saran donk…
    Dari beberapa seri tablet windows yang dikeluarikan acer iconia menurut bpk mana yg recomended, saya bingung mau beli yg mana antara w4 320, w4 321, w510, w511, iconia 10 one atau mungkin ada saran merk lain.
    Tolong di bantu pak ya…

  16. Saya belum pernah menggunakan Acer Iconia W511, setelah membaca review Bapak saya menjadi tertarik dan ingin membeli, sesuai dengan karakteristik kegiatan saya yang sangat mobile ke luar kota. Untuk aplikasi grafis seperti Coreldraw dan Autocad masih bisa dijalankan di W511 tidak ya Pak? Terima kasih sebelumnya.

    1. Pak Khairuddin,

      Maaf, tak tahu. Saya tak pernah memakai dua aplikasi itu. Dugaan saya, Coreldraw dan AutoCAD akan terasa berat bila dijalankan di Iconia W511.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *