Review Acer Liquid S1 (1): Gunakan Dua Micro SIM

Beberapa produsen PC dan laptop terlihat mulai serius menggarap pasar ponsel di Indonesia. Salah satunya, Lenovo. Mereka menggandeng distributor ponsel papan atas di negeri ini, lalu menawarkan berbagai produk dengan rentang harga jual yang cukup lebar.

Lenovo tampak berusaha menempatkan diri di tengah-tengah merek lokal buatan Tiongkok dan merek global yang lebih populer. Hasilnya telah terlihat nyata. Meskipun layanan pusat perbaikan resminya belum pantas mendapatkan acungan jempol, peminat ponsel Lenovo terus meningkat.

Liquid S1-1

Acer juga terlihat semakin intensif melakukan penetrasi ke pasar ponsel. Varian produknya memang belum sebanyak Lenovo. Namun, ia memiliki keunggulan di layanan purna jual. Pusat perbaikan resmi ponsel Acer terpantau lebih prima dibandingkan ponsel Lenovo. Diadu dengan HTC yang sama-sama berasal dari Taiwan pun, pusat perbaikan resmi Acer menang mutlak. Padahal, HTC lebih dulu berjualan ponsel di Indonesia dan mematok harga jual rata-rata lebih mahal.

Mengikuti tren ponsel berlayar raksasa, yang oleh sebagian orang disebut phablet, Acer menawarkan Liquid S1. Layar sentuhnya berukuran 5,7 inci dengan resolusi 1.280 x 720 piksel. Dua nomor GSM dapat siaga bersamaan di ponsel itu. Asalkan didukung oleh layanan operator, satu nomor di antaranya bisa menikmati layanan HSPA+ dengan kecepatan hingga 42 Mbps. Satu nomor yang lain hanya dapat berada di jaringan 2G.

Pengguna Liquid S1 bebas memilih nomor GSM pertama atau kedua yang diizinkan masuk ke jaringan 3G. Dengan demikian, pengguna tak perlu membongkar pasang kartu hanya demi mengarahkan nomor tertentu ke jaringan 3G.

Asal tahu, dua selot kartu SIM di Liquid S1 menggunakan micro SIM, bukan mini SIM yang sampai sekarang masih lebih sering dipakai di berbagai ponsel. Di antara puluhan ponsel yang tahun ini penulis coba, Liquid S1 merupakan ponsel dual SIM pertama yang memakai dua kartu micro SIM.

Prosesor empat inti (quad core) Mediatek MT6589T 1,5 GHz, RAM 1 GB, ROM 8 GB, selot microSD, bluetooth, Wi-Fi, dan GPS merupakan sebagian spesifikasi lain Liquid S1. Memori internal ponsel itu digabungkan dalam satu partisi. Saat kali pertama diaktifkan, sebanyak 5,21 GB di antara 8 GB memori internal tersebut berstatus kosong.

Liquid S1-2

Ponsel berdimensi fisik 163 x 83 x 9,5 mm dan berat 195 gram itu mendukung wireless display. Bila dipadukan dengan televisi atau proyektor LCD yang kompatibel, tampilan di layar ponsel dapat dicerminkan ke area yang jauh lebih besar. Bayangkan saja Anda melakukan presentasi secara nirkabel tanpa perlu menggunakan laptop. Semua langsung dikendalikan lewat ponsel.

Kemampuan lain Liquid S1, di antaranya, radio FM yang siarannya bisa direkam, DTS Studio Sound, dan auto profile untuk mengubah profil secara otomatis berdasarkan lokasi. Aplikasi Polaris Office 4.0 di ponsel itu dapat dipakai untuk membuat file baru, menyunting, maupun membaca dokumen. Ada pula live screen yang berfungsi membagikan tampilan layar di Liquid S1 secara relatif real time ke peranti lain yang kompatibel. Pengguna yang sering bekerja menggunakan perangkat yang berbeda-beda pantas mengoptimalkan Acer Cloud.

Liquid S1 yang bersistem operasi Android 4.2.2 Jelly Bean itu memperoleh sumber tenaga dari baterai lithium polymer 2.400 mAh. Sekali diisi ulang sampai penuh, baterai tersebut mampu menemani penulis selama 14-16 jam.

Sepasang kamera dibenamkan ke ponsel yang dibanderol Rp 3,999 juta tersebut. Kamera di sisi belakang dilengkapi fokus otomatis dan lampu kilat. Ia mampu menghasilkan foto beresolusi delapan megapiksel dan klip video full HD 1080p. Sementara itu, kamera depan Liquid S1 sanggup memproduksi foto beresolusi dua megapiksel dan klip video full HD 1080p.

Kinerja dua kamera tersebut cukup bagus. Ada satu catatan khusus terkait kamera depan Liquid S1. Kamera berlensa 24 mm itu mampu menangkap objek dengan sudut sampai 88 derajat. Manfaat nyata yang bisa dirasakan pengguna, ia dapat berfoto narsis memakai kamera depan secara lebih mudah dan dengan sudut pengambilan gambar yang lebih optimal. Hendak berfoto bersama 2-3 orang teman pun bukan mustahil dilakukan.

*** Paket penjualan terdiri atas ponsel, baterai, kepala charger 1 A, kabel micro USB, dan handsfree berkabel.

18 thoughts to “Review Acer Liquid S1 (1): Gunakan Dua Micro SIM”

    1. Pak Fauzi,

      Meskipun sebagian spesifikasi Liquid S1 lebih tinggi daripada Samsung Galaxy Mega 5.8, tak terhindarkan kalau orang tetap bakal membandingkan dua ponsel itu. Saat ini harga pasar Galaxy Mega 5.8 sudah turun ke kisaran Rp 3,75 juta.

      Dengan memperhatikan hal tersebut plus popularitas merek, menurut saya, sudah seharusnya harga Liquid S1 dikoreksi menjadi maksimal Rp 3,499 juta.

  1. berarti terlalu mahal ya om.menurut om kalau di komparasi dengan galaxy mega 5,8 gmn, apa udah sebanding dengan kemampuan acer liquid S1?

    1. Pak Fauzi,

      Liquid S1 nggak kalah sih. Namun, karena mereknya kalah populer dibandingkan Samsung dan harga pasar Galaxy Mega 5.8 telah turun, idealnya harga Liquid S1 juga diturunkan.

    1. Pak Fauzi,

      Kalau hanya melihat spesifikasi, tanpa melihat harga dan popularitas merek, saya justru cenderung ke Acer Liquid S1. Sebab, ponsel itu unggul di prosesor, resolusi layar, dan DTS Sound.

  2. Bung HSW hp Android paling murah, sudah 3G dan yg paling penting pakai microSIM apa ya?

    Paling murah Galaxy Star, tapi belum 3G

    Yang lain 2 jutaan contoh Sony Xperia M dan Samsung Galaxy Core.

    Atau 1.8 jt Oppo Muse kabarnya punya 1 slot Mini SIM dan 1 micro SIM.

    Jadi ada referensi merk+model Android apa lagi yang sudah micro SIM+3G? Thx

    1. Pak Liat2aja,

      Wah, pertanyaan yang nyeleneh banget nih. Biasanya sebagian pengguna enggan micro SIM. Eh, ini justru cari yang micro SIM.

      Maaf, Pak, saya belum bisa jawab. Masih coba berpikir ponsel apa yang pakai micro SIM, bisa 3G, dan harganya di bawah Rp 1,8 juta.

  3. Thx jawabannya. Nyeleneh sih ga, kebetulan saya butuh soalnya mau travelling ke luar negeri bulan depan. Saya pakai Note 2 dan Lumia 520 sekarang yg kebetulan dua duanya pakai micro sim. Pinginnya pas di luar sana bisa beli sim card lokal, dan pindahin salah satu nomor Indonesia saya ke hp cadangan, sementara nomor lokal bisa dipasang di Note 2.

    Tapi kelihatannya masih sulit nyari hp yg saya maksud. Kalau sulit ya mungkin beli hp low end Android 1 lagi. Nunggu review dari bung HSW mengenai LG L1 II

    1. Pak Liat2aja,

      Kalau kebutuhannya seperti itu, menurut saya, beli ponsel yang murah meriah, tetapi andal saja. Misalnya, LG A275 yang harga barunya Rp 200 ribu. Pasangkan kartu micro SIM ke adapter, kemudian selipkan ke A275.

      Ah iya, saya belum unggah review L1 II ya. Minggu-minggu ini konsentrasi agak pecah karena bingung cari rumah kontrakan.

  4. Kemungkinan saya ambil Galaxy Star, tapi pikir2 dulu. Bisa cicilan 6x/12x via salah satu web online, jatuhnya hanya 60-70 ribu per bulan selama setaun.

    Konsumtif bgt jaman sekarang, antara need and want, butuh atau hanya ingin saja. Coba saya bisa kayak Bung HSW, gonta ganti hp seperti gonta ganti baju πŸ˜€

    Jadinya pas keluar negeri saya bisa masukkan 2 nomor saya (nomor utama semuanya) ke Galaxy Star, matikan mobile data (ga perlu takut kena roaming international data) dan Note 2 serta Lumia 520 saya bisa isi dgn kartu lokal. Tapi jika tidak sempat beli kartu lokal sim cardnya bebas pindah2 karena sama2 micro SIM

  5. Kelanjutan OOT nih, adapter micro SIM yang bagus apa ya?

    Saya punya 2 merk, 1 bonus kurang jelas merknya, satu Noosy yang saya dapat dari staples micro SIM yang saya beli. Tapi keduanya ga pas untuk micro SIM baik potongan dari staples maupun micro SIM asli dari provider. Dipaksa gimanapun tetap lepas micro SIMnya dari adaptor

    Kesulitannya ya micro SIM adapter milik saya sulit masuk ke hp, kecuali yang jadul jenis Nokia (susah jelasinnya :()

    1. Pak Liat2aja,

      Selama mencoba aneka adapter micro SIM ke mini SIM, menurut saya, adapter terbaik adalah adapter bawaan Sony Xperia go. Adapter itu sangat presisi dan tidak pernah tersangkut saat diselipkan ke selot kartu SIM di ponsel. Namun, setelah saya gunakan hampir setahun dan rutin berpindah-pindah ke berbagai acang, adapter itu akhirnya gugur juga.

      Adapter yang didapatkan sebagai bonus saat membeli SIM cutter biasanya kurang bagus. Potensi kartu SIM tersangkut cukup besar. Menurut saya, lebih baik Anda menggunakan adapter dari hasil menggunting kartu mini SIM. Rapikan sedikit keempat sisinya. Mengacu pada pengalaman pribadi selama ini, micro SIM yang dipasangkan ke adapter “plong-plongan” itu bisa terpasang cukup erat. Bila diperlukan, tambahkan selotip tipis di bagian belakang.

  6. Bung HSW lanjut OOTnya tapi yg terakhir nih…

    Akhirnya saya ambil Lenovo A690 utk kebutuhan saya, yaitu utk digunakan saat ke luar negeri nanti. Kebetulan dapat deal yg sepertinya menarik yaitu seharga Rp 756 ribu dgn cicilan 6 bulan. Sekalian coba2 Lenovo walaupun yg low end. Secara spec saya lihat cukup, paling kekurangannya Android yg masih jadul kalau ga salah Gingerbread. Yg lain saya rasa cukup…

    Jadi nanti di luar negeri saya cukup beli sim lokal yg biasa (tidak perlu pusing cari micro sim atau potong kartu) dan dimasukkan ke Lenovo tsb. Mudah2an dapat barang bebas trouble, repot kalau ada rusak karena saya tinggal di daerah

    1. Pak Liat2aja,

      Beli A690-nya di mana? Harganya murah banget tuh.

      Kekurangannya selain masih Gingerbread, kapasitas memori internalnya hanya 512 MB.

  7. Di bhinneka.com promo tapi pembayaran harus melalui layanan Klik Pay BCA. Ok internal memory mungkin jadi masalah, sudah terbiasa pakai Note 2 setelah sebelumnya pakai SGS2

  8. Alhamdulillah brarti HP ini with buy y om Herry, karena saya dapet harga promo dari KK Mega 3jeti plus cicilan 0% 6 bulan. Konfirmasi lagi om Herry, slot-1 bisa smp HSPA+ but slot-2 sudah 3G or 2G , karena perytaaan om kontradiktif “..pengguna tak perlu membongkar pasang kartu hanya demi mengarahkan nomor tertentu ke jaringan 3G”, tapi “Satu nomor yang lain hanya dapat berada di jaringan 2G.”.

    Cuma yg masih repot cari aksesorisnya nih….

    1. Pak Muhammad Ridwan,

      Maksudnya begini:
      * Nomor yang terpasang di salah satu selot kartu SIM bisa masuk ke jaringan 3G, termasuk HSPA. Pengguna bebas menentukan selot SIM1 atau SIM2 yang diperbolehkan masuk ke 3G.
      * Satu selot kartu SIM lain hanya bisa berada di jaringan 2G.

      Contohnya, Anda memilih selot SIM2 yang bisa masuk ke 3G. Berarti, kartu di selot SIM1 hanya bisa berada di jaringan 2G.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *