Review Acer Liquid S1 (2): Dibekali Jendela Mengambang

Acer mengembangkan tampilan antarmuka alias user interface baru untuk Liquid S1. Namanya, Acer Float UI. Kegunaan float tersebut, saat pengguna sedang melakukan suatu aktivitas via Liquid S1, mereka dapat menjalankan fungsi lain dengan cara memunculkan jendela yang mengambang di layar.

Saat ini baru empat fitur yang bisa ditampilkan mengambang atau mengapung di layar. Yaitu, kamera, peta, kalkulator, dan notes. Jendela mengambang itu akan selalu muncul di layar, baik saat pengguna mengakses email, browsing, chatting, bermain game, maupun sebatas berada di home screen. Pengguna bebas memindahkan lokasi jendela mengambang, tetapi tak dapat mengubah tingkat transparansi jendela tersebut.

Liquid S1-3

Liquid S1-4 Liquid S1-5

Masih terkait float, ada satu fitur lain yang bagi penulis sangat bermanfaat. Acer menyebutnya float caller. Dengan fungsi itu, contohnya, ketika penulis sedang mencermati kumpulan email masuk, kemudian ada panggilan telepon masuk, penulis bisa langsung menerimanya. Aktivitas melihat email tak perlu dihentikan sementara.

Liquid S1-6

Dengan memperhatikan ukuran layar dan harga jualnya, calon pembeli Liquid S1 amat mungkin bakal membandingkannya dengan Samsung Galaxy Mega 5.8. Ponsel yang harga pasarnya Rp 3,8 juta itu kebetulan juga dual SIM dan bersistem operasi Android.

Kalau dicermati, selain popularitas merek dan anggaran promosi yang harus diakui masih sangat berbeda, ada perbedaan spesifikasi yang cukup signifikan di antara keduanya. Liquid S1 memanfaatkan prosesor empat inti Mediatek 1,5 GHz, sedangkan Galaxy Mega 5.8 hanya dua inti (dual core) Broadcomm 1,4 GHz. Bila Liquid S1 memiliki RAM 1 GB, RAM di Galaxy Mega 5,8 berukuran setengah GB lebih besar.

Bentang layar Liquid S1 memang 0,1 inci lebih kecil daripada Galaxy Mega 5.8. Namun, resolusi layarnya lebih tinggi. Layar Liquid S1 beresolusi 1.280 x 720 piksel, sedangkan layar Galaxy Mega 5.8 cuma 960 x 540 piksel.

Berpijak pada segala perbedaan dan kemiripan yang terjadi, Anda sah-sah saja menganggap Liquid S1 sebagai Galaxy Mega 5.8 rasa Taiwan. Iya tho, Acer kan berasal dari Taiwan. Kalau kelak Anda telah meminang Liquid S1 dan kesulitan menemukan pelindung layar (screen protector) yang tepat, ada jurus darurat nih. Gunakan pelindung layar Galaxy Mega 5.8. Anda, atau lebih tepatnya penjaga toko ponsel, hanya perlu memotong pelindung layar itu sedikit di bagian atas dan bawah.

33 thoughts to “Review Acer Liquid S1 (2): Dibekali Jendela Mengambang”

  1. Menurut saya merk “non-popular” perlu buat dukungan unofficial kaya buka grup di fb atau thread kaskus yg isinya tip dan trik.
    saya dulu berani ambil lenovo s880 karena banyak review dan cara root dan mentahan os. tapi kalau assessories tetep merk poplular gampang didapat.

    1. Pak NF,

      Ayo silakan kirimkan Polytron-nya kepada saya. Saya akan coba review. Setelah tuntas di-review, ponsel saya kirimkan kembali.

  2. Maaf pak Herry SW, mau nanya ponsel android yg paling layak di beli maksimal anggaran 2 juta apa ya.? Tidak terbatas pada merk
    terima kasih..

  3. Maaf pak Herry SW, lenovo P770 yg anda sebutkan melebihi anggaran saya. Apa ada ponsel lain yg bisa anda rekomendasikan dengan dana maksimal 2 juta? Terima kasih sekali.

    1. Pak Anton,

      Saat saya menjawab pertanyaan Anda, harga ritel yang disarankan untuk P770 sudah turun menjadi Rp 1,999 juta kok. Di toko-toko biasanya malahan bisa didapatkan dengan harga mulai Rp 1,87 juta.

    1. Pak Hendra,

      Ketahanan baterai sudah saya sebutkan di naskah review http://ponselmu.com/review-acer-liquid-s1-1-gunakan-dua-micro-sim/ lho. Yakni, 14-16 jam. Mungkin Anda hanya membaca bagian kedua naskah review saya. Padahal, review sebenarnya terbagi dalam dua angle.

      Tentang kamera, kinerjanya belum bisa dibilang istimewa. Biasa-biasa saja, tetapi tak sampai masuk kategori jelek.

      Ini ada beberapa contoh foto:
      http://postimg.org/image/5khq657jl/
      http://postimg.org/image/itvn68wa9/
      http://postimg.org/image/havnnj0c1/

  4. maaf saya mau bertanya nih,merk smartphone antara samsung,sony,dan lenovo bagus mana ya?mohon dijawab,terima kasih

    1. Pak/Bu Yusriyah,

      Menilai baik buruknya suatu smartphone tidak bisa 100 persen hanya berdasarkan merek. Mungkin memang ada acang alias gadget merek tertentu yang reputasinya buruk. Namun, bukan mustahil, di antara puluhan tipe yang buruk, mungkin ada 1-2 tipe yang lumayan.

      Jadi, idealnya penilaian didasarkan pada beragam hal. Misalnya, spesifikasi, kinerja nyata, dan harga. Kendati demikian, bila saya tetap harus menjawab pilihan Anda, urutan saya: Sony, Samsung, dan Lenovo.

  5. Terima kasih pak Daniel dan pak Herry SW untuk jawabannya, bagaimana kalau P770 di bandingkan dengan andromax U2? Bagaimana menurut pak Herry kualitas android smartfren yg pernah anda coba sebelumnya.? Saya bertanya seperti ini karena menurut saya spek nya terlalu tinggi untuk harga 1,8 juta. Terima kasih sekali.

    1. Pak Anton,

      Saya belum pernah mencoba Andromax U2 sehingga belum bisa berkomentar.

      Peranti Android Smartfren ada yang bagus, ada pula yang lebih baik dilupakan. Saya sudah mencoba berbagai tipe acang Android ala Smartfren. Yang berupa ponsel biasanya lebih menarik daripada yang berwujud tablet.

  6. Coba saya bantu jawab pak Anton. Sebenarnya merek asli Andromax U (U original, U LE dan U2) harganya lebih tinggi di negara asalnya, contohnya saya pemakai Andromax U (original) merek aslinya adalah Innos I6 di negara asalnya china di website Innos harganya adalah 250an dollar amerika.
    Untuk memilih, pertimbangkan apakah Pak Anton suka bermain game, putar video HD dan semacamnya maka disarankan memilih Andromax U2 karena keunggulannya pada prosesor quadcore dan suara dolby digital. hanya saja menurut saya baterainya terlalu kecil kapasitasnya untuk ponsel quad core.
    Jika hanya pemakaian biasa2 saja telepon, sms dan internet (browsing, chatting, bbm-an) maka saya sarankan memilih Lenovo P770 yang dengan bahasa Pak Herry sudah termasuk Baterai Monster.

    Sebagai pembanding lain, kamera keduanya tidak spesial. Servis center Andromax di Gallery juga tidak terlalu spesial, bahkan beberapa teman saya pengguna Andromax (semua versi) sering ada yang mendapat barang cacat pabrik sehingga harus mengembalikannya lagi ke Gallery. untuk Lenovo saya kurang tahu, mungkin Pak Herry bisa menambahkan

    1. Pak Helmi Al Hazziq,

      Terima kasih atas sharing-nya. Saya yakin akan bermanfaat untuk Pak Anton dan pembaca lain yang mengikuti thread ini.

      Soal service center Lenovo, masih ada banyak banget hal yang harus mereka benahi. Mulai dari jumlah pusat perbaikan resmi, kecepatan layanan, hingga ketersediaan suku cadang.

  7. Pak Herry,
    diantar Acer Liquid S1 dan LG G Pro Lite, mana yg menurut Pak Herry lebih layak dipinang? (tanpa memperdulikan selisih harga dan keberadaan stylus). Diantara 2 merk tadi, mana yg after sales servicenya lebih bisa diharapkan?
    terima kasih sebelumnya

    1. Pak Dharma Sugandhi,

      Acer Liquid S1 unggul di kecepatan respons, sedangkan LG G Pro Lite menang di kenyamanan pemakaian. Kalau tanpa melihat harga, saya sih lebih memilih G Pro Lite. Btw, stylus di ponsel itu memang saya abaikan karena praktiknya benda mungil tersebut nyaris tak pernah saya gunakan.

      Soal layanan purna jual, kebetulan relatif imbang. Kalau harga jual kembali, dalam kasus ini saya yakin lebih menang G Pro Lite.

    1. Pak Kunto Wahyudi,

      Maaf, saya tak pernah melakukan rooting.

      Rekan lain yang membaca thread ini, tolong Pak Kunto dibantu ya.

  8. Merk Polytron juga bagus. Sebagian besar rebranding dari Gionee, perusahaan terbesar k3 di china.. soal after sales jg reviewnya bagus. Coba cek forumnya di kaskus.. seperti type W8470 (dari gionee elife e3), w9500 (gionee elife e6). Harga terjangkau tapi kualitas ok. Cm mungkin sisi daya(batre) kapasitasnya msih standart. Tapi dari reviewnya sih pemakaian batrenya lebih hemat

    1. Pak Sugeng Pramono,

      Saya baru satu kali mencoba ponsel Polytron. Itu pun yang tipe termurah. Sebenarnya ingin mencoba tipe-tipe yang harga jual barunya lebih dari Rp 2 juta. Namun, saya belum berani iseng melakukannya karena saya lihat harga jual ponsel Polytron bekas terjun bebas. Sekadar mencari yang mau beli pun tidak mudah.

      Gionee sendiri naga-naganya akan beredar resmi di Indonesia, dipasarkan oleh suatu distributor besar. Semoga saja tidak batal.

  9. Pak Herry, Mohon infonya, dengan budget 3.5jt smartphone apa yang mempunyai hasil foto terbaik. Terima kasih.

  10. Pak Herry, di beberapa kesempatan Bapak selalu merekomendasikan ponsel dual GSM low-end pada Acer Liquid Z2. Apakah kesesuaian fitur, kinerja dan harga, Z2 jadi opsi yang terbaik? Bagaimana dengan Acer Liquid Z3?

    1. Pak Adrian,

      Ya, dengan harga Rp 775 ribu, Acer Liquid Z3 sangat layak dibeli. Kalau Z3 saya baru pernah towel-towel sebentar.

  11. Pak Herry, trims tanggapannya. Rencana memang mau ambil Z2 atau Z3. Mohon info Z2 harga 775 ribu dapat di gerai mana ya?

    1. Pak Adrian,

      Mohon maaf karena saya baru bisa merespons pertanyaan pada saat ini. Beberapa hari terakhir saya terkena sinusitis sehingga kesulitan berlama-lama menatap layar laptop atau ponsel.

      Kalau di Surabaya, coba cari di Apollo WTC atau Marina.

  12. Pak Herry smoga sekarang kondisinya sudah baikan ya. FYI, hari Minggu kemarin saya sudah follow rekom Bapak dengan meminang Z2 di Ap**** Marina. Trims

    1. Pak Adrian,

      Iya, setelah mengonsumsi obat dari dokter, kondisi saya mulai lebih baik.

      Akhirnya ambil Z2 dengan harga Rp 775 ribu ya.

  13. permisi pak Herry SW
    punya rekomendasi smartphone gaming yang budgetnya 2 jutaan ndak

    makasih pak hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *