Review Acer Liquid Z205: Laris Manis Walau Hadir Diam-Diam

Awalnya ponsel ini hadir dengan diam-diam. Jangan membayangkan iklan besar-besaran di berbagai media nasional seperti yang rutin dilakukan Samsung. Pantang pula berpikir terdapat “gerakan sistematis” di dunia maya ala Asus Zenfone. Lha sekadar brosur pun belum ada kok. Saat itu baru muncul dummy alias “ponsel mainan” yang disebarkan ke beberapa toko ponsel.

Ketika ia benar-benar tersedia di toko, ponsel tersebut laris manis. Salah satu distributor besar malahan sempat kehabisan stok. Mungkin konsumen berpikir, kapan lagi bisa membeli ponsel Android dual SIM bermerek global dengan RAM 1 GB seharga Rp 749 ribu saja. Itulah Acer Liquid Z205.

Liquid Z205-1

Liquid Z205 merupakan adik kandung Acer Liquid Z200 yang lebih dulu beredar. Kalau Liquid Z200 dipasarkan di Indonesia dalam lima pilihan warna, Liquid Z205 hanya tersedia dalam dua pilihan warna. Hitam dan putih. Kalau Liquid Z200 dibekali RAM 512 MB, kapasitas RAM Liquid Z205 dua kali lipatnya: 1 GB.

Biarpun dibanderol murah dan terbuat dari plastik, bodi Liquid Z205 tidak terkesan ala kadarnya. Tampilan fisiknya cukup sedap dipandang mata. Beberapa orang yang memegang Liquid Z205 milik penulis menilainya mirip dengan ponsel HTC. “Aku lupa HTC tipe apa. Yang pasti seri Desire,” kata mereka.

Ponsel Android 4.4.2 KitKat itu dibekali layar sentuh empat inci beresolusi 480 x 800 piksel. Konektor handsfree berkabel terdapat di sisi atas ponsel. Sedangkan di sisi kanan berjajar konektor micro USB, tombol power, dan tombol volume.

Satu-satunya kamera Liquid Z205 berada di bagian belakang ponsel. Di materi promosi Acer, kamera tanpa fokus otomatis dan lampu kilat itu disebutkan beresolusi dua megapiksel. Kenyataannya, ia sanggup menghasilkan foto beresolusi sampai 3,15 megapiksel. Kalau difungsikan sebagai perekam video, kamera itu maksimal memproduksi klip video beresolusi 320 x 480 piksel saja.

Liquid Z205-2

Berdimensi fisik 126,5 x 65 x 10,3 milimeter dan berat 130 gram, Liquid Z205 siap menampung dua kartu SIM. Satu berupa kartu mini SIM, satu lainnya kartu micro SIM. Dua nomor GSM tersebut dapat siaga bersamaan. Pengguna bebas memilih nomor mana yang akan diarahkan ke jaringan 3G. Satu nomor lainnya otomatis bakal setia di jaringan 2G.

Sesaat setelah pengguna melakukan panggilan ke luar, layar Liquid Z205 bakal padam. Bila ingin mengetahui status panggilan, pengguna harus mendekatkan ponsel ke telinga untuk mendengarkan nada sambung. Alternatif lain, tekanlah tombol power untuk mengaktifkan layar. Tidak adanya proximity sensor membuat layar ponsel tidak bisa otomatis padam saat didekatkan ke telinga. Sebaliknya, ponsel juga tak mampu spontan menyala ketika menjauh dari telinga.

Prosesor berinti ganda (dual core) MediaTek MT6572M 1 GHz, Wi-Fi, bluetooth, GPS, RAM 1 GB, ROM 4 GB, dan selot microSD adalah sebagian spesifikasi lain Liquid Z205. Memori internal ponsel menyatu dalam satu partisi. Saat ponsel masih segar, ruang kosong yang tersedia mencapai 2,04 GB.

Liquid Z205-3

Bila menu ponsel itu ditelusuri satu per satu, pengguna bakal menjumpai radio FM, DTS Studio Sound, dan flashlight alias lampu senter. Lho, bukankah Liquid Z205 tidak memiliki lampu kilat kamera? Di dalam hati, penulis sempat mempunyai pertanyaan serupa. Fitur flashlight itu ternyata memanfaatkan pancaran cahaya di layar ponsel. Terkesan agak dipaksakan, tetapi boleh juga idenya.

Sebuah baterai lithium ion 1.300 mAh yang mudah dilepas pasang menjadi sumber tenaga bagi Liquid Z205. Di luar dugaan, baterai berkapasitas relatif kecil itu mampu mendampingi penulis beraktivitas selama belasan jam. Ketika daya baterai melemah dan penulis menghubungkan ponsel itu dengan charger, penulis menemukan satu fakta baru lagi. Liquid Z205 ternyata enggan diberi pasokan arus listrik yang besar. Ia rupanya menganut prinsip sedikit demi sedikit, lama-lama penuh juga. Proses pengisian ulang membutuhkan waktu selama empat jam.

Saat ini harga jual resmi Liquid Z205 dipatok Rp 799 ribu atau lebih tinggi Rp 50 ribu daripada harga perdananya dulu. Dari sisi konsumen, kenaikan harga resmi itu sebenarnya relatif tidak berdampak. Sebab, ketika ponsel tersebut masih dibanderol Rp 749 ribu dan laris manis, harga pasarnya pun telah menyentuh angka Rp 780 ribu hingga Rp 800 ribu.

Liquid Z205-4

Menurut penulis, secara umum Liquid Z205 bukanlah ponsel yang layak disebut gegas. Adanya jeda saat pengguna memberikan suatu instruksi seringkali sangat terasa. Hasil kameranya juga pas-pasan. Meskipun demikian, bagi pengguna yang memedulikan kepastian layanan purna jual, ponsel tersebut masih boleh dipertimbangkan.

Sementara itu, calon pembeli yang mengabaikan layanan purna jual lebih baik menambahkan sedikit dana untuk melirik ponsel lain. Misalnya, AccessGo 4E dan Nexian Journey 1. Kinerja keseluruhan dua ponsel itu lebih bagus daripada Liquid Z205.

***

Inilah foto-foto yang dihasilkan Liquid Z205.

Liquid Z205-5

Liquid Z205-6

Liquid Z205-7

Liquid Z205-8

Liquid Z205-9

Liquid Z205-10

Liquid Z205-11

Liquid Z205-12

Liquid Z205-13

Liquid Z205-14

***

Screen capture Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

Liquid Z205-16

Liquid Z205-17

Liquid Z205-15

53 thoughts to “Review Acer Liquid Z205: Laris Manis Walau Hadir Diam-Diam”

  1. Om. Acer Z205 ini OS nya apa? kalo liat RAM nya yg 1GB harusnya cukup sigap kalo sudah pake Kit Kat. Kalo masih ada jeda (mirip Acer Z4 kah?) apa mungkin masih di JB ya?

    1. Pak Leonardo,

      He… he… versi sistem operasinya sudah saya sebutkan di naskah review lho. Yaitu, Android 4.4.2 KitKat.

      Menurut saya, Liquid Z4 terasa lebih responsif daripada Liquid Z205.

  2. Saya memilih ponsel Acer ini setelah membaca review after sales service yang memuaskan dan diberikan secara free jika berlangganan 1 tahun Matrix dari Indosat . Bisa ditambahkan sisi positipnya adalah kekuatan antenanya yang cukup baik. Beberapa merk ponsel yang lain di rumah saya tidak / kurang mendapat sinyal untuk operator tertentu tetapi tidak demikian dengan signal indikator pada ponsel ini yang masih menunjukkan signal yang kuat.

  3. Iya Om Herry, saya kelewatan baca soal OS, hehe…
    Menurut saya agak aneh kalo Acer Z4 lebih gegas dari Z205.
    Memang procie nya lebih kencang: 1,2GHz vs 1GHz, tapi RAM kan 2x lipat.
    Kira2 kenapa ya Om? Mau ambil untuk hape ke-2 jadi pikir lagi…

    1. Pak Leonardo,

      Yang mempengaruhi kan banyak faktor. Firmware juga bisa menentukan hasil akhir. Manfaat RAM besar mungkin baru terasa kalau pakai BBM dengan banyak grup aktif.

      Untuk dijadikan ponsel kedua sih Liquid Z205 layak beli deh.

  4. wah kebeneran kawan kemarin baru ambil, kesan pertama sih mirip sama salah satu hp merk HTC,tema/launcher bawaan lumayan oke bisa dirubah menjadi mirip windows phone wkwkw sayang output chargernya terlampau kecil cuma 0.5A jadi luama bener kalo nunggu sampe penuh. Terus yg jadi masalah terbesar adalah multi touchnya, karena cuma 2 sering typo karena kalo kepencet kanan-kiri secara bersamaan malah yg tertekan adalah bagian tengah (coba ke dialer dan ketik angka 4 plus 6 bersamaan, nanti yg keluar malah angka 5) Kalo yg suka ngegame bisa jadi masalah besar… Tapi untuk harga segini udah termasuk oke banget!

  5. Kalau menurut saya selama ini sudah pakai Acer Z4, ZTE Kis 3, Acer Z205, memang Acer Z205 termasuk kurang gegas. Menurut saya sih salah satunya karena prosesornya, speed selisih 0,2GHz dalam Antutu saja selisihnya mencapai 3000 nilai.

    Paling gegas ZTE Kis 3, kemudian Acer Z4, baru Z205. Tetapi jika aplikasi sudah banyak diinstalkan, maka kegegasan menjadi Acer Z205, ZTE Kis 3, terakhir Acer Z4. Sekedar info, aplikasi yang saya install mencapai 80 buah.

    1. Pak Daru Kartiko N,

      Ha? Install 80 aplikasi? *pingsan deh saya*

      Aplikasi apa saja Pak kok sampai sebanyak itu? Apakah memori internalnya cukup?

  6. Melihat RAM (1GB) dan layar (4″), sekilas saya berharap ini jadi ponsel impian saya. Hari gini hampir tidak ada ponsel yang punya kombinasi itu. Setelah lanjut baca ke bagian kamera, baterai, dan lag, yaah harapan tinggal harapan. Tapi bener, sepertinya si Acer ini oke juga jadi ponsel kedua.

  7. Pak Herry

    Itu yang tertampil di app drawer Pak, 80 buah, kalau yang ada di bagian unduhan sih cuma 60 buah. Memang banyak sih, tetapi semuanya aplikasi kecil kok, dan memang saya butuhkan semuanya.

    Untuk Acer Z205 masih cukup Pak, tersisa 500MB, karena aplikasi bisa dipindah ke eksternal. Kalau dulu di ZTE Kis 3 tidak bisa karena aplikasi tidak bisa di move., jadi ya musti saya root.

    1. Pak Daru Kartiko N.,

      Oh begitu tho ceritanya. Boleh tahu aplikasi apa saja? Saya penasaran dengan jumlahnya yang begitu banyak dan semua dibutuhkan.

  8. pak herry terima kasih saya ngikuti pak herry dulu beli acer z500 mantep,RAM lega,cuma baterai sajasaja dikit boros

  9. malam ko hery, maaf oot.sy ada ponsel jadul nokia 3310 msh bisa dipakai bibi sy dg kartu mini sim operator XL mdel lama ,ktka mau beralih ke kartu mini sim kayak smpati dan 3 kok tidak support ya?kartu sim terbaca sih ko,tp sinyal nya tidak keluar.sy cek ke pngaturan-plihan jaringan-manual eh yg keluar pilihannya XL dan INDOSAT saja.terus solusinya gimana ko? trims

    1. Pak Putra,

      Nokia 3310 seharusnya adalah ponsel dual band GSM 900/1800. Kalau membaca cerita Anda yang telah melakukan pencarian jaringan secara manual, saya curiga ponsel itu tak bisa lagi berjalan di frekuensi 1800. Solusinya ya terpaksa ganti ponsel.

  10. Untuk Pak herry, boleh bertanya
    Maaf oot, saya ingin membeli ponsel, terutama di os Windows phone. Tak masalah jika ketersediaan aplikasi di Windows store yang kurang, yang penting kelancaran dalam membuka applikasi dan game yang lebih penting
    Saya punya budget 2-4 juta, pilihan saya ada di lumia 730 dan 920, kira2 mana yang lebih pak herry rekomendasikan? Terutama soal sound, bermain game, kamera dan layar yang lebih baik

    1. Pak Jabbar,

      Seberapa penting kamera untuk Anda?

      Lumia 730 merupakan ponsel keluaran lebih baru. Ia juga mendukung dual SIM. Kameranya cukup bagus, tetapi belum bisa menandingi Lumia 920.

      Lumia 920 kameranya lebih mantap daripada Lumia 730. Ia hanya single SIM. Karena ponsel keluaran lama, mau tidak mau Anda harus berburu Lumia 920 bekas.

      Soal suara, game, dan fungsi lain sih relatif imbang ya, Pak.

  11. Cukup penting pak, karena saya lebih menyukai kamera ponsel drpd camera DSLR atau yang lain, sehingga saya harus memilih camera ponsel yang baik, apalgi saya punya hobi makrosel (potret makro pake camera ponsel)

  12. Sayangnya emang kalau ngecas lama ya koh, serasa gak penuh2, dan warna kurang tajam, tapi ya sesuai harganya, desain sih gak keliatan murahan.

    1. Pak Tri @ds,

      Di review sempat saya sebutkan soal charging:

      Sebuah baterai lithium ion 1.300 mAh yang mudah dilepas pasang menjadi sumber tenaga bagi Liquid Z205. Di luar dugaan, baterai berkapasitas relatif kecil itu mampu mendampingi penulis beraktivitas selama belasan jam. Ketika daya baterai melemah dan penulis menghubungkan ponsel itu dengan charger, penulis menemukan satu fakta baru lagi. Liquid Z205 ternyata enggan diberi pasokan arus listrik yang besar. Ia rupanya menganut prinsip sedikit demi sedikit, lama-lama penuh juga. Proses pengisian ulang membutuhkan waktu selama empat jam.

  13. Pak HSW…
    Saya sudah membeli Acer Z205 sekitar 3 minggu yang lalu sesuai dengan saran bapak.
    Yang mau saya tanyakan :

    1. Baterainya koq terkesan boros ya pak?
    Pada pemakaian awal, dalam kondisi TIDAK ADA koneksi data dari pk 12.00 – 08.00 baterai sudah berkurang dari 100% menjadi +/- 80%.
    Kondisi sekarang persentase baterainya sering tiba2 berubah naik maupun turun.
    Apa yang salah ya pak?

    2. Kenapa garansi yang saya terima bukan TAM ya pak ?
    Apa itu bukan barang resmi/asli.

    Terima kasih sebelumnya

    1. Pak Andrey,

      1. Boleh tahu bagaimana cara Anda dulu mengisi ulang baterai ponsel itu saat masih baru? Terutama, pada 3-4 kali charging pertama?

      2. Apakah BPTM? Kalau iya, tak masalah. Itu sama-sama garansi resmi kok. Distributor ponsel Acer ada dua: TAM dan BPTM (Bangun Persada Tata Makmur). Unit yang dipasarkan dua distributor tersebut sama-sama bergaransi resmi Acer Indonesia.

    1. Pak Asakun,

      Saya tak pernah nge-root. Rekan-rekan yang memantau thread ini dan mengetahui jawabannya, silakan bantu Pak Asakun ya.

    1. Pak Fajar,

      Saya tak tahu situs Acer Malaysia itu salah tulis atau bagaimana. Satu hal yang pasti, Acer Liquid Z205 yang saya coba maupun yang dijual resmi di Indonesia memiliki RAM 1 GB.

  14. Pak Herry

    Dengan Penggunaan 2 simcard dan full koneksi internet buat aplikasi chatting (no game dan browsing) kira2 tahan berapa jam ya pak??

    Terimakasih

    1. Pak Budz,

      Chat-nya apa dulu nih? Dengan asumsi frekuensi chat cukup tinggi, estimasi kasar dari saya sekitar sepuluh jam.

  15. Pak herry,

    minta saran apakah ada HP dengan layar kurang 5″ (klo terpaksa 5″ ndak papa), RAM 2GB, dual sim dan baterainya kapasitas besar. Dananya sekitar 2,5 juta. Terimakasih

  16. Maaf pak baru sempat jawab, karena dus nya menghilang dan baru ketemu πŸ™‚

    1. Untuk isi ulang saya biasanya melakukan seperti pemakaian normal. Jadi saya isi hingga penuh kemudian saya cabut. Apa ada cara yang benar untuk pengisian ulang untuk pemakaian pertama pak ? karena saya biasanya tidak pernah memperhatikan cara pengisian ulang untuk ponsel baru.

    2. Saya koq tidak menemukan kedua nama distributor yang bapak sebutkan di dusnya ya pak? Saya hanya menemukan tulisan
    “Diimpor oleh :
    PT Acer Indonesia
    The Plaza Office Tower Lt. 42 dst…”
    tulisan itu berupa stiker yang tertempel di bagian bawah stiker spesifikasi ponsel dibagian bawah dus.
    Apa artinya barang yang saya beli bukan garansi resmi pak?

    terima kasih

    1. Pak Andrey,

      1. Nah… sudah benar. Selama proses pengisian, ponsel dalam kondisi padam total kan?

      2. Unit Anda bergaransi resmi. Saya menduga unit yang Anda miliki didistribusikan oleh BPTM. Unit yang didistribusikan oleh Erajaya biasanya dilengkapi stiker bertuliskan TAM di sisi muka kardus. Keduanya sama-sama resmi kok.

  17. dengan cara pengisian ulang seperti itu kemudian baterainya sering ngedrop apa yang salah ya pak?
    kalau itu termasuk bermasalah, apakah bisa di klaim garansinya ?

    1. Pak Andrey,

      Ngedrop itu hanya satu kali. Kalau sudah ngedrop, ya takkan tiba-tiba membaik lagi. Baterai yang ngedrop berarti perlu diganti baru. Jadi, tak ada istilah sering ngedrop.

      Baterai juga digaransi selama rentang waktu tertentu (kalau tak salah ingat enam bulan). Silakan membawanya ke pusat perbaikan resmi.

  18. Mas, HP Acer z205 saya kok gk bisa di root? Udah nyoba 4 aplikasi gagal semua, say a minta solusinya.
    Terima kasih

    1. Pak Alung,

      Maaf, saya tak bisa memberikan solusi. Saya sehari-hari menggunakan ponsel dalam kondisi tanpa root. Saya mengikuti standar pabrikan.

  19. Maaf pak, saya punya acer liquid z410 dengan kamera belakang 5mp, dibanding dengan acer z205 kenapa hasil jepretannya saya rasa lebih bagus z205 seperti hasil jepretan bapak di atas. Setting kameranya belum saya apa”in, apa ada kesalahan dalam setting kameranya atau gimana pak? Mohon penjelasannya terima kasih.

    1. Bu Mira Octavia,

      Saya masih proses menguji pakai Liquid Z410. Awalnya saya menargetkan selesai Sabtu atau Minggu ini. Namun, ternyata nanti malam saya harus ke luar kota sampai Minggu. Jadi, berarti masa uji pakai ponsel itu mundur sampai pertengahan minggu depan. Saya akan coba perhatikan hasil jepretannya. Minggu depan silakan kontak saya lagi.

  20. Salam sejahtera,

    numpang tanya om, bagaimana. ya caranya supaya proses charger bisa normal seperti Smartphone merk lain, karena selama pengalaman memakai z205 proses charger sangat lama apalagi sambil di gunakan. Bahkan kalau di sambi main game gak bakal nambah malah berkurang presentase baterainya.

    di mohon bantuannya.
    Terima Kasih.

    1. Pak Fatih,

      Ponsel-ponsel entry level seringkali tidak mampu “menyedot” charger dengan cepat/banyak. Karena itu, proses charging relatif lebih lama.

      Saya tak ingat charger bawaan Liquid Z205 memiliki output berapa. Kalau lebih kecil dari 1A, cobalah memakai charger lain dengan output 1A. Seandainya ternyata tidak bisa lebih cepat, berarti Liquid Z205 memang tidak bisa menerima input yang besar. Tidak ada solusi lagi deh.

  21. Salam pak herry SW.
    Diantara acer z205. Acer z4 dan sony xperia E1, manakah yang lebih bapak rekomendasikan dengan asumsi harga ketiga ponsel tersebut sama-sama dibawah satu juta.
    Ponsel saya gunakan untuk komunikasi dasar+ bbm saja. Atau adakah ponsel lain merk global
    harga dibawah satu juta yang bapak rekomendasikan?
    Terima kasih

    1. Pak Rahmat N.,

      Karena Anda akan memakai BBM, saran saya, ambil Liquid Z205 saja. Alasannya sederhana, RAM-nya lebih besar daripada Liquid Z4 dan Xperia E1.

    1. Pak Dicky Anovry,

      Wah, saya nggak pernah mencoba browsing tanpa henti sampai ponsel kehabisan daya baterai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *