Review Advan Star 5: Mencomot Fitur LG, Oppo, dan Samsung

Ajang pencarian bakat di televisi seringkali dijadikan “kendaraan” oleh produsen ponsel merek lokal buatan Tiongkok. Advan pun melakukannya. Sebagai sponsor utama Rising Star Indonesia yang disiarkan RCTI, mereka menghadirkan ponsel dan tablet seri Rising Star. Salah satunya, Advan Star 5.

Star 5 adalah ponsel Android dual SIM berlayar lima inci dengan resolusi 540 x 960 piksel. Hal yang menarik, ponsel itu mencomot aneka fitur yang sebelumnya dipopulerkan oleh LG, Oppo, dan Samsung. Hasil akhirnya adalah kemudahan untuk pengguna, meski harus diakui kenyamanannya tidak setinggi di ponsel aslinya.

Advan Star 5-1

Untuk menyalakan layar, pengguna Star 5 alias Advan S5M tak perlu menekan tombol power. Pengguna cukup mengetuk layar dua kali. Fitur ketuk-ketuk layar seperti itu mulai dipopulerkan LG lewat ponsel flagship G2. LG menamakannya KnockOn.

Kala ponsel siaga dan layar padam, pengguna tinggal menggerakkan jari membentuk suatu huruf untuk mengakses menu tertentu secara cepat. Misalnya, huruf C untuk masuk ke menu telepon, M musik, dan O album foto. Kalau sapuan jari pengguna membentuk huruf e (bukan E), browser bakal terbuka. Sedangkan untuk menyalakan lampu senter, pengguna harus menggerakkan jari membentuk huruf V. Advan menyebut fitur tersebut sebagai letter gesture. Asal tahu, fitur semacam itu telah penulis jumpai saat mencicipi ponsel Oppo N1.

Sedang melihat album foto dan ingin berpindah dari satu foto ke foto lain tanpa menyentuh ponsel? Bisa saja. Manfaatkan air gesture yang, seingat penulis, kali pertama dipopulerkan Samsung lewat Galaxy S4. Posisikan tangan belasan sentimeter di atas Star 5, lalu kibaskan tangan ke kanan atau kiri. “Kayak orang ngipasi sate ya,” canda seorang teman penulis.

Selayaknya ponsel dual SIM, Star 5 memiliki dua selot kartu SIM. Satu berukuran micro SIM, satu lagi mini SIM. Nomor yang akan diarahkan ke jaringan 3G bebas diselipkan ke selot mana saja. Selanjutnya, pengguna tinggal mengatur di menu bawaan ponsel. Ingin mengunci supaya ponsel selalu berada di jaringan 3G pun dengan mudah dapat dilakukan.

Ponsel yang mendukung fitur video call itu dibekali Wi-Fi, bluetooth, dan GPS. Ada pula radio FM yang siarannya bisa direkam. Prosesor empat inti (quad core) MediaTek MT6582 1,3 GHz, RAM 1 GB, ROM 8 GB, dan selot microSD adalah sebagian spesifikasi lain Star 5.

Advan Star 5-2

Memori internal ponsel Android 4.4.2 KitKat tersebut dibagi dalam dua partisi yang uniknya bernama sama: internal storage. Untuk membedakan keduanya, di tulisan ini penulis menyebutnya sebagai internal storage-1 dan internal storage-2. Internal storage-1 yang akan dipakai untuk menginstalasikan aplikasi tambahan berkapasitas total 0,89 GB. Saat ponsel masih segar, ruang kosong di partisi itu hanya 594 MB. Sementara itu, internal storage-2 memiliki ruang kosong 5,27 GB di antara total kapasitas 5,28 GB.

Untuk sebuah ponsel Android keluaran terkini, kapasitas tersisa di internal storage-1 tergolong pas-pasan. Apalagi, bila pengguna gemar menginstalasikan aplikasi tambahan. Bakal jauh lebih baik kalau Advan menggabungkan dua partisi itu. Umpama tetap dipisahkan pun, pembagian yang ideal bukan njomplang 0,89 GB dan 5,28 GB, melainkan minimal dibagi rata.Contohnya, 3 GB dan 3 GB.

Star 5 memiliki dua kamera. Kamera utama di sisi belakang ponsel dilengkapi fokus otomatis dan lampu kilat. Ia mampu menghasilkan foto beresolusi delapan megapiksel dan klip video full HD 1080p. Sedangkan kamera depan sanggup memproduksi foto tiga megapiksel dan klip video VGA. Khusus kamera depan, penulis memiliki satu catatan. Fungsi white balance kamera tersebut sesekali kurang akurat. Saat berfoto selfie, misalnya, wajah penulis pernah menjadi kemerahan.

Selama menguji pakai Star 5, menurut penulis, ada dua hal yang pantas dijadikan poin minus utama. Pertama, qwerty keypad virtual ponsel itu kurang nyaman. Ia kurang gegas dan cerdas dalam merespons sentuhan jari. Mau tak mau penulis harus menurunkan kecepatan mengetik via keyboard virtual.

Kedua, daya tahan baterainya relatif pendek. Dengan pemakaian ala penulis, baterai bawaan yang berkapasitas 1.800 mAh rata-rata hanya bertahan delapan jam. Bila mau ditambahkan, masih ada satu sisi minus yang sebenarnya sangat dipengaruhi selera. Apakah itu? Tombol kapasitif di bawah layar Star 5 tidak dilengkapi cahaya alias backlight.

Saat penulis mengetikkan ulasan ini, Star 5 dijual dengan harga ritel resmi Rp 1,399 juta. Pemilik toko biasanya menawarkan ponsel itu di rentang harga Rp 1,35 juta sampai Rp 1,4 juta. Paket penjualan termasuk kepala charger dengan output 1A, handsfree berkabel, dan kabel micro USB.

***

Aneka foto yang dihasilkan Advan Star 5.

Advan Star 5-3

Advan Star 5-4

Advan Star 5-5

Advan Star 5-6

Advan Star 5-7

Advan Star 5-8

Advan Star 5-9

Advan Star 5-10

Dua foto selfie berikut dijepret memakai kamera depan.

Advan Star 5-11

Advan Star 5-12

Advan Star 5-13

Advan Star 5-14

***

Screen capture Antutu Benchmark dan Sensor Box for Android.

Advan Star 5-15

Advan Star 5-16

48 thoughts to “Review Advan Star 5: Mencomot Fitur LG, Oppo, dan Samsung”

  1. Pak gimana perbandingan dengan access go 4e dan redmi 1s, ini ponsel kan harganya dibawah redmi 1s dan diatas access go 4e.

    1. Pak Ukub,

      Lebih menarik Redmi 1S maupun AccessGo 4E. Ya, meskipun harganya lebih murah, menurut saya, AccessGo 4E justru lebih layak dilirik daripada Advan Star 5.

  2. Ko hp slate 7 beats kok cuma d foto aja hehehe…kapan d reviewnya?penasaran nihnih…oya denger2 dell venue 8 7000 mau masuk indonesia ya?

    1. Pak Didin,

      Advan adalah merek lokal buatan Tiongkok. Sebagian aktivitas produksi (saya tak tahu detailnya bagaimana) diklaim juga sudah dilakukan di Semarang.

      Lebih layak beli Redmi 1S.

    1. Pak Tri Slank,

      KnockOn itu istilah khas LG untuk double tap to wake. Fitur tersebut dipopulerkan oleh LG, dimulai dari LG G2.

  3. Pak Herry,
    kalau dari empat hp yang pernah pak Herry review,
    Advan Star 5 vs Moto E vs Accessgo 4E vs Zenfone 4
    pilihan terbaiknya yang mana?

    1. Pak Omega,

      Ha… ha… ha… nggak sampai seperti itu kok. Selama saya pakai, hanya satu kali hang. Satu kondisi yang sangat wajar.

  4. Kayaknya sudah lumayan ya pak hasil kamera advan, pengalaman pernah pake advan s5e kameranya jelek banget….. Dan juga setelah pmakaian 3 bulan sudah tidak bisa lagi mengunci sinyal 3g, waktu awal beli gak ada masalah,saya datangi sc advan jadi gak niat mau di service, disana ada konsumen yang marah2 sudah hampir 6bulan hp nya belum selesai nginap di sc…..

  5. Tenyata cuma rumor aja ko…blom ada tanggal peluncurannya beserta harga…???? ya deh aku tunggu reviewnya hp slate 7 beats edition…????

  6. Sejak dulu entah kenapa saya malah nggak melirik merek lokal, hehehehe… Saya malah nyaman pakai Lumia 520, hihihihi minim masalah sampai sekarang 😀

    1. Pak Andre,

      Saya malahan baru sadar kalau saat mengunggah review Star 5 tidak ada foto makanan yang disertakan. Padahal, itu menjadi ciri khas review saya ya. He… he… he….

  7. Mas Herry, kalo memory internalnya dibagi 2, dgn kapasitas seperti reviw, apakh kalo tambah apliksi bisa di move ke partisi satunya ato ke externl?

  8. Ya Pak Herry, kebetulan saya sambil cek apakah ada foto makanan nya, eh ternyata kebetulan di artikel ini tidak ada.
    hhehe

    Pak Herry, memang ada ya PIN BBM yang awalannya angka 5?
    bukan 7 atau 2 seperti yg lain-lain.

    1. Pak Andre,

      He.. he.. iya tanpa makanan.

      Benar. Sejak akhir September atau awal Oktober lalu, PIN BBM ada yang berawalan 5. Zaman dulu banget, PIN berawalan 5 biasanya dipakai di peranti BBM Connect.

  9. Pak, maaf saya mau tanya, Advan Star 5, jika dibandingkan dengan
    Oppo Neo 3 R831K, Lenovo A536, Lenovo A328, dan Nokia XL Dual SIM,
    menurut bapak mana yang saya harus pilih ?
    Mohon rekomendasinya pak,
    Terima Kasih

    1. Pak Hilmy,

      Kalau melihat tipe-tipe ponsel yang Anda sebutkan, berarti anggaran Anda sekitar Rp 1,8 juta ya.

      Dengan anggaran sebesar itu, menurut saya, silakan coret semua ponsel yang Anda sebutkan. Lebih baik Anda membeli Xiaomi Redmi 1S. Bila Anda bersedia menambahkan dana sekitar Rp 150 ribu, boleh pula melirik Acer Liquid Z500.

      Review Redmi 1S bisa dibaca di http://ponselmu.com/review-xiaomi-redmi-1s-pantas-dibeli-tanpa-pikir-panjang/
      Review Liquid Z500 dapat dibaca di http://ponselmu.com/review-acer-liquid-z500-suka-atau-tidak-harus-gunakan-flip-cover/

  10. haha lucu sih, jadinya advan star 5 ini kayak kombinasi semua fitur lg samsung dan oppo itu. tapi for a “copier” kayaknya hasilnya lumayan bagus tuh

    1. Pak Jamet,

      Sisa memori internal untuk instalasi aplikasi hanya sekitar 0,5 GB. Untuk ukuran saat itu, kapasitas sebesar itu pasti tidak memadai deh.

  11. om hsw,
    kalo advan glossy gold 2 i5e bagus g??
    1,5 kebawah recomend gawai apa??
    1,5-2jt recomend gawai apa??
    kalau bisa spesifikasinya 2/16, 4g, 5 inchi n layar jernih yang 780×1800 atau gmn aq lupa dan baterai lumayan awet aja…
    makasih

    1. Pak Ari Yusuf,

      Jangan beli ponsel Advan deh.

      Kurang dari Rp 1,5 juta: paling-paling Andromax E2+ ya. Namun, kriteria layar tidak terpenuhi.

      Harga Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta: Asus Zenfone 2 Laser.

  12. Selamat malam pak Herry,
    Merek lokal emang kurang bagus, tapi akhir2 ini ada dua yang saya rekomendasikan untuk merek lokal….Polytron Zap 6 Power dan Advan Glassy Gold 2…percaya nggak percaya dua merek lokal tersebut dengan kisaran harganya memiliki kualitas yg tidak mengecewakan….kalau merek lokal lainnya lupakan saja deh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *